Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Aulia Azwati Amri Amir; Eko Sugiharto; Muhammad Syafril
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.394

Abstract

Usaha budidaya rumput laut ini tidaklah terlepas dari aspek finansial yang meliputi biaya investasi, biaya operasional dan pemeliharaan, produksi dan harga jual. Aspek ini sangatlah mempengaruhi kelayakan usaha. Para pembudidaya rumput laut, ketika memulai usaha tidaklah mudah, sehingga memerlukan kemauan yang kuat serta kerja keras untuk menghadapi banyak tantangan dan hambatan seperti kekurangan modal dan tenaga kerja yang ahli atau terampil, kinerja keuangan usaha yang kurang maksimal, dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk dapat menganalisis kelayakan finansial dari usaha budidaya rumput laut (Eucheuma cottonii) di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan dengan indikator R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Payback Period (PP) dan Return on Investment (ROI). Penelitian ini dilaksanakan sejak Januari 2022 sampai dengan September 2022 di Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Sampel yang digunakan sebanyak 24 responden dengan mengacu pada metode pengambilan sampel yang bertujuan (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha budidaya rumput laut di Kelurahan Pantai Amal dengan kondisi produksi maksimum dan minimum pada luas lahan budidaya, yaitu 0,60 ha, 0,70 ha dan 0,78 ha menguntungkan secara ekonomi dan layak untuk dijalankan dengan melihat indikator R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Payback Period (PP) dan Return On Investment (ROI). East Tarakan Sub-district, Tarakan. The total sample used in this study was 24 respondents referring to the sampling method known as the purposive sampling method. The result showed that the seaweed cultivation business in Pantai Amal urban village with the maximum and minimum production on the cultivation area sizes of 0.60 ha, 0.70 ha and 0.78 ha was economically profitable and feasible to be undertaken considering the following indicators: R/C Ratio, Break Event Point (BEP), Payback Period (PP) and Return on Investment (ROI).Key words: business feasibility, cultivator, seaweed
HASIL TANGKAPAN NELAYAN PADA PELABUHAN BELAWAN DI SUMATERA UTARA Eko Sugiharto; Said Abdusysyahid; Elisabet Silaban
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.602

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan merupakan salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Sumatera Utara. Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan berperan penting dalam kegiatan penangkapan ikan dan pemasaran. Pelabuhan Perikaanan Samudera Belawan berada di tempat strategis, terutama di antara perairan bagian timur Sumatera (Selat Malaka), perairan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) dan Laut Cina Selatan, serta juga merupakan pintu masuk perekonomian kegiatan beberapa negara Tujuan Penelitian adalah Mengetahui profil dan fungsi-fungsi kegiatan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan secara Deskriktif dan Mengidentifikasi peran pelabuhan dalam peningkatan hasil tangkapan`ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan. Jumlah responden 20 nelayan menggunakan metode teknik skala Likert. Dari hasil diperoleh bahwa Tingkat kegiatan produksi sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 7,5. pada indikator mempelancar pemasaran hasil tangkap sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 7,5. Berdasarkan indikator menimbulkan rasa aman bagi nelayan sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 9. Berdasarkan indikator mempermudah pembinaan sebagian memasuki peringkat tinggi dengan poin 9. Berdasarkan indikator menunjang pengorganisasian usaha nelayan dan unit ekonomi sebagian memasuki peringkat tinggi dengan nilai 9. Dan total peran Pelabuhan perikanan samudera belawan secara Akumulasi poin bernilai 42 tergolong kelas atas.
the Optimalisasi Peran Penyuluh Perikanan Dalam Usaha Budidaya Perikanan Air Tawar Di Kecamatan Balikpapan Timur Kota Balikpapan Eko Sugiharto; Elly Purnamasari; Bambang Indratno Gunawan
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i4.1226

Abstract

The aim of this research is to assess the role of fisheries extension in the development of catfish farmer groups in East Balikpapan Subdistrict. The study was carried out from January to March in East Balikpapan Subdistrict, Balikpapan City, using a census sampling method. Data were analyzed using a quantitative descriptive approach with a Likert scale model. The findings indicate that the role of fisheries extension agents in the business development of catfish farming can be evaluated both partially and cumulatively. Partially, the role of extension agents is categorized as "Medium," with the following interval scores for each indicator: motivator at 9.47, educator at 9.79, catalyst at 9.32, organizer at 9.21, communicator at 8.42, and advisor at 9.79. Cumulatively, the role of extension agents in group development is also at a "Medium" level, with a score of 56. According to the catfish farmer groups, the role of extension agents in improving business productivity is deemed sufficiently effective in helping farmers enhance their cultivation skills toward better and more productive outcomes.