Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN SMK MART DALAM PENANAMAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 1 KENDAL) Maulida, Rahma; Widodo, Joko; Sunarto, St.
Journal of Economic Education Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Journal of Economic Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jeec.v6i1.14706

Abstract

Sikap kewirausahaan siswa SMK merupakan suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku (sikap) yang dibentuk melalui kegiatan praktik kewirausahaan di SMK Mart dan proses pembelajaran kewirausahaan yang disertai dengan kemauan untuk bertindak dan bereaksi terhadap kegiatan kewirausahaan yang ada di SMK Mart. Dalam penanaman sikap kewirausahaan diperlukan pelatihan dan pendidikan kewirausahaan dengan melibatkan siswa dalam melakukan kegiatan praktik berwirausaha melalui SMK Mart (konsep learning by doing). Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif, salah satunya dengan studi kasus. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis sikap kewirausahaan yang ditanamkan pada siswa melalui SMK Mart, 2) untuk mendeskrpsikan dan menganalisis peran SMK Mart dalam penanaman sikap kewirausahaan pada siswa, 3) untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan SMK Mart dalam penanaman sikap kewirausahaan. Hasil penelitian diperoleh adalah: 1) Sikap yang tertanam pada siswa yakni percaya diri, berorientasi pada tindakan, berani mengambil resiko dan jujur; 2) peran SMK Mart dalam penanaman sikap kewirausahaan yakni berperan sebagai prasarana edukatif, ekonomi, sosial; 3) SMK Mart telah melakukan pengelolaan yang baik mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
PERAN SMK MART DALAM PENANAMAN SIKAP KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 1 KENDAL) Maulida, Rahma; Widodo, Joko; Sunarto, St.
Journal of Economic Education Vol 6 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jeec.v6i1.14706

Abstract

Sikap kewirausahaan siswa SMK merupakan suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku (sikap) yang dibentuk melalui kegiatan praktik kewirausahaan di SMK Mart dan proses pembelajaran kewirausahaan yang disertai dengan kemauan untuk bertindak dan bereaksi terhadap kegiatan kewirausahaan yang ada di SMK Mart. Dalam penanaman sikap kewirausahaan diperlukan pelatihan dan pendidikan kewirausahaan dengan melibatkan siswa dalam melakukan kegiatan praktik berwirausaha melalui SMK Mart (konsep learning by doing). Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif, salah satunya dengan studi kasus. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis sikap kewirausahaan yang ditanamkan pada siswa melalui SMK Mart, 2) untuk mendeskrpsikan dan menganalisis peran SMK Mart dalam penanaman sikap kewirausahaan pada siswa, 3) untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan SMK Mart dalam penanaman sikap kewirausahaan. Hasil penelitian diperoleh adalah: 1) Sikap yang tertanam pada siswa yakni percaya diri, berorientasi pada tindakan, berani mengambil resiko dan jujur; 2) peran SMK Mart dalam penanaman sikap kewirausahaan yakni berperan sebagai prasarana edukatif, ekonomi, sosial; 3) SMK Mart telah melakukan pengelolaan yang baik mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan.
Penerapan Model Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas IV SD Maulida, Rahma; Hajerah, Hajerah; Inggit, Inggit
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.62092

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan model Make A Match untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas IV A UPT SPF SD INPRES BTN IKIP 1. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 26 peserta didik yang terdiri dari 11 laki-laki dan 15 perempuan. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan, mulai bulan April sampai Mei 2024. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar matematika kelas IV A UPT SPF SD INPRES BTN IKIP 1. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi Selama menerapkan Model Make A Match pada pembelajaran matematika, peserta didik lebih aktif bekerja sama Bersama kelompok. Hasil belajar menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus I mencapai 70,5 setelah diterapkan Model Make A Match hasil belajar peserta didik meningkat pada siklus II mencapai 88,4. Jika dilihat dari hasil ketuntasan belajar peserta didik mencapai 88,4 % dan rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai 85,3 sudah di atas KKM yang telah ditentukan dan menjadi harapan peneliti, sehingga penerapan Model Make A Match dalam pembelajaran matematika materi pembagian desimal berhasil dengan baik. 
Teaching concept of bio-battery material: Use of Sweet Potato Peels and Lime Juice Solution Maulida, Rahma; Daffa, Muhammad Naufal; Nadhira, Shafwa Faza; Hotimah, Alin Parliana; Anggraeni, Sri; Nandiyanto, Asep Bayu Dani; Sudarjat, Hadi
ASEAN Journal for Science and Engineering in Materials Vol 1, No 2 (2022): AJSEM: Volume 1, Issue 2, September 2022
Publisher : Bumi Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wasted sweet potato peel waste is a classic problem in Indonesia, therefore the use of sweet potato peel as biomass for bio-battery production can be used as a solution to this problem. This study aimed to determine the benefits of sweet potato peels and orange solution as biomass for bio-battery production. The main novelties in this study are (1) Used sweet potato peels as bio-battery Material that have never been used in previous studies. (2) Used sweet potato peel as fixed variable and lime juice as independent variable, and (3) Tested the sweet potato peel and lime juice pasta into the clock. This method is done by smoothing the skin of the sweet potato with the addition of 40 mL of lime solution to form a paste. The lime solution used in this study was 0; 5; 10; 15%. Then measure the voltage of the bio-battery and test the wall clock with the bio-battery. The experimental results showed that the sweet potato peel paste with a lime solution produced the same voltage as an ordinary battery at a concentration of 10% with a value of 1.47 V. The bio-battery with the highest concentration variation is not necessarily the best, that's because the pH value affects the current and voltage. The conclusion of this research is that sweet potato peel and lime solution can be used as electrolytes in bio-battery production with optimal variation of 5 and 10%. This study demonstrates the utilization of sweet potato peel waste as an alternative biomass for bio-battery production.
Literasi Multimodal pada Keterampilan Menyimak dan Berbicara Anak Usia Dini Citra Dewi, Ayu; Fitri, Fitri; Novi Yanti, Silvia; De Vega, Asla; Laini, Alif; Maulida, Rahma
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1301

Abstract

Di era digital, anak usia dini mengalami kesulitan menyimak dan berbicara, ditandai ketidakmampuan memahami perintah, kurangnya fokus, keterbatasan kosakata, dan kesulitan mengekspresikan diri. Literasi multimodal mengintegrasikan stimulus visual, auditori, dan kinestetik melalui bercerita interaktif, role play, gerak-lagu, dan video. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji dan menganalisis efektivitas literasi multimodal dalam meningkatkan keterampilan menyimak dan berbicara untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa anak usia dini secara holistik.  Penelitian ini mengkaji efektivitas literasi multimodal menggunakan metode Action Research Kemmis dan Mc Taggart dengan dua siklus (perencanaan, tindakan, observasi, refleksi) bertema kebersihan diri. Dari 11 anak usia 4-5 tahun di RA Rahmah El Yunusiyyah, 90,9% mencapai perkembangan sangat baik dalam menyimak dan memahami cerita, sementara minimal 72,7% berkembang sesuai harapan dalam keterampilan berbahasa lainnya. Literasi multimodal terbukti efektif mengoptimalkan perkembangan bahasa anak usia dini secara holistik. Penerapan literasi multimodal melalui media audio storytelling merupakan strategi yang efektif untuk mengembangkan keterampilan bahasa anak usia dini. Implementasi pendekatan ini, dengan memperhatikan rekomendasi yang diberikan, berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa pada jenjang PAUD.
RELEVANSI TRADISI NYADRAN DALAM PERSPEKTIF MUSLIM PURITAN Maulida, Rahma; Istiqomah, Zain Rozana; Subarkah, Zar’i
MAMBA'UL 'ULUM Vol. 21, No. 2 Oktober 2025
Publisher : Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54090/mu.930

Abstract

The spread of Islamic teachings was carried out by the scholars in their own ways as the Wali Songo used cultural acculturation as an instrument for the acceptance of Islamic teachings by the community. However, the Puritan group disagrees with the moderate group who agrees with the method of cultural acculturation. This study examines the perspective of the Puritans and their attitudes towards cultural acculturation, especially in the Nyadran tradition. This study is a qualitative study that uses an approach through the library research method, namely through the process of collecting data from various literatures such as journals and other scientific papers, then processing the data from the collected data, the next process is data analysis and finally concluding the data as the core of the results of this study. The results of the study show that there is a rejection of the Puritans towards the Nyadran tradition with the argument that there are elements of bid'ah, shirk and also khurofat in the syncretism between culture and religion. In addition to rejection, the Puritans also synergize in voicing the purification of religion from the culture or traditions of society, this is their attitude in facing acculturation or syncretism between culture and religion in the midst of society.