Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Pelaksanaam Guru Dalam Pembentukan Karakter Siswa Srie Faizah Lisnasari; Hotma Tiolina Siregar; Rupina Magdalena br Tarigan; Hasni Suciawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 7, No 1 (2023): Pebruari, 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v7i1.2023.240-244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanan guru dalam membentuk karakter disiplin dan faktor penghambat penanaman nilai karakter siswa. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 105269 Sei Beras Sekata, Kecamatan Sunggal Medan, Kabupaten. Deli Serdang Tahun Ajaran 2021/2022. Subjek dalam penelitian ini hanya satu yaitu guru wali kelas IV dan objeknya adalah siswa kelas IV berjumlah 20 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan guru dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas IV bernilai 91,6% (sangat efektif). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan guru dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas IV SD Negeri 105269 Sei Beras Sekata sangat efektif.
Manajemen Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning Di Sekolah Dasar Negeri di Kota Medan Srie Faizah Lisnasari; Ulfa Sri Rezeki
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 4, No 2 (2023): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v4i2.14711

Abstract

The research aims to determine the effectiveness of problem-based learning (PBL)-based learning management at public elementary schools in Medan City. This research was conducted in December 2022. The population in this study were all first grade students of public elementary schools in Medan City, with a sample of 24 elementary schools. Sampling was carried out using the Puposive Sampling technique. This study uses a descriptive quantitative research method. The research shows the following results: 50% of the cognitive aspects have a very high category, the results of the affective aspect which consist of: the ability to behave honestly and discipline students 50% are in the very good category, on the ability to be caring, polite and confident, which gets the category very good attitude as much as 50%. Furthermore, on the ability of students to be responsible and communicative, as much as 58% is in the very good category. In the psychomotor abilities of students, the results of the ability to present orally the parts of the student's body were obtained, very good as much as 46%, good value as much as 54%. In the skills of presenting rules for maintaining body health, students who got very good as much as 58% and on students' skills in demonstrating limb movements through musical accompaniment, were in the very good category as much as 42% and in the good category 58%. The conclusions of the research show that learning management based on problem-based learning is effective on the abilities of first grade students of public elementary schools in Medan city
Pengabdian Internasional Di Universiti Malaya-Malaysia: Inovasi Hijau Untuk Penghidupan Berkelanjutan Bagi Masyarakat Pedesaan Di Malaysia Lita Nasution; Rikson Asman Fertiles Siburian; Dedi Holden Simbolon; Srie Faizah Lisnasari; Saipul Sihotang; Jacqueline Joseph; Riduan Sembiring; Desi Sri Pasca Sari Sembiring
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.30304

Abstract

Pengabdian ini mengeksplorasi penerapan inovasi hijau untuk penghidupan berkelanjutan di komunitas pedesaan di Malaysia melalui program pengabdian masyarakat internasional. Inisiatif ini mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dalam bidang pertanian, energi terbarukan, ekowisata, dan edukasi lingkungan dengan pendekatan partisipatif. Metodologi mencakup pemetaan sosial, keterlibatan komunitas, dan implementasi teknologi percontohan seperti kompos dari limbah kelapa sawit, industri bambu lokal, serta panel surya skala kecil. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan kapasitas masyarakat, dengan partisipasi aktif pemuda dan pendidik dalam program edukasi lingkungan.. Pemberdayaan ekonomi terlihat dari terbentuknya usaha komunitas dan penggunaan alat keuangan digital. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan holistik lintas sektor terhadap inovasi hijau dapat menjadi model yang layak untuk keberlanjutan pedesaan dan direplikasi di wilayah serupa. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pembangunan berkelanjutan dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk memperluas praktik hijau di tingkat akar rumput.
SOSIALISASI PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) SEBAGAI UPAYA PENGUATAN PEMAHAMAN GURU DALAM MENGHADAPI ERA KECERDASAN BUATAN Datten Br Ginting; Srie Faizah Lisnasari; Desti Ginting
JURNAL PKM IKA BINA EN PABOLO Vol 6, No 2: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT | JULI 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/ikabinaenpabolo.v6i2.9500

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Guru perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai pendekatan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran mendalam (Deep Learning), yang menekankan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif peserta didik, serta penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan penguatan pemahaman kepada guru mengenai konsep pembelajaran mendalam dan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada 22 November 2025 di Sekolah Cerdas Bangsa, Kabupaten Deli Serdang, dengan melibatkan 25 guru dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini dan Sekolah Dasar. Metode kegiatan menggunakan sosialisasi partisipatif yang meliputi penyampaian materi, demonstrasi aplikasi berbasis AI, diskusi, tanya jawab, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, angket pemahaman, dan kuesioner kepuasan, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kehadiran peserta dan keterlaksanaan kegiatan masing-masing mencapai 100%, pemahaman peserta terhadap materi mencapai 92%, dan kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 96%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan terlaksana sesuai rencana, materi dapat dipahami dengan baik, dan kegiatan memperoleh respons positif dari peserta. Namun, capaian pemahaman tersebut hanya menggambarkan kondisi peserta setelah kegiatan karena evaluasi tidak menggunakan pengukuran awal. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung kesiapan guru menghadapi transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan.Kata kunci: pembelajaran mendalam, kecerdasan buatan, guru, sosialisasi, pendidikan digital ABTRAKThe advancement of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to education. Teachers need an adequate understanding of learning approaches that promote critical thinking, creativity, collaboration, communication, and problem-solving skills. One relevant approach is Deep Learning, which emphasizes conceptual understanding, active student engagement, and the application of knowledge in real-life contexts. This community service activity aimed to strengthen teachers’ understanding of Deep Learning concepts and the use of Artificial Intelligence in teaching and learning. The activity was conducted on November 22, 2025, at Cerdas Bangsa School, Deli Serdang Regency, involving 25 teachers from early childhood and elementary education levels. A participatory socialization method was employed through lectures, demonstrations of AI-based applications, discussions, question-and-answer sessions, and evaluation. Data were collected using observation sheets, a participant understanding questionnaire, and a satisfaction questionnaire and were analyzed using descriptive percentage analysis. The results showed that participant attendance and activity implementation each reached 100%, participants’ understanding of the material reached 92%, and participant satisfaction reached 96%. These findings indicate that the activity was implemented as planned, the material was well understood, and the program received positive responses from the participants. However, the reported level of understanding only reflects participants’ condition after the activity because no initial measurement was conducted. This activity represents an initial step toward supporting teachers’ readiness to face AI-driven educational transformation.Keywords: Deep Learning, Artificial Intelligence, Teachers, Community Service, Digital Education
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN WANITA MELALUI EDUKASI JAMU WELLNESS CULTURE SEBAGAI WARISAN BUDAYA UNESCO DAN PEMANFAATAN HERBAL ALAMI PADA ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN LLDIKTI WILAYAH I Srie Faizah Lisnasari; Datten Datten; Naila Zuhra
JURNAL PKM IKA BINA EN PABOLO Vol 6, No 2: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT | JULI 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/ikabinaenpabolo.v6i2.9411

Abstract

Literasi kesehatan merupakan kemampuan individu untuk memperoleh, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi kesehatan dalam pengambilan keputusan yang tepat. Peningkatan literasi kesehatan wanita menjadi penting karena perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi Jamu Wellness Culture, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia, serta pemanfaatan herbal alami secara tepat dan aman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai Jamu Wellness Culture dan pemanfaatan herbal alami untuk mendukung literasi kesehatan wanita. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Mei 2026 di Kota Medan dengan melibatkan sekitar 20 peserta yang terdiri atas anggota Dharma Wanita Persatuan LLDIKTI Wilayah I dan perwakilan Dharma Wanita dari beberapa perguruan tinggi di Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, demonstrasi bahan herbal, serta evaluasi berdasarkan observasi partisipasi dan umpan balik peserta. Materi yang disampaikan meliputi konsep Jamu Wellness Culture, klasifikasi obat bahan alam, manfaat tanaman herbal bagi kesehatan wanita, serta penggunaan herbal yang aman dan bertanggung jawab. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 100%, partisipasi peserta dalam diskusi berlangsung aktif, antusiasme peserta tinggi, dan umpan balik peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat, keamanan, dan penggunaan herbal alami serta pentingnya pelestarian Jamu Wellness Culture sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya pemanfaatan herbal berbasis bukti dan pelestarian budaya lokal. Dengan demikian, edukasi kesehatan berbasis budaya lokal berpotensi menjadi salah satu strategi yang mendukung penguatan literasi kesehatan perempuan sekaligus pelestarian budaya tradisional.Kata kunci: literasi kesehatan; Jamu Wellness Culture; herbal alami; kesehatan wanita; pengabdian kepada masyarakat. ABSTRACTHealth literacy is essential for enabling individuals to access, understand, evaluate, and apply health information in making appropriate health-related decisions. Improving women's health literacy is particularly important because women play a strategic role in maintaining their own health, as well as the health of their families and communities. One approach to strengthening health literacy is through education on Jamu Wellness Culture, which has been recognized by UNESCO as an Intangible Cultural Heritage of Humanity, together with the appropriate and safe use of natural herbal medicines. This community service program aimed to provide education on Jamu Wellness Culture and the utilization of natural herbs to support women's health literacy. The program was conducted on May 13, 2026, in Medan, Indonesia, involving approximately 20 participants consisting of members of Dharma Wanita Persatuan LLDIKTI Region I and representatives of Dharma Wanita organizations from several higher education institutions in North Sumatra. An educational-participatory approach was employed through lectures, interactive discussions, question-and-answer sessions, demonstrations of herbal ingredients, and evaluation based on participant observation and feedback. The educational materials covered the concept of Jamu Wellness Culture, the classification of traditional herbal medicines, the benefits of medicinal plants for women's health, and the safe and responsible use of herbal products. The program achieved a 100% attendance rate, with active participation during discussions, high participant enthusiasm, and positive feedback indicating improved understanding of the benefits, safety, and appropriate use of natural herbs, as well as increased awareness of the importance of preserving Jamu Wellness Culture as part of Indonesia's cultural heritage. These findings suggest that culture-based health education has the potential to support women's health literacy while contributing to the preservation of traditional cultural heritage.Keywords: health literacy; Jamu Wellness Culture; natural herbs; women's health; community service.
Strategi manajemen pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi selaras dengan SDG 4 Srie Faizah Lisnasari; Jainab Jainab; Datten Datten; Pelista Pelista; Mhd. Rafi’i Ma’arif Tarigan; Abu Nizar Bahri Ibrahim
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 30 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/insania.v30i2.14162

Abstract

This study aims to explore and analyze the effectiveness of Artificial Intelligence (AI)-based learning management strategies in improving numeracy literacy skills of Elementary School Teacher Education (PGSD) students in the era of society 5.0. Using a mixed-method approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and quantitative tests. Interviews involved lecturers, students, and educational technology experts to explore implementation strategies and challenges of AI integration, while observations were conducted to observe the learning process. Quantitatively, the study used a quasi-experimental design by comparing the pre-test and post-test results between the experimental group (using AI) and the control group (conventional learning), each consisting of 32 students. Qualitative results show that AI-based learning management strategies are carried out systematically through needs mapping, selecting appropriate applications (such as GeoGebra AI and ChatGPT), and automatic monitoring of learning outcomes. AI encourages students to be more independent and interactive, although they still face technical constraints such as limited devices and internet networks. Quantitative results show a significant increase in the numeracy literacy skills of students in the experimental group compared to the control group, with the results of the independent sample t-test showing a significance value of 0.000 <0.05 and an average score difference of 10.11 points. These findings demonstrate that AI-based learning strategies are effective in strengthening students’ numeracy literacy and align with the principles of Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). Therefore, AI integration in higher education is highly relevant for advancing sustainable educational practices and preparing future educators to meet the demands of Society 5.0.