Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Optimalisasi Peran Keluarga dalam Perawatan Anak Pasca Kateterisasi Jantung Melalui Edukasi Berbasis Komunitas : Pengabdian Indah Purnama Sari; Wulan Pramadhani; Elvi Murniasih; Rizki Sari Utami Muchtar; Nur Fadhilah; Fathhanah Kemimaro
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kateterisasi jantung merupakan prosedur diagnostik dan intervensi minimal invasif yang digunakan untuk menilai dan menangani berbagai kondisi kardiovaskular, termasuk pada anak. Pelaksanaan perawatan pasca-prosedur di rumah sangat penting untuk mencegah komplikasi, khususnya infeksi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan caregiver mengenai perawatan anak pasca kateterisasi jantung melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Metode kegiatan berupa edukasi langsung kepada caregiver pasien rawat inap di Rumah Sakit X Batam. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman orang tua dalam melakukan perawatan di rumah, yang diharapkan dapat menurunkan risiko infeksi dan komplikasi lainnya.
Peningkatan Kesadaran Remaja dalam Pencegahan Diabetes Melalui Edukasi Kesehatan Usia Dini di SMPN 44 BP Batam Rizki Sari Utami Muchtar; Yulianti Wulandari; Alisa Nur Sa’adah; Dewi Syasmita Sihotang; Rama Intan Manurung
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1815

Abstract

Penyakit diabetes melitus tipe 2 kini mulai menyerang usia remaja akibat pola hidup tidak sehat. Rendahnya pemahaman dan kesadaran siswa mengenai diabetes menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMPN 44 Batam tentang diabetes melitus melalui edukasi berbasis komunitas. Metode kegiatan berupa penyuluhan interaktif, ceramah edukatif, diskusi, dan evaluasi tanya jawab kepada 20 siswa usia 12–15 tahun. Materi meliputi pengertian diabetes, penyebab, dampak, serta langkah pencegahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dan antusiasme tinggi. Program ini efektif dalam membentuk pola pikir dan gaya hidup sehat sejak dini untuk mencegah diabetes
Hubungan Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Universitas Awal Bros dengan Efikasi Diri Tentang Perawatan Paliatif Dinda Rizki Rhamadhan; Siska Natalia; Rizki Sari Utami Muchtar
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 4 (2025): November: Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i4.2432

Abstract

The World Health Organization (WHO) reported in 2019 that 40 million people worldwide require palliative care, including those with cardiovascular disease (38%), cancer (34%), chronic lung disease (10.3%), AIDS (5.7%), and diabetes (4.6%). Palliative care aims to improve the quality of life of patients and families facing life-threatening illnesses by managing pain and physical, psychological, social, and spiritual problems. The main goal of this care is to reduce suffering and help patients cope with the limitations imposed by illness. The principles are to respect life, consider death a normal process, neither hasten nor delay death, and provide support until the end of life. This study aims to determine whether knowledge can influence the level of self-efficacy of nursing students at Awal Bros University. Using a correlational quantitative method, data were collected through the Palliative Care Quiz for Nursing and Self-efficacy Palliative Care Scale questionnaires. The results of the study show a significant relationship between knowledge and self-efficacy among students with p<0.005. These findings can be used as a basis for learning to improve the understanding of nursing students, especially in the context of palliative care, which is important for the quality of health services in the future.
Sosialisasi Edukasi Delapan Hidup Bersih Dan Sehat Di SDN 010 Batam Kota Rizki Sari Utami Muchtar; Wulan Pramadhani; Annisa Olivia; Naiza Amelia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2110

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan seperangkat perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang membuat seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan lingkungan. Penerapan PHBS menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan berkualitas. Salah satu sasaran utama penerapan PHBS adalah siswa Sekolah Dasar (SD), mengingat pada usia tersebut anak-anak berada dalam tahap pembentukan karakter dan kebiasaan jangka panjang, termasuk kebiasaan dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya. Delapan indikator PHBS yang diterapkan di sekolah antara lain mencuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban sehat, mengonsumsi jajanan sehat, melakukan aktivitas fisik, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di lingkungan sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara berkala, serta membuang sampah pada tempatnya. Pelaksanaan indikator-indikator tersebut diyakini mampu mengurangi risiko penyakit, meningkatkan kesehatan anak, dan mendukung proses belajar yang optimal
Edukasi Pengolahan Ubi Jalar Ungu dalam Upaya Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Rizki Sari Utami Muchtar; Galuh Eka Safitri; Fitri Fitri; Agnes Monika Hartini
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v1i3.287

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder in which the pancreas does not produce enough insulin and is characterized by hyperglycemia. Tests to diagnose diabetes include fasting blood sugar (FBS), random blood sugar (RBS) , blood sugar 2 hours after eating (GD2PP) and glycated hemoglobin (HbA1C). Purple sweet potato is a non-pharmacological therapy that has a high fiber content, low glycemic index carbohydrates. Dietary foods containing antioxidants, including anthocyanins, can protect pancreatic β-cells from glucose-induced oxidative stress. Administration of purple sweet potato extract can protect pancreatic β-cells from the harmful effects of free radicals. Study shows that purple sweet potato have different glucose level according to how the sweet potato being processed which is boiled, steamed, grilled and fried purple sweet potato, namely 3.30%, 4.92%, 7.72%, and 7.36%, respectively. So it can be concluded that the lowest glucose content was obtained from the boiled purple sweet potato sample. Anthocyanins that found in purple sweet potatoes (Ipomoea batatas poiret) contain substances that can control blood sugar levels, thus preventing insulin resistance in people with diabetes mellitus. The purpose of this program for the resident of Kavling Senjulung RT 02 RW 09 is to know about non-pharmacological prevention of diabetes and start applying it to control blood sugar for people with diabetes mellitus. The implementation method was carried out by providing education related to purple sweet potato processing and demonstrating how to process it and perform medical examination including blood pressure and random blood sugar (RBS) .