Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN KEWIRAUSAHAAN KAMPUS DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Buana Basir; Arnold Kabangnga; Mesalina Tri Hidayani; Jawiana Saokani; Sri Wulandari
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 7 NO. 1 OKTOBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v7i1.18232

Abstract

Bentuk pelaksanaan kewirausahaan kampus sedikit berbeda dari tahun sebelumnya karena kegiatan lebih banyak dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) disebabkan pandemi Covid-19 yang melanda sejak bulan Maret 2020. Kegiatan bertujuan untuk menciptakan wirausaha kampus yang menyediakan lapangan kerja buat diri sendiri maupun masyarakat sekitar, yang mandiri, ulet, gigih, komunikatif dan profesional. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan secara online. Tahapan pelaksanaan kegiatan, yaitu sosialisasi kewirausahaan ke mahasiswa dan alumni, pembentukan kelompok usaha, pembekalan ilmu dan keterampilan usaha, pelatihan kewirausahaan, pemberian bantuan peralatan dan modal usaha, monitoring evaluasi, serta pendampingan dan pembimbingan usaha secara terpadu. Jenis usaha yang dilakukan oleh mahasiswa dan alumni (tenan) baik perorangan maupun kelompok terdiri atas 12 jenis usaha, yaitu usaha risol kepindang, jalangkote milenial, martabak ikan, sambal ikan tuna, nila sibolok, lamp arium, selai rutla, salad buah ikan, abon ikan bandeng, sinori, amplang mama mia, dan pudding rutla. Masalah yang melingkupi adalah terbatasnya sebahagian akses untuk mendapatkan bahan baku serta pemasaran produk. Solusi permasalahan yaitu dengan memperluas hubungan komunikasi secara online untuk membantu ketersediaan bahan baku serta pemasaran. Pemberdayaan usaha kampus dengan memaksimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya lokal masing-masing tempat usaha, serta komunikasi interaktif dengan pelaksana kewirausahaan kampus dan instansi terkait guna memaksimalkan usaha dan pengembangan operasional usaha tenan. Kegiatan kewirausahaan kampus di era pandemic Covid-19 berjalan dengan sukses melalui sinergitas dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak. Kata kunci: Kewirausahaan kampus, bahan baku, pemasaran produk. ABSTRACT The form of campus entrepreneurship implementation is slightly different from the previous year because more activities are carried online (on the network) due to the Covid-19 pandemic that has hit since March 2020. The activity aims to create campus entrepreneurs who provide employment opportunities for themselves and the surrounding community, which independent, tenacious, persistent, communicative and professional. The implementation method is carried out through several stages of online activities. The stages of implementing the activities, namely socialization of entrepreneurship to students and alumni, formation of business groups, provision of business knowledge and skills, entrepreneurship training, provision of equipment and business capital assistance, evaluation monitoring, as well as integrated business assistance and guidance. The types of businesses carried out by students and alumni (tenants) both individually and in groups consist of 12 types of businesses, namely risol kepindang, millenial jalangkote, fish martabak, tuna fish sauce, tilapia sibolok, lamp arium, rutla jam, fish fruit salad, abon milkfish, sinori, mama mia amplang, and rutla pudding. The problem that surrounds it is the limited access to some raw materials and product marketing. The solution to the problem is to expand online communication relationships to help with the availability of raw materials and marketing. campus business empowerment by maximizing the utilization of local resource potential of each place of business, as well as interactive communication with campus entrepreneurship implementers and related agencies in order to maximize business and business operational development of tenants. Campus entrepreneurship activities in the era of the covid-19 pandemic were running successfully through good synergy and cooperation from various parties. Keywords: Campus entrepreneurship, raw materials, product marketing.
Komunitas ikan pada daerah bermangrove dan non mangrove di Dusun Boddia Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Sri Wulandari
Agrokompleks Vol 21 No 1 (2021): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v21i1.266

Abstract

Mangrove diketahui sebagai habitat penting bagi komunitas ikan yang berfungsi sebagai tempat pengasuhan, tempat mencari makan, dan atau tempat berlindung. Namun beberapa penelitian yang telah terpublikasikan sebelumnya lebih fokus pada komunitas ikan pada daerah bermangrove. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perbedaan karakter ekologi meliputi jumlah spesies dan jumlah individu pada komunitas ikan dan krustasea komersil pada daerah bermangrove dan nonmangrove, dan untuk mengetahui bagaimana lebar jalur hijau mangrove di Dusun Boddia Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan sifat data kuantitatif. Dimana pengamatan mangrove dilakukan dengan metode transek garis dan petak contoh (plot), sedangkan pengambilan sampel ikan dan krustasea komersil dilakukan dengan menggunakan alat tangkap tradisional berupa sero. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan Uji Kruskal-Wallis One Way Nonparametric dengan bantuan perangkat lunak SXWIN-statistix. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap jumlah individu pada komunitas ikan dan krustasea komersil pada daerah bermangrove dan nonmangrove, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam jumlah spesies. Dimana lebar jalur hijau mangrove di wilayah pesisir Dusun Boddia Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar adalah 22,5 meter, nilai ini belum memenuhi kriteria yang disarankan dalam Keputusan Presiden No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, sehingga perlu penambahan lebar jalur hijau senilai 158,421 meter atau sekitar 1,6 Ha.
Kondisi Tutupan Karang Perairan Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar Sri Wulandari; Nursyahran Nursyahran; Mesalina Tri Hidayani; Nurwina Nurwina
Lutjanus Vol 27 No 1 (2022): Lutjanus Edisi Juni
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/jlpp.v27i1.449

Abstract

Terumbu karang mempunyai nilai dan arti yang sangat penting dari segi sosial, ekonomi maupun budaya, pemantauan tutupan terumbu karang penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kesehatan ekosistem karang tujuan pengelolaan. Tanakeke merupakan salah satu gugusan kepulauan sebagian besar perairannya dikelilingi oleh ekosistem terumbu karang yang dimanfaatkan oleh nelayan sebagai area Fishing Ground untuk menangkap ikan dan sebagai alur pelayaran transportasi kapal. Namun beberapa penelitian yang telah terpublikasikan sebelumnya lebih fokus pada komunitas ikan di sekitar terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tutupan karang dengan menggunakan Metode Point Intercept Transect (PIT), metode ini merupakan salah satu metode yang dikembangkan untuk memantau kondisi karang hidup dengan cara menghitung persen tutupan substrat dasar secara acak. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Oktober 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang yang berada di Perairan Kepulauan Tanakeke khususnya di sebelah timur-timur laut, di sebelah barat laut, dan di sebelah timur laut Kecamatan Kepulauan tergolong karang rusak, karang baik, dan karang sedang. Pada stasiun 1, tutupan karang jenis Acropora sebesar 18% dan tutupan karang jenis Non-Acropora sebesar 22%. Pada stasiun 2, tutupan karang jenis Acropora sebesar 70% dan tutupan karang jenis Non-Acropora sebesar 18%. Sedangkan pada stasiun 3, tutupan karang jenis Acropora sebesar 28% dan tutupan karang jenis Non-Acropora sebesar 48%.
Analisis Pemanfaatan Fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia Rahmawati Dania Saputri; Muh. Akmal Ibrahim; Sri Wulandari
Lutjanus Vol 27 No 2 (2022): Lutjanus Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan perikanan adalah area yang berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan pemerintahan dan penyelenggaraan bisnis perikanan, juga sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan/atau bongkar muat ikan. Setiap pelabuhan perikanan memiliki tiga fasilitas berupa fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang yang memiliki manfaat berbeda. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan fasilitas pokok, fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang, serta untuk menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Perikanan Nusantara Untia. Metode yang digunakan adalah mixed methods yakni merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Wawancara dilakukan terhadap 46 responden, dilanjutkan dengan analisis melalui formula tingkat pemanfaatan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April sampai Mei 2022 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seluruh fasilitas pokok yang terdapat pada PPN Untia dinyatakan berfungsi. Namun pada fasilitas fungsional PPN Untia ada yang dinyatakan berfungsi, adapula yang tidak berfungsi. Sedangkan pada fasilitas penunjang PPN Untia seluruhnya dinyatakan berfungsi. Untuk Tingkat pemanfaatan fasilitas pokok pada PPN Untia termasuk dalam kategori sangat kurang dimanfaatkan dan kategori dimanfaatkan dengan nilai sama masing-masing sebesar 37.5%. Untuk tingkat pemanfaaan fasilitas fungsional PPN Untia termasuk dalam kategori tidak dimanfaatkan sebesar 33%. Sedangkan tingkat pemanfaaan fasilitas penunjang PPN. Untia yang termasuk dalam kategori sangat dimanfaatkan sebesar 66.6%.
Analisis Kelengkapan Alat Keselamatan pada Kapal Perikanan di Pangkalan Pendaratan Ikan Beba Sri Wulandari; Nuraeni L Rapi; Dandi Pratama Putra
Lutjanus Vol 27 No 2 (2022): Lutjanus Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian nelayan terhadap alat keselamatan di atas kapal masih rendah, banyak nahkoda dan awak kapal yang mengabaikan risiko pekerja diatas kapal seperti tidak menggunakan alat keselamatan walaupun sudah tersedia dan telah mengikuti pelatihan tertentu. Penelitian ini bermanfaat sebagai sumber informasi kepada nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Beba terkait pentingnya memerhatikan kelengkapan alat keselamatan pada kapal perikanan agar meminimalisir terjadinya kecelakaan. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif terhadap 15 responden yang bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan alat keselamatan pada kapal perikanan tangkap di PPI. Beba, dan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan keterampilan nahkoda tentang penggunaan alat keselamatan yang menunjang keselamatan awak kapal. Alat keselamatan yang dimaksud adalah life buoy, life jacket, APAR, peralatan P3K, radio, kompas, echosounder, dan fish finder. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai Bulan Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan responden memiliki alat keselamatan berupa life jacket, dan kompas, namun tidak semua kapal perikanan memiliki life buoy, radio, APAR, peralatan P3K, echosounder, dan fish finder. Beberapa kapal perikanan juga menyediakan alat keselamatan tradisional berupa jeriken, ban dalam, ban luar dan sempang. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan nakhoda tentang penggunaan alat keselamatan didominasi pada tingkat mengetahui, hanya beberapa nelayan saja yang mengakui cukup mengetahui, dan tidak ada nelayan yang tidak mengetahui cara pengoperasian alat keselamatan di atas kapal.
Analisis produktifitas serasah mangrove (Rhizophora sp.) di kawasan ekowisata mangrove Lantebung Kota Makassar Andi Rusdianto; Hartati Tamti; Sri Wulandari
Agrokompleks Vol 23 No 1 (2023): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v23i1.479

Abstract

Serasah mangrove merupakan sampah organik berupa daun, ranting, buah dan atau bunga mangrove yang sudah mengering dan berubah dari warna aslinya. Serasah mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi ekosistem mangrove, karena menjadi sumber makanan bagi organisme perairan, semakin banyak serasah yang dihasilkan oleh hutan mangrove maka semakin banyak organisme yang akan datang untuk memakan serasah, sehingga keanekaragaman organismenya semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerapatan Rhizophora sp., menganalisis produktifitas serasah Rhizophora sp., mengetahui jenis serasah Rhizophora sp. yang dominan ditemukan, dan menganalisis hubungan antara kerapatan Rhizophora sp., dengan produktifitas serasah Rhizophora sp. Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat menjadi bahan informasi bagi stakeholder sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan ekosistem mangrove. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari berturut-turut di Ekowisata Mangrove Lantebung Kota Makassar dengan transek line berukuran 10x10 meter dan litter trap untuk menampung serasah yang jatuh yang berukuran 7x7 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua stasiun termasuk dalam kategori kerapatan mangrove sedang, dimana produktivitas serasah Rhizophora sp. pada stasiun 1 dan stasiun 2 adalah 23,78 gram/m2/minggu dan 46,47 gr/m2/minggu. Serasah Rhizophora sp. yang dominan ditemukan adalah berupa daun senilai 37,19 gr/m2/minggu, disusul oleh serasah ranting, buah dan tidak ditemukan serasah bunga selama penelitian. Selanjutnya untuk hubungan kerapatan mangrove dengan produksi serasah setelah diuji menggunakan Uji Regresi memeroleh nilai R2 = 0,812, nilai ini mendekati 1 sehingga tergolong memiliki hubungan yang erat.
Kelimpahan ikan glodok (Boleophthalmus boddarti Pallas 1770) pada ekosistem mangrove di ekowisata Lantebung Kota Makassar Nata Pramunandar; Hartati Tamti; Sri Wulandari
Agrokompleks Vol 23 No 1 (2023): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v23i1.480

Abstract

Ikan glodok merupakan ikan yang sangat unik yang hanya dapat ditemukan di daerah hutan mangrove. Ikan ini memiliki kemampuan merangkak di darat atau di akar mangrove, memiliki mata yang besar dan menonjol keluar dari kepalanya, serta memiliki otot pada pangkal sirip dada dimana sirip ini dapat ditekuk seperti lengan yang berfungsi untuk bergerak, melompat, dan merangkak. Sampai saat ini untuk Wilayah Sulawesi, ikan glodok teridentifikasi hanya ditemukan di Kota Manado, Kota Minahasa Utara, Kota Konawe, Kabupaten Sinjai, dan Pulau Muna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies ikan glodok yang mendiami mangrove Lantebung, mengetahui kelimpahan ikan glodok, serta mengetahui karakter parameter oseanografi habitat ikan glodok. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar keberadaan ikan glodok di Ekowisata Mangrove Lantebung Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan di dua stasiun berbeda dengan menggunakan katapel yang dikombinasikan secara visual selama tujuh hari berturut-turut dengan transek line berukuran 10x10 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat satu jenis ikan glodok yang mendiami mangrove Lantebung yakni Boleophthalmus boddarti, nilai kelimpahan tertinggi berada di stasiun dua yakni sebesar 0,73 ind/m2, dan nilai kelimpahan terendah berada di stasiun satu yakni sebesar 0,24 ind/m2. Hasil pengukuran parameter oseanografi memeroleh nilai suhu 30.5°C, salinitas 17 ppt, kecerahan 127.5, pH 8.35, kecepatan arus 0.04 m/s, dan tipe pasang surut campuran condong ke harian tunggal (Mixed tide prevailing diurnal tide).
ANALISIS POPULASI IKAN BAWAL HITAM (Parastromateus niger Bloch, 1795) BERDASARKAN KERAGAMAN DAN JARAK GENETIK DI WPPNRI 718 Nurnaningsih Nurnaningsih; I Wayan Kantun; Sri Wulandari
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.149-159

Abstract

Ikan bawal hitam (Parastromateus niger) merupakan ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permintaan pasar ikan bawal hitam sebagai ikan konsumsi yang terjadi secara kontinyu menyebabkan peningkatan intensitas penangkapan di alam. Kondisi ini menyebabkan jumlah dan ukuran ikan bawal hitam di alam mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur populasi, mencakup keragaman dan jarak genetic dan dugaan pohon filogeni ikan bawal hitam (Parastromateus niger) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Sampel ikan bawal hitam berasal dari ikan tangkapan di Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor. Penelitian ini dilakukan melalui metode Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) untuk menganalisis keragaman dan jarak genetik ikan bawal hitam dengan menggunakan tiga primer yaitu OPA-8, OPA-9, dan OPA-10. Data di analisis menggunakan software DARwin 6.0. Hasil menunjukkan ada variasi genetik antar populasi; analisis dendogram memperlihatkan diperoleh dua sub populasi ikan bawal hitam baik berdasarkan ukuran maupun lokasi. Dapat dibedakan kelompok ukuran ikan bawal berukuran kecil yang terpisah dari kelompok berukuran sedang dan besar; sedang beradasarkan lokasi pengambilan sampel terlihat sub populasi Laut Aru terpisah dengan subpopulasi Laut Arafuru dan Laut Timor yang mengelompok.  Berdasarkan dendogram bahwa sub populasi dengan karakteristik yang sama dikelola dengan model yang sama dan yang memiliki karakteristik berbeda dikelola secara terpisah.Black pomfret fish (Parastromateus niger) is a demersal fish that has high economic value. The market demand for black pomfret fish as a consumption fish that occurs continuously causes an increase in the intensity of fishing in nature. This condition causes the number and size of black pomfret fish in nature to decrease. This study aims to determine the genetic diversity and distance of the black pomfret fish (Parastromateus niger) population in the State Fisheries Management Area of   the Republic of Indonesia (WPPNRI) 718. The time of the study was carried out from March to May 2022. The black pomfret fish sample came from the Aru Sea population, the Sea Arafuru, and the East Timor Sea which landed at the Nizam Zachman Ocean Fishing Port, North Jakarta. This study used the Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) method to analyze the genetic diversity and distance of black pomfret fish using three primers, namely OPA-8, OPA-9, and OPA-10. The data were analyzed using DARwin 6.0 software and the results showed genetic variation between populations. The results of the dendogram analysis showed that there were two sub-populations of black pomfret fish based on size, namely the small pomfret sub-population and the medium and large-sized sub-population. Likewise, two sub-populations were obtained based on the sampling location, namely the Aru Sea sub-population with the Arafuru Sea and the Timor Sea sub-population. Based on the dendogram, sub-populations with the same characteristics are managed using the same model and those with different characteristics are managed separately.
EDUCATION ON PROCESSING PLASTIC WASTE INTO ECOBRICKS IN BERUA SUBDISTRICT AND BONTODURI SUBDISTRICT MAKASSAR CITY: THE EDUCATION ON PROCESSING PLASTIC WASTE INTO ECOBRICKS IN BERUA SUBDISTRICT AND BONTODURI SUBDISTRICT MAKASSAR CITY Sri Wulandari
Buletin SWIMP Vol 3 No 01: MAY 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bs.v3i02.52

Abstract

Plastic is one of the factors causing environmental damage due to human hands. Plastic can become dangerous microplastics if mixed with soil and water because it becomes toxic to the human body. Efforts can be made by innovating to turn plastic waste into ecobricks. Ecobricking is a technique of turning plastic waste into bricks, filling bottles with compacted plastic waste. This community service aims to educate the community, especially in Berua Village and Parang Tambung Village in the management of plastic waste into household furniture with ecobrick techniques. The implementation method used is the approach method starting from the preparation, implementation, observation, evaluation and reflection stages on December 11, 2022 in Berua Village and on March 5, 2023 in Parang Tambung Village with a total of 60 participants. The result is that the community is given education about the types of plastics so that they understand how to categorize them, education about 4R-based waste management, namely reduce, reuse, recycle, and replace. The conclusion of this PKM is that the community knows and understands about the ecobrick technique seen from the results of the evaluation conducted.
Bio-desalination of sea water using floating plants; A laboratory experiment on three mangroves species Mesalina Tri Hidayani; Sri Wulandari; Heriansah; Elmi Novrianti Agusma
Akuatikisle: Jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.akuatikisle.7.2.159-164

Abstract

The plant species mangrove has been knowed to be effective for the bio-desalination process. However, there is currently no scientific evidence supporting the ability of mangrove bio-desalination when implemented through the floating method. This laboratory-scale study aimed to evaluate the bio-desalination of several mangrove species using the floating method. This study consisted of four treatments and three replicates. Treatments included a control group without mangroves (treatment A) and three treatments using mangroves (treatments B, C, and D), Bruguiera sp., Rhizophora sp., and Avicennia sp., which were positioned floating in a tank using a tray. During the eight weeks of rearing, nutrients were provided through 60 mL liquid NPK fertilization. The results showed that there was a decrease in salinity concentration in all mangrove treatments between 22.5-23.9 ppt from the initial salinity of 30 ppt. Different results were observed for the treatment without mangroves, and the salinity concentration tended to increase until the end of the research to 31.6 ppt. The highest Salinity Reduction Efficiency (SRE) was achieved by Avicennia sp.. (25.1%), followed by Rhizophora sp. (22.8%), and the lowest in Bruguiera sp. (20.3%). The results of this study showed that bio-desalination using mangroves had a significant effect on SRE, and each treatment indicated a significant difference (p<0.05). The results of this study provide initial evidence of the potential of the mangrove floating method for bio-desalination of seawater into brackish water.