Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peningkatan Kinerja Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) dengan Probiotik EM4 J Jayadi; H Harlina; Andi Hamdillah; N Nursyahran; S Suryadi
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i1.754

Abstract

The decreasing population of snakehead fish (Channa striata) in nature needs to be preserved through cultivation. The use of probiotics in cultivation can support increased production. This study aimed to determine the effect of the frequency of probiotics on survival, growth, feed conversion, and body proximate in snakehead fish fry for 60 days. The study was conducted using an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatment is the frequency of giving probiotics, including once a day, twice a day, three times a day, and without probiotics (control). The results showed that the frequency of probiotic administration affected survival, growth, feed conversion, and proximate content of snakehead fish seed bodies. The best frequency is the provision of probiotics twice a day.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Teknologi Akuabisnis untuk Penguatan Pangan di Masa dan Pasca Pandemi Covid-19 Muh. Ikramullah; HERIANSAH HERIANSAH; Nursyahran Nursyahran; Frida Alifia; Rahmat Januar Noor; Arnold Kabangnga
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2022): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.8.1.47-58

Abstract

The aims of implementing the PTDM (Technology Products Disseminated to the Community) program is to increase the resilience of people's knowledge and skills in applying aquabusiness technology, especially making probiotics, making artificial feed made from local raw materials, and cultivating a polyculture system. This community service aims to improve the knowledge and skills of the community in applying aquabusiness technology, especially probiotic production, feed production from local raw materials, and the cultivation of polyculture systems. Service activities through the Technology Products Disseminated to the Community (TPDC) program was conducted in Talaka Village, Ma'rang District, Pangkep Regency, South Sulawesi Province with a total of 20 farmers from the Mina Air Brackish Cultivator Group and the Bujung Tangayya Business Group. The empowerment program is implemented using training methods through non-technical counseling, technical assistance, and plot demonstrations. The achievement of program implementation is determined through evaluation through pre-test and post-test questionnaires as well as observation and performance assessments. The results of the empowerment program have a positive impact on improving the knowledge and skills of partners in applying aquabusiness technology. The empowerment program increased the knowledge and skills of partners in making probiotics by 66.7% to 91.7%, making feed increased by 58.3% to 83.3%, and the knowledge and skills of cultivating the polyculture system increased by 41.7. % up to 83.3%. This increased knowledge and skills has the potential to increase income which can strengthen community food security in the period and post-pandemic Covid-19.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Buana Basir; Nursyahran Nursyahran
OCTOPUS : JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 7, No 2 (2018): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/octopus.v7i2.2466

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan daun kelor sebagai bahan baku pakan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan selama 40 hari, menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan A sebagai kontrol tanpa penggunaan daun kelor (0%). Perlakuan B dengan penggunaan daun kelor sebesar 10%. Perlakuan C dengan penggunaan daun kelor sebesar 15 %, dan perlakuan D dengan penggunaan daun kelor sebesar 20%. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei Tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan daun kelor sebagai bahan baku pada pakan sebesar 20% (perlakuan D) menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi pada ikan nila (Oreochromis niloticus), dengan nilai sintasan tertinggi pada penggunaan tepung daun kelor sebesar 15 % (perlakuan C). Penggunaan daun kelor sebagai bahan baku pada pakan efektif meningkatkan bobot pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan dosis 20% di dalam pakan.
KKN-PPM LANRISANG MELALUI OPTIMALISASI USAHA MINA-TANI GUNA MENUNJANG PENGEMBANGAN KPPN KABUPATEN PINRANG, PROVINSI SULAWESI SELATAN Heriansah Heriansah; Nursyahran Nursyahran; Fathuddin Fathuddin
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2019
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.764 KB) | DOI: 10.20956/pa.v3i2.5182

Abstract

KKN-PPM through Optimization of Mina-Tani Business to Support the Development of KPPN in Lanrisang District, South Sulawesi ProvinceAbstract. The KKN-PPM service program is a learning process for students as well as a vehicle for community empowerment. The purpose and benefits of this program are to increase the knowledge and skills of community's to optimally utilizing the potential of resources, increase the technical competence of students in community empowerment, and increase the acceleration of the regional development process, particularly the development of the Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). KKN-PPM is carried out in Lanrisan Village, Lerang Village, Waetuoe Village, Lanrisang District, Pinrang Regency. Technologies applied through the KKN-PPM work program include nitrobacter-based milkfish culture technology, minapadi cultivation, aquaponics cultivation, waste utilization for creative products and fish feed, diversification of processed fish, early education about fisheries and marine for school students and socialization likes to eat fish (GEMARI), as well as the development of beach tourism. Program implementation partners are the sub-district and village governments and fisheries extension agents with target audiences of farmer groups, housewife groups and school students. The model of the program implementation approach is Participatory Rural Appraisal, Participatory Technology Development, and Community Development with non-technical counseling methods, technical counseling, as well as demonstration and field practice on the pilot land. The results achieved in this activity were increased knowledge and skills of the target audience in implementing several aquaculture systems and diversification of fish preparations and the use of waste into creative products and fish feed, there were several examples of aquaculture, GEMARI program socialization, early reduction of fisheries and marine to school students, and the availability of beach tourism support facilities.Keywords: Optimization, mina-tani National Priority Rural Areas, demonstration landAbstrak. Program pengabdian KKN-PPM merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus wahana pemberdayaan masyarakat. Tujuan dan manfaat program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumberdaya secara optimal, meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, dan meningkatkan percepatan proses pembangunan daerah, khususnya pengembangan Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). KKN-PPM dilaksanakan di Kelurahan Lanrisan, Desa Lerang, Desa Waetuoe Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang. Teknologi yang diterapkan melalui program kerja KKN-PPM antara lain teknologi budidaya ikan bandeng berbasis nitrobakter, budidaya minapadi, budidaya akuaponik, pemanfaatan sampah/limbah untuk produk kreatif dan pakan ikan, diversifikasi olahan ikan, edukasi dini tentang perikanan dan kelautan bagi siswa sekolah dan sosialisasi gemar makan ikan (GEMARI), serta pengembangan wisata pantai. Mitra pelaksanaan program adalah pemerintah kecamatan dan desa serta penyuluh perikanan dengan khalayak sasaran kelompok tani, kelompok ibu rumah tangga, dan siswa sekolah. Model pendekatan pelaksanaan program adalah Participatory Rural Appraisal, Participatory Tecnology Development, dan Community Development dengan metode penyuluhan non teknis, penyuluhan teknis, serta demonstrasi dan praktek lapang di lahan percontohan. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran dalam menerapkan beberapa sistem budidaya dan diversifikasi olahan ikan serta pemanfaatan sampah/limbah menjadi produk kreatif dan pakan ikan, terdapatnya beberapa percontohan budidaya, tersosialisasinya program GEMARI, teredukasinya secara dini tentang perikanan dan kelautan kepada siswa sekolah, dan terdapatnya fasilitas pendukung wisata pantai.Kata Kunci: Optimalisasi, mina-tani, Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional, lahan percontohan
EFFECT OF DIFFERENT LEVEL OF PROTEIN ON GROWTH PERFORMANCE, SURVIVAL RATE, DIGESTIVE ENZYME, AND BODY PROTEIN COMPOSITION OF JUVENILE BESENG-BESENG FISH (Marosatherina ladigesi) Jayadi Jayadi; Amrah Husma; Nursyahran Nursyahran
e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrtbp.v9i1.p1047-1056

Abstract

Marosatherina ladigesi’s original habitat is in the freshwater of South Sulawesi as endemic fish in the wallacea zone Indonesia, with a local name called beseng-beseng fish. M.ladigesi was already in the category of at threat of extinction.The purpose of this study was to investigate the effect of different protein levels on survival rate, growth performance, body protein composition and enzyme activity of protease, lipase and amylase of beseng-beseng fish. The research method was using Completely Randomized Design with three treatments and three replications. Treatment of the study: protein content of feed A: 40%, B: 50% and C: 60%. Fish maintenance takes 90 days. The results showed that protein content had a significant effect (P<0,05) on absolute body growth, specific growt rate, survival rate, body protein composition and protease enzyme activity of juvenile beseng-beseng fish. The best growth performance is obtained at 50% and 60% protein content, while the survival and body protein composition and the best protease enzyme activity at 60% protein content.
Pengaruh Substrat Yang Berbeda Terhadap Sintasan Udang Putih Penaeus marguensis Rimal Hamal; Zainal Abidin Musa; Fauziah Nurdin; Nursyahran Nursyahran
Agrokompleks Vol 17 No 1 (2018): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v17i1.157

Abstract

Substrat dasar tambak adalah salah satu bagian penting yang menentukan efisiensi produksi udang. Substrat dasar secara langsung dapat mempengaruhi kualitas air di tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substrat yang berbeda terhadap sintasan udang putih P. merguiensis de Man. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret-Nopember 2017, di Hatchery Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Perlakuan yang diujicobakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Perlakuan A : Substrat Tanah mangrove, Perlakuan B : Substrat Pasir, Perlakuan C : lapisan substrat Plastik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 9 unit percobaan. Sintasan tertinggi dicapai pada perlakuan B (Substrat pasir) yaitu 80%, disusul perlakuan A (Substrat tanah mangrove) yaitu 75% dan terendah pada perlakuan C (Substrat plastik) yaitu 70%. Suhu air pada tiap perlakuan memperlihatkan kisaran nilai sebesar 26,9°C-32°C. Rataan pH air pada tiap perlakuan memiliki kisaran nilai 8,2 – 8,77. Kandungan oksigen terlarut pada tiap perlakuan menunjukkan rataan nilai yang bervariasi antara 5,37 ppm – 7,28 ppm. Nilai salinitas air berkisar antara 30‰ – 34‰
PKM Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar dengan Pakan Mandiri di Desa Palakka Kabupaten Barru Nursyahran Nursyahran; Kariyanti Kariyanti; Jayadi Jayadi
Agrokompleks Vol 19 No 2 (2019): Agrokompleks Edisi Juni
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v19i2.190

Abstract

Desa Palakka Kecamatan Barru, Kabupaten Barru merupakan Desa pertanian, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, selain itu sebagian masyarakat memanfatkan lahannya yang kosong menjadi kolam pemeliharaan ikan air tawar dengan dukungan aliran sungai bottoe sangat mendukung dalam kegiatan budidaya ikan air tawar. Budidaya ikan air tawar yang dilakukan oleh kelompok pembudidaya ikan air tawar tersebut adalah ikan nila dan lele, hasil dari produksi budidaya yang dilaksanakan belum sampai pada target produksi karena keterbatasan pengetahuan tentang teknis budidaya ikan, selain itu adalah harga pakan yang begitu mahal sementara pakan merupakan unsur penting dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Pakan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisme. Jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan setiap harinya berhubungan erat dengan ukuran berat dan umurnya. Salah satu solusi tingginya harga pakan adalah dengan pemanfaatan bahan baku lokal menjadi pakan alternatif, yang mana bahan baku untuk pembuatan pakan tersebut mudah diperoleh disekitar daerah tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pakan ikan untuk menggantikan pakan ikan komersil yang harganya tidak dapat dijangkau oleh pembudidaya ikan Target luaran yang dihasilkan dari Kegiatan ini adalah tercapainya target produksi dan tersedianya pakan alternatif dari bahan baku lokal yang ramah lingkungan di Desa Palakka, Kecamatan Barru Kabupaten Barru dan diharapkan menjadi Kelompok pembudidaya ikan yang penyuplai ikan air tawar yang berkualitas. Dengan luaran tersebut diharapkan terjadinya peningkatan kesejahteraan bagi kelompok pembudidaya ikan dan keluarganya serta masyarakat.
Pemanfaatan Limbah Tepung Cangkang Telur sebagai Bahan Subsitusi Tepung Ikan pada Bahan Baku Pakan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Nursyahran Nursyahran; Fathuddin Fathuddin
Agrokompleks Vol 19 No 1 (2019): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v19i1.201

Abstract

Pakan merupakan unsur penting dalam menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan. Pakan adalah salah satu faktor yang sangat menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisme. Jumlah pakan yang dibutuhkan oleh ikan setiap harinya berhubungan erat dengan ukuran berat dan umurnya. Persentase jumlah pakan yang dibutuhkan semakin berkurang dengan bertambahnya ukuran dan umur ikan. Rata – rata jumlah pakan harian yang dibutuhkan oleh seekor ikan adalah sekitar 3% - 5% dari berat total badannya (biomassa). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung cangkang telur pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Faktor lain yang menentukan kebutuhan pakan harian adalah perbedaan lingkungan, terutama suhu air. Perubahan juga berepengaruh terhadap aktifitas hidup, khususnya metabolisme. Peningkatan kebutuhan pakan pada suhu tinggi disebabkan oleh pengeluaran energi untuk aktifitas hidup dan pemeliharaan tubuh yang juga meningkat. Kandungan oksigen terlarut juga mempengaruhi nafsu makan ikan. Kandungan oksigen terlarut berbanding terbalik dengan tinggi rendahnya suhu air. Kandungan oksigen terlarut rendah pada suhu air tinggi. Kandungan okisgen terlarut tinggi pada suhu air rendah. Beberapa alternatif sebagai sumber protein lain yang harganya relatif murah dan kualitasnya tetap baik untuk menggantikan atau mensubstitusi tepung ikan sebagai penyusun pakan dijadikan bahan baku pakan ikan seperti beberapa bahan limbah yang masih memiliki sumber protein yang tinggi sehingga tidak menutup kemungkinan bagi petani ikan untuk memproduksi pakan buatan sendiri yang mememiliki nilai ekonomis dan tingkat kualitas yang baik sehingga dapat menekan biaya produksi dan keuntungan pun dapat di tingkatkan.
Pemanfaatan minyak ikan Gabus terhadap tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan Gabus (Channa striata) Aulia Fitrah Purnama; Nursyahran Nursyahran; Heriansah Heriansah
Agrokompleks Vol 21 No 1 (2021): Agrokompleks Edisi Januari
Publisher : PPPM Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v21i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi minyak ikan gabus yang berbeda pada pakan terhadap sintasan dan pertumbuhan pada benih ikan gabus. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh konsentrasi minyak ikan gabus pada pakan buatan terhadap sintasan dan pertumbuhan benih ikan gabus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2019. Penelitian ini dilakukan di Hatchery Air Tawar Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan yaitu pengkayaan minyak ikan gabus pada pakan pellet, masing-masing dengan konsentrasi 10% (A), 15% (B), 20% (C) dan tanpa penambahan minyak ikan gabus (kontrol). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Variabel penelitian terdiri dari tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan gabus. Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak ikan gabus berpengaruh signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan gabus. Demikian pula dengan pertumbuhan mutlak, penambahan minyak ikan gabus berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan. Hasil uji lanjut menunjukkan penambahan minyak ikan gabus 15% meningkatkan kelangsungan (96%) dan pertumbuhan (0.12 g) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan dosis lainnya. Dengan demikian maka penambahan minyak ikan gabus dosis 15% merupakan konsentrasi terbaik untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan lele.
Pengaruh fermentasi limbah jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) terhadap kelimpahan fitoplankton dan sintasan larva kepiting (Scylla serrata) Indra Cahyono; Wayan Kantun; Nursyahran Nursyahran
Agrokompleks Vol 21 No 2 (2021): Agrokompleks Edisi Juli
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51978/japp.v21i2.335

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu komoditas ikan air laut yang mendapat perhatian besar bagi usaha perikanan, harga jual yang selalu naik dan teknologi budidaya yang sudah berkembang. Namun pembudidaya masih mengalami kendala ketersediaan bibit yang belum kontinyu dan masih sulit mendapatkan kelangsungan hidup yang optimal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penggunaan fermentasi limbah jeroan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) untuk optimalisasi kelimpahan fitoplankton sebagai pakan alami utama perbenihan kepiting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh limbah jeroan cakalang terhadap kelimpahan fitoplankton dan kelangsungan hidup stadia larva kepiting. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.Wadah larva kepiting diberi air dari fermentasi limbah jeroan cakalang dengan dosis berbeda (5 ppm; 7,5 ppm;10 ppm; dan 0%). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan limbah jeroan 10 ppm dapat memberikan hasil kelimpahan fitoplankton 6,09×104 sel/mil dengan kelangsungan hidup larva kepiting sebesar 15%.