Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Sharia Economics

SISTEM TRANSAKSI DAN PERTANGGUNGAN RISIKO DALAM JUAL BELI DROPSHIPPING MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Palevy, Muhammad Reza; Furqani, Hafas; Hasnita, Nevi
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i2.642

Abstract

Sistem transaksi jual beli dropshipping merupakan sistem jual beli pesanan yang melibatkan pihak supplier, dropshipper dan pembeli. Peran dropshipper adalah sebagai perantara antara supplier dan pembeli. Fokus permasalahan sebagai objek kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem transaksi maupun pertanggungan risiko pada jual beli dropshipping perspektif ekonomi Islam. Dalam penelitian tesis ini peneliti menggunakan metode penelitian studi kepustakaan (library research) dengan analisis kualitatif bersifat deskriptif analisis dengan metode deduktif tentang sistem dropshipping dan dianalisis dengan pendekatan ekonomi Islam. Dari hasil penelitian, sistem jual beli dropshipping yang selama ini dipraktikkan belum memenuhi kriteria akad pesanan dalam Islam seperti akad salam, akad samsarah dan juga akad wakalah dan diidentifikasikan mengandung unsur gharar (ketidakjelasan) dari spesifikasi barang yang dijual oleh dropshipper. Islam melarang adanya penipuan (tadlis), ketidakjelasan (gharar) pada spesifikasi barang. Dari sisi pertanggungan risiko pada jual beli dengan sistem dropshipping tidak sesuai dengan prinsip jual beli dalam Islam dimana pada transaksi tersebut belum ada penerapan hak khiyar sehingga dropshipper melepaskan diri dari segala risiko yang terjadi. Dalam Islam setiap risiko yang terjadi pada transaksi jual beli dropshipping maka ditanggung oleh penjual yaitu dropshipper sebelum barang pesanan diserahterimakan kepada pembeli.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MEMILIH TABUNGAN HAJI (STUDI KOMPARATIF PADA BANK ACEH DAN BANK SYARIAH MANDIRI DI KABUPATEN ACEH SELATAN) Irfani, Ahmad; Furqani, Hafas; Hasnita, Nevi
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v1i2.644

Abstract

Tabungan Haji merupakan salah satu bentuk produk tabungan yang ditawarkan oleh perbankan, selain bertujuan untuk menghimpun dana dari masyarakat juga dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat yang berkeinginan menunaikan ibadah haji, namun belum mempunyai uang yang cukup untuk membayar Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH). Yakni dengan cara menyisihkan penghasilannya untuk ditabung atau disimpan di bank dalam bentuk rekening Tabungan Haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh Pelayanan, Promosi, Religiusitas dan Lokasi terhadap Keputusan Nasabah dalam menentukan tempat untuk menabung tabungan haji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu data yang diukur berdasarkan kuesioner yang dibagikan kepada nasabah tabungan haji pada Bank Aceh dan Bank Syariah Mandiri.Variabel dalam penelitian ini terdiri dari Pelayanan (X1), Promosi (X2), Religiusitas (X3), dan Lokasi (X4). Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa Pelayanan mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 10,5%. Faktor Promosi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 13,9%. Faktor Religiusitas mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 12,3%. Faktor Lokasi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Aceh sebesar 43%. Disini yang menjadi faktor dengan persentase pengaruh tertinggi adalah faktor lokasi dengan pengaruh sebesar 43%. Sedangkan faktor dengan persentase pengaruh terendah adalah faktor pelayanan dengan pengaruh sebesar 10,5 %. Faktor Pelayanan mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 31,2%. Faktor Promosi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 15,4%. Faktor Religiusitas mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 36,7%. Faktor Lokasi mempengaruhi Keputusan Nasabah di Bank Syariah Mandiri sebesar 10,6%. Disini yang menjadi faktor dengan persentase pengaruh tertinggi adalah faktor religiusitas dengan pengaruh sebesar 36,7%. Sedangkan faktor dengan persentase pengaruh terendah adalah faktor lokasi dengan pengaruh sebesar 10,6%.
ANALISIS KONSEP KEMISKINAN (STUDI KOMPARATIF KONSEP BADAN PUSAT STATISTIK DAN KONSEP EKONOMI ISLAM) Novtari Isda, Milda; Ahmadsyah, Israk; Hasnita, Nevi
Journal of Sharia Economics Vol 2 No 1 (2021): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep kemiskinan merupakan suatu konsep yang bersifat multidimensi dan sulit untuk menemukan definisi yang bersifat tunggal. namun belum ada yang menyepakati dalam satu definisi yang disepakati bersama. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan kemiskinan BPS dan Ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa persamaan konsep kemiskinan BPS dan Ekonomi Islam yaitu mendefinisikan miskin sebagai orang yang berada dalam kekurangan, menganalisis dari segi pengeluaran, bertujuan memenuhi kebutuhan rumah tangga miskin, dan menjadikan kemiskinan sebagai faktor utama permasalahan ekonomi. Perbedaannya, konsep BPS berorientasi pada kebutuhan bertahan hidup dalam waktu singkat, terfokus kepada kebutuhan materiil, dan parameter yang bersifat sementara. Sedangkan dalam Ekonomi Islam berorientasi pada meningkatkan derajat miskin, memperhatikan kebutuhan materiil dan aqidah, dan parameter yang digunakan dapat diberlakukan kapanpun. Kelebihan konsep kemiskinan BPS adalah data yang dikeluarkan oleh BPS lebih cepat, pendekatan kemiskinan terfokus pada ekonomi makro dan survey yang dilakukan mudah dimengerti masyarakat. Kekurangannya, angka kemiskinan yang ditetapkan terlalu rendah, data kemiskinan bersifat umum, pendekatan kemiskinan mengabaikan sisi pendapatan, dan target sasaran kemiskinan adalah geografis. Kelebihan konsep Ekonomi Islam adalah bersifat komprehensif dan holistik, memahami kemiskinan tidak pada satu bidang, mampu menciptakan banyak metode kemiskinan yang sesuai, pendekatan yang dilakukan materiil dan spiritual. Kekurangannya adalah belum mampu diterapkan secara menyeluruh.
ANALISIS STRATEGI FUNDRAISING DALAM MENGOPTIMALKAN PENERIMAAN ZAKAT DI BAITUL MAL KABUPATEN ACEH BARAT Listanti , Maya; Nurdin, Ridwan; Hasnita, Nevi
Journal of Sharia Economics Vol 2 No 1 (2021): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi penggalangan dana penting dilakukan untuk mengoptimalkan penerimaan zakat sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pelaksanaan strategi penggalangan dana, hambatan dalam penggalangan dana zakat, dan dampak dari strategi penggalangan dana yang dilakukan di Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada sumber-sumber yang relevan. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Baitul Mal melakukan dua strategi penggalangan dana: langsung dan tidak langsung. Penggalangan dana langsung dimaksud adalah sosialisasi langsung kepada masyarakat termasuk perusahaan/PT, toko/CV, instansi vertikal, perorangan, maupun kemitraan. Penggalangan dana tidak langsung yang dimaksud adalah promosi melalui media cetak dan elektronik, antara lain pemasangan baliho, penyebaran brosur, penulisan di surat kabar, penerbitan penyaluran zakat di saluran berita Aceh, seruan zakat di radio, khotbah keagamaan dan Jum'at di masjid-masjid, dan penyelenggaraan seminar. . Namun, strategi penggalangan dana tersebut belum berjalan dengan baik atau menunjukkan dampak positif karena beberapa kendala seperti kurangnya sumber daya manusia yang profesional, program yang kurang inovatif, kurangnya kesadaran masyarakat tentang zakat, dan anggota yang sering berubah. Akibatnya, jumlah penerimaan zakat di Baitul Mal Kabupaten Aceh Barat tidak mengalami peningkatan.