Maryuliana Maryuliana, Maryuliana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberian Edukasi Keluarga Berencana Kepada Calon Akseptor KB sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Kesiapan dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi di Puskesmas Pringsewu Inayati, Desi; F, Nadia Ayu; Lerizza, Eib; Sugiyanti, Sugiyanti; Ristiyani, Feni; Sugiyarti, Sugiyarti; Amir, Ferizcka; Sulastri, Sulastri; Olivia, Hilda; Nisa, Zahrotun; Larasati, Indah; Maryuliana, Maryuliana; Utami, Iis Tri; Isnaini, Maulia; Dari, Wulan; Ifayanti, Hikmah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9275

Abstract

Keluarga Berencana (KB) adalah suatu upaya yang dilakukan oleh individu atau pasangan suami istri untuk merencanakan jumlah, waktu, dan jarak kelahiran anak agar dapat mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera. Selain manfaat kesehatan, program Keluarga Berencana juga berperan penting dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini merupakan sebuah rangkaian tahapan yang disusun secara sistematis yang diawali dengan tahap persiapan, diantaranya observasi tempat pelaksanaan kegiatan, penawaran proposal kegiatan, konsultasi dengan kepala pekon, bidan desa, bidan coordinator dan dosen pembimbing, menentukan permasalahan, menentukan topik dan metode penyuluhan, persiapan surat menyurat, alat dan bahan yang diperlukan. Berdasarkan kajian informasi di Desa Sidoharjo ditemukan bahwa rendahnya pengetahuan mengenai KB. Pengaruh lingkungan, dan sosial media seharusnya dapat mempengaruhi Calon Akseptor KB dalam mengetahui informasi yang terkait dengan hal tersebut. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa edukasi KB memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan calon akseptor. Sebelum edukasi, sebagian calon akseptor masih memiliki keterbatasan informasi mengenai jenis, manfaat, dan cara kerja alat kontrasepsi, serta masih dipengaruhi oleh mitos dan informasi yang kurang tepat. Setelah diberikan edukasi melalui metode ceramah, diskusi, dan konseling, calon akseptor mampu memahami konsep dasar KB dan berbagai pilihan alat kontrasepsi yang tersedia. Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo (2020) yang menyatakan bahwa pemberian pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan membentuk perilaku kesehatan yang lebih baik.