Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kebijakan investasi, kebijakan pendanaan dan kebijakan dividen terhadap cumulative abnormal return pada perusahaan manufaktur bertumbuh yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2016. Kebijakan investasi diukur dengan menggunakan pengeluaran modal, kebijakan pendanaan diukur dengan perubahan debt to equity ratio (∆DER) dan kebijakan dividen diukur dengan dividend payout ratio (DPR). Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 7 perusahaan manufaktur bertumbuh yang dianalisis selama 7 tahun. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari www.idx.com dan www.yahoo.finance.com. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh pengeluaran modal, perubahan DER dan DPR terhadap cumulative abnormal return pada perusahaan manufaktur bertumbuh. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pengeluaran modal tidak berpengaruh terhadap cumulative abnormal return pada perusahaan manufaktur bertumbuh, perubahan DER tidak berpengaruh terhadap cumulative abnormal return pada perusahaan manufaktur bertumbuh, dan DPR tidak berpengaruh terhadap cumulative abnormal return pada perusahaan manufaktur bertumbuh untuk periode 2011-2016.