Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

HUBUNGAN BEBAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN LAMA KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI BAGIAN SMELTING PT. ANTAM TBK. UBPN KOLAKA TAHUN 2024 Tiara Tiara; Nani Yuniar; Sri Tungga Dewi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i2.94

Abstract

Kinerja karyawan merupakan indikator penting yang menunjukkan tingkat pencapaian kerja individu dalam suatu perusahaan. Kinerja dapat diukur dari kualitas dan kuantitas hasil kerja. Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan adalah lingkungan kerja, beban kerja, dan lama kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres kerja karyawan, lingkungan tempat kerja, dan stres kerja karyawan terhadap stres kerja karyawan di PT. Antam Tbk. UBPN Kolaka tahun 2024. Dengan desain cross-sectional, metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan melibatkan 58 responden yang diwawancarai secara wajar. Kuesioner yang menguji variabel lingkungan kerja karyawan, pekerjaan karyawan, kebiasaan kerja karyawan, dan gaya kerja karyawan digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan hasil analisis, terdapat korelasi yang signifikan antara beban kerja karyawan (nilai p = 0,025) dan pekerjaan karyawan dengan kinerja (nilai p = 0,012). Selain itu, lama kerja tampaknya memiliki dampak pada kinerja kerja karyawan (nilai p = 0,002).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI PT. X TAHUN 2025 Renike Tambunan; Sartiah Sartiah; Sri Tungga Dewi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.283

Abstract

Stres adalah cara respons alami seseorang ketika menghadapi tekanan atau tuntutan dari luar, yang bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan fisik, emosional, dan perilaku. Stres kerja menimbulkan ketidakselarasan antara aspek fisik dan psikis yang berimplikasi pada kondisi emosional. Selain itu, stres kerja menjadi faktor penghambat produktivitas individu di lingkungan kerja. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai variabel yang memiliki korelasi dengan tingkat stres kerja pada karyawan PT. X di Kendari tahun 2025. Adapun jenis studi yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik observational dengan desain studi Cross Sectional. Dengan melibatkan 84 pekerja sebagai sampel, penelitian ini menggunakan metode accidental sampling dalam pengumpulan datanya. Selanjutnya, keterkaitan antarvariabel diuji melalui analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial (p value = 0,043) dengan stres kerja. Namun, tidak terdapat hubungan antara beban kerja (p value = 0,240) dan kebisingan (p value = 0,724) dengan stres kerja. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan stres kerja sedangkan beban kerja dan kebisingan tidak berhubungan dengan stres kerja pada pekerja PT. X 2025. Disarankan agar pekerja tetap mematuhi prosedur K3 yang ada serta memanfaatkan waktu istirahat secara optimal dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan rekan kerja.
GAMBARAN POLA KEBIASAAN MAKAN SISWA SEBAGAI INDIKATOR KESIAPAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI SD NEGERI 6 SAWA DESA TUDUNGANO KONAWE UTARA Lade Albar Kalza; Kamrin Kamrin; Sri Tungga Dewi
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v7i1.291

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan status gizi anak sekolah serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan program ini adalah pola kebiasaan makan siswa dan ergonomi makanan. Ergonomi makanan mencakup kenyamanan siswa dalam menerima, mengonsumsi, serta menikmati makanan yang disediakan di lingkungan sekolah, termasuk aspek kebersihan, penyajian, ukuran porsi, dan kenyamanan tempat makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola kebiasaan makan siswa sebagai indikator kesiapan pelaksanaan Program MBG di SD Negeri 6 Sawa Desa Tudungano. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri 6 Sawa dengan sampel sebanyak 60 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai kebiasaan sarapan, frekuensi konsumsi makanan bergizi, kebiasaan jajan siswa, serta ergonomi makanan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi pola kebiasaan makan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kebiasaan sarapan yang tidak teratur (55%), frekuensi konsumsi sayur dan buah masih rendah (60%), serta kebiasaan jajan di lingkungan sekolah cukup tinggi (65%). Selain itu, sebagian siswa menilai aspek ergonomi makanan di sekolah masih kurang optimal terutama pada kenyamanan tempat makan dan penyajian makanan. Hasil ini menunjukkan bahwa pola kebiasaan makan siswa masih perlu diperbaiki sehingga pelaksanaan Program MBG di sekolah dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas gizi siswa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa di SD Negeri 6 Sawa memiliki pola kebiasaan makan yang belum optimal sehingga Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat relevan untuk mendukung pemenuhan gizi siswa di sekolah. Selain itu, aspek ergonomi makanan perlu diperhatikan agar siswa lebih nyaman dan terbiasa mengonsumsi makanan sehat di lingkungan sekolah.
Edukasi Pentingnya Menggunakan Masker untuk Mencegah Infeksi Nosokomial pada Pengunjung di Poli Rawat Jalan RSUD Bahteramas Sri Tungga Dewi; Hilda Harun; Harleli; Andi Nur Taqfiyatul Rizka Toaso; Astrifatih A.Daulat
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): GJPM - Juli
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v4i2.2198

Abstract

Infeksi yang berkaitan dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) ialah permasalahan kesehatan yang bersifat global, termasuk di Indonesia yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 15,74%. Kondisi tersebut menegaskan bahwasannya pelaksanaan upaya pencegahan serta pengendalian infeksi (PPI) di rumah sakit menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya melalui penerapan penggunaan masker secara tepat serta benar sesuai prosedur. Sementara itu, kegiatan pengabdian ini dimaksudkan guna meningkatkan kesadaran serta pengetahuan pengunjung terkait penggunaan masker yang benar, sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penularan infeksi nosokomial di Instalasi Rawat Jalan RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026, dengan sasaran pasien serta keluarga atau pendamping pasien di Instalasi Rawat Jalan, sehingga didapatkan sebanyak 60 pengunjung. Pada studi ini metode yang dipakai ialah edukasi kesehatan secara langsung (tatap muka) dengan media leaflet. Dari hasil Hasil pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai P-Valeu=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hal tersebut, mengindikasikan bahwasannya sehinga ada perbedaan pengetahuansignifikan sebelum serta sesudah edukasi.
Edukasi Penggunaan Hand Sanitizer pada Pasien di Ruang Tunggu Rumah Sakit sebagai Strategi Pencegahan Infeksi Nosokomial di RSUD Kota Kendari Hilda Harun; Sri Tungga Dewi; Irma; Ririn Natasya; Nanda Visca Pradiny
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v4i1.771

Abstract

Infeksi nosokomial masih menjadi permasalahan utama dalam keselamatan pasien di rumah sakit. Salah satu upaya pencegahan yang efektif dan mudah diterapkan adalah kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien serta pendamping pasien tentang pentingnya penggunaan hand sanitizer sebagai strategi pencegahan infeksi nosokomial di ruang tunggu RSUD Kota Kendari. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dengan sasaran pasien rawat jalan dan keluarga atau pendamping pasien di ruang tunggu rumah sakit, sekitar 49 pengunjung yang ada di ruang tunggu. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan secara langsung melalui ceramah singkat dengan dukungan media leaflet. Edukasi diberikan kepada pengunjung yang bersedia mengikuti penyuluhan yaitu sebanyak 22 pengunjung, sementara leaflet dibagikan kepada seluruh pengunjung ruang tunggu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta mengenai fungsi hand sanitizer, waktu penggunaan yang tepat, serta peran kebersihan tangan dalam mencegah penularan infeksi. Ruang tunggu rumah sakit terbukti menjadi lokasi strategis untuk pelaksanaan edukasi kesehatan karena tingginya mobilitas dan interaksi pengunjung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam pencegahan infeksi nosokomial secara berkelanjutan.
Factors associated with the practice of clean and healthy living behavior among households in Ranombupulu Village Siti Rabbani Karimuna; Waode Mitha Fatrisya; Irma Yunawati; Sri Tungga Dewi
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1899

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an essential preventive health strategy to improve community well-being; however, its implementation remains suboptimal in several rural areas. This study aimed to describe the implementation of PHBS and analyze the relationship between knowledge, education level, income, and age with household PHBS status in Ranombupulu Village. A descriptive analytic design with a cross-sectional approach was used, involving 81 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-square test. The results showed that only 45.7% of households properly implemented PHBS. Statistical analysis revealed no significant relationship between PHBS status and knowledge (p=0.952), education level (p=0.990), income (p=0.781), or age (p=0.890). The study concludes that PHBS implementation remains low and is not influenced by sociodemographic characteristics. Continuous health education and improved community support and facilities are recommended to strengthen PHBS adoption.