Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Rekomendasi Pariwisata Mobile Advertising Menggunakan Metode Hybrid Filtering Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Usaha Kecil Menengah (UKM) di Pulau Ternate Arief, Assaf
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2016): PRotek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v3i1.38

Abstract

Isu Smart Taourism (Wisata Pintar) memiliki topik populer dalam beberapa waktu terakhir, hasil ini dalam peningkatan jumlah prototipe pariwisata aplikasi desktop berbasis web dan berbasis mobile. Penelitian ini berfokus untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata pintar dengan membangun sebuah aplikasi sistem rekomendasi otomatis yang dapat berjalan pada perangkat mobile seperti komputer tablet, PDA (Personal Digital Assistance), smartphone, iPod, dll. Sistem rekomendasi pariwisata yang umumnya meminta saran dari petugas untuk membantu memilih tempat wisata yang akan dikunjungi, yang masih dianggap sebagai opini subjektif. Hal ini menjadi kurang tepat dalam penggunaan teknologi informasi, perilaku, minat, selera, dan rating untuk disampaikan kepada wisatawan lainnya dengan preferensi yang sama, yang itu adalah dasar untuk memberikan sistem rekomendasi konten wisata. Berdasarkan latar belakang di atas, beberapa permasalahan mendasar yang diangkat; Pertama, bagaimana merancang dan implementasi sistem rekomendasi mobile advertising untuk pariwisata global, yang membutuhkan saran/rekomendasi dalam memutuskan menarik terkait sesuai dengan kepentingan dan preferensi mereka?. Kedua, bagaimana mendesain sebuah aplikasi dari sistem mobile advertising menggunakan sistem penyaringan hybrid dengan metode Collaborative Filtering (CF) dan metode berbasis content (CBF) dan juga menggunakan layanan Location Based Services (LBS) pendekatan sehingga untuk merekomendasikan atraksi / tempat sesuai dengan kondisi saat ini dan posisi saat ini ?. Ketiga, bagaimana teknologi ini dirancang untuk membantu memberikan solusi alternatif untuk pariwisata daerah promosi sehingga meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat perusahaan pariwisata kecil dan menengah di Pulau Ternate. Kata Kunci: Mobile Advertising, Collaborative Filtering (CF), Hybrid filtering, Usaha Kecil dan Menengah, Ternate.
Evaluasi Tatakelola Layanan Teknologi Infomasi Pemerintah Daerah Maluku Utara Arief, Assaf; Wahab, Iis Hamsir Ayub
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2016): PRotek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v3i2.157

Abstract

Pemerintahan daerah sebagai lembaga pelayanan publik dalam rangka menciptakan nilai tambah dan meminimalkan risiko membutuhkan manajemen pengelolaan semua sumber daya Teknologi Informasi (TI) yang efisien dan efektif antara lain melalui IT Governance (tata kelola TI) yang menjadi aset penting bagi sebuah organisasi. Berdasarkan tujuannya, audit Tata kelola TI memiliki tujuan yang berbeda dengan tiga jenis audit berdasarkan UU No. 15 tahun 2004, karena audit ini bertujuan khusus untuk memeriksa pengelolaan seluruh sumber daya TI (termasuk di dalamnya manajemen organisasi dan pimpinan), apakah dapat mendukung dan sejalan dengan strategi bisnis. Pada penelitian ini dihasilkan suatu model rekomendasi IT Governance guna meningkatkan kinerja TI pada layanan Pemerintahan Daerah Propinsi Maluku Utara. Perancangan IT Governancepada penelitian ini menggunakan framework COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) dan framework IT Security sehingga mampu memberikan peningkatan kinerja pelayanan TI Pemerintah Daerah Maluku Utara kepada Masyarakatnya. 
PENGUKURAN TINGKAT KEMATANGAN E-GOVERMENT PADA PEMERINTAH DAERAH KEPULAUAN Hasan, Ade; Arief, Assaf
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2018): PRotek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v5i1.622

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah menjadi aset penting bagi Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga dengan adanya penggunaan TIK ini, Pemda dapat mewujudkan strategi bisnis untuk mencapai tujuan organisasi dan menimalisir resiko tata kelola TIK dengan efektif dan efisien. Pemda Halmahera Selatan (Halsel) sendiri merupakan institusi pemerintahan kabupaten kepulauan di Indonesia Timur provinsi Maluku Utara yang saat ini sudah mengimplementasikan startegi e-government, namun Pemda tersebut memiliki beberapa kendala yaitu kurangnya strategi pemanfaatan TIK untuk mewujutkan visi dan misi institusi Pemda tersebut agar efektif dan efisien dalam pemberdayaan sumberdaya TIK tersebut. Penelitian ini dengan menggunakan framework COBIT 5 yaitu untuk mengukur tingkat kematangan implementasi e-government pada Pemda Halsel. Metodologi pengukuran kematangan implementasi e-government dilakukan dengan metode kualitatif dengan wawancara langsung menggunakan kuisoner assessment di pejabat struktural Pemda Halsel Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai penanggung jawab tata keloal TIK institusi tersebut. Dilakukan pengukuran kematangan e-government menggunakan kuisoner COBIT 5 assessment untuk mengetahui seberapa jauh kesuksesan Pemda Hasel dalam menerapkan startegi e-government dalam mencapai tujuan organisasi. Pengukuran penelitian ini menggunakan framework COBIT 5 yang merupak best practice yang menjadi standar internasional untuk memperbaiki lebih jauh proses kematangan e-government tersebut. Hasil penelitian ini yaitu berupa hasil analisis proses pengukuran dan assesment kematangan implementasi TIK di Pemda Halsel di dapatkan hasil rata-rata pada domain dasar yang diukur untuk menggunakan COBIT 5 adalah point 2,1 (performed process) dari skala 5 (optimizing), yang artinya masih sangat rendah, dan butuh perencanaan strategis implementasi TIK yang lebih matang untuk naik ketahap kematangan implementasi selanjutnya.Kata Kunci: TIK, Pemda Halsel, e-Goverment, Kematangan, COBIT 5
Kajian Literatur (Systematic Literature Review): Kendala Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Arief, Assaf; Abbas, Muhammad Yunus
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2021): Protek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v8i1.1978

Abstract

Electronic-based Governance System (SPBE) or known as e-government is an effort to utilize information and communication technology to support government systems and improve the effectiveness and efficiency of government institutions' performance. The implementation of e-government is expected to improve the quality of public services. E-government in thecountry will usually face many obstacles that can be thwarted in its application. Previous research has discussed more about the constraints of e-government implementation in developing countries. This study aims to identify the obstacles faced in the application of SPBE/e-government in developing and developedcountries. This research uses systematic literature review method by Kitchenham. The literature used in this study was taken from several digital Library, namely ACM Digital Library, IEEE Xplore, Science Direct, and Scopus. The results of the study found thatconstraints in its application in developing and developed countries can be categorized into seven constraints / aspects, namely IT Infrastructure, Human Resources, Policy / Legislation, Politics, Economy, Geography and Culture. These constraints can be a reference for the government to make improvements in the implementation of SPBE so that the quality of services can be better
MODEL KEMATANGAN DESA CERDAS LINGKUNGAN YANG BERKELANJUTAN DI MALUKU UTARA: SEBUAH ANALISIS BIBLIOMETRIK SELAMA SATU DEKADE Arief, Assaf; Apriyanto, Heri; ., Suyuti; Suryaningtyas, Annisa Dewi; Setiastuti, Nugraheni Dewi; Suhendra, Aphang Dewi
IJIS - Indonesian Journal On Information System Vol 10, No 1 (2025): APRIL
Publisher : POLITEKNIK SAINS DAN TEKNOLOGI WIRATAMA MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36549/ijis.v10i1.367

Abstract

Maluku Utara, khususnya kawasan pertambangan kepulauan Halmahera, merupakan salah satu pusat industri pertambangan terbesar di Indonesia, sangat krusial bertransformasi menjadi desa cerdas lingkungan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mencari knowledge gap dan empirical/practical gap dengan metode analisis bibliometrik pada pustaka digital Scopus selama satu dekade. Hasil analisis bibliometrik menunjukkan istilah “village mining” dan “village environment” sebagai fokus utama yang terbagi menjadi tiga klaster: (1) “data mining” dengan pendekatan komputasional, (2) “environmental monitoring” dan “risk assessment” untuk konservasi lingkungan, serta (3) aspek manusia yang menyoroti dampak social, ekonomi dan kesehatan. Sinergi lintas disiplin menjadi kunci dalam mendukung model desa cerdas lingkungan. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan survei empiris dan tinjauan teoretis guna menyusun model kematangan baru hasil validasi empiris.Kata Kunci: Model Kematangan, Desa Cerdas Lingkungan, Analisis Bibliometrik, Maluku Utara.
SEMAR v1.0: An AI-driven Conceptual Model and Architecture for Smart Government in Indonesia Using a Mixed-Methods Approach Arief, Assaf; Muhammad, Miftah; Fuad, Achmad; Sensuse, Dana Indra
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 4 (2025): JUTIF Volume 6, Number 4, Agustus 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.4.4996

Abstract

Building smart cities represents a national priority for Indonesia to enhance global competitiveness, with artificial intelligence (AI) driven smart government as a key enabler. However, implementation faces significant challenges including unmeasured organizational maturity, lack of service innovation, fragmented governance, and minimal citizen engagement leading to government institutions' failure in achieving smart city vision. This study aims to develop a holistic conceptual model to identify critical success factors and evaluate processes that integrate public services, fostering AI-driven smart government innovation at strategic level. This research employs mixed-methods exploratory sequential design combining qualitative techniques (Systematic Literature Review, expert interviews) with quantitative validation (citizen survey, statistical analysis). The model was constructed using Factor Analysis, Thematic Analysis, TOGAF framework, and multidimensional view with validation through triangulation, expert judgment, Focus Group Discussions, and statistical analysis. Results show a comprehensive model consisting of 6 dimensions, 17 key components, and 5-layer organizational architecture with high reliability (Cronbach's Alpha 0.709-0.866) and expert consensus (86% agreement in Fuzzy Delphi Method analysis). This framework, referred to as SEMAR v1.0 (Smart Government Nusantara), serves as a benchmark for assessing the maturity and readiness of local government institutions in Indonesia. It offers the potential to improve SPBE scores through systematic evaluation, while also providing a theoretical foundation for smart government scholarship and a practical blueprint for policy implementation.
Development of a Smart Environment Maturity Model for Green Industry in North Maluku's Mining Villages, Indonesia Arief, Assaf; Apriyanto, Heri; Muhammad, Miftah; Harisun, Endah
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 4 (2025): JUTIF Volume 6, Number 4, Agustus 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.4.5107

Abstract

The smart environment maturity model for sustainable mining village areas in North Maluku Province has become a primary demand for the transformation towards sustainable green smart villages. North Maluku, one of Indonesia's largest mining industry provinces, includes the Halmahera and Obi archipelagos as sources of nickel, iron ore/sand, gold, and silver mines. This study aims to develop a maturity model that integrates Indonsian regulations to support green industry implementation in mining villages. The methodology employs Systematic Literature Review to identify Critical Success Factors (CSFs), validated through expert judgment using 5-point Likert scale assessment. The research results yield eight key dimensions, 25 sub-dimensions, and five maturity levels: underdeveloped, developing, self-reliant, advanced, and smart villages. Expert validation achieved an overall average score of 3.65/5.0, indicating moderate acceptance with improvement areas identified in local culture and technology dimensions. The developed framework provides a foundation for environmental informatics applications and decision support systems in rural development contexts. The model addresses national regulations concerning green industry while providing an adaptive framework for archipelago regions, serving as a reference for policy formulation and village fund allocation based on environmental indicators.
EFEKTIVITAS MEDIA EDUKASI VIRTUAL REALITY TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENGELOLAAN SAMPAH 3R: STUDI QUASI-EKSPERIMENTAL DI KOTA TERNATE Arief, Assaf; Fuad, Achmad; ., Rosihan; Syamsuddin, Faris
IJIS - Indonesian Journal On Information System Vol 10, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : POLITEKNIK SAINS DAN TEKNOLOGI WIRATAMA MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36549/ijis.v10i2.423

Abstract

Pengelolaan sampah di Kota Ternate menghadapi tantangan serius dengan rendahnya kesadaran masyarakat hasil survei responden (82,4%) dan minimnya edukasi pengelolaan sampah (75,2%). Penelitian ini bertujuan menginisiasi efektivitas teknologi Virtual Reality (VR) imersif sebagai media edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Desain penelitian menggunakan mixed-method dengan pendekatan quasi-eksperimental pre-post design. Sampel awal terdiri dari 55 responden masyarakat Kota Ternate yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis tematik. Evaluasi awal menunjukkan respon positif terhadap implementasi VR, dengan 98% responden menyatakan setuju bahwa VR dapat meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah. Fitur panduan 3R menjadi yang paling diminati (94,5%). Identifikasi masalah utama pengelolaan sampah meliputi kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya fasilitas pengolahan, dan keterbatasan edukasi. Teknologi VR menunjukkan potensi signifikan sebagai media edukasi inovatif untuk transformasi perilaku pro-lingkungan di kawasan kepulauan, meskipun memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk implementasi skala luas.Keywords: Virtual Reality, Edukasi Lingkungan, Pengelolaan Sampah 3R, Teknologi Imersif, Kota Ternate
ANALISIS KEPUASAN PASIEN RUMAH SAKIT MENGGUNKAN METODE TEORIYA RESHENIYA IZOBRETATELSKIKH ZADATCH (TRIZ) (Studi Kasus: Rumah Sakit Umum Daerah Labuha) Safran, Rohana; Sirajuddin, Hairil Kurniadi; Arief, Assaf
IJIS - Indonesian Journal On Information System Vol 10, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : POLITEKNIK SAINS DAN TEKNOLOGI WIRATAMA MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36549/ijis.v10i2.432

Abstract

Pada tahap awal pertumbuhannya, rumah sakit mengalami modifikasi sebagai organisasi layanan kesehatan dan lembaga yang berfungsi secara sosial. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memiliki Rumah Sakit Umum Daerah Labuha (RSUD Labuha), yang merupakan rumah sakit rujukan regional di Halmahera Selatan. Sensasi yang muncul dari harapan dan perasaan yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan pasien dikenal sebagai kepuasan pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan dan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien rumah sakit. Hal ini dicapai melalui penyebaran kuesioner yang dirancang untuk memahami analisis yang terjadi antara kebahagiaan pasien dan kinerja rumah sakit. Untuk mempertahankan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggannya di tengah inkonsistensi, teknik Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadacth (TRIZ) berupaya mengidentifikasi ide-ide perbaikan prioritas dalam layanan rumah sakit. Hasil metode TRIZ menunjukkan bahwa tujuh atribut layanan C1, C4, C8, C10, C12, C14, dan C19 perlu ditingkatkan, sementara 13 atribut C2, C3, C5, C6, C7, C9, C11, C13, C15, C16, C17, C18, dan C20 memiliki tingkat kesesuaian. Selain itu, tujuh dari dua puluh kualitas layanan yang berkonflik menjadi prioritas utama dalam rencana perbaikan untuk mempertahankan standar layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuha.Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelayanan, Rumah Sakit, Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadacth (TRIZ)
Evaluasi Kualitas Layanan E-Government Pada Aplikasi Pendaftaran Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara Menggunakan Model E-GovQual Berdasarkan Perspektif Pengguna Abdullah, Puja Putri; Rahmawati, Rina; Sensuse, Dana Indra; Lusa, Sofian; Arief, Assaf; Adi, Prasetyo
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 6: Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022956130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi salah satu aplikasi e-government pada instansi Badan Kepegawaian Negara (BKN) yaitu aplikasi SSCASN (Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara) yang digunakan pada proses pendaftaran seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasarkan ulasan dari media sosial masih terdapat permasalahan pada penggunaan SSCASN sehingga aplikasi perlu dievaluasi. Dalam penelitian ini, kuesioner dibagikan kepada 205 responden dengan kriteria pernah mengikuti pendaftaran CASN dan menggunakan aplikasi SSCASN. Dalam menyusun indikator pernyataan penelitian ini menggunakan model e-GovQual dan untuk mengolah data menggunakan pendekatan PLS-SEM. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semua variabel yang diusulkan yaitu Reliability, Efficiency, Trust, dan Citizen Support memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kualitas layanan e-government pada aplikasi SSCASN. Hasil dengan pengaruh yang paling tinggi diperoleh oleh variabel Efficiency yang mendapatkan persentase dengan nilai 42,3%, disusul dengan Reliability dengan nilai 32,2%, Trust dengan nilai 25%, dan Citizen Support dengan nilai 7%. Adapun rekomendasi yang kami berikan berdasarkan hasil evaluasi adalah BKN sebagai instansi yang bertanggungjawab dalam pengembangan aplikasi SSCASN harus memprioritaskan semua indikator yang ada pada variabel Efficiency dan Reliability karena mendapatkan nilai tertinggi dan paling berpengaruh pada kualitas layanan SSCASN. Sedangkan dalam aspek Trust dan Citizen Support, BKN harus mulai melakukan beberapa perbaikan seperti meningkatkan tingkat keamanan aplikasi dan meningkatkan kualitas layanan helpdesk support pada aplikasi SSCASN. AbstractThe goal of this research is to assess one of the e-government applications at National Civil Service Agency (BKN), namely SSCASN (Sistem Seleksi Calon ASN) which is used in the registration process for selection of State Civil Apparatus (ASN) candidate. Based on reviews from social media and helpdesk data report on SSCASN 2021, there are still problems in using SSCASN so the application needs to be evaluated. In this study questionnaires were distributed to 205 respondents who had registered for CASN and used the SSCASN application. In compiling indicators, this research statement uses the E-GovQual model and to process data using the PLS-SEM approach. The results showed that all the proposed variabels, Reliability, Efficiency, Trust, and Citizen Support, had a positive and significant relationship with the quality of e-Government services in SSCASN application. The variable with the highest influence is obtained by Efficiency received a score of 42.3 %, followed by Reliability with 32.2 %, Trust with 25%, and Citizen Support received a score of 7%. The recommendation that we provide is that BKN as the responsible institution for developing SSCASN must prioritize all indicators in the Efficiency and Reliability variabels because they get the highest score and have the most influence on the quality of SSCASN services. In terms of Trust and Citizen Support, BKN must start to make some improvements, such as increasing the level of application security and improving the quality of helpdesk support services for SSCASN application.