Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluation of the Welfare of Piece Workers at Oil Palm Plantations in West Kutai, East Kalimantan Murlianti, Sri; Nanang, Martinus; Sukapti; Rahman, Adi; Purwaningsih
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 3 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i3.28

Abstract

The oil palm industry was expected to become a substitute for the main source of foreign exchange for East Kalimantan, which to date is still dependent on coal mining. Since 2018, the Governor of East Kalimantan has launched the Green Kaltim program to accelerate the realization of oil palm as a new mainstay of East Kalimantan’s economy. PT Laskar (a pseudonym) in West Kutai Regency is one of the largest oil palm companies in East Kalimantan and has started to operate in the 1980s. This article is the result of an initial investigation concerning the welfare of piece workers at oil plam plantations to collect data that will be used to prepare labor rights advocacy activities as a form of community service. The investigation was carried out using the participant observation methods. The team visited workers' barracks, socialized with them, strengthened discussions, and together formulated the scope of the problems they faced. The evaluation results reveal that the piece workers are put in a very vulnerable position, both in terms of job certainty, income, health, and assistance from outside parties when experiencing problems. Weak control from the state perpetuates these inhumane labor practices, allowing workers to live in limitations and minimal supports, both from the company and the local government.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Subuh Berkah Pada Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Miftakhul Ulya Rejomulyo Kecamatan Karangjati Ngawi Rifangi, Muhammad; Rahman, Adi; Ayu Ignatyandari, Rinda; Yunistria, Ika; Purnomo, Joko
Jurnal Abdikarya Pembangunan Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jap.v3i1.5876

Abstract

Abstract: The Subuh Berkah Movement is an initiative that aims to mobilize the community to be more active in performing morning prayers in congregation at the Miftakhul Ulya Mosque, Rejomulyo Village, Karangjati District, Ngawi. The program is designed to increase religious awareness, strengthen social solidarity, and build togetherness within the community. The movement encourages community participation in consistently performing morning prayers in the congregation. Through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, the movement utilizes spiritual potential as a key asset to strengthen social ties among congregants. This research shows that the Subuh Berkah Movement not only has a spiritual impact but also empowers the community socially and economically, making the mosque a center for sustainable community empowerment. Keywords: Community Empowerment, Subuh Berkah Movement, Fajr Prayer in Congregation Abstract: Gerakan Subuh Berkah adalah inisiatif yang bertujuan untuk menggerakkan masyarakat agar lebih giat melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Miftakhul Ulya, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Ngawi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran religius, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun kebersamaan dalam komunitas. Gerakan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah secara konsisten. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), gerakan ini memanfaatkan potensi spiritual sebagai aset utama untuk memperkuat ikatan sosial di antara jamaah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Gerakan Subuh Berkah tidak hanya memberikan dampak spiritual, tetapi juga memberdayakan warga dari segi sosial dan ekonomi, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan. Keywords: Pemberdayaan Masyarakat, Gerakan Subuh Berkah, Shalat Subuh Berjamaah
Metode Tempoyak Kelapa : Ekspresi Pendidikan Sufistik dalam Sejarah Islam Tradisional Minangkabau (Kajian Historis atas Peran Syekh Muhammad Yunus di Nagari Kapa, 1940–1962) Rahman, Adi; Nofra, Doni; Suriani , Suriani; Afdayeni, Melia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1808

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik pendidikan Islam tradisional yang diimplementasikan oleh Syekh Muhammad Yunus (Tuanku Sasak) di Nagari Kapa, Pasaman Barat, pada kurun 1940 hingga 1962. Metode Tempoyak Kelapa penggunaan tempurung kelapa sebagai substitusi bantal dianalisis sebagai sebuah bentuk disiplin fisik-spiritual yang bermuatan nilai-nilai asketisme (zuhud), konsistensi (istiqomah), dan kesungguhan hati (mujahadah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis, pengumpulan data secara observasi, wawancara dengan anak, cucu, menantu, murid dan tokoh akademisi, kemudian pengumpulan arsip serta dokumentasi. Penelitian ini mengungkap bagaimana metode tersebut berfungsi sebagai instrumen transformasi karakter santri sekaligus penanda era transisi pendidikan dari sistem surau non-formal ke lembaga pendidikan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini merepresentasikan integrasi antara ajaran tasawuf, kearifan lokal Minangkabau (“alam takambang jadi guru”), dan kebutuhan pedagogis pada masanya tempurung kelapa sebagai pengganti bantal tidur bagi para santri saat lelah dalam belajar. Dalam penerapannya terdapat empat cabang keilmuan yakni: aqidah, fiqih, tarikh dan nahwu. manfaatnya adalah, menggajarkan mengenai kesungguhan hati dalam belajar yang dibarengi dengan niat, istiqomah di mana para santri diajarkan mengenai keikhlasan dan zuhud yakni suatu prinsip untuk tidak ketergantungan terhadap dunia yang mengajarkan para santri tentang kesederhaan dan fleksibilitas dalam belajar.