Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerakan Subuh Berkah Pada Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Miftakhul Ulya Rejomulyo Kecamatan Karangjati Ngawi Rifangi, Muhammad; Rahman, Adi; Ayu Ignatyandari, Rinda; Yunistria, Ika; Purnomo, Joko
Jurnal Abdikarya Pembangunan Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jap.v3i1.5876

Abstract

Abstract: The Subuh Berkah Movement is an initiative that aims to mobilize the community to be more active in performing morning prayers in congregation at the Miftakhul Ulya Mosque, Rejomulyo Village, Karangjati District, Ngawi. The program is designed to increase religious awareness, strengthen social solidarity, and build togetherness within the community. The movement encourages community participation in consistently performing morning prayers in the congregation. Through the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, the movement utilizes spiritual potential as a key asset to strengthen social ties among congregants. This research shows that the Subuh Berkah Movement not only has a spiritual impact but also empowers the community socially and economically, making the mosque a center for sustainable community empowerment. Keywords: Community Empowerment, Subuh Berkah Movement, Fajr Prayer in Congregation Abstract: Gerakan Subuh Berkah adalah inisiatif yang bertujuan untuk menggerakkan masyarakat agar lebih giat melaksanakan shalat subuh berjamaah di Masjid Miftakhul Ulya, Desa Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Ngawi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran religius, memperkuat solidaritas sosial, dan membangun kebersamaan dalam komunitas. Gerakan ini mendorong partisipasi masyarakat dalam melaksanakan shalat subuh berjamaah secara konsisten. Melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), gerakan ini memanfaatkan potensi spiritual sebagai aset utama untuk memperkuat ikatan sosial di antara jamaah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Gerakan Subuh Berkah tidak hanya memberikan dampak spiritual, tetapi juga memberdayakan warga dari segi sosial dan ekonomi, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan. Keywords: Pemberdayaan Masyarakat, Gerakan Subuh Berkah, Shalat Subuh Berjamaah
Metode Tempoyak Kelapa : Ekspresi Pendidikan Sufistik dalam Sejarah Islam Tradisional Minangkabau (Kajian Historis atas Peran Syekh Muhammad Yunus di Nagari Kapa, 1940–1962) Rahman, Adi; Nofra, Doni; Suriani , Suriani; Afdayeni, Melia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1808

Abstract

Penelitian ini menyelidiki praktik pendidikan Islam tradisional yang diimplementasikan oleh Syekh Muhammad Yunus (Tuanku Sasak) di Nagari Kapa, Pasaman Barat, pada kurun 1940 hingga 1962. Metode Tempoyak Kelapa penggunaan tempurung kelapa sebagai substitusi bantal dianalisis sebagai sebuah bentuk disiplin fisik-spiritual yang bermuatan nilai-nilai asketisme (zuhud), konsistensi (istiqomah), dan kesungguhan hati (mujahadah). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis, pengumpulan data secara observasi, wawancara dengan anak, cucu, menantu, murid dan tokoh akademisi, kemudian pengumpulan arsip serta dokumentasi. Penelitian ini mengungkap bagaimana metode tersebut berfungsi sebagai instrumen transformasi karakter santri sekaligus penanda era transisi pendidikan dari sistem surau non-formal ke lembaga pendidikan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini merepresentasikan integrasi antara ajaran tasawuf, kearifan lokal Minangkabau (“alam takambang jadi guru”), dan kebutuhan pedagogis pada masanya tempurung kelapa sebagai pengganti bantal tidur bagi para santri saat lelah dalam belajar. Dalam penerapannya terdapat empat cabang keilmuan yakni: aqidah, fiqih, tarikh dan nahwu. manfaatnya adalah, menggajarkan mengenai kesungguhan hati dalam belajar yang dibarengi dengan niat, istiqomah di mana para santri diajarkan mengenai keikhlasan dan zuhud yakni suatu prinsip untuk tidak ketergantungan terhadap dunia yang mengajarkan para santri tentang kesederhaan dan fleksibilitas dalam belajar.
How Safe Are Principles and Good Corporate Governance Applied in an Indonesian Zakat Institution? Rahman, Adi; Deden Dinar Iskandar; Budi Santosa, Purbayu
Jati: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia JATI Vol 8, No 2: October 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jati.v8i2.27716

Abstract

This study examines the application of the 3 Aman Principles, namely Aman Syar’i (compliance with Islamic law), Aman Regulation (compliance with legal standards), and Aman NKRI (commitment to the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia), together with Good Corporate Governance (GCG) principles at one of the National Zakat Boards (BAZNAS) in Indonesia. A descriptive qualitative method with a case study approach was employed, involving separate interviews with five BAZNAS officials, direct observation, document analysis, and open-ended questionnaires to zakat payers (muzakki). Data validity was ensured through source and technique triangulation. The novelty of this research lies in integrating the 3 Aman Principles, which reflect Indonesia’s distinctive approach to zakat governance, with GCG principles commonly used in corporate governance and recognized internationally. This integration offers a perspective rarely discussed in prior studies. The findings show that compliance and accountability have been effectively implemented, although improvements are needed in financial reporting transparency and strategies to engage potential zakat payers. Theoretically, this study contributes to the literature by demonstrating the synergy of national and international governance principles in enhancing institutional trust. Practically, the results guide zakat institutions in developing governance strategies that strengthen public trust.