Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KONSELING ANAK-ANAK (SOLUSI MEMECAHKAN PROBLEM ANAK) Rozak, Purnama
Al-Athfal Vol 3 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.508 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v3i2.531

Abstract

Konseling anak-anak merupakan suatu usaha untuk membantu memecahkan masalah anak-anak, yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan, perkembangan, kedewasaan dan juga meningkatkan fungsi serta kemampuan untuk menghadapi kehidupan yang lebih baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan Anak dengan Konselor, dan kriteria konselor bagi anak-anak.Adapun metode penelitaian ini adalah penelitian kualitatif library research atau penelitian kepustakaan. Hasil penelitiannya hubungan Anak dengan Konselor :1. Karakter hubungan anak dengan konselor (dan pengaruh karakter ini pada hubungan orang tua dengan konselor)Agar efektif secara optimal, hubungan seorang anak dengan konselor harus mengikuti semua faktor sebagai berikut:Ada keterkaitan antara dunia anak dengan konselor,Eksklusif, Aman, Autentik, Rahasia,Nonintrusif (tidak mencampuri), Mempunyai tujuan. 2. Tranference (Pengganti).Transference adalah istilah yang berasal dari teori psikoanalisis. Pasa terapi anak, transference terjadi ketika anak berperilaku terhadap konselor seolah konselor adalah ibu si anak, ayah si anak, atau orang dewasa lain yang bermakna dalam kehidupan anak.. Adapun untuk Kriteria Konselor bagi Anak-anakantara lain Kongruen,Berhubungan dengan sisi kekanakanya,menerima dan tidak emosional.
PENERAPAN MEDIA LOOSE PART DALAM KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI Rozak, Purnama
Al-Athfal Vol 2 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.61 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v2i1.535

Abstract

Mengenai pembelajaran media loose part yang perlu dikembangkan untuk menjadi suatu media bahan ajar yang dapat digunakan oleh anak usia dini. Media loose part ini dapat mengembangkan berbagai aspek, terutama dalam aspek motorik halu Dengan adanya media pembelajaran berbasis loose part ini dapat memudahkan anak dalam pencapaian perkembangan motorik halusnya. Media loose part merupakan salah satu media yang dapat disusun, dirangkai, digabungkan, dipindahkan dan yang lainnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran media loose part untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian yang bisa memfasilitasi untuk melakukan analisis ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, penggunaan media loose part dalam pembelajaran di kelas sudah optimal untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini, karena media pembelajaran loose part ini merupakan media yang menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan serta dapat menciptakan sebuah karya hasil dirinya. Kesimpulannya, dengan adanya pembelajaran berbasis media loose part ini akan meningkatkan kreativitas serta motorik halus anak dalam aktivitas pembelajaran di kelas. Media loose part juga karena bahan-bahannya mudah ditemukan di lingkungan sekitar anak, maka anak akan belajar untuk menghargai, mendaur ulang bahan-bahan yang ada di sekelilingnnya.
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB LUKA PSIKOLOGIS PADA ANAK-ANAK DAN KONSELING PENYEMBUHANNYA Rozak, Purnama
Al-Athfal Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : STIT Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.609 KB) | DOI: 10.58410/al-athfal.v1i2.572

Abstract

Kenakalan anak adalah hal yang paling sering menjadi penyebab kemarahan orang tua, sehingga anak menerima hukuman dan bila disertai emosi maka orangtua tidak segan untuk memukul atau melakukan kekerasan fisik. Bila hal ini sering dialami oleh anak maka akan menimbulkan luka yang mendalam pada fisik dan batinnya. Sehingga akan menimbulkan kebencian pada orang tuanya dan trauma pada anak. Akibat lain dari kekerasan anak akan merasa rendah harga dirinya karena merasa pantas mendapat hukuman sehingga menurunkan prestasi anak disekolah atau hubungan sosial dan pergaulan dengan teman - temannya menjadi terganggu, hal ini akan mempengaruhi rasa percaya diri anak yang seharusnya terbangun sejak kecil. Maka menarik untuk diteliti tentang Faktor-faktor apasajakah yang menyebabkan anak rentan luka psikologis dan Bagaimana mengatasi anak yang rentan luka psikologis, jadi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan anak rentan luka psikologis dan bagaimana mengatasi anak yang rentan luka psikologis. Adapun metode penelitaian ini adalah penelitian kualitatif library research atau penelitian kepustakaan.Hasil penelitiannya: faktor-faktor yang menyebabkan anak rentan luka psikologis antaralain:1. Stresor (Pemicu stres), 2. Perceraian, 3. kekerasan pada anak (child abused), 4. Orang tua yang depresi, 5. Pengaruh kasih sayang orang tua pada gangguan psikologis anak.Solusi kenseling penyembuhannya dengan : Terapi perilaku atau pembentukan perilaku, Psikoterapi, terapi bermain, terapi kelompok, terapi kognitif dan terapi keluarga.
Islamic Microfinance and Cultural Synergy: A Catalyst for Women’s Economic Independence in Sandi Morse MSMEs Purnamasari, S; Zainul, M; Rozak, Purnama; Huzaini, Huzaini
Mimbar Agama Budaya Vol. 41 No. 2 (2024)
Publisher : Center for Research and Publication (PUSLITPEN), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v41i2.41693

Abstract

The main agenda of the UN Sustainable Development Goals (SDGs) and the African Union (AU) Agenda 2063 is to end poverty and inequality in all its forms without exception through the economic empowerment of women. The broad geographical and cultural conditions as well as the demographic conditions of society, especially MSME actors who are dominated by women and have various levels of knowledge (education, knowledge) must be the main focus. This research answers the potential for using the Islamic financing model as a tool to increase the capacity of women's empowerment and what are the obstacles to financial independence for women in Morse Indah MSMEs. This research is qualitative research with a case study approach and descriptive analytical data analysis techniques. The results of this research are that microfinance institutions have a model in the form of providing access to financial services for women such as financing and business savings through training models in management and business development opportunities. Based on the curation of analysis and research findings, the obstacles are problems in the field of access to financing, and the encouragement of digitalization/onboarding of MSMEs for women/expansion of marketing through digitalization.