Claim Missing Document
Check
Articles

Found 70 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Neraca Air Sungai Alopohu Di Titik Bendung Alopohu Kabupaten Gorontalo Gerald C. A. Nayoan; Jeffry S. F. Sumarauw; Liany A. Hendratta
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Alopohu yang terletak di Kabupaten Gorontalo dimanfaatkan untuk mengairi lahan irigasi D.I Alopohu dengan luas fungsional 3462 ha. Akan tetapi, pada periode musim kemarau, debit sungai Alopohu mengalami penurunan drastis. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan studi mengenai neraca air dan melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air Sungai Alopohu. Analisis Neraca Air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan air dan kebutuhan air. Ketersediaan air dihitung berdasarkan seri data debit tahun 2007-2021 yang bersumber dari PDA Alopohu-Limehu dan transformasi hujan menjadi aliran menggunakan metode NRECA. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air irigasi. Hasil analisis neraca air menunjukan bahwa ketersediaan air Sungai Alopohu tidak mampu memenuhi kebutuhan air D.I Alopohu. Untuk meminimalisir defisit, perlu memberlakukan sistem rotasi dalam pemberian air. Kata kunci - sungai Alopohu, metode NRECA, neraca air
Analisis Neraca Air Sungai Malalayang Di Titik Pengamatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pancuran IX, Winangun, Kota Manado Mattheuw D. Taju; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Manado memanfaatkan air sungai Malalayang untuk pemenuhan kebutuhan air, yang diolah oleh PDAM Kota Manado. Berdasarkan hal ini maka perlu dilakukan analisis neraca air untuk mendapatkan nilai keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Analisis neraca air dilakukan dengan menganalisis ketersediaan air DAS IPA Pancuran IX menggunakan metode NRECA (Natural Rural Electric Cooperative Association) untuk mencari nilai Q90% sebagai kebutuhan air bersih. Nilai kebutuhan air yang dihitung merupakan nilai kebutuhan pengambilan air oleh IPA Pancuran IX dan IPA Lotta Pineleng serta kebutuhan air Q95% sesuai dengan peraturan pemerintah untuk pemeliharaan sungai. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai kebutuhan air bersih dan kebutuhan pemeliharaan sungai Q95% tidak dapat tercukupi dikarenakan debit sungai hasil hitung Q90% yang relatif kecil. Kata kunci - sungai Malalayang, metode NRECA, PDAM, neraca air
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Pinabetengan Utara Kecamatan Tompaso Barat Kabupaten Minahasa Marcella M. Koilam; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata air Sinuiyan adalah mata air yang berada di Pegunungan Tonderukan, tepatnya di ujung selatan Desa Pinabetengan. Namun, masyarakat setempat belum mengolah sistem jaringan air bersih dengan baik dan menyeluruh. Oleh karena itu diperlukan perencanaan untuk sistem penyediaan air bersih di Desa Pinabetengan Utara. Penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam merencanakan sistem penyediaan sistem penyediaan air bersih, seperti studi lapangan dan studi literatur. Sistem Penyediaan air bersih di Desa Pinabetengan Utara direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hingga tahun 2032. Untuk memprediksi jumlah kebutuhan air bersih, maka digunakan proyeksi dengan Analisis Regresi. Hasil analisis menunujukkan bahwa jumlah pertumbuhan penduduk Desa Pinabetengan Utara hingga tahun rencana 2032 adalah 1622 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 1,4 liter/detik. Perpipaan dihitung dengan menggunakan persamaan Hazen – Williams dengan menggunakan pipa HDPE (High Density Polythene). Sumber air yang digunakan berasal dari mata air dengan debit sesaat sebesar 2 liter/detik. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air dibuat bronkaptering dan kemudian air dialirkan melalui pipa distribusi ke Hidran Umum. Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Pinabetengan Utara sampai tahun 2032, dibutuhkan 17 Hidran Umum. Kata kunci: desa Pinabetengan Utara, air bersih, sistem penyediaan, pengaliran gravitasi
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Marinsow Di Desa Kalinaun Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Charly Ambat; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Marinsow merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Utara Kecamatan Likupang Timur. Letak Sungai Marinsow melewati Desa Kalinaun. Sungai Marinsow pernah mengalami peningkatan tinggi muka air sehingga menyebabkan banjir, oleh karena itu dibutuhkan analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2009 s/d 2018 pos hujan Araren-Pinenek dan pos hujan Klimatologi Maen. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,8615. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Marinsow yang ditinjau sudah tidak dapat menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: sungai Marinsow, banjir, air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Tinggi Muka Air Dan Debit Banjir Sungai Tateli Di Desa Tateli Tiga Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Febrianti R. Siban; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Tateli merupakan salah satu sungai di Kecamatan Mandolang, yang pernah meluap dan membanjiri daerah yang dilewati oleh sungai Tateli yang sebagian besar merupakan pemukiman masyarakat. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Tinoor. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2020. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji debit puncak menunjukan 3,0 m3/detik. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS. Hasil simulasi menunjukan bahwa semua penampang sungai Tateli yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir rencana yang terjadi untuk tiap kala ulang. Kata kunci: sungai Tateli, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Kelurahan Lahendong Kecamatan Tomohon Selatan Kota Tomohon Melalui Pemanfaatan Sumber Mata Air Zanoriri Valentsia R. Pantow; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok pada berbagai aktivitas manusia. Kebutuhan sehari – hari, seperti mencuci, memasak, mandi dan kebutuhan konsumsi membutuhkan keberadaan dan ketersediaan air yang cukup khususnya air bersih. Di Kelurahan Lahendong ini memiliki sumber mata air yang sering disebut Mata Air Zanoriri. Namun pemanfaatan air bersih ini belum bersifat menyeluruh, yang artinya belum semua anggota masyarakat Kelurahan Lahendong mendapat distribusi air dari sumber mata air tersebut . Meskipun termasuk daerah yang potensi, namun jika tidak di manfaatkan maka sumber daya air ini tidak akan bisa tersalur dengan baik pada masyarakat. Adapun metode – metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Studi Lapangan dan Studi Literatur . Proyeksi pertumbuhan penduduk sampai tahun 2032 di hitung menggunakan 3 metode regresi, yaitu metode regresi lineer, regresi logaritma dan regresi ekspondensial. Dan berdasarkan hasil analisa, trend regresi terbaik dengan r (koefisien korelasi) yaitu 1 dan dengan koefisien Se yang bukan merupakan yang terbesar adalah analisa regresi linier dengan jumlah penduduk pada tahun 2030 mencapai 3347 jiwa. Untuk reservoir distribusi yaitu ( 11 x 11 x 13,7 ) m menggunakan pipa diameter 75 dan 50 mm . Kemudian air bersih akan didistribusikan ke penduduk secara gravitasi melalui Dua Belas (12) Hidran Umum yang tersebar di Kelurahan Lahendong dengan debit setiap hidran 0,25 liter/detik. Kata kunci: air bersih, sistem penyediaan, metode regresi, hidran umum
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Pakawa Di Kelurahan Makalonsow Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa Gisella F. Oroh; Cindy J. Supit; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Pakawa merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kecamatan Tondano Timur yang pernah meluap pada 5 November 2022 sehingga mengakibatkan kerugian dalam kehidupan masyarakat terutama dalam sektor pertanian. Oleh karena itu diperlukan analisis debit banjir dan tinggi muka air. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang diambil dari pos klimatologi hujan Tondano – Paleloan tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran dilakukan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service serta baseflow menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan melakukan uji debit puncak. Hasil debit puncak menunjukan 0,7 m3/det. Setelah itu dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang sudah dikalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air dengan menggunakan data penampang yang telah diukur di lapangan. Hasil simulasi menunjukan bahwa luapan banjir hanya terjadi pada STA 0+025 untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun. Dan untuk STA lainnya untuk tiap kala ulang masih mampu untuk menampung debit banjir. Kata kunci: Sungai Pakawa Makalonsow, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Kajian Pengendalian Banjir Di Sungai Kombi Desa Kombi Kabupaten Minahasa Deniel J. Sakudu; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Kombi merupakan sungai yang mangalir dari pegunungan Lembean lalu melintasi desa Kombi. Pada saat intensitas hujan yang tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri desa Kombi. Maka dilakukan penelitian dari aspek Hidrologi dan Hidraulika terkait besar debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang potensial terjadi sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian bencana tersebut. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan mengunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2021 yang berasal dari stasiun Klimatologi Paleloan. Penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Pada program ini dilakukan kalibrasi parameter – parameter untuk mendapatkan debit puncak yang mendekati data debit puncak sungai kontrol. Selanjutnya dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang diinput pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Dilakukan simulasi elevasi tinggi muka air terhadap penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi di STA 0+25, STA 0+50, STA 0+100, STA 0+125, dan STA 0+150 pada semua debit banjir kala ulang. Kemudian untuk STA 0+75, STA 0+175 dan STA 0+200 hanya mampu menampung debit kala ulang 5 tahun, lalu meluap pada kala ulang 25 tahun, kala ulang 50 tahun dan kala ulang 100 tahun. Kata kunci: Sungai Kombi, banjir, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Tinggi Muka Air Banjir Sungai Paniki Di Desa Borgo, Tanawangko Kabupaten Minahasa Andre Ch. Tampi; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Paniki adalah salah satu sungai yang berada di desa Borgo, Tanawangko, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Sungai Paniki pernah meluap dan menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, serta menganggu lalu lintas kendaraan. Oleh karena itu, dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air dari Sungai Paniki.Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari satu pos hujan, yaitu pos hujan MRG Ranowangko-Taratara. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji debit puncak menunjukan 38.5 m3/detik. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Untuk STA 0+025, STA 0+050, STA 0+125 tidak mampu menampung debit banjir kala ulang. Untuk STA 0+075 hanya mampu menahan debit banjir pada kala ulang 5 tahun. Untuk STA 0+100 hanya meluap pada kala ulang 100 tahun. Untuk STA 0+150 hanya meluap pada kala ulang 50 tahun dan 100. Dan terakhir, untuk STA 0+175 dan STA 0+200 masih mampu menahan debit banjir di semua kala ulang. Kata kunci: Sungai Paniki, banjir, hidraulika, HEC-HMS, HEC-RAS
Peningkatan Sistem Jaringan Air Bersih Di Desa Tumaratas Dua Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa Cyndy M. Pangkey; Tiny Mananoma; Jeffry S. F. Sumarauw
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tumaratas Dua merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Langowan barat Kabupaten Minahasa. Masyarakat memanfaatkan air bersih dari sumber mata air pengunungan yaitu gunung Soputan menggunakan sebuah bak penampungan serta pipa transmisi dan disuplai yang hanya sebatas hidran umum, ada juga masyarakat yang menggunakan sumur. Saat musim kemarau banyak sumur mengalami kekeringan, dan saat musim hujan air sumur menjadi keruh. Karena itu, masyarakat memanfaatkan mata air dari pengunungan. Berangkat dari persoalan tersebut maka perlu adanya peningkatan sistem jaringan penyediaan air bersih. Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data primer dan sekunder untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air bersih. Ketersediaan air bersih dilakukan dengan pengukuran langsung debit mata air sehingga didapat debit sebesar 4,18 liter/detik. Proyeksi kebutuhan air bersih diperoleh melalui analisis regresi linier. Jumlah pertumbuhan penduduk hingga tahun 2042 mencapai 2039 jiwa, dengan jumlah kebutuhan air harian maksimum 1,880 liter/detik. Sistem perpipaan menggunakan rumus persamaan Hazen-Williams dan software Epanet 2.2 dengan menggunakan pipa jenis HDPE. Dalam perencanaan ini untuk menangkap air dari mata air menggunakan Bronkaptering kemudian air dialirkan melalui pipa distribusi ke hidran umum . Untuk melayani kebutuhan air bersih penduduk Desa Tumaratas Dua sampai tahun 2042, dibutuhkan 21 Hidran Umum dengan dimensi 4 m³. Kata kunci: Desa Tumaratas Dua, air bersih
Co-Authors Abdulhalim, Dwiki Fahrezi Adare, Demetrius R. Ch. Agnesia Kumajas Alex Binilang Anastasya Feby Makawimbang Andre Ch. Tampi Andrew, Alfredo Andriano Petonengan, Andriano Andronikus Pebakirang, Andronikus Angel C. Poli Anggie G. M. Rantung Charly Ambat Christian Yonatan Sumampouw Cindy J. Supit Cindy J. Supit Cyndy M. Pangkey Dave Steve Kandey, Dave Steve Deandra Kalalo Delarue, Naomi W. N. Deniel J. Sakudu Dennis Paul Tambingon, Dennis Paul Djokja, Syalia Ayu Fitriana Dzul Firmansah Dengo, Dzul Firmansah Eunike Korua Eveline M. Wuisan Fabian J. Manoppo Febrianti R. Siban Gerald C. A. Nayoan Giovani A. Patiro Giovanni David Posumah, Giovanni David Gisella F. Oroh Glend Randy Kansil, Glend Randy Gloria A. Palit Gracia K. Manoppo Haniedo P. Salem, Haniedo P. Hanny Tangkudung Hutabarat, Urgent Valensky Ineke, Venesia Aprilia Injilia P. Timbuleng Isa, Mohamad Isabella E. G. Palit Jeremia R. R. Oroh Jeremia V. Lumbantobing Jimmy Y. Kalumata Jonathan R. Kawet Josse A. Limpong Julio A. D. Mangare Kamase, Malinda Kambey, Glandi Deivie Kapantouw, Billy Kelvin Haryono Auwyanto Kereh, Inri Eklesia Koagouw, Yohanis Wuaya Yusuf Komansilan, Beauty C. V. Kondoj, Aditya Supryanto La'la Monica Lalamentik, Tesalonika Catharina Lambertus Tanudjaja Langi, Rolando Atryno Eduard Lengkey, Anggielina Priska Lengkong, Jeanifer Claudia Leonardo Mamahit Liany Amelia Hendratta Liuw, Petra M. J. Lombogia, Christhio A. P. Lumentut, Valen Yanny Lumowa, Thessalonika S. G. Makahinsade, Imanuel Makal, Ariel Pribady Makasaehe, Deborah Mamahit, Yessy Natasha Mambu, Venezia Syaloom Mamuaya, Frana L. Manampiring, Aaron A. A. Manengkey, Arsita Maria Manoppo, Marcelina R. T. Mantik, Maria Teresya Marcelino G. R. Mamoto Marcella M. Koilam Marcellino J. Manoppo Marco Salomo Mattheuw D. Taju Melisa Massie Mentang, Risky Schwars Meriam S. Umbas Meruntu, Philips Alexander Mokobombang, Muhamad Ervan Mokoginta, Rendy Momuat, Diana Gabbrylia Indira Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Moningka, Kevin Elberd Moomin, Gavrila S. R. Morong, Nikita Muhammad A. Tumian Muhammad A. Z. Safii Muhammad Mufli Fajar Muntu, Andrew Daniel Nadia C. Mawikere Ni Kadek A. F. C. E. Subagia, Ni Kadek A. F. C. E. Novia Ros Rante, Novia Ros Ondang, Gisela Palimbongan, Regyna Zefanya Amelia Pangemanan, Axel R. Pessak, Imanuel Z. Pingkan Esterina Tampanguma, Pingkan Esterina Pioh, Aditya H. R. Pua, Michael Rafael W. Sondakh Rambembuoch, Irandy E. Rayza D. P. Tubagus Ricardo I. W. Kalangi Rivaldy, Dandy Ramdan Roski R.I. Legrans Rotikan, Janti Rugian, Selly A. S. S. Runtuwene, Natassa M. T. Sabar Sihombing Sahetapy, Justi Edgar Sahusilawane, Gravenno Salaki, Perchy R. C. Sandra, Gusti Ayu Senaen, Yosua Marsel Shawn D. Kairupan Simaremare, Ivana W. Sisvanto, Kenyo Sekardonya Slat, Queen Sukma Suadnya, Dewi Parwati Sundalangi, Alfa Dipo Susilo, Dewi M. M. Svita Eka Ristie Ramadhan, Svita Eka Ristie Talumepa, Marcio Yosua Tawalujan, Kevin Filindo Tawera, Alfanny A. Tiny Mananoma Tiny Mananoma Tiny Mananoma Tiny Mananoma Titirlolobi, Josephat D. Tiwow, Yeremia E. J. Toha, Judhistira R. S. Tommy Jansen, Tommy Topah, Renaldo F. Tuda, Gabriella Elmalina Tulandi, Andre Felix Tumatar, Aurel L. L. Turangan, Regia Utomo, Satrio Bagus Valentsia R. Pantow Wahongan, Chresto Ezra Walalangi, Defanly K. Wantania, Joel Y. F. Welliang, Aditya Hadipradana Wirando T. Wilar Yosua Aditya Ratu Zefanya I. G. Pangemanan