Claim Missing Document
Check
Articles

Found 70 Documents
Search
Journal : TEKNO

Kajian Potensi Banjir Sungai Lobu Desa Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow Jimmy Y. Kalumata; Jeffry S. F. Sumarauw; Liany A. Hendratta
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58190

Abstract

Sungai Lobu adalah salah satu sungai yang berada di Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow. Sungai Lobu pernah meluap menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan MRG Ayong Bumbung, MRG Lolak Solog, MRG Pusian dan MRG Pindol. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN), dan aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Hasil uji debit puncak kalibrasi 23,4 m3/detik mendekati debit puncak observasi. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang disetiap STA sungai Lobu yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir rencana pada setiap kala ulang. Maka, dilakukan redimensi untuk setiap penampang sehingga mampu menampung besaran debit banjir Q100. Kata kunci: Sungai Lobu; debit banjir; tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Penataan Sistem Drainase Di Jalan RS. GMIM Kalooran Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Rafael W. Sondakh; Jeffry S. F. Sumarauw; Tiny Mananoma
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58199

Abstract

Jalan RS Kalooran adalah jalan yang berada di kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Di beberapa section jalan tersebut kerap kali terdapat genangan air dari saluran drainase akibat curah hujan yang tinggi. Drainase yang berada di kawasan tersebut banyak terjadi pengendapan sedimentasi yang mengakibatkan rusaknya konstruksi yang terdapat di saluran sehingga air hujan mengalir memenuhi jalan. Dari kondisi tersebut, perlu dilakukan analisis kinerja sistem drainase untuk mengurangi resiko terjadi genangan ataupun banjir di wilayah tersebut. Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah drainase termasuk kondisi sistem dan prasarana drainase sekaligus memberi solusi untuk meminimalisir terjadinya genangan dengan meninjau kembali sistem drainase dan dimensi saluran eksisting yang ada. Sehingga dari hasil penelitian dalam tugas akhir ini dapat memberikan data-data terkait masalah drainase di Jalan RS GMIM Kalooran dengan pemecahan masalah berdasarkan analisis hidrologi dan analisis hidraulika aliran saluran terbuka. Tahapan penelitian meliputi tahap persiapan, selanjutnya dilakukan pengumpulan data primer melalui survei lapangan untuk mendapatkan data fisik saluran, mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dengan pengamatan dan wawancara penduduk yang tinggal Jalan RS GMIM Kalooran. Analisis Data yang dilakukan dalam penelitian iniadalah : a. Analisis Hidrologi Analisis data curah hujan rencana; Analisis debit rencana saluran; b. Analisis Hidraulika; Cek kapasitas saluran dan gorong-gorong. Berdasarkan hasil analisis, hampir semua saluran tidak dapat mengalirkan debit rencana dikarenakan beban debit dari area perbukitan juga mengalir ke sistem drainase disekitar RS GMIM Kalooran. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperlukan penambahan saluran drainase baru dan menambah 2 outlet baru agar akumusi debit di outlet eksisting tidak terlalu besar, Penyesuaian dimensi pada saluran eksisting yang sudah ada, Pada sistem saluran eksisting terdapat 32 saluran dan 14 gorong-gorong yang mengalirkan air menuju 2 titik outlet. Kata kunci: drainase, analisis hidrologi, analisis hidraulika, saluran
Analisis Debit Banjir dan Tinggi Muka Air Sungai Sapalalum Di Desa Lelema Kabupaten Minahasa Selatan Agnesia Kumajas; Jeffry S. F. Sumarauw; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58389

Abstract

Sungai Sapalalum merupakan salah satu sungai di Kabupaten Minahasa Selatan yaitu di desa Lelema, Kecamatan Tumpaan. Sungai ini sudah pernah meluap dan menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang di ambil dari pos Klimatologi hujan Ranowangko – Tara- tara dan Pentu – Pinaling pada tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran dilakukan pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji uji debit puncak menunjukan nilai 45,8 m3/det. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa STA 0+025, STA 0+100, STA 125, STA 0+150, STA 0+175, STA 0+200 tidak dapat menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Hanya STA 0+075 yang dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Sungai Sapalalum, Banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Kapasitas Penampang Terhadap Debit Banjir Anak Sungai Tondano Di Kompleks Rumah Sakit Manado Medical Center Kota Manado Manampiring, Aaron A. A.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.58586

Abstract

Sungai Tondano merupakan salah satu sungai terbesar yang ada di Kota Manado yang memiliki banyak anak sungai sebagai penyumbang debit pada sungai utamanya. Apabila terjadi hujan lebat di Kota Manado maka salah satu Anak Sungai Tondano yang melintasi Kompleks Rumah Sakit Manado Medical Center meluap sehingga membanjiri pemukiman sekitar bantaran sungai tersebut. Maka dari itu berdasarkan masalah yang ada, diperlukan analisis hidrologi yang berguna untuk menganalisis terhadap besarnya debit banjir dan analisis hidraulika untuk menganalisis elevasi tinggi muka air Anak Sungai Tondano dengan menggunakan kala ulang tertentu. Analisis dimulai dengan analisis frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan yaitu data hujan harian maksimum yang didapat dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I dengan memperhatikan pos hujan yang berpengaruh terhadap DAS. Dengan metode Poligon-Thiessen didapati pos hujan yang berpengaruh terhadap DAS Anak Sungai Tondano ialah pos hujan Sawangan. Selanjutnya dilakukan analisis debit banjir rencana menggunakan metode Rasional karena memiliki DAS yang relatif kecil. Kemudian, debit rencana untuk berbagai kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Anak Sungai Tondano yang ditinjau dari STA 0 + 25 sampai STA 0 + 150 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Anak Sungai Tondano, Debit Banjir, Metode Rasional, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Sario Di Titik Jembatan Kanaan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado Pangemanan, Axel R.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59110

Abstract

Sungai Sario merupakan merupakan salah satu sungai yang ada di kota Manado, yang melintasi kelurahan Ranotana Weru dan bagian hilir yang berakhirnya aliran sungai tersebut di Teluk Manado. Sungai tersebut merupakan sungai yang rawan akan terjadinya bencana alam seperti banjir, dengan intensitas hujan yang sangat tinggi sungai pernah menyebabkan banjir akibat luapan air sungai tersebut di titik jembatan Kanaan Ranotana Weru. Analisis debit banjir curah hujan rencana mengunakan metode Log Pearson III dengan data hujan harian maksimum dengan periode pencatatan dari tahun 2013 s/d 2022 data tersebut berasal dari pos Tikala-Sawangan dan Tinoor. Mengingat perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Pada program ini akan mengkalibrasi parameter – parameter seperti Cuve Number, initial discharge, ratio to peak, lag time dan recession constant untuk mendapatkan debit puncak yang sama atau mendekati dengan data debit puncak sungai kontrol sebesar 1,4 m3/s. Debit puncak dari hasil simulasi HEC-HMS adalah 1,3 m3/detik kemudian dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang akan dimasukkan pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Lalu dilakukan simulasi elevasi tinggi muka air dengan penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukan tidak terjadi luapan pada kala ulang 5 tahun sampai dengan 100 tahun di STA 0+200, lalu di STA 0+175 dan 0+100 terjadi luapan pada kala ulang 50 tahun dan 100 tahun, kemudian di STA 0+125 hanya mampu menampung debit banjir kala ulang 5 tahun, pada STA 0+175 terjadi luapan pada kala ulang 25 tahun sampai dengan 100 tahun, pada STA 0+50 terjadi luapan di semua debit kala ulang,serta untuk 0+25 hanya mampu menampung debit kala ulang 5 tahun. Kata kunci: Sungai Sario, debit banjir rencana, tinggi muka air, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir dan Tinggi Muka Air Sungai Ongkaw Di Desa Ongkaw Dua Kabupaten Minahasa Selatan Manoppo, Marcelina R. T.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59270

Abstract

Sungai Ongkaw terletak di Desa Ongkaw Dua, Kecamatan Sinonsayang, Kabupaten Minahasa Selatan. Sungai Ongkaw pernah meluap, oleh sebab itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi. Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Digunakan data hujan dari pos hujan Klimatologi Nonapan-Wineru. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, yaitu dari tahun 2008 s/d 2021. Pemodelan hujan aliran dengan program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk baseflow akan menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang akan dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji uji debit puncak menunjukan nilai 3,0 m3/det. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Analisis Hidraulika untuk prediksi elevasi tinggi muka air menggunakan program HEC-RAS. Hasil simulasi menunjukkan penampang melintang Sungai Ongkaw pada STA 0+175 dan STA 0+200 yang ditinjau tidak dapat menampung debit banjir untuk kala ulang 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Ongkaw, debit banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Neraca Air Di Titik Bendung Lahendong 2 Desa Rasi Kabupaten Minahasa Tenggara Lumowa, Thessalonika S. G.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Hendratta, Liany A.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis neraca air di titik bendung Lahendong 2, yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi Lahendong di Desa Rasi, Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagian besar air yang digunakan dalam hal ini untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi, jadi dengan melakukan analisis neraca air diharapkan dapat membantu untuk mengatur penggunaan air secara lebih efisien dan optimal. Analisis neraca air dilakukan dengan menghitung perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air. Untuk menghitung ketersediaan air digunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) Modified dengan data yang tersedia yaitu data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk menghitung debit andalan Q80% dan ketersediaan air untuk pemeliharaan Sungai Q95%. Hasil dari analisis neraca air di titik Bendung Lahendong 2 menunjukkan adanya periode-periode defisit air di mana kebutuhan air melebihi ketersediaan air, yaitu pada periode Januari I, Januari II, Februari II, Maret I, April I, Mei I, Mei II, Juni I, Juni II, Juli I, Juli II, Agustus I, September I, September II, Oktober I, Oktober II, Desember I, yang menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan irigasi. Namun, juga terdapat periode surplus air yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif, yaitu pada periode Februari I, Maret II, April II, Agustus II, November I, November II, dan Desember II. Kata kunci: Bendung Lahendong 2, Metode NRECA, neraca air
Kajian Pengendalian Banjir Sungai Bailang Di Titik Puskesmas Bengkol Kota Manado Titirlolobi, Josephat D.; Supit, Cindy J.; Sumarauw, Jeffry S. F.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60315

Abstract

Bailang merupakan sungai yang mengalir dari Minahasa Utara melewati Kelurahan Bengkol , pada saat intensitas hujan yang cukup tinggi, sungai ini meluap dan membanjiri beberapa rumah di Kelurahan Bengkol. Usaha warga telah dilakukan untuk mengatasi banjir tersebut namun usaha tersebut masih kurang berhasil dikarenakan tidak dilandasi ilmu yang tepat, oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir dan tinggi muka air yang mungkin dapat terjadi sehingga bisa mengetahui apa yang bisa dibuat untuk menanangani bencana tersebut. Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan mengunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari pos hujan Bailang-Kayuwatu dan data hujan yang akan digunakan adalah data hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2021. Mengingat kemajuan teknologi yang semakin maju sehingga penelitian ini menggunakan program komputer HEC-HMS untuk analisis hidrologi dengan metode HSS Soil Convservation Services serta baseflow menggunakan metode recession. Kemudian pada program ini akan mengkalibrasi parameter – parameter seperti Cuve Number, initial discharge, ratio to peak, lag time dan recession constant untuk mendapatkan debit puncak yang sama atau mendekati dengan data debit puncak sungai kontrol sebesar 138 m3/s. Debit puncak dari hasil simulasi HEC-HMS adalah 410,8 m3/detik kemudian dilakukan simulasi kala ulang untuk 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun yang akan dimasukkan pada program komputer HEC-RAS untuk analisis hidraulika. Lalu dilakukan simulasi tinggi muka air dengan penampang sungai yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan adanya luapan air yang terjadi pada STA 0+25, STA 0+50, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175 sedangkan pada STA 0+75 dan STA 0+200 dapat menampung semua debit kala ulang. Kata kunci : Sungai Bailang, hujan rencana, debit banjir, HEC-HMS, HEC-RAS
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Sario Di Titik Jembatan Wanea Kota Manado Rugian, Selly A. S. S.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60584

Abstract

Jembatan Wanea merupakan jembatan yang melintang dan berada persis di atas Sungai Sario. Keberadaan Sungai Sario di daerah jembatan ini beberapa kali meluap dan mengakibatkan terjadinya banjir di daerah sekitar Jembatan Wanea. Banjir bandang yang pernah terjadi pada awal tahun 2014, menjadi bencana banjir terbesar yang terjadi di sungai ini sehingga mengakibatkan kerugian yang besar bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian, yakni analisis terhadap besarnya debit banjir dan elevasi tinggi muka air serta tahapan pengendalian banjir yang nantinya perlu dilakukan pada Sungai Sario di titik Jembatan Wanea. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari empat pos hujan, yaitu pos hujan Tinoor, pos hujan Tikala-Rumengkor, pos hujan Tikala-Sawangan dan pos hujan Malalayang Kakaskasen. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan yang terjadi pada STA 0+50, STA 0+75, STA 0+100, STA 0+125, STA 0+150, STA 0+175 dan STA 0+200 pada semua debit banjir kala ulang dan pada STA 0+25 masih dapat menampung debit kala ulang 5 tahun dan debit kala ulang 10 tahun, kemudian luapan terjadi kembali pada debit kala ulang 25 tahun, kala ulang 50 Tahun dan kala ulang 100 Tahun.
Analisis Debit Banjir Dan Tinggi Muka Air Sungai Malalayang Di Titik Jembatan Parigi 7, Kelurahan Bahu, Kota Manado Delarue, Naomi W. N.; Sumarauw, Jeffry S. F.; Mananoma, Tiny
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.60585

Abstract

Sungai Malalayang yang mengalir melintasi Kelurahan Bahu, beberapa kali meluap dan menyebabkan banjir, ketika terjadi hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Malalayang ini mengalami kerugian saat terjadi hujan, karena beberapa rumah dan jalan di kelurahan ini terendam banjir dan mengalami kerusakan. Analisis debit banjir dan tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan menggunakan metode Log Pearson III. Data curah hujan yang digunakan berasal dari empat pos hujan, yaitu pos hujan Malalayang-Kakaskasen, pos hujan Tinoor, pos hujan Ranowangko-Taratara, pos hujan Tikala-Sawangan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 16 tahun, yaitu tahun 2008 s/d 2023. Setelah didapat besaran hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Convertation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan mengkalibrasi debit puncak. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Untuk Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter yang terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur. Hasil simulasi menunjukkan pada penampang melintang dari STA 0+25 menampung banjir pada kala ulang 5 tahun dan pada kala ulang 10 tahun sampai 100 tahun tidak dapat menampung banjir. Pada STA 0+50 sampai STA 0+200 tidak mampu menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana. Kata kunci: Jembatan Parigi 7, Sungai Malalayang, debit puncak, tinggi muka air
Co-Authors Abdulhalim, Dwiki Fahrezi Adare, Demetrius R. Ch. Agnesia Kumajas Alex Binilang Anastasya Feby Makawimbang Andre Ch. Tampi Andrew, Alfredo Andriano Petonengan, Andriano Andronikus Pebakirang, Andronikus Angel C. Poli Anggie G. M. Rantung Charly Ambat Christian Yonatan Sumampouw Cindy J. Supit Cindy J. Supit Cyndy M. Pangkey Dave Steve Kandey, Dave Steve Deandra Kalalo Delarue, Naomi W. N. Deniel J. Sakudu Dennis Paul Tambingon, Dennis Paul Djokja, Syalia Ayu Fitriana Dzul Firmansah Dengo, Dzul Firmansah Eunike Korua Eveline M. Wuisan Fabian J. Manoppo Febrianti R. Siban Gerald C. A. Nayoan Giovani A. Patiro Giovanni David Posumah, Giovanni David Gisella F. Oroh Glend Randy Kansil, Glend Randy Gloria A. Palit Gracia K. Manoppo Haniedo P. Salem, Haniedo P. Hanny Tangkudung Hutabarat, Urgent Valensky Ineke, Venesia Aprilia Injilia P. Timbuleng Isa, Mohamad Isabella E. G. Palit Jeremia R. R. Oroh Jeremia V. Lumbantobing Jimmy Y. Kalumata Jonathan R. Kawet Josse A. Limpong Julio A. D. Mangare Kamase, Malinda Kambey, Glandi Deivie Kapantouw, Billy Kelvin Haryono Auwyanto Kereh, Inri Eklesia Koagouw, Yohanis Wuaya Yusuf Komansilan, Beauty C. V. Kondoj, Aditya Supryanto La'la Monica Lalamentik, Tesalonika Catharina Lambertus Tanudjaja Langi, Rolando Atryno Eduard Lengkey, Anggielina Priska Lengkong, Jeanifer Claudia Leonardo Mamahit Liany Amelia Hendratta Liuw, Petra M. J. Lombogia, Christhio A. P. Lumentut, Valen Yanny Lumowa, Thessalonika S. G. Makahinsade, Imanuel Makal, Ariel Pribady Makasaehe, Deborah Mamahit, Yessy Natasha Mambu, Venezia Syaloom Mamuaya, Frana L. Manampiring, Aaron A. A. Manengkey, Arsita Maria Manoppo, Marcelina R. T. Mantik, Maria Teresya Marcelino G. R. Mamoto Marcella M. Koilam Marcellino J. Manoppo Marco Salomo Mattheuw D. Taju Melisa Massie Mentang, Risky Schwars Meriam S. Umbas Meruntu, Philips Alexander Mokobombang, Muhamad Ervan Mokoginta, Rendy Momuat, Diana Gabbrylia Indira Moningka, Frederiko Marchiano Imanuel Moningka, Kevin Elberd Moomin, Gavrila S. R. Morong, Nikita Muhammad A. Tumian Muhammad A. Z. Safii Muhammad Mufli Fajar Muntu, Andrew Daniel Nadia C. Mawikere Ni Kadek A. F. C. E. Subagia, Ni Kadek A. F. C. E. Novia Ros Rante, Novia Ros Ondang, Gisela Palimbongan, Regyna Zefanya Amelia Pangemanan, Axel R. Pessak, Imanuel Z. Pingkan Esterina Tampanguma, Pingkan Esterina Pioh, Aditya H. R. Pua, Michael Rafael W. Sondakh Rambembuoch, Irandy E. Rayza D. P. Tubagus Ricardo I. W. Kalangi Rivaldy, Dandy Ramdan Roski R.I. Legrans Rotikan, Janti Rugian, Selly A. S. S. Runtuwene, Natassa M. T. Sabar Sihombing Sahetapy, Justi Edgar Sahusilawane, Gravenno Salaki, Perchy R. C. Sandra, Gusti Ayu Senaen, Yosua Marsel Shawn D. Kairupan Simaremare, Ivana W. Sisvanto, Kenyo Sekardonya Slat, Queen Sukma Suadnya, Dewi Parwati Sundalangi, Alfa Dipo Susilo, Dewi M. M. Svita Eka Ristie Ramadhan, Svita Eka Ristie Talumepa, Marcio Yosua Tawalujan, Kevin Filindo Tawera, Alfanny A. Tiny Mananoma Tiny Mananoma Tiny Mananoma Tiny Mananoma Titirlolobi, Josephat D. Tiwow, Yeremia E. J. Toha, Judhistira R. S. Tommy Jansen, Tommy Topah, Renaldo F. Tuda, Gabriella Elmalina Tulandi, Andre Felix Tumatar, Aurel L. L. Turangan, Regia Utomo, Satrio Bagus Valentsia R. Pantow Wahongan, Chresto Ezra Walalangi, Defanly K. Wantania, Joel Y. F. Welliang, Aditya Hadipradana Wirando T. Wilar Yosua Aditya Ratu Zefanya I. G. Pangemanan