Ni Luh Putu Pranena Sastri, Ni Luh Putu Pranena
Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

COMPARISON OF THE PHYSICAL EXAMINATION SKILLS LEARNING PROCESS BEFORE AND DURING COVID-19 PANDEMIC BASED ON EXPERIENTIAL LEARNING THEORY: A MIXED-METHOD STUDY Sastri, Ni Luh Putu Pranena; Hidayah, Rachmadya Nur; Widyandana, Widyandana
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 12, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.80274

Abstract

Background: COVID-19 pandemic has changed learning physical examination skills. Online learning physical examination skills are challenging because it needs standard practice facilities, and students need opportunities to practice. Physical examination skills are essential in clinical medical practice, but research before pandemic demonstrated students’ lack of skills acquisition. Evaluation is needed to determine the differences in the learning process before and during pandemic. This study aims to compare the learning physical examination skills process before and during COVID-19 pandemic and find recommendations for the future.Methods: This research was a mixed-method study with a convergent design. The samples are students and lecturers in the Faculty of Medicine Universitas Pendidikan Ganesha. Quantitative data was obtained from a developed questionnaire about students’ perception of the physical examination skills learning process, then analyzed descriptively and using the ANOVA test. Qualitative data was obtained by interview, then analyzed using thematic analysis.Results: There are significant differences in the learning process of face-to-face, online, and blended physical examination skills (p<0.05) but no difference between face-to-face and blended. Interview results have seven themes, four themes about difference in the learning process based on Kolb Experiential Learning Theory, other themes about preparation before learning, factors in the learning process, and recommendations.Conclusion: Differences in the physical examination skills learning process are in the skills demonstration, practice opportunities, feedback, and interactions. If learning physical examination skills is carried out face-to-face, online, or blended in the future, it will have different needs to be considered in the design and implementation.
Faktor-Faktor Risiko Yang Berkontribusi Terhadap Munculnya Generalized Anxiety Disorder (GAD) Pada Mahasiswa Semester Akhir Di Fakultas Kedokteran Artha, Dewa Gede Bagus Surya Parama; Sastri, Ni Luh Putu Pranena; Purnomo, Ketut Indra
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.719

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji variabel risiko yang berkontribusi terhadap Gangguan Kecemasan Umum pada mahasiswa kedokteran. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan beberapa anak yang menunjukkan tanda-tanda kecemasan berat, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kontributor utama Gangguan Kecemasan Umum meliputi tekanan akademis, perfeksionisme, ekspektasi keluarga yang tinggi, dukungan sosial yang tidak memadai, dan stigma seputar kesehatan mental. Lebih jauh, data ini menunjukkan bahwa gaya hidup yang tidak seimbang dan ambiguitas mengenai masa depan memperburuk kecemasan mahasiswa. Studi ini membahas kesenjangan dalam literatur yang ada dengan menawarkan tinjauan kontekstual dan pengalaman subjektif mahasiswa dalam lanskap pendidikan kedokteran di Indonesia. Studi ini menggarisbawahi perlunya membangun sistem dukungan mental yang komprehensif, inklusif, dan didorong oleh empati di kampus untuk menumbuhkan lingkungan akademis yang sehat secara mental dan emosional.   Kata Kunci: stres akademis, mahasiswa kedokteran, gangguan kecemasan umum, kesehatan mental
Fenomena Zoom Fatigue Pada Mahasiswa Kedokteran di Indonesia Selama dan Setelah Pandemi COVID-19 Pratistha, Putu Stithaprajna; Sastri, Ni Luh Putu Pranena; Giri, Made Kurnia Widiastuti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zoom Fatigue, kelelahan fisik dan mental yang muncul sebagai fenomena selama pandemi dan tetap menjadi isu relevan di era pasca-pandemi seiring diterapkannya model pembelajaran Hybrid. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok yang rentan terhadap kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Zoom Fatigue pada mahasiswa kedokteran di Indonesia melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis. Artikel dikumpulkan dari database Google Scholar, repositori perguruan tinggi, dan jurnal terakreditasi Sinta dengan kriteria yang ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran Hybrid menjadi model yang disukai karena fleksibilitas dan dampak positifnya terhadap kinerja akademik, komponen daringnya secara konsisten berkontribusi pada kelelahan. Ditemukan bahwa mahasiswa kedokteran mengalami kelelahan (fatigue) dan kejenuhan (burnout) pada kategori sedang hingga berat. Terdapat beberapa faktor dominan yang mempengaruhinya terjadinya Zoom Fatigue. Disimpulkan bahwa Zoom Fatigue bukanlah masalah transisi pandemi semata, melainkan tantangan berkelanjutan dalam sistem pembelajaran Hybrid bagi mahasiswa kedokteran yang memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kesehatan mental dan fisik mahasiswa.
Yoga Sebagai Terapi Komplementer Depresi dalam Sektor Wisata Medis di Bali : Systematic Literature Review Assyfaul Fassyahroq; Sastri, Ni Luh Putu Pranena; Dewa Ayu Ifani Erkurniasari; Raissa Nafi; Azzurah Dimyati; Fadel Rahman; Ni Nyoman Ratih Puspita Dewi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i2.929

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berdampak secara signifikan pada kualitas hidup penderitanya. Terapi farmakologis seperti SSRI umumnya digunakan sebagai lini pertama terapi depresi, namun memiliki keterbatasan berupa efek samping dan risiko relaps. Oleh karena itu, pendekatan non-farmakologis seperti yoga menjadi alternatif yang menjanjikan. Yoga menggabungkan latihan fisik, pernapasan, dan meditasi yang berperan dalam menurunkan gejala depresi melalui mekanisme fisiologis dan psikologis yang saling melengkapi. Bali, dengan nilai budaya seperti Tri Hita Karana serta berkembangnya pusat yoga dan spa, menunjukkan potensi besar untuk mengintegrasikan yoga sebagai bagian dari layanan wisata medis. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review terhadap jurnal nasional dan internasional dalam dua jalur analisis. Jalur 1 membahas mengenai efektivitas yoga sebagai terapi komplementer untuk depresi, sedangkan jalur 2 membahas mengenai potensi Bali sebagai destinasi wisata medis berbasis yoga. Analisis dilakukan dengan kerangka PICO (Population, Intervention, Comparison, dan Outcome) dan evaluasi kualitas metodologis berdasarkan pedoman CEBMa (Center for Evidence-Based Management). Pembahasan: Kajian menunjukkan bahwa yoga secara konsisten sangat efektif dalam menurunkan gejala depresi, terutama pada gangguan depresi tingkat ringan hingga sedang. Sementara itu, Bali mempunyai kekuatan budaya, spiritual, dan infrastruktur yang mendukung integrasi yoga dalam pariwisata medis holistik. Simpulan: Yoga dapat direkomendasikan sebagai bagian dari layanan wisata medis di Bali. Meski begitu, diperlukan regulasi, standarisasi, dan kolaborasi lintas sektor demi mengoptimalkan penerapannya sebagai terapi komplementer depresi dalam konteks wisata kesehatan.   Kata Kunci: Bali, Depresi, Wisata Medis, Yoga