Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG PALU (2015 - SEPTEMBER 2016) Susanto, Agus; Rotinsulu, Tri Oldy; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 18, No 4 (2017): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.15776.19.1.2017

Abstract

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN PADA KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG PALU (2015 - SEPTEMBER 2016) Agus Susanto, Tri Oldy Rotinsulu, George M.V. Kawung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu EkonomiUniversitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan  (laku terjual atau tidak laku terjual) lelang  eksekusi  hak  tanggungan  obyek  property riil di KPKNL Palu. Penelitian ini penting dilakukan karena keberhasilan lelang eksekusi hak tanggungan di KPKNL Palu relatif rendah dan keberhasilan lelang secara langsung akan meningkatkan debt recovery serta penerimaan negara seperti bea lelang, pajak penghasilan pasal 25, dan BPHTB.Data  yang  diteliti  berupa  risalah  lelang  eksekusi  hak  tanggungan  di KPKNL Palu yang terletak di Kota Palu dari tahun 2015 sampai dengan September 2016 dengan mengambil sampel sebanyak 200 transaksi lelang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis berganda binari dengan menggunakan model logit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap  hasil  lelang  eksekusi  hak  tanggungan  di  KPKNL  Palu adalah lokasi, aksesibilitas, penyelenggara pra lelang dan cara penawaran lelang. Kata Kunci : Keberhasilan lelang eksekusi Hak Tanggungan, Hasil Lelang, Laku atau Tidak             Laku terjual, Properti Riil ABSTRACTThis study aims to determine the factors that influence the success (sold or not sold) mortgage auction of real property objects in KPKNL Palu. This research is important because the success of real property mortgage auction in KPKNL Palu relatively low and the success of the auction will directly will increase debt recovery and also state revenues such as auction fee, income tax and real estate tax.The data used in this research consist of  real property mortgage auction in KPKNL Palu located in the city of Palu from 2015 until September 2016 by taking a sample of 200 transactions auction. The binary multiple regression method with logit model used to analysis in this researchThe result of this research show that significant factors influencing mortgage auction outcome in KPKNL Palu are location, accessibility,  pre-auctioning houses and way bidding. Keywords : Succesfull of Mortage Auctions, Auction Results, Sold or Unsold, Real Property
ANALISIS PENDPATAN PAJAK, PENDAPATAN RETRIBUSI, DAN PAD LAIN YANG SAH TERHADAP BELANJA MODAL KOTA MANADO 2005-2015 Anter, Royke Reynald; Rotinsulu, Debby Ch.; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 18, No 3 (2016): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.14489.18.3.2016

Abstract

ANALISIS PENDPATAN PAJAK, PENDAPATAN RETRIBUSI, DAN PAD LAIN YANG SAH TERHADAP BELANJA MODAL KOTA MANADO 2005-2015 Royke Reynald Anter, Debby Ch. Rotinsulu, George M.V Kawung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Pembangunan merupakan sebuah proses menuju kea rah yang lebih baik. Pembangunan daerah terlebih di Indonesia khususnya Kota Manado masih amat bergantung pada intervensi pemerintah melalui alokasi belanja yang dimiliki. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh pendapatan yang di terima pemerintah daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terbagi dalam pendapatan Pajak, Retribusi, dan PAD lain yang sah, terhadap alokasi belanja modal pemerintah Kota Manado. Sepanjang 2005 hingga 2015. Di mana didapatkan hasil bahwa ketiga variabel independent kurang memberi pengaruh pada alokasi belanja modal   Kata Kunci : Pajak, Retribusi, Belanja Modal, PAD.   ABSTRACT   Development is a process leading towards the better. Regional development especially in Indonesia, especially the city of Manado is still highly dependent on government intervention through budget allocations have. In this study aims to see how they affect the income received in the form of local government revenue (PAD) which is divided into income taxes, levies, and other legitimate PAD, the allocation of capital expenditures Manado city government. Throughout 2005 to 2015. Where is obtained that the three independent variables less influence on the allocation of capital expenditure   Keyword  : taxes, Levies, State Income, Capital Expenditure
PENGARUH PERENCANAAN ANGGARAN, KOMPETENSI PEGAWAI DAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KINERJA ANGGARAN PADA UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Mantiri, Ruddy .; Rumate, Vekie A.; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 7 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.19899.19.7.2018

Abstract

ABSTRAK Anggaran adalah rencana kerja dalam periode tertentu dari suatu departemen/fungsi/bagian organisasi dan berisi target-target yang akan dicapai baik fisik maupun keuangan, dengan menggunakan kriteria-kriteria yang penting dalam pencapaian kinerja. Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan anggaran yaitu dengan melihat penyerapan anggaran sesuai dengan program-program untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dengan penyerapan anggaran yang rendah atau lambat maka organisasi dinilai memiliki kinerja yang kurang baik dalam menjalankan rencana yang telah ditetapkannya sesuai dengan anggaran dan program yang telah ditetapkan guna mencapai tujuan yang ingin dicapai. Teknik analisis yang dilakukan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perencanaan Anggaran berpengaruh positif dan signifikan, Kompetensi Pegawai Berpengaruh Positif tapi tidak signifikan dan Teknologi Informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja anggaran. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan bahwa  kinerja anggaran Universitas Sam Ratulangi dipengaruhi oleh Perencanaan Anggaran, Kompetensi Pegawai dan Teknologi Informasi sebesar 26% sedangkan sisanya 74% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Kata Kunci : Perencanaan Anggaran, Kompetensi Pegawai, Teknologi Informasi dan Kinerja Anggaran ABSTRACT A budget is a work plan within a certain period of a department / function / part of the organization and contains the targets to be achieved both physically and financially, using criteria that are important in achieving performance. Executives' performance will be assessed based on the achievement of budget targets and the efficiency of budget execution by looking at budget absorption in accordance with programs to achieve the stated objectives. With low or slow budget absorption, the organization is considered to have poor performance in running the plan that has been established in accordance with the budget and the program has been set in order to achieve the goals to be. Analytical technique is done by analysis of Multiple Linear Regression. The results of the analysis show that Budget Planning has a positive and significant influence, Employee Competence Influential Positive but not significant and Information Technology has no effect on budget performance. The result of determination coefficient analysis shows that the budget performance of Sam Ratulangi University is influenced by Budget Planning, Employee Competence and Information Technology 26% while the remaining 74% is influenced by other variables outside the research. Keywords: Budget Planning, Employee Competency, Information Technology and Budget Performance
ANALISIS PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Mautang, Deitje D.; Koleangan, Rosalina A.M.; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 8 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.23430.19.8.2018

Abstract

ABSTRAKDalam mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance), dan pemerintahan yang bersih (Clean Government) di tingkat pemerintah desa maka perlu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan keuangan atas belanja dana desa. Hal ini dilakukan  untuk menilai apakah  dana desa tersebut telah dibuat berdasarkan prioritas pembangunan dan menilai aspek ekonomis, efisiensi, efektifitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Akuntabilitas dan transparansi yang merupakan perwujudan praktik tata kelola yang bersih (good governance) dalam pengelolaan keuangan pemerintah pusat maupun daerah sebagai oorganisasi sektor publik merupakan tujuan penting dari reformasi akuntansi dan administrasi sektor publik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengelolaan dan pemanfaatan dana desa serta hambatan-hambatan dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan. Metode  yang  digunakan  adalah  metode penelitian  deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anggaran, sumber daya manusia dan sistem informasi secara simultan berpengaruh terhadap efektivitas penganggaran. Begitu juga secara parsial anggaran berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran, sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran dan sistem informasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran. Pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan efektif karena semua hasil berpengaruh signifikan. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa tanpa adanya anggaran desa maka kemampuan pemerintah desa untuk melakukan pembangunan di desa akan sangat terbatas. Kemudian setelah tersediannya dana desa maka sumber daya manusia yang akan mengelola dan sistem informasi yang digunakanpun sangat penting dalam pengeloaan dan pemanfaatan dana desa oleh desa-desa di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jadi anggaran, sumber daya manusia dan sistem informasi itu sendiri bisa menjadi hambatan pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan.Kata Kunci: Pengelolaan Dana Desa, Keuangan Desa ABSTRACTIn supporting the creation of good governance, and clean government at the village government level, it is necessary to supervise and audit the expenditure of village funds. This is done to assess whether the village funds have been made based on development priorities and assess economic aspects, efficiency, effectiveness, and compliance with laws and regulations. Accountability and transparency, which are the manifestations of good governance practices in the management of central and regional government finances as a public sector organization, are important objectives of accounting reform and public sector administration. This study aims to look at the management and utilization of village funds as well as obstacles in the management and utilization of village funds in Pasan District. The method used is descriptive qualitative research method. The results of the study show that the budget, human resources and information systems simultaneously influence the effectiveness of budgeting. Likewise partially the budget has a significant effect on the effectiveness of budgeting, human resources have a significant effect on the effectiveness of budgeting and information systems have a significant effect on the effectiveness of budgeting. The management and utilization of village funds in Pasan sub-district is effective because all results have a significant effect. From the results of this study it can be seen that without a village budget, the capacity of the village government to carry out development in the village will be very limited. Then after the availability of village funds, the human resources that will manage and the information system that is used are very important in managing and utilizing village funds by villages in Pasan District, Southeast Minahasa Regency. So the budget, human resources and information systems themselves can become obstacles to the management and utilization of village funds in Pasan Sub-district.Keywords: Village Fund Management, Village Finance
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KUNJUNGAN DAN NILAI EKONOMI KEBUN RAYA BOGOR Haban, Yuzuardi; Koleangan, Rosalina A.M.; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 18, No 4 (2017): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.15775.19.1.2017

Abstract

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KUNJUNGAN DAN NILAI EKONOMI KEBUN RAYA BOGORYuzuardi Haban, Rosalina A.M. Koleangan, George M.V. KawungFakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu EkonomiUniversitas Sam Ratulangi, ManadoABSTRAK Penelitian ini memiliki dua tujuan, tujuan yang pertama untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang diduga mempengaruhi jumlah kunjungan individu ke Kebun Raya Bogor dengan menggunakan analisis regresi berganda, faktor-faktor tersebut antara lain biaya perjalanan (travel cost), pendapatan (income), umur (age), tingkat pendidikan (education), persepsi kualitas (quality) dan pengaruh substitusi (substitution) tempat wisata sejenis. Tujuan yang kedua adalah untuk mengestimasi nilai ekonomi Kebun Raya Bogor dengan  menggunakan salah satu metode penilaian ekonomi yaitu Travel Cost Method (TCM) atau metode biaya perjalanan, sebuah metode berdasarkan survei yang menggunakan biaya perjalanan ke suatu lokasi tujuan untuk mengestimasi fungsi permintaan akan lokasi tersebut. Dengan menerapkan fungsi permintaan dalam model regresi hubungan antara jumlah kunjungan dan variabel yang mempengaruhi jumlah kunjungan dapat diperoleh. Hal ini membuat metode travel cost memungkinkan untuk mengestimasi surplus konsumen yang nilainya digunakan untuk mewakili nilai ekonomi Kebun Raya Bogor. Objek penelitian yang dipilih adalah Kebun Raya Bogor yang merupakan salah satu obyek wisata terkenal di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 100 pengunjung Kebun Raya Bogor. Kata kunci: Penilaian Ekonomi, Travel Cost Method, Tempat Wisata, Surplus KonsumenABSTRACT This study has two objectives, the first objective was to determine the influence of the factors suspected to affect the number of individual visits to the Bogor Botanical Garden by using multiple regression analysis, these factors include travel cost, income, age, education level, perceived quality and substitution effect similar sites. The second objective is to estimate the economic value of the Bogor Botanical Gardens using one of the methods of economic assessment is Travel Cost Method (TCM), a method based on a survey using the cost of traveling to a destination for estimating function will request that location. By applying the demand function in the regression model the relationship between the number of visits and the variables that influence the number of visits can be obtained. This makes the travel cost method allows to estimate the consumer surplus value is used to represent the economic value of the Bogor Botanical Gardens. The selected research object is the Bogor Botanical Garden which is one of the famous sights of the city of Bogor, West Java Province. The data used in this study using a sample of 100 visitors Bogor Botanical Gardens. Keywords: Economic Evaluation, Travel Cost Method, Tourism, Consumer Surplus
ANALISIS KINERJA KEUANGAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TAHUN 2007-2013 DI KABUPATEN BANGGAI PROVINSI SULAWESI TENGAH Himran, Yofandi Djibran; Koleangan, Rosalina Anna Maria; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 18, No 2 (2016): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.13027.18.2.2016

Abstract

ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAN EFEKTIFITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH TAHUN 2007 - 2013 DI KABUPATEN BANGGAI Yofandi Himran, Rosalina A.M Koleangan, George Kawung Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Pendapatan asli daerah (PAD) dan dana perimbangan merupakan sumber penerimaan daerah dan bila semakin besar penerimaan PAD maka semakin kecil ketergantungan pada pemerintah pusat, sebab PAD merupakan sumber penerimaan dari dalam daerah sendiri yang di pungut berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengetahui besar kecilnya tingkat kemandirian, ketergantungan dan desentralisasi selama kurun waktu 2007-2013, di kabupaten banggai dan dari hasil analisis dapat di lihat rata-rata kinerja keuangan daerah menggambarkan kinerja keuangan yang belum optimal dalam menjalankan atau melaksanakan otonomi daerah, hal itu dapat di lihat dari hasil PAD yang di capai masih sangat kecil dan dapat di tunjukan dengan indikator-indikator kinerja keuangan daerah: Pertama analisis rata-rata kemandirian keuangan daerah tahun 2007-2013 adalah 23,86% sehingga di klasifikasi menurut kriteria penilaian bahwa rasio kemandirian bersifat cukup artinya belum sepenuhnya mandiri masih ketergantungan bantuan dana pada pemerintah pusat, kedua bahwa rata-rata ketergantungan keuangan daerah tahun 2007-2013, adalah 30,73% sehingga diklasifikasikan menurut kriteria penilaian bahwa rasio ketergantungan bersifat cukup artinya belum spenuhnya mandiri masih ketergantungan dengan pemerintah pusat. Ketiga analisis rasa-rasa rasio desentralisasi keuangan daerah tahun 2007-2013 adalah 25,52% sehingga di klasifikasikan menurut kriteria penilaian  bersifat sedang, hal ini mengandung makna bahwa kontribusi PAD dalam menopang pendapatan daerah cenderung masih sangat rendah. Keempat berdasarkan hasil analisis bahwa efektifitas pengelolaan keuangan daerah sebesar 109,86% hal ini menunjukan bahwa diatas 100% merupakan sangat efektif. Kata Kunci : Evaluasi Kinerja Keuangan, Penerimaan Daerah, Efektifitas Keuangan ABSTRACT Local revenue and the balance funds are a source of local revenue, and when the greater acceptance of the local revenue, the smaller dependence on the central government, because Local revenue is a source of revenue from the region itself, which collected under the provisions of the applicable laws. This study aims to determine the size of the level of independence, dependence and decentralization during the period 2007-2013, in Banggai and analysis results can be viewed on average describe the financial performance of financial performance is not optimal in running or implementing regional autonomy, it can be seen from the results achieved Local revenue is still very small and can be shown by indicators of financial performance areas: First analysis of the average local financial independence in 2007-2013 was 23.86%, so in a classification according to the assessment criteria that independence ratio are not fully self sufficient means they dependency on central government funding, the second that the average area of ​​the 2007-2013 financial dependence, is 30.73% that are classified according to the assessment criteria that the dependency ratio is sufficiently independent spenuhnya means yet still dependence with government center. Third analysis flavors of local financial decentralization ratio in 2007-2013 was 25.52% thus classified according to the assessment criteria are being, this implies that the contribution of Local revenue in the region tends to sustain income is still very low. The fourth is based on the analysis that the effectiveness of financial management amounted to 109.86%, this shows that it is above 100% is very effective. Keywords: Evaluation of Financial Performance, Local Revenue, Financial Effectiveness
PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN APLIKASI SISKEUDES DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA Welley, Morenly Marchel; Koleangan, Rosalina A.M.; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 8 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.23431.19.8.2018

Abstract

ABSTRAKKeuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Peran  dan  fungsi  aparat  pengawasan  intern  pemerintah  (APIP) khususnya BPKP dalam  rangka  membantu  pemerintah desa diantaranya melakukan pengawalan dalam pemberian bimbingan dan konsultasi terkait pengelolaan keuangan desa. Untuk bisa melaksanakan bimbingan dimaksud, diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para auditor mengenai pengelolaan keuangan desa.  Untuk mencapai tujuan di atas, BPKP telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan Desa pada Bulan April 2015. Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) juga mengeluarkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES dalam pengelolaan keuangan desa dan dampaknya terhadap pembangunan Desa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparasi atau perbandingan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 Responden yang terdiri dari 19 bendahara dan 19 Kasie Keuangan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan menggunakan teknik analisis data Paired Sample t-test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder, terdapat perbedaan pengelolaan keuangan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder dan terdapat perbedaan pembangunan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder. Kata kunci: keuangan desa, siskeudes, pengelolaan keuangan desa, pembangunan desa ABSTRACTVillage Finance is all village rights and obligations that can be valued with money and everything in the form of money and goods related to the implementation of the rights and obligations of the Village. The role and function of the government internal control apparatus (APIP) especially the BPKP in order to help village governments include escorting in providing guidance and consultation regarding village financial management. To be able to carry out the intended guidance, it is necessary to increase the auditor's knowledge and skills regarding village financial management. To achieve the above objectives, the BPKP has issued a Guidance for Implementation and Village Financial Management Consultation in April 2015. The Supreme Audit Agency (BPKP) also issued a Village Financial System Application (SISKEUDES). The purpose of this study was to determine the differences before and after using the SISKEUDES application in managing village finances and their impact on the development of the Village. This research is a type of comparative research or comparison. The sample in this study amounted to 38 respondents consisting of 19 treasurers and 19 Head of Finance. Data collection techniques using questionnaires and using data analysis techniques Paired Sample t-test. The results showed that there were differences before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District, there were differences in village financial management before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District and there were differences in village development before and after using the application SISKEUDES is in Villages in Sonder District. Keywords: village finance, siskeudes, village financial management, village development 
ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP), PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP NILAI INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BITUNG Patiro, Kalcum; Rotinsuluu, Tri Oldy; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 8 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.22003.19.8.2018

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bitung pada Tahun Anggaran 2011 sampai 2017 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian. Penulis ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan pemerintah Kota Bitung. Untuk itu penulis melakukan analisis apakah Nilai informasi laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor : Sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah.Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner sebanyak 120 kuesioner, yang dibagikan kepada responden yang merupakan Kepala dan staf Bagian Keuangan pada Perangkat Daerah di Kota Bitung. Data diolah dengan menggunaakan SPSS 16.Setelah data dianalisis, ditemukan bahwa semua faktor diatas berpengaruhi signifikan positif terhadap nilai informasi laporan keuangan Pemerintah Kota Bitung. Artinya, jika sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah semakin baik maka nilai informasi dari laporan keuangan yang dihasilkan pemerintah  akan semakin baik pula. Kata Kunci : nilai informasi, sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah. ABSTRACTBased on the result of the Bitung city Government Financial Report Fiscal Year 2011 to 2017 received opinions Wajar Tanpa Pengecualian. The writer wanted to know  the  factors that infuluence the value of information on the financial statements of the Bitung city government.. For this reason, the writer  analyses whether the information value of government financial is influenced by several factors : the system of intern control, information technology utilization and the control of regional finance.  This research was conducted by giving questionnaires as many as 120 questionnaires, which were distributed to respondents who were the Head and staff of PD’s acounting departement in Bitung City. Data is processed using SPSS 16.After the data were analyzed, it was found that all of the above factors had a significant positive effect on the value of the financial statements of the Bitung City Government. That is, if the government internal control system, the utilization of information technology and regional financial supervision is getting better, the value of information from the financial statements produced by the government will be better also.   Keywords : information value, government internal control system, the utilization of information technology and regional financial supervision
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PDRB KOTA MANADO Sendow, Jacklien E.; Rotinsulu, Debby Ch.; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 7 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.19895.19.7.2018

Abstract

ABSTRAK Pembangunan merupakan suatu rangkaian proses perubahan menuju keadaan yang lebih baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indicator keberhasilan pembangunan diantaranya dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan barang dan jasa yang dihasilkan suatu wilayah (Kurniawan, 2010). Dalam konteks wilayah, pertumbuhan ekonomi adalah pertambahan pendapatan masyarakat secara keseluruhan yang terjadi di wilayah tersebut, yaitu kenaikan seluruh nilai tambah (added value) yang terjadi (Tarigan, 2014). Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam jangka panjang, dan merupakan fenomena penting yang dialami dunia belakangan ini.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung terhadap PDRB Kota Manado. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data sekunder yang diperoleh dari BPS Kota Manado tahun 2005 – 2015. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan model regresi liner berganda dimana memiliki 2 variabel X dan 1 variabel Y. Hasil Analisis diketahui bahwa Alokasi Belanja Langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Belanja langsung mengalami kenaikan maka PDRB akan ikut meningkat. Berbeda dengan Alokasi Belanja Tidak Langsung berrpengaruh negative atau tidak signifikan terhadap PDRB Kota Manado. Karena Belanja Tidak Langsung di dikeluarkan untuk pembiayaan dalam program dan kegiatan perekonomian melainlkan sebagai penunjang dalam meningkatkan hubungan baik Kota Manado dengan Investor ataupun dengan Kabupaten Kota yang lain. Kata Kunci: PDRB, Belanja Langsung, Belanja Tidak Langsung ABSTRACT             Development is a series of process of change towards a better situation in an effort to improve the welfare of the community. One indicator of the success of development is seen from the economic growth that shows goods and services produced by a region (Kurniawan, 2010). In the context of the region, economic growth is an increase in overall income of the community that occurs in the region, namely the increase in the added value (added value) that occurs (Tarigan, 2014). The higher economic growth of a region shows the increasing economic activity in the region. Economic growth is an economic problem in the long term, and is an important phenomenon experienced by the world lately. The process of economic growth is called Modern Economic Growth. This study aims to determine the influence of direct expenditure and indirect expenditure on the PDRB of Manado City. The data used in this study is secondary data obtained from BPS Manado City in 2005 - 2015. The method of analysis used is quantitative analysis by using multiple linear regression model which has 2 variables X and 1 variable Y. The result of the analysis is known that Direct Expenditure Allocation has positive and significant effect to PDRB. The direct expenditure will increase and the PDRB will increase. In contrast to Indirect Cost Allocation has a negative or insignificant effect on PDRB of Manado City. Since Indirect Expenditure is issued for financing in programs and economic activities as a support to improve the good relationship of Manado City with Investor or with other Kota District. Keyword : PDRB, Direct Shopping, Indirect Shopping
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PENDIDIKAN DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA MANADO Kawet, Jefry Antonius; Masinambow, Vecky A.J.; Kawung, George M.V.
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 10 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.23446.19.10.2019

Abstract

ABSTRAK Tenaga kerja adalah salah satu dari faktor produksi yang penting, karena produktivitas dari faktor produksi lain bergantung pada produktivitas tenaga kerja dalam menghasilkan produksi. Menurut Todaro (2006) pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan Angkatan Kerja (AK) secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Selain itu hampir semua negara berkembang menghadapi masalah kualitas dan kuantitas SDM akibat rendahnya pendidikan. Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalann jasa yang telah maupun yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat upah terhadap penyerapan tenaga kerja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan varibel X1 jumlah penduduk, X2 tingkat pendidikan, X3 tingkat upah dan Y penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan didapat bahwa secara parsial variabel jumlah penduduk dan tingkat upah tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Kemudian secara simultan variabel jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat upah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Manado. Kata Kunci: Jumlah Penduduk, Tingkat Pendidikan, Tingkat Upah, Penyerapan Tenaga Kerja  ABSTRACT Labor is one of the important production factors, because the productivity of other production factors depends on the productivity of labor in producing production. According to Todaro (2006) population growth and growth of the Work Force (AK) are traditionally considered as one of the positive factors that spur economic growth. In addition, almost all developing countries face the problem of quality and quantity of human resources due to low education. Wages are revenues as compensation for services that have been or will be done. The purpose of this study was to determine the effect of population, education level and wage level on employment absorption. The data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis with X1 variable population, X2 education level, X3 wage level and Y labor absorption. Based on the results of the research data analysis and discussion, it was found that partially the population number and wage level did not influence labor absorption, while the education level variable had an effect on employment absorption. Then simultaneously the variable population, education level and wage level have a significant effect on employment in Manado City. Keyword: Population, Education Level, Wage Level, Labor Absorption