Dadang Sukirman
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Needs analysis on digital learning objects for university students Nadia Hanoum; Ahmad Fajar Fadlillah; Dadang Sukirman; Cepi Riyana
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.62688

Abstract

Using Digital Learning Objects as learning resources is essential in blended learning. However, the availability is still limited, so there is a need to design and develop digital learning objects to help students meet learning objectives. This study identifies and analyzes students’ needs for Digital Learning Objects relevant to the course's characteristics. This study employs the descriptive survey method to provide a quantitative description of students’ preferences for different Digital Learning Objects. The data for this study was collected using a questionnaire distributed to 54 students as the sample. The results revealed that the Digital Learning Objects needed for the Audio Media course consisted of digital module (87 percent), video (79,6 percent), and animation (74,1 percent). As for the learning method, practicum (98 percent) and team-based project (81 percent) were preferable to discussion or presentation. It was also found that the digital module was more compatible with the majority of the materials covered in the course. Thus, developing Digital Learning Objects will include digital modules, instructional videos, and animation, which are expected to support students in a blended learning environment effectively.   Abstrak Pemanfaatan Objek Pembelajaran Digital sebagai sumber belajar merupakan hal yang penting dalam blended learning, namun ketersediaannya masih terbatas oleh karena itu perlu dirancang dan dikembangkan Objek Pembelajaran Digital yang dapat memudahkan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap Objek Pembelajaran Digital yang relevan dengan karakteristik mata kuliah yang diambilnya. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif karena perlu memberikan gambaran kuantitatif tentang preferensi mahasiswa terhadap berbagai jenis Objek Pembelajaran Digital. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 54 mahasiswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Objek Pembelajaran Digital yang dibutuhkan pada mata kuliah Media Audio terdiri dari modul digital (87 persen), video (79,6 persen), dan animasi (74,1 persen). Sedangkan untuk metode pembelajaran, praktikum (98 persen) dan proyek berbasis tim (81 persen) lebih diutamakan dibandingkan diskusi atau presentasi. Ditemukan juga bahwa modul digital lebih kompatibel dengan sebagian besar materi yang dibahas dalam kursus. Oleh karena itu, pengembangan Objek Pembelajaran Digital akan mencakup modul digital, video instruksional, dan animasi, yang diharapkan dapat secara efektif mendukung mahasiswa dalam lingkungan pembelajaran terpadu. Kata Kunci: blended learning; kursus media audio; objek pembelajaran digital
Need assessment of Al-Mumtaaz Islamic Elementary School students’ food literacy competencies Haura Dzakira Sahla; Dadang Sukirman
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.71522

Abstract

Al-Mumtaaz Islamic Elementary School Karawang has created various programs to support students' food literacy knowledge and skills. However, the programs implemented by schools have not been supported with systematic curriculum planning and clear food literacy competencies that meet students’ needs. Therefore, this research aims to develop food literacy competency and identify the student's actual performance in food literacy. This research uses McNeil's Need Assessment Model method, which consists of 4 stages. The first stage produces several learning objectives with insight into food literacy from various literature sources. The second stage produces food literacy competencies for elementary school students, which multiple experts have validated. The third stage is an initial formative assessment to look for gaps between food literacy competencies and the conditions of 58 Phase A (Level 1 & 2) students. The initial formative assessment results show that 98,3% of students are above the minimum competency category. Even so, there is still a gap in food literacy knowledge among students. The final stage is to provide program recommendations for schools according to the analysis of student performance.   Abstrak SD Islam Al-mumtaaz Karawang telah membuat beragam program untuk mendukung pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar untuk memperoleh kecakapan literasi pangan. Namun, program yang telah dilakukan oleh sekolah belum ditunjang dengan perencanaan kurikulum yang baik dan tujuan kompetensi literasi pangan yang jelas dan sesuai kebutuhan usia peserta didik, latar belakang budaya, latar belakang agama, dan lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun tujuan kompetensi literasi pangan dan mengidentifikasi kemampuan aktual siswa berdasarkan tujuan kompetensi yang telah disusun. Penelitian ini menggunakan metode Need Assessment Model dari McNeil yang terdiri dari 4 tahapan. Tahap pertama menghasilkan sejumlah tujuan - tujuan pembelajaran yang memiliki wawasan literasi pangan dari berbagai sumber literatur. Tahap kedua menghasilkan peta kompetensi literasi pangan untuk jenjang SD yang telah divalidasi oleh berbagai ahli. Tahap ketiga adalah melakukan asesmen formatif awal untuk mencari kesenjangan antara kompetensi literasi pangan dengan kondisi aktual siswa SD Fase A sejumlah 58 siswa. Dimana hasil asesmen formatif awal menunjukkan bahwa 98,3% murid SD Fase A menunjukkan tingkat kompetensi literasi pangan pada kategori cakap dan mahir. Meskipun begitu, masih terdapat kesenjangan pengetahuan literasi pangan pada siswa. Tahap terakhir adalah memberikan program rekomendasi untuk sekolah sesua dengan analisis kemampuan siswa. Kata Kunci: pengembangan kurikulum; literasi pangan; asesmen kebutuhan