Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Community Structure and Percent Cover of Mangrove in Gamtala Village, Jailolo District, West Halmahera Regency Nity, Elroi; Darwisito, Suria; Schaduw, Joshian N.W.; Wantasen, Adnan S.; Sumilat, Deiske A.; Onibala, Hens
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol 7, No 1 (2019): ISSUE JANUARY-JUNE 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.7.1.2019.23377

Abstract

This study aims to know the percent cover of mangrove and to assess the community structure. It was carried out in Gamtala village, Jailolo district, and west Halmahera regency, using line transect method with 10x10 m plot.. Data analysis covered the community structure and percent cover of mangrove canopy. This study found seven mangrove species, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan  Xylocarpus granatum. Based on Importance Value Index (IVI), Bruguiera gymnorhiza had the highest, 149.06, and Avcsennia alba did the lowest, 9.3507. In addition, Gamtala village had manrove percent cover of 72.11 %.Keywords: canopy, community structure, mangrove, Gamtala.ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentasi tutupan mangrove dan menghitung struktur. Penelitian ini dilakukan di Desa Gamtala Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian ini menggunakan metode transek garis dengan 10x10 m plot. Penelitian ini menemukan tujuh spesies mangrove, yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia alba, Bruguiera sexangula, dan  Xylocarpus granatum. Berdasarkan Indeks Nilai Penting, Bruguiera gymnorhiza memiliki nilai tertinggi, 149,06, dan Avcsennia alba memiliki nilai terendah 9,3507. Sebagai tambahan, desa Gamtala memiliki tutupan mangrove sebesar 72,11 %.Kata Kunci: kanopi, struktur komunitas, mangrove, Gamtala
Morphology of Crabs in Minanga Beach, Malalayang Satu, Manado City Ilaria, Christabella Louisa; Paransa, Darus S.J.; Mantiri, Desy M.H.; Schaduw, Joshian N.W.; Darwisito, Suria; Manginsela, Fransine B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41688

Abstract

The coastal area in North Sulawesi which has a length of about 1.985 km, is a potential area with biodiversity supported by the associated biota in it. Order Decapoda, infraorder Brachyura is one of the many biotas found in coastal areas. It is estimated that about 5,400 species of Brachyura live in coastal areas. The purpose of the study was to identify the crabs caught at Minanga Beach, Manado Bay Waters, Malalayang Satu Village Malalayang District Manado City based on the morphological characteristics of crabs. The sample was collected in February 2022. The method used in this research is the cruising survey method, which has been done by tracing the marked location and then taking all the crabs species found. Identification is done by observing the morphology of the crab, such as carapace shape, claws, walking legs, presence of spines on the carapace, carapace size, abdomen shape, sexual dimorphism that occurs in crabs, presence of hair/setae, and color/pattern of crabs. Based on the research conducted, as many as five species of crabs were found in Minanga Beach, namely: Thalamita prymna, Thalamita sp., Thalamita admete, Ozius rugulosus, Ozius tuberculosus.Keywords: Brachyura; Identification; Thalamita; Ozius; Manado Bay.AbstrakWilayah pesisir di Sulawesi Utara yang memiliki panjang sekitar 1.985 km, merupakan wilayah yang potensial dengan keanekaragaman hayati yang didukung oleh biota yang berasosiasi di dalamnya. Ordo Decapoda, infraordo Brachyura merupakan satu dari banyak biota yang ditemukan di wilayah pesisir. Diperkirakan sekitar 5.400 spesies brachyura hidup di wilayah pesisir pantai. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi kepiting yang ditangkap di Pantai Minanga, Perairan Teluk Manado, Kelurahan Malalayang Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado berdasarkan ciri morfologi kepiting. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei jelajah, yaitu dengan menyusuri lokasi yang telah ditandai lalu mengambil semua spesies kepiting yang ditemukan. Identifikasi dilakukan dengan memperhatikan morfologi kepiting, seperti: bentuk karapas, capit, kaki jalan, keberadaan duri pada karapas, ukuran karapas, bentuk abdomen, seksual dimorfisme yang terjadi pada kepiting, keberadaan rambut/setae, dan warna/corak kepiting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sebanyak lima spesies kepiting ditemukan di Pantai Minanga, yaitu: Thalamita prymna, Thalamita sp., Thalamita admete, Ozius rugulosus, Ozius tuberculosus.Kata Kunci: Brachyura; Identifikasi; Thalamita; Ozius; Teluk Manado.
Study of the existence of algae, diversity of species, density, and distribution patterns in Meras waters Kalalembang, Delarosa; Kumampung, Deislie R. H.; Angkouw, Esther D.; Lintang, Rosita A. J.; Lasut, Markus T.; Darwisito, Suria
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.52979

Abstract

This study aims to determine macroalgae species and analyze the index of diversity, density, dominance, and distribution patterns around the waters of Meras Village, Bunaken District, Manado. This research was carried out for 4 months starting from July – October 2023. Macroalgae sampling performed during the day was observed using the tides app to view the tides. The method used is the line transect method with the Quadrant sampling technique used to obtain data. When sampling at the research site, a total of 3 transects of 50 m were made, which were drawn perpendicular to the coastline. The distance between the transects is 25 m the distance between the quadrants is 5 m with the size of the Quadrant used to retrieve data is 1 x 1 m². The results of this study as a whole obtained 23 macroalgae species distributed in 3 divisions, namely Chlorophyta, Phaeophyta, and Rhodophyta. In the Chlorophyta Division, 8 species were obtained, then the Phaeophyta Division obtained 6 species, while the Rhodophyta Division obtained 9 species. In macroalgae data obtained in this study ranged from diversity index (H’) as a whole of transect 1 H’ = 2,537, transect 2 H’ = 2,269, while for transect 3 H’ = 1,980. Species density and relative density from transect 1 to transect 3 obtained the highest density is Padina australis. Dominance (C) overall value in transect 1 C = 0.098, transect 2 C = 0.113, while in transect 3 C = 0.153. The distribution pattern of macroalgae species in transect 1 was categorized as random, while transects 2 and 3 were categorized as clustered. Keywords: Macroalgae, Diversity, Density, Dominance, Dispersal Patterns. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies makroalga apa saja dan menganalisis indeks keanekaragaman, kepadatan, dominansi, dan pola penyebarannya di sekitar perairan Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, Manado. Penelitian ini dilaksanakan 4 bulan mulai dari bulan Juli – Oktober 2023. Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada siang hari diamati dengan menggunakan aplikasi tides untuk melihat pasang surut. Metode yang digunakan adalah metode garis transek (line transect) dengan teknik sampling kuadran modifikasi yang digunakan untuk memperoleh data. Saat pengambilan sampel di lokasi penelitian dibuat sebanyak 3 transek sepanjang 50 m yang ditarik tegak lurus dari garis pantai. Jarak antar transek 25 m dengan jarak antara kuadran yaitu 5 m dengan ukuran kuadran yang dipakai untuk mengambil data yaitu 1 x 1 m². Hasil pada penelitian ini secara keseluruhan diperoleh 23 spesies makroalga yang terdistribusi pada 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta. Pada divisi Chlorophyta diperoleh 8 spesies, kemudian divisi Phaeophyta diperoleh 6 spesies, sedangkan divisi Rhodophyta diperoleh 9 spesies. Pada data makroalga yang didapatkan di penelitian ini mulai dari indeks keanekaragaman (H’) secara keseluruhan dari Transek 1 H’ = 2.537, Transek 2 H’ = 2.269, sedangkan untuk Transek 3 H’ = 1.980. Kepadatan spesies dan kepadatan relatif dari Transek 1 hingga sampai Transek 3 diperoleh kepadatan tertinggi adalah Padina australis. Dominansi (C) secara keseluruhan nilai di Transek 1 C = 0.098, Transek 2 C = 0.113, sedangkan di Transek 3 nilai C = 0.153. Pola penyebaran spesies makroalga di transek 1 dikategorikan acak, sedangkan pada transek 2 dan 3 dikategorikan mengelompok. Kata kunci: Makroalga, Keanekaragaman, Kepadatan, Dominansi, Pola Penyebaran.