Banu Dwi Handono, Banu Dwi
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN TULANGAN DENGAN MENGGUNAKAN CHEMICHAL ANCHOR TERHADAP KAPASITAS LENTUR DAN GESER PADA PONDASI BETON BERTULANG Kandati, Thalia Simena; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 9 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalihan fungsi bangunan memiliki nilai positif yaitu dapat menekan biaya pembangunan suatu gedung daripada membuat kembali dari awal suatu bangunan. Akan tetapi umur bangunan yang akan dialihkan fungsinya haruslah diperhatikan karna hal tersebut sangat berdampak pada kekuatan struktur bangunan. Kegagalan struktur pondasi dalam memikul beban yang bekerja akan memicu terjadinya keruntuhan total struktur. Oleh karena itu struktur suatu pondasi serta kemampuannya memikul beban menjadi salah satu faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam pengalihan fungsi bangunan. Chemical Anchor adalah salah penemuan yang saat ini mulai banyak digunakan dalam perkuatan struktur beton. Dari segi waktu dan biaya, penggunaan cara ini tentunya lebih efisien, terutama dalam masalah pengalihan fungsi bangunan. Pada penelitian ini, benda uji adalah plat beton bertulang dengan ukuran masing-masing 500x300x120mm (Variasi 1), ukuran 800x300x120mm yang dimensi penampangnya akan dipertebal dengan menggunakan metode chemical anchor menjadi 800x300x150mm (Variasi 3), dan ukuran 800x300x150mm (Variasi 2) utuh tanpa chemical anchor. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kapasitas lentur dan geser struktur pondasi beton bertulang yang diperkuat dengan chemical anchor maupun yang tidak diperkuat dengan menggunakan chemical anchor.Pada variasi 2 benda uji pondasi beton bertulang cor utuh memiliki nilai kapasitas beban aksial hasil analitis lebih kecil 16.27 MPa (3,66%) dari hasil uji lab terhadap sampel 3. Kemudian untuk variasi 3 benda uji pondasi beton bertulang yang telah dipertebal menggunakan Chemical Anchor, nilai kapasitas beban aksial hasil analitis lebih besar 10.79 MPa dari hasil uji lab. Selanjutnya untuk variasi 1 memiliki nilai kapasitas beban aksial hasil analitis yaitu 13.11MPa namun variasi 1 tak dapat dibandingkan dengan variasi lainnya. Kata kunci : ‘Pengalihan, fungsi bangunan, Chemical Anchor, Pondasi beton bertulang
PERENCANAAN ULANG BANGUNAN STRUKTUR BAJA RUMAH SAKIT UMUM RATUMBUYSANG DI KOTA MANADO Pandaleke, Stefano; Handono, Banu Dwi; Dapas, Servie O.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan ulang bangunan struktur baja Rumah Sakit Umum Ratumbuysang di Kota Manado dilakukan untuk mendapatkan dimensi yang optimal dan efisien dari elemen-elemen strukturnya, sesuai dengan beban rencana agar bangunan tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Metode yang digunakan dalam mendesain atau menganalisa struktur baja pada pada bangunan ini adalah Direct Analisys Method (DAM), untuk mendapatkan gaya–gaya dalam, sedangkan kapasitas nominal dari penampang dan sambungan–sambungan diperoleh menggunakan metode LRFD atau DFBK sesuai SNI 1729-2015. Pembebanan sesuai dengan SNI 1727-2013 untuk beban gravitasi dan sesuai SNI 1726-2012 untuk beban lateral (gempa). Konfigurasi rangka struktur terdiri dari rangka sistem penahan beban gaya lateral dan rangka sistem penahan beban gravitasi. Elemen struktur menggunakan profil baja yang memenuhi syarat SNI 1729-2015.Dari hasil disain ulang struktur baja ini maka profil–profil yang digunakan untuk kolom 400 x 400 x 13 x 21, balok 400 x 200 x 8 x 13, Balok anak 300 x 150 x 6.5 x 9, serta sambungannya bervariasi sesuai dengan konfigurasi rangka.  Kata Kunci: Perencanaan, Struktur Baja, DAM, Gempa, LRFD
RESPON DINAMIS BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK DENGAN VARIASI TATA LETAK OUTRIGGER Pesik, Estty Rodianti; Wallah, Steenie E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 3 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai sistem desain dan metode perencanaan telah dikembangkan untuk meningkatkan kekakuan lateral dalam menahan beban gempa pada bangunan tingkat tinggi seperti, moment resisting frames, shear wall-frame systems, core and outrigger systems, framed-tubes, tube-in-tube, bundled tubes, truss tubes without interior columns, modular tubes. Dalam sistem-sistem tersebut dipilih core and outrigger systems, karena sistem ini dianggap paling efektif digunakan untuk bangunan dengan ketinggian 40 lantai dibandingkan dengan sistem yang hanya menggunakan core atau shear wall-frame system.Pemodelan dimensi bangunan berupa struktur beton bertulang dengan denah 49 m x 49 m, struktur 40 tingkat dengan tinggi 3 meter untuk tiap tingkatnya. Elemen struktur: balok 45 cm x 75 cm, kolom lt. 1-10, 120 cm x 120 cm, kolom lt. 11-20, 110 cm x 110 cm, kolom lt. 21-30, 100 cm x 100 cm, kolom lt. 31-40, 90 cm x 90 cm, tebal pelat 17 cm, tebal core wall 50 cm, outrigger menggunakan profil baja H-Beam 350 mm x 350 mm. Struktur dianalisis dengan pembebanan gempa dinamis menggunakan Response Spektrum dan gempa statis menggunakan Equivalent Static Load. Struktur dianalisa secara tiga dimensi menggunakan software ETABS.Dari penelitian ini dihasilkan penempatan outrigger yang berkontribusi besar terhadap pengurangan simpangan yaitu pada ½ dan ¾ dari tinggi bangunan. Dimana lokasi tersebut mampu mereduksi simpangan sebesar 12,27% untuk gempa dinamis. Kata kunci: bangunan tingkat tinggi, outrigger, beban gempa, simpangan, ETABS.
PERENCANAAN BALOK GIRDER PROFIL I PADA JEMBATAN PRESTRESSED DENGAN VARIASI BENTANG Armin, .; Manalip, H.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 2 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan sebuah jembatan beton prategang dalam memikul beban terutama pada struktur atas sangat dipengaruhi oleh kekuatan girdernya. Girder profil I merupakan bentuk yang paling banyak digunakan untuk pekerjaan balok jembatan. Direncanakan sebuah jembatan prestressed dengan metode post tension yang menggunakan girder profil I sebagai struktur utamanya. Kabel prestress yang digunakan adalah jenis strands Uncoated 7 wire super strands ASTM  416 Grade 270 Low Relaxation. Balok prategang ditinjau sebagai fully prestressed. Perencanaan dilakukan dengan dua model perencanaan, model perencanaan yang pertama adalah memvariasikan bentang jembatan, dimensi girder profil I, serta jumlah tendon yang digunakan. Sedangkan model perencanaan yang kedua adalah dimensi girder profil I dipertahankan dan penggunaan tendonnya dioptimalkan (hanya digunakan 2 tendon untuk masing-masing bentang jembatan). Girder profil I prestressed untuk bentang jembatan 20 m adalah b = 0.47 m dan h = 0.95 m, dengan Pt = 3745 kN, nt = 2 tendon serta ns = 30 strands, dimensi girder profil I prestressed untuk bentang jembatan 30 m adalah b = 0.60 m dan h = 1.36 m dengan Pt = 6026 kN, nt = 3 tendon serta ns = 48 strands. Jika dimensi girder profil I dipertahankan dan penggunaan tendonnya dioptimalkan (hanya digunkan 2 tendon saja), maka diperoleh Pt = 6150 kN, dan ns = 46 strands, dimensi girder profil I prestressed untuk bentang jembatan 40 m adalah b = 0.80 m dan h = 1.74 m dengan Pt = 9415 kN, nt = 4 tendon serta ns = 72 strands. Jika dimensi girder profil I dipertahankan dan penggunaan tendonnya dioptimalkan (hanya digunakan 2 tendon saja), maka diperoleh Pt = 9500 kN, dan ns = 70 strands. Kata kunci :  Jembatan, Beton Prategang, Girder Profil I, Post Tension, Fully Prestressed, Variasi Bentang.
EVALUASI TEKNIS PENGGUNAAN KOLOM KOMPOSIT BAJA BETON PADA BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK Alfirdaus, Ade Putra; Dapas, Servie O.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Saat ini kolom pada bangunan tinggi banyak menggunakan material beton bertulang. Seiring berkembangnya teknologi, kayu dan beton yang selama ini digunakan penuh dalam setiap pembangunan gedung, kini sudah mulai beralih menggunakan material baja. Pada akhirnya terciptalah berbagai metode dalam desain struktur salah satunya struktur komposit yang terdiri dari gabungan baja dan beton. Dengan menggunakan material baja ini selain dapat mengurangi masalah bagi lingkungan juga proses pengerjaannya yang terbilang lebih cepat dari konstruksi beton bertulang biasa. Pada penelitian ini didesain 3 model gedung lantai 15 dengan dimensi bangunan 24x36 m2 dimana masing-masing model kolom materialnya menggunakan beton bertulang, baja dan komposit baja-beton. Didesain dengan fungsi gedung, wilayah gempa dan pembebanan yang sama, yang nantinya akan dibandingkan ketiga kolom tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komposit baja-beton lebih optimal untuk digunakan pada struktur gedung yang direncanakan. Hal ini ditunjukkan dengan dimensi yang lebih kecil, kebutuhan materialnya lebih rendah juga memiliki kelebihan struktur yang cenderung menyerupai kolom baja serta memiliki ketahanan terhadap bahaya kebakaran. Kata Kunci: Bangunan bertingkat, Kolom Komposit, Kolom Beton Bertulang, SAP 2000
EVALUASI STRESS RATIO DENGAN METODE PANJANG EFEKTIF DAN METODE PERENCANAAN LANGSUNG PADA PORTAL GABLE Sugawa, Arif Aryadhana; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 8 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kode atau peraturan senantiasa berubah seiring perkembangan penelitian dan teknologi. Standart desain stabilitas struktur baja yang dulunya dipakai Metode panjang efektif pada SNI 2002 sekarang telah dipindahkan dibagian lampiran SNI 2015 yang mana telah digantikan dengan Metode perencanaan langsung sebagai desain stabilitas yang utama. Metode panjang efektif mengharuskan perencana untuk mencari panjang efektif K untuk elemen bangunan serta analisanya masih orde pertama untuk faktor amplikasi efek P-delta. Metode perencanaan langsung mengidentifikasi nilai K=1 untuk semua perilaku struktur serta analisa P-delta menggunakan second-orde pada komputer. Pada tulisan ini maka dievaluasi stress ratio pada Metode panjang efektif dan Metode perencanaan langsung untuk tipe struktur portal gable kemudian dicari nilai perbandingan stress ratio dari kedua metode. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil stress ratio perencanaan Metode panjang efektif dan Metode perencanaan langsung sehingga dapat dipilih metode yang lebih efektif dan efisien khususnya pada portal gable. Perbandingan stress ratio yang diperoleh dari kedua metode terdapat perbedaan 0,107-7,222 %. Perbedaan proses perencanaan kedua metode menunjukan metode perencanaan langsung lebih unggul dibandingkan metode panjang efektif karena proses analisa yang lebih cepat.Kata kunci : Metode panjang efektif, Metode perencanaan langsung, Stress Ratio
PEMERIKSAAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK LENTUR BETON SERAT KAWAT BENDRAT YANG DITEKUK DENGAN VARIASI SUDUT BERBEDA Malino, Leonardus; Wallah, Steenie E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan bahan konstruksi yang sering dijumpai pada struktur bangunan. Beton mempunyai kelemahan yaitu mempunyai kuat tarik yang rendah dan bersifat getas. Beberapa peneliti telah melakukan eksperimen dengan menambahkan bahan tambah yang bersifat kimiawi ataupun fisikal pada adukan beton. Salah satu alternatif bahan tambah yang digunakan untuk penelitian ini yang bersifat fisikal adalah Kawat Bendrat. Kawat Bendrat merupakan material terpilih karena disamping mempunyai faktor penguat beton, kawat bendrat juga merupakan bahan yang ekonomis dan mudah diperoleh. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kawat bendrat yang kedua ujungnya ditekuk dengan variasi sudut berbeda terhadap kuat tekan dan kuat tarik lentur. Panjang Kawat Bendrat yang digunakan adalah 60 mm dan diameter 1 mm. Persentase penambahan serat kawat bendrat kedalam campuran beton adalah 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75% dan 1.00% terhadap berat benda uji dengan 3 variasi sudut berbeda (kawat lurus, ditekuk 45o, ditekuk 90o). Dari hasil penelitian, nilai kuat tekan beton dan kuat tarik lentur terbesar didapat pada variasi tekuk dan persentase yang sama yaitu pada variasi tekuk 45o persentase penambahan kawat bendrat 0.50%.  Nilai kuat tekan beton sebesar 28.573 MPa atau mengalami kenaikan kekuatan 2,62% dari beton tanpa tambahan kawat bendrat dan nilai kuat tarik lentur beton sebesar 8,173 MPa atau mengalami kenaikan kekuatan 16.974% dari beton tanpa tambahan kawat bendrat. Kata Kunci: Bahan Tambah, Kawat Bendrat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Lentur
PERENCANAAN BANGUNAN SEKOLAH KONSTRUKSI BAJA 4 LANTAI DI KOTA MANADO Wantania, Riolando; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 9 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur sekolah berlantai 4 akan direncanakan menggunakan struktur baja tahan gempa dan sesuai dengan peraturan SNI yang berlaku. Perencanaan ini menerapkan metode disain gaya-gaya dalam, serta kombinasi balok kolom dengan metode DAM (Direct Analysis Method), sedangkan kapasitas nominal dari penampang menggunakan metode LRFD (Load Resistance Factor Design) atau DFBK untuk SNI 1729-2015, serta sambungan yang akan digunakan mengikuti AISC-2010. Pembebanan yang ditinjau yakni beban gravitasi mengikuti SNI 1727-2013 dan beban gempa sesuai SNI 1726-2012. Konfigurasi rangka sturktur baja yang terdiri dari rangka sistem penahan beban gaya lateral dan rangka sistem penahan beban gravitasi. Penggunaan profil baja yang memenuhi syarat dengan SNI 1729-2015 dan dilanjutkan dengan perhitungan elemen secara manual dengan metode LRFD. Hasil disain struktur baja ini,  menggunakan profil 400x400x21x21 untuk kolom ,400x200x8x13 untuk balok, 350x175x7x11 untuk balok anak. Periode getar maksimum 0,425 detik dan simpangan maksimum pada arah x sebesar 13,328 mm dan arah y sebesar 7,491 mm Sambungan yang dipakai bervariasi sesuai dengan konfigurasi rangka yang terlah ditentukan, yakni sambungan bersifat kaku dan tidak kaku untuk balok kolom pada bagian sayap dan badan, dan sambungan balok anak ke balok induk bersifat tidak kaku.Kata kunci : Baja, DAM, LRFD, Gempa
ANALISIS KUAT LENTUR BAJA RINGAN DENGAN VARIASI BENTUK SAYAP DAN BADAN PENAMPANG Sumampow, Gabriela S.; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 10 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ringan (Cold Formed Steel) sudah mulai banyak digunakan sebagai struktur bangunan sekarang ini. Secara signifikan mulai tampak beberapa inovasi bentuk profil baja ringan yang bervariasi seiring perkembangan dan terobosan teknologi manufaktur pabrik produsen. Pembentukan bentuk baja ringan adalah dengan proses penggilingan dingin, jadi profil dapat dibentuk dengan bentukan yang memiliki optimasi yang lebih. Maka perlu adanya tinjauan mengenai nilai kuat lentur dari modifikasi bentuk  baja ringan tersebut .Penelitian diuji pada profil kanal C dengan dua bentuk variasi sayap dan badan profil yang bermutu G550 (AS1397). Pengujian menggunakan Finite Elemen Method dengan ANSYS Workbench dan menghasilkan parameter: Total Deformation, Equivalent Stress dan Equivalent Elastic Strain.Hasil penelitian menunjukkan Profil C2 memiliki nominal kuat lentur terbesar yaitu 170258.8 (N/mm2) dikarenakan memiliki inersia yang lebih besar dari C1 dan C3 Kata Kunci: Baja Ringan, Finite Element Method, ANSYS, Total Deformation, Equivalent Stress, Equivalent Elastic Strain
PERENCANAAN BANGUNAN BETON BERTULANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS DI KOTA MANADO Honarto, Ricky Januar; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan gedung bertingkat di daerah rawan gempa harus menggunakan salah satu dari beberapa sistem portal, yaitu dinding geser, bracing dan sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK). Perencanaan ini menggunakan SRPMK dimana struktur dirancang sedemikian rupa sehingga kerusakan struktur akibat gempa terjadi di daerah yang sudah disiapkan untuk bisa rusak tanpa merusak keseluruhan gedung.Perencanaan dilakukan di kota Manado, dimana nilai SDS dan SD1 adalah 0,75 dan 0,459 sehingga kategori desain seismik masuk ke kategori D. Data tanah yang didapat dari pengujian di lapangan menunjukan nilai SPT rata-rata adalah 40, sehingga tanah di lokasi konstruksi dikategorikan sebagai tanah sedang. Struktur gedung terdiri dari 5 lantai, dan berfungsi sebagai fasilitas pendidikan. Adapun beban-beban yang bekerja adalah beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Beban mati dan beban hidup mengacu pada SNI 1727-2013 tentang beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain. Beban gempa menggunakan respons spektrum dengan mengacu pada SNI 1726-2012 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung. Analisis struktur dan pemodelan menggunakan bantuan program ETABS 2016.Hasil analisis dan desain menunjukan dimensi-dimensi kolom, balok, plat, dan pilecap telah memenuhi kriteria penampang untuk SRPMK, dimana syarat strong column weak beam telah terpenuhi. Simpangan yang terjadi lebih kecil dari simpamgan maksimum yang diijinkan, dimana simpangan terbesar berada di lantai 5 dengan nilai ∆ (60,2860mm) lebih kecil dari ∆a (90mm). Rasio penulangan kolom, balok dan plat telah memenuhi persyaratan penulangan dimana ρ kolom didapat sebesar 1,68% s/d 2,43%,  ρ balok didapat sebesar 1,4% s/d 6%, ρ slab didapat sebesar 3,8%, dan ρ pilecap sebesar 2% s/d 5%. Kata kunci : Respons Spektrum, SRPMK, Gempa, Beton Bertulang