Banu Dwi Handono, Banu Dwi
Unknown Affiliation

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

STUDI NUMERIK PERILAKU BALOK KASTELA TERHADAP VARIASI POSISI LUBANG DARI TUMPUAN Ente, Abdul Ahad Ghifar; Handono, Banu Dwi; Pangouw, Jorry D.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 7 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material baja yang digunakan dalam bangunan memiliki kelebihan dibandingkan dengan material konstruksi lain dalam hal durability, fleksibilitas dan kualitas. Salah satu strategi optimasi adalah balok kastela (casstellated beam) yang dalam optimasi ini membuat ukuran profil lebih tinggi sehingga momen inersia menjadi lebih besar.  Hal ini akan meningkatkan tegangan lenturnya karena jarak dari garis netral ke bagian luar profil bertambah tanpa menambah berat sendiri dari profil tersebut. Balok kastela dimodelkan dalam setengah portal sebagai elemen balok-kolom dengan panjang balok 8 m. Tiga jenis profil yang digunakan adalah profil gunung garuda 300x100, 375x125, dan 450x150  divariasikan  jarak lubang dari tumpuan dengan rasio 0.55, 0.70, 0.85, 1.00, dan 1.15. Analisis perilaku balok kastela menggunakan program ANSYS Mechanical APDL sebagai 3D-FEM. Posisi lubang dari tumpuan mempengaruhi besarnya kapasitas balok kastela. Tegangan von mieses disekitar lubang di dekat tumpuan dan nilai lendutannya berkurang jika jarak lubang dari tumpuan semakin jauh. Dengan demikian pengaruh posisi lubang dari tumpuan harus diperhatikan untuk digunakan secara optimum, mengingat semakin jauh jarak lubang dari tumpuan maka berat sendiri  dari balok baja tersebut semakin besar.Kata Kunci : Castellated Beam, Finite Element Method, ANSYS, Kapasitas Lentur, Kapasitas Geser
EVALUASI PENINGKATAN KAPASITAS TEKUK KOLOM BAJA PROFIL KASTELA DENGAN VARIASI TINGGI POTONGAN Murdianto, Wisnu; Handono, Banu Dwi; Windah, Reky S.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 2 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pengujian profil kastela (castellated beam) baik secara eksperimen maupun studi numerik untuk kuat lentur balok menjelaskan bahwa profil kastela lebih baik menahan lentur dan lendutan yang lebih kecil dibandingkan dengan profil utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku profil kastela terhadap kuat tekan dengan variasi tinggi lubang bukaan untuk mendapatkan beban tekuk kritis (Pcr) dan tahanan nominal (Pn) terbesar pada model bukaan tertentu. Profil kastela dimodelkan dengan perletakkan sendi-sendi pada kedua ujung profil dengan beban terpusat pada bagian atas profil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima variasi tinggi lubang bukaan dengan masing-masing dua model yaitu lubang ganjil dan genap diperoleh hasil untuk profil kastela lubang genap dengan tinggi bukaan dan sudut berturut-turut 160 mm dan 39o memberikan hasil kuat tekan nominal sebesar 245.73 Ton yang mengalami peningkatan sebesar 11.2% dibandingkan dengan profil utuh yang memberikan hasil kuat tekan nominal sebesar 220.92 Ton, sedangkan untuk profil kastela lubang ganjil memberikan hasil kuat tekan terbesar 213.60 Ton yang cenderung menurun dibandingkan dengan profil utuh. Kata Kunci : profil, Castellated beam, Pcr, Pn, lentur, lendutan
PERBANDINGAN NILAI KAPASITAS BEBAN MAKSIMUM KOLOM BETON BERTULANG GEOPOLYMER DENGAN KOLOM BETON BERTULANG KONVENSIONAL Pude, Joannita Veronica; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini Kolom Beton Bertulang Geopolymer dan Kolom Beton Bertulang Konvensional pada perawatan suhu ruangan diuji Nilai Kapasitas Beban Maksimum dengan perbandingan berdasarkan Komposisi Campuran Beton, Ukuran Penampang 100 mm x 100 mm x 350 mm, dan Jumlah Tulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional lebih besar 140,7 kN dari Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer.Perhitungan analitis Kapasitas Kolom (Pn) pada Benda Uji Kolom Beton Konvensional memiliki nilai kapasitas beban aksial 317.25 kN, sehingga Perhitungan Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional  lebih kecil 8.7% dari hasil Pengujian Laboratorium. Dan Perhitungan Analitis Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer 196.37 kN lebih kecil 5% dari hasil Pengujian Laboratorium. Kata Kunci : Beton Konvensional, Beton geopolymer, Beban Maksimum Kolom
PERENCANAAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG UNTUK GEDUNG PARKIR Missi, Rollan Satrio Pratama Jonas; Handono, Banu Dwi; Sumajouw, Marthin D. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam merencanakan suatu struktur bertingkat di wilayah rawan gempa, diwajibkan untuk menggunakan sistem struktur yang tepat agar struktur tersebut mampu menahan beban – beban yang bekerja terhadapnya dan beban gempa. Sistem struktur yang digunakan dalam merencanakan struktur tahan gempa adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Oleh sebab itu, dalam merencanakan suatu gedung parkir perlu menggunakan SRPMK dimana struktur akan dirancang agar bersifat daktail atau fleksibel sehingga bisa merespon beban yang diakibatkan oleh gempa.Struktur gedung yang direncanakan memiliki 4 lantai, dengan ukuran bangunan 62.01 x 32.26 x 12.8 m dan direncanakan dibangun dikota Manado. Komponen struktur yang direncanakan adalah komponen struktur atas yang terdiri dari balok, kolom dan pelat serta komponen struktur bawah yang merupakan pondasi. Peraturan perencanaan mengacu pada SNI 1726:2012 (Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung), SNI 1727:2013 (Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain) dan SNI 2847:2013 (Persyaratan beton structural untuk bangunan gedung). Struktur dianalisis menggunakan program ETABS 2016, hasil analisis kemudian dihitung untuk memenuhi syarat SRPMK.        Berdasarkan hasil analisis dan desain terhadap struktur gedung parkir tersebut, komponen struktur yang telah didesain penulanganannya telah memenuhi syarat SRPMK. Untuk variasi ukuran balok 600 mm x 300 mm, 500 mm x 250 mm dan 400 mm x 250 mm. Untuk variasi ukuran kolom dipakai 600 mm x 600 mm untuk struktur gedung parkir utama dan kolom bulat dengan diameter 600 mm untuk penopang struktur ramp. Untuk variasi pelat dipakai tebal 150 mm untuk struktur gedung parkir utama, sedangkan tangga, bordes dan pelat ramp menggunakan pelat dengan tebal 120 mm. Untuk struktur bawah, dipakai pondasi bored pile dengan diameter 600 mm dengan Pile Cap ukuran 1600 mm x 1600 mm x 1000 mm. Elemen struktur yang didesain mampu menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada struktur sehingga menghasilkan struktur yang daktail. Kata Kunci: Perencanaan Gedung, Gedung Parkir, SRPMK, Daktail
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN DENAH BANGUNAN BERBENTUK “L” Lamia, Ni Wayan Mira Theresilia; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur bangunan tahan gempa sangat penting di Indonesia yang mempunyai tingkat resiko kegempaan yang tinggi. Struktur gedung bertingkat dengan bentuk tidak beraturan, atau asimetris memiliki titik berat yang tidak berada tepat di tengah bangunan, yang dapat menimbulkan efek yang cukup besar jika bangunan menerima beban horizontal seperti gempa.Struktur gedung yang direncanakan adalah struktur beton bertulang dengan denah bangunan berbentuk “L” yang merupakan bangunan bertingkat 4 lantai. Panjang bangunan 36,00 m, lebar 26,00 m, dan tinggi 19,00 m. Lokasinya berada di Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan nilai SDS dan SD1 adalah sebesar 0.751 dan 0.459. Jenis tanah adalah jenis tanah sedang, dimana termasuk didalam kategori desain seisimik D. Perenncanaan komponen struktur menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Komponen struktur yang akan direncanakan terdiri dari komponen struktur atas yaitu balok, kolom dan pelat serta komponen struktur bawah yaitu pondasi.  Perhitungan beban mati dan beban hidup mengikuti persyaratan dari SNI 1727-2013. Beban gempa dianalisis secara dinamis menggunakan analisis ragam spektrum respon. Beban angin mengikuti persyaratan dari SNI 1726-2012. Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung mengikuti persyaratan dari SNI 2847:2013. Pemodelan dan analisis struktur menggunakan bantuan Software ETABS.Berdasarkan hasil analisis, desain, dan kontrol terhadap struktur gedung beton bertulang yang mengalami ketidakberaturan struktur telah memenuhi persyaratan. Komponen struktur dengan penulangannya dapat menahan gaya lentur dan gaya geser yang bekerja pada penampang, dan telah mengikuti persyaratan pendetailan dalam SRPMK untuk mendapatkan struktur yang bersifat daktail. Sehingga untuk persyaratan perencanaan bangunan menggunakan sistem rangka pemikul momen khusus telah terpenuhi.Kata kunci: Perencanaan, Struktur, Beton Bertulang, Ketidakberaturan, SRPMK, ETABS
PENGARUH VARIASI LUAS PIPA PADA ELEMEN KOLOM BETON BERTULANG TERHADAP KUAT TEKAN Situmorang, Laris Parningotan; Manalip, Hieryco; Handono, Banu Dwi
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pipa PVC pada kolom karena tuntutan estetika seperti menyembunyikan pipa instalasi air bersih, pipa saluran pembuangan maupun instalasi listrik sering dilakukan penambahan lubang (rongga) pada kolom. Penambahan lubang (rongga) tersebut mengakibatkan terjadi pengurangan luas penampang kolom yang akan mempengaruhi kekuatan tekan kolom. Hal ini sering luput dari perhatian pihak perencana maupun pihak pelaksana karena mengganggap penambahan lubang (rongga) tersebut adalah hal sepele. Namun jika tidak direncanakan dan dilaksanakan sesuai prosedur, penambahan lubang (rongga) tersebut bisa berakibat fatal terhadap bangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan kapasitas beban aksial akibat penambahan pipa PVC pada kolom. Pengujian dilakukan dengan skala laboratotium, dengan umur perawatan 28 hari. Benda uji menggunakan kolom 150x150x500(mm), dengan variasi luas lubang 2%, 4%, dan 6% terhadap luas penampang kolom. Pengujian kuat tekan beton menggunakan silinder 100/200(mm), dengan perencanaan mutu beton (f’c) 20 Mpa. Tulangan yang digunakan untuk tulangan longitudinal menggunakan ϕ8 dan untuk tulangan sengkang ϕ6. Perencanaan slump ditetapkan ialah 75-150 mm. Hasil pengujian menyatakan bahwa penambahan pipa PVC pada kolom yang mengakibatkan pengurangan luas penampang kolom akan berpengaruh terhadap kapasitas beban aksial. Dimana semakin besar lubang pada kolom semakin berkurang kapasitas beban aksialnya.Kolom dengan variasi luas lubang 2% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 1,18%. Kolom dengan variasi luas lubang 4% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 2,52%. Dan untuk variasi luas lubang 6% terhadap luas penampang kolom mengalami penurunan kapasitas beban aksial sebesar 4,34%.
TINJAUAN KOLOM AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI RUANGAN DENGAN PERKUATAN STRUKTUR BAJA (Menggunakan Program ANSYS) Makal, Kurniawati Florensia; Handono, Banu Dwi; Pandaleke, Ronny E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alihfungsi bangunan bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan fungsional infrastruktur, dengan memperhitungkan efisiensi yang dihasilkan dari penggantian fungsi bangunan yang ada dengan fungsi baru. Alihfungsi yang dilakukan akan menghasilkan perubahan beban pada struktur kolom bangunan sehingga perlu menganalisis kekuatan struktur kolom pada kondisi baru.Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yakni input, analisis, dan output. Proses input meliputi pemodelan denah struktur, penampang balok, kolom, dan plat, serta pembebanan yang bekerja pada bangunan. Sedangkan tahap analisis adalah tahap analisa dinamis struktur bangunan dengan bantuan program Ansys Mechanical APDL V16.2 berbasis metode elemen hingga (FEM). Tahap output yakni hasil visualisasi analisa untuk perkuatan elemen struktur yang diperoleh.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen hingga pada kolom–kolom kritis akibat alihfungsi ruangan yang dimana sebelum dipasang perkuatan menunjukkan tegangan ekivalen (σe) maksimum yang dilihat dari hasil FEM von-Mises-stress umumnya terjadi pada sayap di ujung atas kolom yang terjadi akibat alihfungsi ruangan dari ruang rawat inap menjadi ruang arsip maka, Kolom–kolom tersebut dikatakan masih aman dalam memikul beban. Namun akan tetap dilakukan perkuatan yang dipasang pada bagian kolom dengan tegangan terbesar. Sehingga, kolom yang telah dipasang perkuatan menunjukkan hasil analisis elemen hingga yakni nilai tegangan σe mengalami penurunan terbesar pada variasi 3. Kata kunci: ANSYS, Metode Elemen Hingga, Alihfungsi, Kolom, Struktur Baja, Perkuatan.
TINJAUAN KOLOM AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI RUANGAN DENGAN PERKUATAN STRUKTUR BAJA (Menggunakan Bahasa Pemrograman MATLAB) Rogi, Claudio Alesandro Rafael; Pandaleke, Ronny E.; Handono, Banu Dwi
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengalihfungsikan bangunan merupakan hal yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur konstruksi bangunan yang baik karena efisiensi yang dihasilkan. Penggantian fungsi suatu bangunan dengan fungsi yang baru dapat menjadi alternatif yang lebih tepat. Substitusi fungsional yang ada akan menghasilkan perubahan beban pada struktur kolom bangunan sehingga sangat dibutuhkan suatu analisis kekuatan struktur kolom sesuai dengan kondisi substitusi fungsional yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis akibat alihfungsi ruangan dalam kasus perubahan fungsi ruang rawat inap menjadi ruang arsip pada suatu gedung rumah sakit berlantai enam. Prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap yakni input, analisis, dan output. Proses input meliputi pemodelan denah struktur dan geometri penampang struktur bangunan, serta pengisian beban yang bekerja pada bangunan sebelum dan setelah alihfungsi ruangan. Proses analisis diawali dangan analisis dinamis struktur bangunan untuk mengidentifikasi kolom-kolom yang kritis, kemudian dilanjutkan dengan analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis yang teridentifikasi dengan membuat program menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Hasil keluaran dari penelitian ini adalah gambar visualisasi hasil analisis elemen hingga untuk melihat daerah pada kolom dimana perlu dipasangi perkuatan.Hasil analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis sebelum dipasang perkuatan menunjukkan bahwa alihfungsi ruangan mengakibatkan nilai tegangan ekivalen (Von Mises stress, σe) maksimum dan tegangan σe rata-rata di kolom-kolom kritis naik. Untuk tegangan σe maksimum umumnya terjadi pada sayap di ujung atas kolom. Kolom-kolom tersebut masih mampu dalam memikul beban, namun demikian perkuatan tetap dipasang pada daerah kolom dengan tegangan terbesar. Hasil analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis yang telah dipasangi perkuatan menunjukkan bahwa pemasangan perkuatan pada kolom mengakibatkan nilai tegangan σe pada daerah kolom yang dipasangi perkuatan menurun, sementara yang tidak dipasangi perkuatan naik. Kata kunci:    Alihfungsi Ruangan, Kolom, Struktur Baja, Perkuatan, Analisis Elemen Hingga, Von Mises Stress, MATLAB
EVALUASI KINERJA GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI AKIBAT BEBAN GEMPA Saputra, Maarij Ravi; Handono, Banu Dwi; Mondoringin, Mielke R. I. A. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Level kinerja adalah salah satu faktor utama dalam perencanaan gedung bertingkat yang berfungsi untuk mengetahui batas kekuatan gedung tersebut menerima beban. Batas level kinerja yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, Immediate Occupancy (Penggunaan Sedang), Damage Control (Kontrol Kerusakan), Life Safety (Aman untuk Dihuni), Structural Stability (Stabilitas Struktur). Bangunan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Gedung Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado, dengan jumlah lantai 13 dengan atap dan tinggi total bangunan 56 m dengan lebar bentang arah X 21 m dan bentang arah Y 40 m. Adapun penelitian ini juga menggunakan Respon Spectrum area Manado, Sulawesi Utara dengan nilai Ss= 1,036 g dan S1= 0.442 g.Untuk mencari atau menentukan level kinerja biasanya dilakukan dengan cara analisis pushover, atau analisis beban dorong statik untuk mengetahui perilaku keruntuhan bangunan terhadap gempa. Analisis Pushover biasanya dihitung dengan menggunakan bermacam program.Dalam penelitian ini analisis Pushover menggunakan program PERFORM 3D untuk mengetahui beberapa besar gaya maksimum yang dapat ditahan struktur serta besar perpindahan struktur. Analisis pushover (build-in pada program PERFORM 3D dilakukan berdasarkan ATC – 40 (capacity spectrum method) dimana kondisi kerusakan (damage states) dikategorikan dalam berbagai level, dan FEMA – 356 merupakan metode dengan memodifikasi respon elastic linier sistem struktur sehingga diperoleh perpindahan yang disebut sebagai target perpindahan.Dari Hasil penelitian didapat nilai perpindahan maksimum 0,998 m dan gaya geser maksimum 3017866,5 kg untuk arah X dan untuk arah Y nilai perpindahan maksimum 0,728 m dan gaya geser maksimum 2590323,88. Dari hasil evaluasi struktur FEMA 356 level kinerja struktur bangunan tinjauan berada pada batas antara Life Safety (LS), berdasarkan ATC 40 masuk dalam kategori B.  Kata Kunci: pushover, assessment, level kinerja, PERFORM 3D
PERENCANAAN STRUKTUR TOWER BTS TIPE SELF-SUPPORTING TOWER Mamarimbing, Ezra Arnoldus; Handono, Banu Dwi; Sumajouw, Marthin D. J.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 5 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan jaringan komunikasi nirkabel yang baik membutuhkan infrastruktur pendukung sepperti menara pemancar (Base Transciever Station – BTS). Material yang digunakan pada konstruksi menara adalah baja L atau baja siku yang ukuran penampangnya disesuaikan mengikuti disain menara. Perencanaan Struktur Tower BTS Tipe Self-Supporting Tower ini akan direncanakan sesuai dengan standar EIA/TIA-222-F. Perecenaan ini menggunakan program MS.Tower untuk mendapatkan pemodelan dan hasil kontrol tegangan baja terhadap kuat tekan dan kuat tarik, serta kontrol jumlah baut terhadap sambungan. Pembebanan yang ditinjau mengikuti standar EIA/TIA-222-F. Berdasarkan hasl disain struktur baja ini maka, profil-profil yang akan digunakan bervariasi dimulai dari  profil baja 70x70x8 untuk bagian LEG panel paling atas sampai dengan 200x200x20 untuk panel paling bawah, profil baja 60x60x6 sampai dengan 80x80x8 untuk bagian XBR (Cross-Bracing), profil baja 50x50x5 sampai 70x70x7 untuk bagian HOR (Horizontal-Bracing) dan PBR (Plan-Bracing). Kata Kunci: SST, MSTower, EIA/TIA-222-F