Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Comparative Analysis of Public Perceptions of Tax Justice and Public Responses to Changes in the Tax System Saputra, Tri Eka; Prabowo, Rahmat Eko
Advances in Taxation Research Vol. 3 No. 1 (2025): October - January
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/atr.v3i1.424

Abstract

Purpose: This study examines public perceptions of tax justice and responses to systemic tax reforms, particularly in the context of digitalization and reform-driven economies like Indonesia. It investigates how distributive and procedural fairness, financial literacy, and socio-economic dynamics shape trust, compliance, and acceptance of tax policies. Research Design and Methodology: The study employs a qualitative approach, using a Systematic Literature Review (SLR) to synthesize insights from recent theoretical and empirical studies. Integrating key findings from interdisciplinary research explores the relationship between tax justice perceptions, digitalization, financial literacy, and public trust in tax reforms. Findings and Discussion: The study reveals that perceptions of tax fairness significantly influence public trust and compliance. Distributive justice ensures equitable tax burdens aligned with economic capacity, while procedural justice emphasizes transparency and inclusive in policy implementation. Financial literacy moderates the relationship between perceived fairness and voluntary compliance, enhancing public understanding of taxation benefits. Digitalization offers efficiency but presents challenges of inclusivity, particularly for marginalized groups. The findings highlight the importance of tailoring reforms to socio-economic and cultural contexts to foster trust and acceptance. Implications: The study underscores the need for transparent, equitable, and inclusive tax policies. Policymakers should prioritize public education on financial literacy, ensure equitable digital tax systems, and promote participatory governance in tax reform processes. These measures will enhance compliance, strengthen public trust, and promote sustainable economic development. Future research should empirically validate these relationships and explore cross-country comparisons to deepen understanding of taxation dynamics.
Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Terkait Dengan Kegiatan Usaha Budidaya Rumput Laut Attas, Nasrah Hasmiati; Saputra, Tri Eka; Nasir, Citra; Ichsan, Nursyamsi
Celebes Journal of Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): December - May
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/celeb.v3i1.1163

Abstract

Peraturan perundang-undangan di bidang usaha budidaya rumput laut memiliki peran yang penting dalam meningkatkan usaha para pelaku budidaya rumput laut. Peraturan ini mencakup izin usaha, prosedur pengelolaan perairan, dan aspek-aspek lain yang berkaitan dengan keberlanjutan usaha dan keberlanjutan lingkungan. Kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan merupakan pendekatan proaktif untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pelaku usaha dalam kegiatan budidaya rumput laut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari kegiatan sosialisasi tersebut terhadap pemahaman peraturan, kepatuhan, dan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan dalam sektor budidaya rumput laut. Hasil temuan dari pelaksanaan kegiatan yaitu: Peranan dari pemerintah meliputi pemberian kerbijakan berupa memberikan bantuan modal, mempermudah masyarakat untuk mendapatkan izin usaha serta mendapatkan bantuan bibit unggul dari pemerintahan setempat
Penggunaan Rekam Medis Elektronik dalam Mewujudkan Perlindungan Hukum Keamanan Data Pribadi Pasien: The Use of Electronic Medical Records in Realizing Legal Protection of Patient Personal Data Security Saputra, Tri Eka
Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 13 No. 2 (2024): Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/jf.v13i2.276

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran rekam medis elektronik dalam upaya mewujudkankan perlindungan hukum mengenai keamanan data pribadi pasien. Unsur yang ada didalam rekam medis elektronik berupa data pribadi milik pasien yang sangat rentan atas penyalahgunaan data pribadi berbasis elektronik sehingga memerlukan kajian hukum untuk menjawab persoalan tersebut. Batasan dalam artikel ini adalah penggunaan rekam medis elektronik serta konseptual pemberian perlindungan hukum terhadap keamanan data pribadi pasien dalam penggunaan rekam medis elektronik. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian hukum normatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan rekam medis elektronik saat ini wajib diterapkan oleh pemberi fasilitas pelayanan kesehatan dengan memperhatikan keamanan, kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan data rekam medis. Pemberian perlindungan hukumnya tetap memperhatikan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang dalam penerapan ketentuan ini tidak dapat dilepaskan dari pemberlakukan pertanggung jawaban oleh pihak pemberi fasilitas pelayanan kesehatan ketika terjadi penyalahgunaan data rekam medik elektronik.
Implications of Taxation Cluster for the Improvement of Indonesian Economy in the Perspective of Omnibus Law Saputra, Tri Eka
Amsir Law Journal Vol 5 No 1 (2023): October (Special Issue: The Omnibus Law on Job Creation in the Perspective of the
Publisher : Faculty of Law, Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36746/alj.v5i1.297

Abstract

The focus of the study in this article is the existence of a taxation cluster in the copyright law with its formation using the omnibus law method. The use of the omnibus law method has the potential to overcome overlapping regulations, efficiency of regulatory changes, and overcome sectoral ego in legislation. This can be seen in the taxation cluster in the employment copyright law with several changes occurring in it. Despite public opinion about tax collection, the taxation cluster arrangement in the copyright law can have a positive impact on economic improvement through dividend tax exemptions and tax incentives for publicly listed companies. This article aims to answer the impact of the copyright law in improving the economy in Indonesia, as well as the implications of the taxation cluster in the omnibus law as an improvement in the Indonesian economy. The results of this study indicate that: The Taxation Cluster in the copyright law is a strategic step by the Government of Indonesia to improve the country’s economy. The taxation cluster changes in the law aim to strengthen the economic and financial sectors by simplifying tax regulations, encouraging investment, reducing the tax burden, and addressing investment barriers. Overall, the tax arrangements in the job creation law have great potential to drive economic growth, support national development, and strengthen Indonesia’s economic position if implemented effectively. ___ References Books with an author: Falak, Y. (2020). Sektor Perpajakan dalam UU Cipta Kerja: Perubahan Komprehensif untuk Kemudahan Berusaha; Di Balik Undang-Undang Cipta Kerja. Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal-Kementerian Keuangan RI. Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada. Pohan, C.A. (2018). Manajemen Perpajakan : Strategi Perencanaan Pajak dan Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Suska. (2020). Mendukung Kemudahan Berusaha Melalui Penyesuaian Aturan PPN dalam Undang-Undang Cipta Kerja, (Di Balik Undang-Undang Cipta Kerja). Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal-Kementerian Keuangan RI. Journal articles: Adiwijaya, A. J. S., Suryani, D., Komandoko, K., & Vijay, M. (2022). Urgensi Reformasi Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan sebagai Dampak Penerapan Konsep Omnibus Law di Indonesia. Jurnal Ilmiah Living Law, 14(2), 117-128. Aji, A. S., Setiono, J., & Santoso, B. (2022). Juridical Review of the Principles and Systems of Collecting Local Taxes in National Development. International Journal of Law and Politics Studies, 4(2), 51-58. Arham, S., & Saleh, A. (2019). Omnibus Law Dalam Perspektif Hukum Indonesia. Petitum, 7(2), 72-81. Asnawi, M. I. (2016). Implikasi Pengelolaan BUMN Persero dalam Kerangka Welfare State berdasarkan Mekanisme Perseroan Terbatas. Jurnal Hukum Samudra Keadilan, 11(1), 126-144. Faisol, I. A., & Rahmawati, E. (2022). Analisis Persepsi Wajib Pajak dan Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja Segmen Kemudahan Berusaha Bidang Perpajakan. InFestasi, 18(1), 76-87. Hamidi, J. (2011). Paradigma Baru Pembentukan dan Analisis Peraturan Daerah (Studi atas Perda Pelayanan Publik dan Perda Keterbukaan Informasi Publik). Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 18(3), 336-362. Handayani, T., & Abubakar, L. (2017). Perkembangan Hukum Sektor Jasa Keuangan Dalam Upaya Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional. DE LEGA LATA: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 418-444. Harjono, D. K. (2020). Konsep Omnibus Law Ditinjau dari Undang Undang No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang Undangan. Jurnal Hukum To-ra, 6(2), 96-110. Lala, A., & Sudiharto, S. (2021). Urgency of the Omnibus Law Bill. Journal “Omnibus Law Opportunities and Challenges Towards Entrepreneurs and Labor: Comparative Review”, 1(1),77-84. Prabowo, A. S., Triputra, A. N., Junaidi, Y., & Purwoleksono, D. E. (2020). Politik Hukum Omnibus Law di Indonesia. Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo, 13(1), 1-6. Purwanda, S., & Wulandari, A. S. R. (2023). Socio-Legal Studies: Methodical Implications of Legal Development in Indonesia. Al-'Adl, 16(2), 152-163. Rahman, M. S. (2018). Makna Filosofis Rechtstaat dalam Konteks Kebijakan Pembangunan Hukum di Indonesia. Meraja Journal, 1(2), 40-45. Ricky, R. (2023). Pengenaan Pajak Penghasilan Terhadap Warga Negara Asing yang Menjadi Wajib Pajak Dalam Negeri. Locus Journal of Academic Literature Review, 2(2), 126-144. Susdarwono, E. T., & Rizal, M. S. (2021). Praktik Omnibuslaw di Indonesia dilihat dari Segi Pembangunan Hukum Ekonomi. Journal of Law and Policy Transformation, 6(1), 90-100. Tresnajaya, R. T. J. (2021). Analisis Perubahan Ketentuan Subjek Pajak Orang Pribadi Pada Undang-Undang Cipta Kerja Terhadap Pajak Penghasilan Orang Pribadi dan Mobilitas Sumber Daya Manusia. Jurnal Pajak dan Keuangan Negara (PKN), 3(1), 98-111. Utomo, P. (2020). Omnibus Law: Dalam Perspektif Hukum Responsif. Nurani Hukum, 2(1), 33-41. Wijaya, S., & Sabina, D. I. A. (2021). Reformulasi Pengkreditan Pajak Masukan Pasca Omnibus Law. Jurnal Pajak Indonesia (Indonesian Tax Review), 5(1), 1-19. Yusliwidaka, A. (2022). Menakar Efektivitas Konsep Omnibus Law Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Hukum Progresif, 10(2), 167-178.
The Role of Artificial Intelligence in the Implementation of Personal Data Protection Law in Indonesia Purwanti, Nina; Barthos, Megawati; Saputra, Tri Eka
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 4 No. 6 (2025): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v4i6.1448

Abstract

The development of artificial intelligence technology has brought significant impacts in various elements of daily life, such as in systems for managing personal data. Examining how artificial intelligence works in Indonesia's implementation of Law Number 27 of 2022 on the Protection of Personal Data is the aim of this study. The primary subjects of conversation are the legality of handling personal data with AI technology and the function of AI in Indonesia's execution of the Personal Data Protection Act. Normative legal research using a legislative framework is the methodology employed and analytical approach, through literature study of regulations, legal literature, and related policies. The results showed that: The role of artificial intelligence in the implementation of Law No. 27 of 2022 on Personal Data Protection in Indonesia presents both efficiency opportunities and serious challenges to the protection of individual privacy rights. Although this law has adopted data protection principles according to international standards, the unavailability of technical regulations and accountability mechanisms for the use of artificial intelligence creates a legal gap that needs to be addressed immediately. Therefore, legal certainty over the use of this technology requires regulations that are adaptive, principle-based, and uphold human rights through institutional strengthening, algorithmic supervision, and the application of the principle of explainability in responsive and humanist governance. This research recommends the need to strengthen technical regulations, algorithmic accountability mechanisms, and adaptive institutional supervision so that Human rights and legal certainty are upheld when artificial intelligence is used to manage personal data.
Supervision of Subdistrict Heads as Temporary Deed Making Officials in the Indonesian Positive Law Perspective Saputra, Tri Eka; Rustan, Rustan
Golden Ratio of Law and Social Policy Review Vol. 3 No. 1 (2023): July - December
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grlspr.v3i1.287

Abstract

This article discusses supervision of the sub-district head as an official who makes temporary land deeds who violates statutory provisions. The aim is only to provide an overview of the supervision of sub-district heads carried out by the Board of Trustees and Supervisors of officials who make land deeds. The research method used in this article is normative legal research. The results of the research illustrate that supervision by the PPAT supervisory board and supervisors in carrying out guidance and supervision of PPATS, the supervision is not yet comprehensive. This is in Ministerial Regulation Number 2 of 2018, PPAT Guidance and Supervision has not been able to answer substantively regarding the guidance and supervision by PPATS where the position of a PPATS is ex officio so that the guidance and supervision both internally and externally carried out by the National Land Agency is only functional.
Penyuluhan Hukum Perlindungan Perempuan dan Anak Terhadap Dating Violence Ichsan, Nursyamsi; Attas, Nasrah Hasmiati; Saputra, Tri Eka; Nasir, Citra; Fausiah, Rafikah
Amsir Community Service Journal Vol 1 No 1 (2023): Februari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengbdian Masyarakat (LP2M) Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62861/acsj.v1i2.328

Abstract

rogram pengabdian masyarakat dengan tema penyuluhan hukum perlindungan perempuan dan anak terhadap dating violence, sebagai upaya pencegahan secara preventif dari ketentuan hukum positif yang ada di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan secara bertahap dan menyeluruh mencegah dan menimilasir terjadinya korban dating violence pada kalangan remaja di lingkungan masyarakat lokasi pengabidan. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum masyarakat dan pemerintah daerah setempat dari segala bentuk akibat dari perilaku dating violence dan metode pencegahan Luaran Kegiatan ini adalah Peningkatan kesadaran hukum pemerintah daerah dan masyarakat.
Penyelesaian Utang Debitur Terhadap Kreditur Melalui Kepailitan Dalam Sistem Hukum Indonesia Prabowo, Rahmat Eko; Saputra, Tri Eka
Vifada Assumption Journal of Law Vol. 2 No. 1 (2024): January - June
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/febch931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempertajam konsep pengaturan hukum dalam penyelesaian utang melalui kepailitan serta penyelesaian utang debiturterhadap kreditor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan jenis dan bahan hukum sekunder yang berasal dari bahan hukum primer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pengaturan hukum penyelesaian utang melalui kepailitan terdapat hubungan yang kuat antara KUHPerdata dan UUKPKPU yang dapat kita lihat pada Pasal 222 Ayat (2) Jo Pasal 1413 KUHPerdata yang secara substansi mengatur mengenai pembaharuan utang antara pihak debitur dengan pihak para kreditor. Penyelesaian utang debitur terhadap kreditur pada hakekatnya merupakan satu rangkaian proses yang dimulai dari permohonan pernyataan pailit, pengurusan dan pemberesan harta pailit, dan terakhir adalah berakhirnya kepailitan, diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga wilyah hukum debitur tersebut.
Status Hukum Anak Diluar Nikah Dalam Perspektif Fikih Islam Dan Hukum Positif Indonesia Saputra, Amdaryono; Saputra, Tri Eka
Vifada Assumption Journal of Law Vol. 2 No. 1 (2024): January - June
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/vdq9ey25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan hukum serta status hukum anak diluar nikah yang sering kali menimbulkan perdebatan dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, memfokuskan pembahasan penelitian tentang status hukum anak di luar nikah dalam perspektif fikih Islam dan hukum positif Indonesia. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni menggunakan pendekataan fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pendekatan hukum terhadap status anak di luar nikah di Indonesia merupakan isu kompleks yang melibatkan ketegangan antara Fikih Islam dan hukum positif. Fikih Islam cenderung membatasi hak-hak perdata anak di luar nikah, terutama dalam hal warisan dan pengakuan nasab, sementara hukum positif Indonesia, terutama setelah putusan Mahkamah Konstitusi, berusaha melindungi hak hak anak di luar nikah, termasuk pengakuan dari ayah biologis dan hak atas nafkah. Status hukum anak di luar nikah di Indonesia dalam hukum positif telah memperluas perlindungan bagi anak di luar nikah, yang dalam kenyataannya masih ada tantangan berupa resistensi dari masyarakat yang memegang teguh interpretasi tradisional fikih Islam dan stigma sosial terhadap anak di luar nikah. Oleh karena itu, diperlukan upaya harmonisasi antara hukum agama dan hukum negara serta edukasi masyarakat untuk mengurangi diskriminasi dan memastikan perlindungan hukum yang adil bagi anak-anak tersebut.
Strategi Kepolisian Republik Indonesia Dalam Penanganan Anak Yang Terpapar Radikalisme Di Lingkungan Keluarga Saputra, Tri Eka; Putri, Geizy Azhari
Vifada Assumption Journal of Law Vol. 2 No. 2 (2024): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/95p0dp33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa serta mengkaji strategi kepolisian dalam penanganan anak yang terpapar radikalisme dan faktor yang menyebabkan anak terpapar paham radikalisme di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode normatif atau doktrinal yang bertujuan untuk menganalisis strategi Kepolisian dalam penanganan anak yang terpapar radikalisme. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk membangun konsep teori yang berdasarkan bahan bacaan dengan menggunakan metode pendekatan peraturan perundangundangan (statue approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pendekatan secara deradikalisasi sesungguhnya merupakan salah satu metode dalam penanganan anak yang terpapar gerakan radikal terorisme, dimana tahapan rehabilitasi yang dilakukan oleh kepolisian menjadi strategi Kepolisian dalam penanganan anak. Dalam pendekatan ini anak dilihat sebagai manusia secara seutuhnya, sehingga proses pembinaan kepada anak dapat menjadikan seorang anak untuk meninggalkan ideologi radikal dan kembali memmiliki kehidupan normal di masyarakat. Radikalisme di kalangan anak muda merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ideologi, psikologis, dan ekonomi. Anak-anak yang terpapar radikalisme sering kali menghadapi krisis identitas, kekecewaan terhadap kondisi sosial-ekonomi, dan terbatasnya akses terhadap pendidikan berkualitas. Kelompok radikal memanfaatkan situasi ini dengan menawarkan solusi yang tampak sederhana tetapi berbahaya, seperti ideologi Khilafah, yang menarik bagi mereka yang merasa tidak puas dengan sistem yang ada.