Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Efektivitas Penerapan Manajemen Risiko pada PT Bank Central Asia Tbk. dalam Menjaga Stabilitas dan Kinerja Keuangan Perusahaan Juanita Rahman; Ayu Nor Aisah; Nabela Ariyaninda Budi Astutik; Alvianus Kristian Sumual
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 2 (2025): November: Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/y1s73h40

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan manajemen risiko dalam menjaga stabilitas dan kinerja keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia yang menghadapi eksposur risiko kredit, pasar, likuiditas, dan operasional di tengah perkembangan digitalisasi perbankan. Pendekatan kualitatif deskriptif-analitis digunakan untuk menelaah efektivitas strategi mitigasi risiko, kebijakan internal, serta peran tata kelola perusahaan berdasarkan analisis dokumen resmi, laporan keuangan BCA, dan temuan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen risiko BCA telah berjalan secara efektif, tercermin dari rasio NPL yang tetap rendah, CAR yang berada jauh di atas ketentuan minimum, LDR yang stabil, serta peningkatan efisiensi operasional melalui penurunan BOPO. Studi terdahulu dari Setyarini dan Pratiwi (2023), Sariputra (2025), Purnama (2022), Fitria (2025), Sudrajat et al. (2024), dan Parung et al. (2023) memperkuat temuan bahwa penerapan manajemen risiko yang komprehensif di BCA mampu menjaga profitabilitas, mengendalikan risiko kredit, serta memperkuat daya saing melalui inovasi digital dan penguatan tata kelola. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa efektivitas manajemen risiko menjadi faktor utama yang menopang stabilitas dan keberlanjutan kinerja keuangan BCA, serta berperan sebagai fondasi strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi dan transformasi digital perbankan.
Tinjauan Literatur Sistematis: Perbandingan Metode Manajemen Risiko Pada PLN, Sintesis Jurnal Lintas Unit Daerah Dan Implikasinya Bagi Tata Kelola Jhoni Oktavianus Simanjuntak; Love Felicia Maureen Beslar; Anisetha Aprito Br Silalahi; Alvianus Kristian Sumual
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 1 (2025): Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/djzbsh09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penerapan metode manajemen risiko pada berbagai unit daerah PT PLN (Persero) serta mensintesiskan implikasinya terhadap tata kelola korporat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–analitis, penelitian ini menelaah delapan artikel jurnal dan laporan akademik yang membahas praktik manajemen risiko operasional, proyek, dan keuangan di lingkungan PLN. Metode analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi pola kesamaan dan perbedaan antar-studi serta menilai kesesuaiannya dengan standar internasional, yaitu ISO 31000:2018 dan COSO Enterprise Risk Management (ERM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko di PLN masih bersifat terfragmentasi antar-unit, dengan tingkat integrasi dan pelaporan yang belum seragam. ISO 31000 dinilai lebih fleksibel untuk kegiatan operasional di tingkat unit, sedangkan COSO ERM lebih menekankan aspek akuntabilitas dan tata kelola di tingkat korporat. Oleh karena itu, model hybrid yang mengkombinasikan fleksibilitas ISO 31000 dan struktur pelaporan COSO ERM direkomendasikan sebagai kerangka ideal bagi tata kelola risiko terintegrasi PLN. Sintesis ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pemahaman integrasi manajemen risiko pada BUMN serta wawasan strategis bagi penguatan tata kelola berbasis risiko.  
Penerapan Prinsip ISO 31000 dalam Pengelolaan Risiko Strategis: Studi Kasus pada Kegagalan Transformasi Bisnis Kodak Anantha Nisrina Zahirrah; Ibnu Alif Ifanialdy; Nasywa Nahdah Raniah; Alvianus Kristian Sumual
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 1 (2025): Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/2m0pcs03

Abstract

This study analyzes the failure of Kodak’s business transformation by examining the company’s inability to implement the principles of ISO 31000 in managing strategic risks. Using a qualitative case study approach, the research highlights how Kodak underestimated digital disruption and failed to conduct comprehensive risk identification, objective analysis, and forward-looking risk evaluation. As a result, Kodak’s responses to digital innovation were reactive and fragmented, causing the company to lose competitiveness and ultimately file for bankruptcy in 2012. A comparative analysis with Fujifilm is presented to demonstrate how effective risk management can transform threats into strategic opportunities. Unlike Kodak, Fujifilm applied proactive risk identification, executed aggressive diversification, and restructured its organization to adapt to long-term technological shifts. These actions reflect the core principles of ISO 31000, particularly in integrating risk management into organizational decision-making and risk treatment. The study concludes that strategic risk management based on ISO 31000 is essential for companies facing technological disruption. Kodak’s failure and Fujifilm’s success highlight the importance of disciplined, structured, and adaptive risk management to ensure long-term business sustainability
Analisis Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 pada Industri Pertambangan Batubara: Studi Kasus PT Singlurus Pratama Febri Rahmawati; Nurul Hidayat; Marcellino Saputra; Alvianus Kristian Sumual
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 1 (2025): Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/cpx95j27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan merumuskan langkah mitigasi terhadap risiko yang dihadapi PT. Singlurus Pratama dengan menggunakan ISO 31000. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi langsung dan telaah dokumen, mengikuti tahapan penetapan konteks, identifikasi risiko, analisis evaluasi dan penanganan. Hasil penelitian menemukan bahwa risiko keuangan akibat volatilitas harga komoditas dan kewajiban pasar domestik, risiko kebijakan terkait retensi devisa, serta risiko operasional seperti kecelakaan kerja dan gangguan produksi merupakan risiko yang paling signifikan dan sebagian berada pada kategori tinggi. rekomendasi mitigasi meliputi penguatan K3, optimalisasi arus kas, peningkatan keandalan peralatan dan penyesuaian terhadap tuntutan regulasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan urgensi pengelolaan risiko yang terstruktur agar perusahaan dapat menjaga stabilitas operasional dan keberlanjutan usaha.
Analisis Kegagalan Manajemen Risiko Keuangan dengan ISO 31000: Studi Kasus Pailit pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Intan Dwi Nurqotimah; Ressa Reyhana Kartika Putri; Dwi Saputri Febi Ayu; Alvianus Kristian Sumual
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 1 (2025): Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/tyxbrv23

Abstract

Industri tekstil Indonesia menghadapi tekanan besar akibat persaingan global dan volatilitas pasar, seperti terlihat dari kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Kegagalan ini menunjukkan lemahnya manajemen risiko yang berdampak sistemik pada ekonomi nasional, disebabkan oleh kelemahan internal dalam tata kelola risiko strategis, finansial, dan operasional yang tidak sesuai standar internasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab kegagalan manajemen risiko keuangan di Sritex dengan menggunakan kerangka ISO 31000:2018. Metode yang dipakai adalah kualitatif-deskriptif melalui studi kasus, memanfaatkan data sekunder seperti laporan keuangan 2019-2023, putusan Pengadilan Niaga, serta publikasi terkait. Analisis dokumentasi dan literatur digunakan untuk menginterpretasi penerapan ISO 31000. Hasil menunjukkan kegagalan sistemik meliputi ekspansi agresif dengan pembiayaan utang tinggi, akumulasi utang valuta asing tanpa strategi lindung nilai memadai, serta rendahnya komitmen kepemimpinan terhadap manajemen risiko. Dampaknya terlihat pada merosotnya likuiditas, dengan Current Ratio turun drastis dari 4,90 pada 2019 menjadi 0,37 pada 2021, dan ketidakmampuan mengelola risiko operasional di masa pandem.
Analisis Manajemen Risiko Operasional Berdasarkan Rasio Likuiditas dan Aktivitas pada PT Mayora Indah Tbk Tahun 2024 Inka Niq Masuru; Natalie Mawar Desember; Rifdah Nirmala Sari; Zavicka Alamanda Rizvisal; Alvianus Kristian Sumual
Journal of Economic and Business Advancement Vol. 1 No. 2 (2025): December: Ascendia: Journal of Economic and Business Advancement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/86jgkw02

Abstract

This study analyzes the operational risk management of PT Mayora Indah Tbk in 2024, focusing on liquidity, operational efficiency, and capital structure. The data were sourced from the company’s annual financial statements and analyzed using short-term and long-term financial ratios as well as activity ratios. The results show that the current ratio decreased from 3.67 in 2023 to 2.65 in 2024, while the quick ratio dropped from 2.78 to 1.79, indicating high reliance on inventory and potential short-term liquidity issues. Cash flow ratios to current and total liabilities showed negative values, reflecting an imbalance between cash inflows and outflows. Nevertheless, activity ratios improved, with receivables turnover increasing from 4.76 to 5.45 times and inventory turnover from 4.62 to 5.56 times, reflecting effective operational management. Long-term analysis revealed an increase in total debt to total assets from 0.36 to 0.42, although the capital structure remained stable. The study confirms that while PT Mayora Indah Tbk efficiently manages current assets and operational activities, short-term operational risk is elevated due to declining liquidity and negative cash flows.
Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia: Analisis Sistematik Literatur dan Tantangan Implementasi Aris Pransisco Siringo Ringo; Margaret Boru Siregar; Muhammad Aziz Malikul Mulki Muttaqin; Alvianus Kristian Sumual
Journal of Economic and Business Advancement Vol. 1 No. 2 (2025): December: Ascendia: Journal of Economic and Business Advancement
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/zsa2hz71

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Enterprise Risk Management (ERM) in Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Indonesia through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The study reviewed various national and international literature discussing ERM practices in the culinary, agribusiness, and creative digital sectors during the period 2019–2025. The results of the study show that the implementation of ERM in UMKM is still partial and has not been strategically integrated into business processes. Most UMKM only implement the risk identification and mitigation stages, while the risk monitoring and evaluation aspects are not yet optimal. The level of ERM maturity varies between sectors, with agribusiness being relatively more advanced than the culinary and creative digital sectors. The main obstacles include low risk and digital literacy, limited human resources, and a lack of institutional support and national standard policies. This study emphasizes the need to strengthen an ERM framework that is adaptive to the characteristics of UMKM, improve managerial and technological capacity, and foster cross-actor collaboration to realize value-based and sustainable ERM.