Claim Missing Document
Check
Articles

COMPARISON OF VEGETARIANS AND NON-VEGETARIANS IN BODY MASS INDEX INDICATORS AND CHOLESTEROL LEVELS Helen Sabatini Simbolon; Yunus Elon
JOURNAL of HEALTH SCIENCE REVIEW Vol. 1 No. 2 (2024): Vol 1 No 2 September 2024
Publisher : SABDA EDU PRESS (SEP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70519/jhsr.v1i2.75

Abstract

Background: Nutritional status of adults can be seen simply by using body mass index, and especially nutritional status related to vegetarian and nonvegetarian dietary status.Objective: This study aimed to assess the cholesterol levels and BMI of Adventist University Indonesia students. Methods: Using Spearman's rho test, this research technique is quantitative. There were 60 participants who voluntarily gave their consent. The tool used in this study is a lipid profile (measuring tool for cholesterol levels), Results: the study showed that there was no relationship between gender and BMI. While there is a significant relationship to dietary status and cholesterol levels with a unidirectional positive value (p = .000 r = .578).
COMPARISON OF VEGETARIANS AND NON-VEGETARIANS IN BODY MASS INDEX INDICATORS AND CHOLESTEROL LEVELS Helen Sabatini Simbolon, Yunus Elon
JOURNAL of HEALTH SCIENCE REVIEW Vol. 1 No. 2 (2024): Vol 1 No 2 October 2024
Publisher : SABDA EDU PRESS (SEP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70519/jhsr.v1i2.73

Abstract

Background: Nutritional status of adults can be seen simply by using body mass index, and especially nutritional status related to vegetarian and nonvegetarian dietary status.Objective: This study aimed to assess the cholesterol levels and BMI of Adventist University Indonesia students. Methods: Using Spearman's rho test, this research technique is quantitative. There were 60 participants who voluntarily gave their consent. The tool used in this study is a lipid profile (measuring tool for cholesterol levels), Results: the study showed that there was no relationship between gender and BMI. While there is a significant relationship to dietary status and cholesterol levels with a unidirectional positive value (p = .000 r = .578).
Gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Unit Hemodialisa Terhadap Pelayanan Perawat Moria Marlina, Agnes; Elon, Yunus
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2209

Abstract

Hemodialisa adalah terapi mutlak yang dibutuhkan oleh penderita gagal ginjal kronis, yang mana jumlah penderitanya kian bertambah. Kepuasan pasien menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani hemodialisa. Maka, pelayanan perawat dalam dimensi kenyataan, keandalan, keketanggapanan, jaminan dan empati menjadi indikator kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gamaran kepuasan pasien hemodialisa terhadap pelayanan perawat di salah satu rumah sakit di kota Bandar Lampung. Penelitian ini adalah penelitian kuntitatif dengan menggunakan metode cross-sectional dengan pengambilan sampel dengan metode purposive samping. Hasil penelitian ditemukan kelima dimensi pelayanan perawat yaitu kenyataan, keandalan, keketanggapanan, jaminan, dan empati mendapat mean diatas 4,5 yang berarti pelayanan perawat di unit hemodialisa sudah memenuhi ekspektasi pasien
ANALISIS POLA MAKAN TIDAK TERATUR SEBAGAI FAKTOR RESIKO GERD PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Lingga, Dian Early Stevi; Elon, Yunus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39371

Abstract

GERD merupakan gangguan sistem pencernaan yang sering ditemui. Perubahan gaya hidup dan meningkatnya tekanan akademik di kalangan mahasiswa memicu kebiasaan pola makan yang tidak menentu, yang dianggap sebagai salah satu faktor risiko GERD. Kebiasaan melewatkan waktu makan atau mengonsumsi makanan tidak seimbang, sering ditemukan pada mahasiswa dan dapat berpengaruh terhadap kejadian GERD. Dengan menerapkan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analitik dan cross-sectional untuk mengeksplorasi hubungan antara pola makan yang tidak teratur dengan peningkatan risiko GERD di kalangan mahasiswa keperawatan. Hasil analisis menggunakan uji Spearman's rho menunjukkan bahwa pola makan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan terjadinya GERD, dengan koefisien korelasi 0.012 dan nilai signifikansi 0.920. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola makan tidak secara langsung memengaruhi kejadian GERD dalam sampel penelitian ini. Mayoritas mahasiswa Universitas Advent Indonesia memiliki pola makan cukup baik, meskipun beberapa masih memiliki kebiasaan makan tidak teratur. GERD cukup umum terjadi di kalangan mahasiswa, dipengaruhi oleh faktor seperti konsumsi makanan tertentu, stres akademik, dan gaya hidup. Namun, hasil analisis statistik mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan yang tidak teratur dan kejadian GERD, sehingga pola makan bukanlah faktor risiko utama GERD pada penelitian ini.
Hubungan Antara Massa Otot Dan Lemak Viseral Pada Masyarakat Cihanjuang Rahayu Somae, Joy; Elon, Yunus
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 10 No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/jsk.v10i2.3972

Abstract

Factors Associated With Blood Pressure Of Adult Clients Malinti, Evelin; Elon, Yunus; Wulandari, Imanuel Sri Mei
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2020): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.855 KB)

Abstract

An individual's health status can be reflected in blood pressure. Many factors can affect blood pressure. Thisstudy aims to evaluate risk factors for blood pressure in adults in Cihanjuang Rahayu village. With a crosssectional approach, this study was conducted on a total of 120 respondents selected by purposive sampling.Filling out questionnaires and measuring height and weight, and blood pressure were performed to obtaindata in this study. More than half of respondents have blood pressure above normal which is classified aselevated and hypertension. Socio-demographic data such as age and marital status have a significantrelationship with systolic and diastolic blood pressure (p <.05). Educational level and occupation weresignificantly associated with systolic blood pressure (p <.05). While the level of income has a significantrelationship with diastolic blood pressure (p <.05). Body Mass Index with systolic and diastolic blood pressurehas a significance value of p <.05. There was no significant relationship (p> .05) between activity level, stresslevel, smoking, drinking coffee, sex, and family history with blood pressure. Conducting a healthy lifestyle isvery important to instill in the community to prevent and control high blood pressure.
KESIAPSIAGAAN REMAJA DALAM MENGHADAPI WABAH COVID-19 Natalia, Rahel Nuraeni; Malinti, Evelin; Elon, Yunus
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2020): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid 19 menyebar sangat cepat dan menginfeksi jutaan orang dengan angka kematian yang tinggi pada lansia dan individu dengan penyakit penyerta. Namun remaja sekalipun tidak kebal terhadap infeksi covid 19, sehingga kesiapsiagaan menghadapi covid 19 sangatlah penting. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang dengan tujuan untuk mendeskripsikan kesiapsiagaan remaja dalam menghadapi covid-19, dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan dan dukungan yang diperoleh. Populasi penelitian adalah remaja di SMA PGRI Lembang dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang covid 19 tergolong moderat, dukungan yang diperoleh tergolong moderat sedangkan kesiapsiagan terhadap covid termasuk tinggi. Uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan diknifikan dengan arah posisif antara pengetahuan dan kesiapsiagaan maupun antara dukungan dan kesiapsiagaan (p<.05). Sehingga disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan remaja dan dukungan terhadap remaja akan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi covid 19. Setiap individu perlu siapsiaga dalam menghadapi pandemi ini, saling mendukung dan mengingatkan, karena covid 19 harus dihadapi bersama.
FENOMENA MEROKOK PADA REMAJA PUTRI: STUDI KUALITATIF Patana, Devie Hangriani; Elon, Yunus
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 14 No. 4 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu fenomena gaya hidup pada kebanyakan orang saat ini. Kebiasaan merokok umumnya dilakukan pada saat usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena merokok pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan metode snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif yang terdiri dari 3 komponen, yaitu memilih data, paparan data, dan menarik kesimpulan hasil deskripsi. Informan dalam penelitian ini adalah 10 orang remaja putri yang merupakan siswi SMA yang berdomisili di Kecamatan Parongpong. Pengumpulan data dilakukan dilakukan dengan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan fenomena merokok pada remaja putri antara lain hal yang menjadi alasan informan merokok yaitu; pengaruh teman, ingin coba-coba, penasaran dan iseng. Hal yang dirasakan saat pertama kali merokok yaitu; pusing, batuk, pahit dan tidak enak. Respon teman mengetahui informan merokok yaitu; biasa saja, tidak merespon, dan tidak menyangka. Hal yang dirasakan informan setelah merokok antara lain; nyaman, puas, enak dan biasa saja. Tanggapan informan mengenai rokok sudah menjadi suatu kebutuhan yaitu; sebagai pelarian, penghilang stress, lagi santai, dan saat berkumpul bersama teman. Pandangan informan terhadap remaja putri yang merokok yaitu; “biasa saja”, “illfeel”, “tidak baik” dan “jelek”. Perlu adanya kerjasama lintas sektoral untuk meningkatkan tentang bahaya rokok.
Correlation between Lifestyle Factors, Body Fat Composition and Biological Age Asmira, Muti Indah; Elon, Yunus
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4976

Abstract

Living a healthy lifestyle considers various components that influence daily life. In contrast, an unhealthy lifestyle may lead to changes in body fat composition and biological age. This study aims to analyze the relationship between lifestyle with the distribution of body fat components and biological age. This cross-sectional quantitative was carried out in Cihanjuang Rahayu Village on men and women aged 30-60 years. Using the purposive sampling technique, 157 respondents was selected based on the predetermined age criteria. Data collection involved a questionnaire to assess lifestyle data, while an Omron device measured body fat composition. The data were analyzed using the Spearman correlation test with a significance level of 0,05. This study found no significant relationship between lifestyle and body fat composition in the subcutaneous tissue and legs (P-value > 0,05). However, a significant relationship was observed between a healthy lifestyle and body fat composition in trunk, arms, and biological age (P-value < 0,05). The findings of this study demonstrate a significant association between a healthy lifestyle and body fat distribution, especially in the trunk, arms, and biological age. Conversely, no significant relationship was found between lifestyle and body fat composition in the subcutaneous area or legs. These findings suggest that a healthy lifestyle can influence specific aspects of body composition, particularly in certain body regions.
Correlation between Physical Activity, Muscle Mass, Body Fat, and Biological Age Limbong, Mely Juwita; Elon, Yunus
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4978

Abstract

Physical activity plays a crucial role in maintaining a healthy and balanced body, particularly in relation to body composition, including muscle mass, body fat percentage, and biological age. This study aims to analyze the relationship between physical activity levels and muscle mass, body fat and biological age within the population of Cihanjuang Rahayu Village. This research employed an observational design with a cross-sectional approach. Data collection was conducted using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), a bioimpedance device (BIO Omron), and height measurements. The Chi-Square test was utilized for data analysis to assess the relationships between the variables. The total population for the study consisted of 242 individuals, based on predetermined inclusion and exclusion criteria. A sample of 151 respondents was selected using the Slovin formula with a 5% margin of error. Based on the physical activity scores from the population of Cihanjuang Rahayu Village, the highest score was from learning/working activities, with an average value of 4.89. The distribution of muscle mass among the community members showed that 59.6% fell into the moderate category, with muscle mass ranging from 19.9 to 29.7 kg. Regarding body fat, 36.4% of the community was categorized as having healthy body fat. The biological age of the community members was mostly in the early elderly category, representing 33.1% of respondents. From the Chi-Square test, the relationships between physical activity and muscle mass (p-value > 0,05), physical activity and body fat (p-value > 0,05), and physical activity and biological age (p-value > 0.05) showed no significant associations between physical activity and these body components. Although there was no significant relationship found between physical activity and muscle mass, body fat, or biological age, physical activity still plays a vital role in promoting overall health and well-being.