Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perbedaan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Berdasarkan Jenis Kelamin, Status Pernikahan, dan Pekerjaan Mori Agustina br Perangin-angin; Samuel Maju Simanjuntak; Debilly Yuan Boyoh
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57884

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis telah menjadi masalah global yang terus-menerus mengalami peningkatan baik nasional maupun global. Pasien penderita gagal ginjal kronis yang menjalani prosedur hemodialisa mengalami beban yang sangat berat, baik dalam aspek fisik, emosional, maupun sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, faktor sosiodemografi dapat memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa berdasarkan jenis kelamin, status pernikahan dan status pekerjaan. Penelitian kuantitatif deskriptif komparatif ini dilakukan pada 63 pasien gagal ginjal di salah satu rumah sakit swasta di Bandung dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan uji statistik Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup pasien adalah WHOQOL (BREF), yang terdiri dari 24 pertanyaan yang mengukur domain fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Hasil yang didapatkan adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan kualitas hidup pasien berdasarkan jenis kelamin (p-value = 0,413), status pernikahan (p-value = 0,337), dan status pekerjaan (p-value 0,681). Namun, nilai rata-rata menunjukkan bahwa kualitas hidup wanita yang menikah dan bekerja lebih tinggi pada domain fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor lain yang memengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Mori Agustina BR Perangin-Angin; Samuel Maju Simanjuntak
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.836

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronis mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. di Indonesia, penyakit ini menempati urutan kelima dari delapan penyakit yang digolongkan sebagai penyakit katastropik. Prognosis yang buruk serta gejala yang dialami dapat memengaruhi kualitas hidup penderita gagal ginjal kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini dilakukan pada 63 pasien hemodialisa di Rumah Sakit Advent Bandung dengan menggunakan uji statistik regresi. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas hidup adalah kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin dan tingkat pendidikan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien hemodialisa (p-value < 0,05). Sebaliknya, umur, status pernikahan, jenis pekerjaan dan lama hemodialisa tidak mempunyai pengaruh yang signifikan (p-value > 0,05). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis faktor-faktor lain yang memengaruhi kualitas hidup pasien hemodialisa di luar apa yang sudah diteliti.
Impact of Smartphone Used on English Reading and Writing Skills Among Tertiary-Level EFL Learners Marlin Steffi Marpaung; Caroline V. Katemba; Samuel M. Simanjuntak
Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture Vol. 11 No. 1 (2026): Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture
Publisher : LPPM Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/xv9jav98

Abstract

In English education and teaching, technology has advanced at a rapid pace. Reading and writing are key learning abilities since reading allows students to have a broad understanding of the material and writing is a technique of expressing ideas, points of view, actions, and past experiences in written form, such as letters and notes. The purpose of this study is to discover the positive relationship between smartphone usage and students' English reading achievement, and the positive relationship between smartphone usage and students' English writing achievement among tertiary EFL students at Universitas Advent Indonesia. This study utilized a quantitative method with a descriptive correlation approach and the ballot system used in selecting the respondents. The population in this study were Universitas Advent Indonesia students who enrolled in the second semester of the 2019/2020 academic year with total respondents were 55 students, 26 were from General English 2 (Reading) and 29 were from General English 4 (Writing) subjects. The instrument used in this study was a questionnaire with reading and writing tests. The Pearson Product Moment Correlations was used. The findings showed that there is a strong positive relationship between smartphone usage and students' English reading achievement and a very strong positive relationship between smartphone usage and students' English writing achievement.