Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Mobile Health Campaigns and Changes in Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the Community hasnidar, hasnidar; Lidiyawati, Herlina; mustar, Mustar
Oshada Vol. 2 No. 4 (2025): Oshada Journal - August
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/27v3eq28

Abstract

Changes in clean and healthy living behavior (PHBS) are an important component in improving public health. However, conventional outreach often faces limitations in reaching the community broadly and sustainably. This study aims to analyze the effect of mobile-based health campaigns (mobile health or mHealth) on changes in PHBS behavior in urban and semi-urban communities. This study used a quantitative approach with a descriptive-correlational design. Data were collected through an online survey of 385 respondents aged 18–50 years in Depok City and Sleman Regency, using a Likert-scale questionnaire. Data analysis was performed using the Pearson correlation test and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between exposure to mHealth campaigns and PHBS behavior, with the highest correlation values for content quality (r = 0.47) and total exposure score (r = 0.521; p < 0.001). Linear regression showed that mHealth explained 27.1% of the variation in PHBS behavior (R² = 0.271) with a coefficient of b = 0.513. In conclusion, high-quality, relevant, and consistent mHealth campaigns play a crucial role in driving change in healthy, clean, and healthy lifestyle behaviors. Health promotion strategies in the digital era need to integrate these approaches in an adaptive and evidence-based manner.
PENGARUH DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III SEBELUM MENGHADAPI PERSALINAN Andi Ramliany Hasyim; Nurjannah; Mustar; Alpiani Ekasari
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i2.183

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada kehamilan merupakan reaksi emosional pada ibu hamil terkait kekhawatirannya terhadap kesejahteraan diri dan janinnya. Kecemasan pada ibu hamil timbul khususnya pada trimester ketiga kehamilan hingga persalinan tiba. Oleh karena itu, adanya kesesuaian dukungan suami menjadi faktor penting dalam penentu kecemasan ibu hamil di usia kehamilan trimester ketiga. Semakin tinggi kecemasan yang di alami ibu hamil maka semakin tinggi pula dukungan yang harus diberikan oleh suami untuk mereduksi kecemasan-kecemasan yang dialami ibu hamil. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Dukungan Suami Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Sebelum Menghadapi Persalinan di UPT Puskesmas Lamurukung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil penelitian dari uji statistic chi-square didapatkan nilai signifikan P = 0,000 < ? (0,005) yang berarti terdapat pengaruh antara dukungan suami dari aspek dukungan informasional, penilaian, instrumental, dan emosional dengan kecemasan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada pengaruh antara dukungan suami secara informasional, penilaian, instrumental, dan emosional terhadap kecemasan pada ibu hamil Trimester III.
HUBUNGAN KONTRASEPI HORMONAL DENGAN PERUBAHAN POLA HAID PADA AKSEPTOR KB Andi Asmiranda; Sulfianti; Ismawati; Mustar
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Edisi November 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v7i2.207

Abstract

Latar Belakang: Program keluarga berencana merupakan upaya pengendalian jumlah kelahiran dilakukan melalui program Keluarga Berencana (KB). Penggunaan kontrasepsi hormonal terus meningkat, namun efek samping berupa perubahan pola menstruasi masih sering terjadi. Data menunjukkan tingginya penggunaan kontrasepsi hormonal, terutama suntik, dengan banyak akseptor mengalami gangguan siklus haid. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perubahan pola menstruasi dengan penggunaan kontrasepsi hormonal di Puskesmas Lamurukung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitif dengan pendekatan Cross Sectional. Sebanyak 94 responden menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Perubahan pola menstruasi pada akseptor kontrasepsi hormonal merupakan variabel dependen, sedangkan kontrasepsi hormonal merupakan variabel independen. Data primer—yaitu informasi yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara—digunakan dalam pengumpulan data. Uji chi square digunakan untuk pemrosesan dan analisis data. Hasil: Hasil uji statistic chi square Nilai P = 0,000 (P < 0,05) menunjukkan adanya hubungan antara kontrasepsi hormonal dengan perubahan pola menstruasi pada akseptor KB di UPT Puskesmas Lamurukung. dengan signifikansi 0,05. Kesimpulan: Hasil menunjukkan keberadaan hormon progesteron menyebabkan perubahan pola menstruasi pada 67 dari 94 perempuan pengguna kontrasepsi hormonal. Dengan menghambat ovulasi dan menekan pertumbuhan folikel, hormon ini membantu pengguna kontrasepsi hormonal memahami manfaat dan kekurangan metode ini.
Community-Based Efforts to Control Infectious Diseases Mustar Mustar; Yamtana Yamtana; Hasnidar Hasnidar; Muhammad Hilmi afthoni
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 1 (2025): MAY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/6y5fqv92

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of community-based approaches in addressing infectious diseases at the local level, particularly in the city of Surakarta. This approach involves community empowerment through the engagement of local health cadres and the formation of environmental awareness groups that actively carry out disease prevention activities. The method used is a case study with data collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the community-based approach has successfully increased awareness and behavioral changes among the public in adopting healthy lifestyles, such as maintaining environmental cleanliness and independently conducting case tracking. Moreover, the strengthening of social capital and local leadership has proven to be crucial factors in the success of the program. Challenges encountered include low digital literacy among cadres and the general community, limiting the use of information technology. In conclusion, the community-based approach is an effective strategy to complement formal healthcare services in controlling infectious diseases. This model is recommended for replication with adjustments tailored to local socio-cultural characteristics.