Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DALAM FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA OLEH IBU HAMIL PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI DUA KLINIK KECAMATAN DENPASAR SELATAN Ni Luh Hitakirana Dewi; Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha; Made Agus Sugianto
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.273 KB)

Abstract

Pengukuran keberhasilan suatu jasa dalam memberikan pelayanan adalah melalui kualitas pelayanan yang diberikan. Kualitas pelayanan akan terpenuhi apabila proses penyampaian jasa dari pemberi jasa kepada pasien sesuai dengan apa yang dipersepsikan oleh pasien, terdapat lima dimensi kualitas pelayanan yang perlu diperhatikan yaitu; Tangibles (Penampilan fisik), Reliability (Keandalan), Responsiveness (Daya tanggap), Assurance (Jaminan) dan Empathy (Empati). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari lima dimensi kualitas pelayanan pada Klinik X dan Klinik Y dan untuk mengetahui perbandingan antara kedua Klinik tersebut. Metode penelitian: kuantitatif yang bersifat komparatif dengan metode pendekatan yang dilakukan adalah Cross sectional. Jumlah sampel yaitu 84 responden Ibu Hamil dengan teknik pengambilan accidental sampling dan menggunakan kuisioner sebagai instrumen penelitian. Uji analisis data yang digunakan adalah Kolmogorov Smirnov. Hasil penelitian ini setelah dilakukan uji analisa didapatkan hasil nilai Signifikan = 0,036 karena nilai Signifikan < 0,05 menyatakan adanya perbedaan antara Klinik X dan Klinik Y. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Ibu Hamil, Klinik
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAKTIFAN KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN KRAMA BADUNG SEHAT DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BADUNG Dedy Kastama Hardy; Ni Putu Seniasih; Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.709 KB)

Abstract

Penonaktifan kepesertaan jaminan kesehatan KBS disebabkan karena adanya sanding data dari dinas terkait lintas sektoral. Dengan adanya sanding data tersebut mengakibatkan lebih dari 40.000 kartu peserta jaminan kesehatan KBS (PBI APBD) tidak aktif. Kepesertaan KBS yang dinon-aktifkan diantaranya karena adanya peserta yang sudah meninggal, adanya peserta yang menikah ke luar Daerah Badung dan adanya peserta yang sudah mendapatkan tanggungan dari tempat kerja atau memiliki tanggungan ganda. Namun dari empat puluh ribuan kepesertaan yang tidak aktif tersebut tidak semuanya disebabkan karena ketiga alasan tersebut di atas, sehingga dari empat puluh ribuan peserta yang kepesertaannya dinon-aktifkan, datang kembali untuk mengaktifkan kepesertaan jaminan kesehatan KBS yang mereka miliki sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat (KBS) di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 200 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis Bivariat menggunakan uji chi square ≤ 0,05.Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan hasil bahwa adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, peraturan syarat kepesertaan, kemampuan membayar iuran, kemauan membayar iuran terhadap pengaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Kesimpulan adanya hubungan yang signifikan antara adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan, peraturan syarat kepesertaan, kemampuan membayar iuran, kemauan membayar iuran terhadap pengaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Krama Badung Sehat di Dinas Kesehatan Kabupaten Badung. Kata Kunci : Kesehatan, Krama, Badung, Jaminan Kesehatan
KEMAUAN DAN KEMAMPUAN MEMBAYAR (ABILITY - WILLINGNESS TO PAY ) DALAM KEPESERTAAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA SEKTOR INFORMAL PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI KOTA DENPASAR 2017 I Putu Dedy Kastama Hardy; Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.933 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemauan membayar (Willingness to Pay) pada sektorinformal pedagang pasar tradisional Di Kota Denpasar. Akibat dari kenaikan tarif peserta JKN dan dalamrangka implementasi target UHC 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatancross-sectional. Penelitian dilaksanakan di 16 pasar yang di kelola PD Pasar kota Denpasar tahun 2017.Teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampelnya adalah 242 pedagang. Teknik analisis datakemauan membayar pasien Willingness to Pay (WTP) akan dianalisa dengan melihat alternatif yang palingbanyak dipilih oleh responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penghasilan para pedagang pasar DiKota Denpasar sebanyak 37% berpenghasilan Rp. 1.000.000-Rp.2.000.000. Kepemilikan asuransi kesehatansebanyak 49.1% belum memiliki asuransi, 35,4% JKN dan 15,6% asuransi swasta. Dengan data tersebutmenunjukkan bahwa sektor informal masih banyak yang belum memiliki jaminan kesehatan, tertkait denganUHC 2019 ini merupakan tantangan berat bagi BPJS untuk merekrut dan mensosialisasikan JKN. Hasil darikemauan pasien membayar (Willingness to Pay) menunjukkan sebanyak 72,2% yang bersedia membayarkelas 3, sebanyak 17% bersedia membayar kelas 2 dan sebanyak 10,8% bersedia membayar kelas 1. Datayang memilih pelayanan kelas 3 sejalan dengan penghasilan para pedagang yang di bawah UMK. Dengandemikian seharusnya para pedagang tersebut bisa di usulkan untuk mendapat PBI. Dilihat dari sumberpembiayaan ketika sakit 66 % mengatakan bahwa mereka membayar sendiri pembiayaan tersebut, hal itumenunjukkan bahwa masih banyak para pedagang ikut JKN. Sektor informal pedagang pasar kemauanmembayar di kelas 3 sebanyak 72,2% di ikuti kelas 2 sebanyak 17% dan kelas 1 sebanyak 10,8%.Kata kunci: WTP, Sektor informal, JKNABSTRACTThe purpose of this study is to determine Willingness to Pay in the informal sector of traditional markettraders in the city of Denpasar. As a result of the increase in JKN participant rates and in UHC target theimplementation of the 2019.This research is a descriptive study with a cross-sectional approach.Implemented in 16 markets managed by PD Pasar Denpasar in 2017. Simple Random Sampling techniquewith a total sample of 242 traders. Data analysis techniques Willing data to pay for Willingness to Pay(WTP) patients will be analyzed by looking at the alternatives chosen by the respondents. The results of thisstudy indicate that the income of market traders in the city of Denpasar as much as 37% earn Rp. 1,000,000-Rp.2,000,000. Ownership of health insurance is 49.1% without insurance, 35.4% JKN and 15.6% privateinsurance. With these data, it shows that there are still many informal sectors that do not have healthinsurance. In connection with the UHC 2019, it is a heavy hand for BPJS to recruit and socialize JKN. Theresult of Willingness to Pay shows that 72.2% are willing to pay grade 3, 17% are willing to pay class 2 and10.8% are willing to pay class 1. Data that choose class 3 services are in line with the income of the class.traders below the UMK. Thus, the traders should be able to propose to get PBI. Judging from the sources offunding when sick, 66% said that they paid for the financing themselves, it showed that there were still manytraders participating in JKN.The informal sector of market traders willing to pay in class 3 as much as 72.2%was followed by class 2 as much as 17% and class 1 as much as 10.8%. Keywords: WTP, informal sector,JKNKeywords : WTP, Informal sector, JKN
PARTISIPASI PASIEN DM DAN HIPERTENSI SEBAGAI PESERTA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS MENGWI 1 Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha; I Putu Dedy Kastama Hardy
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 1 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v4i1.1180

Abstract

Penyakit Degeneratif merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Penyakit Degeneratif semakin meningkat menjadi beban ganda yang harus dihadapi dalam pembangunan bidang kesehatan di Indonesia. Prolanis salah satu upaya yang bisa dilaksanakan untuk menanggulangi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi sebagai peserta prolanis di Puskesmas Mengwi 1. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan sampel yaitu pasien hipertensi dan diabetes militus sebanyak 74 orang yang berkunjung ke Puskesmas Mengwi 1 diambil dengan accidental sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pasien yang tidak ikut prolanis sebesar 59,5% atau 44 orang sedangkan yang ikut 40,5% atau 30 orang pasien. Partisipasi pasien dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap pekerjaan, umur, pendidikan, jarak, dukungan keluarga dan petugas kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pengetahuan, sikap pekerjaan, umur, pendidikan, jarak, dukungan keluarga dan petugas kesehatan terhadap partisipasi sebagai peserta prolanis. Puskesmas Mengwi 1 perlu melakukan kunjungan ke rumah pasien untuk meningkatkan pastisipasi pasien.
Hubungan Stres Kerja Perawat Selama Masa Pandemi Terhadap Kinerja Perawat di Ruang Isolasi Covid-19 Rumah Sakit TK. II Udayana I Putu dedy Kastama Hardy; Ni Luh Gde Ari Natalia Yudha; Alya Ajeng Pratiwi Pratiwi
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 1 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i1.188

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Dunia dilanda dengan adanya penyakit menular baru yang berasal dari China yaitu Coronavirus Disease (Covid-19). Pada saat ini perawat mendapat tantangan tersendiri dalam memberikan asuhan keperawatan dengan resiko perawat bisa menjadi korban terpaparnya Covid-19 dengan resiko penularan yang tinggi. Hal tersebut memicu stres bagi para tenaga medis terutama pada perawat. Stres kerja dapat mempengaruhi kemampuan seseorang, dalam hal ini khususnya perawat untuk menghadapi pekerjaan yang nantinya dapat menghambat kinerjanya. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres kerja berdasarkan gejala fisik, psikologis dan perilaku terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit TK. II Udayana. Metedologi: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling berjumlah 30 sampel di ruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit Tk. II Udayana. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi square). Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa variabel stres kerja gejala fisik (p=0,002), stres kerja gejala psikologis (p=0,001), dan stres kerja gejala perilaku (p=0,006) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja perawat di ruang isolasi Covid-19. Kesimpulan: Ada hubungan antara stres kerja berdasarkan gejala fisik, gejala psikologis, gejala perilaku terhadap kinerja perawat diruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit TK. II Udayana.
Analisis Faktor Internal Pemanfaatan Pelayanan Poliklinik Gigi di UPT Puskesmas Kintamani VI Kabupaten Bangli Widayati, Ni Putu Sri; Natalia Yudha, Ni luh Gde Ari; Hardy, I Putu Dedy Kastama
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v12i4.120

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Prevalensi karies gigi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kintamani VI masih tinggi sedangkan yang mendapatkan pelayanan kesehatan jumlahnya masih sedikit. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat dalam mengatasi kesehatannya dari faktor internal maupun faktor eksternal Puskesmas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor internal pemanfaatan pelayanan di UPT Puskesmas Kintamani VI dengan mendeskripsikan aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI. Metode: Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner dan wawancara. Dengan jumlah sampel 32 orang pegawai UPT Puskesmas Kintamani VI, dua orang informan utama yaitu kepala puskesmas, dokter gigi dan tiga orang informan pendukung yaitu kepala tata usaha, PJ Upaya Kesehatan Perorangan, dan PJ gudang obat. Desain penelitian ini adalah mixed method dengan waktu pengumpulan data pada Bulan April sampai Bulan Mei Tahun 2020 Hasil: Berdasarkan analisa Matriks IFAS kekuatan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI, memiliki kebijakan internal dalam mengatur pemanfaatan pelayanan, memiliki alokasi dana untuk pelayanan di poliklinik gigi, dan memiliki SDM yang berkompeten dengan nilai skor 0,328 sedangkan kelemahan utama yang dimiliki oleh UPT Puskesmas Kintamani VI adalah sarana dan prasarana yang kurang dalam memberikan pelayanan di poliklinik gigi dengan nilai skor 0,082. Kesimpulan: Skor analisis faktor internal yang dimiliki UPT Puskesmas Kintamani VI sebesar 3,064 lebih besar dari 2,5 sebagai nilai tertimbang, artinya organisasi UPT Puskesmas Kintamani VI memiliki kekuatan untuk menghadapai kelemahan yang dimiliki. Internal Factors Analysis of Dental Polyclinic Service Utilization at UPT Puskesmas Kintamani VI Bangli Regency Abstract Background: The prevalence of dental caries in the working area of ​​UPT Kintamani Community Health Center (CHC) VI is high and low health services coverage. Various factors can affect the level of utilization of CHC by the community in dealing with their health from internal factors and external factors at the CHC. This study aimed to analyze the internal factors of service utilization at the UPT Kintamani CHS VI by describing the strengths and weaknesses of the UPT Kintamani CHC VI. Methods: The methods for data collection were questionnaires and interviews. Total sample are 32 of employees of the UPT Kintamani CHC VI, two main informants were the head of the CHC, a dentist and three supporting informants, namely the head of administration, person in charge of individual health effort, and person in charge of drug store. This is mixed method study with data collection time during April to May 2020 Result: Based on the IFAS Matrix analysis, the main strengths was from the UPT Kintamani CHC VI, have internal policies in regulating service utilization, have allocation of funds for services in dental polyclinics, and have competent human resources with a score of 0.328 while the main weaknesses possessed by UPT Kintamani CHC VI is the facilities and infrastructure that are lacking in providing services at the dental polyclinic with a score of 0.082 Conclusion: The score of internal factor analysis owned by UPT Kintamani CHC VI is 3.064, greater than 2.5 as a weighted value, meaning that UPT Kintamani CHC VI has the strength to deal with its weaknesses.
PENDAMPINGAN PERSIAPAN MENUJU BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSKESMAS KUTA II BADUNG-BALI Kastama Hardy, I Putu Dedy; Natalia Yudha, Ni Luh Gde Ari
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.812 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1788

Abstract

ABSTRAKUPT Puskesmas Kuta II sebagai unit pelaksana teknis daerah mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan di wilayah kerjanya. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan layanan kesehatan tingkat dasar, maka menjadi suatu keharusan bagi Puskesmas untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan salah satunya melalui program menjadikan Puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu: belum ada pemahaman yang sama bagi petugas puskesmas tentang pentingnya BLUD seperti yang telah dijabarkan sebelumnya, bahwa dengan menjadikan Puskesmas sebagai BLUD, maka banyak manfaat yang diperoleh terutama dalam fleksibilitas pengelolaan keuangan Puskesmas sehingga dapat menjalankan pelayanan dengan mengutamakan efisiensi dan produktivitas. Metode pendekatan yang ditawarkan pelatihan dalam persiapan pelaksanaan BLUD di puskesmas dilaksanakan selama 2 hari dengan memberikan memberikan materi dan pendampingan tentang: 1) dasar ketentuan dan tujuan penerapan BLUD; 2) mekanisme penilaian syarat administratif BLUD sesuai Permendagri 61/2007 dan SE Mendagri No 900/2759/SJ; 3) gambaran umum penyusunan dokumen standar pelayanan minimal. 4) gambaran umum penyusunan dokumen pola tata Kelola; 5) gambaran umum penyusunan dokumen Rencana Strategis Bisnis dan hubungan dengan Standar Pelayanan Minimal; 6) gambaran umum penyusunan dokumen laporan keuangan pokok; 7) simulasi penilaian dokumen persyaratan administrasi BLUD. Hasil kegiatan terjadinya peningkatan pengetahuan sebesar 90%, terjadi peningkatan pengetahuan materi BLUD nilai rata-ratanya adalah 53% (pretest) menjadi 90% (posttest) dan dengan materi RKA dan laporan keuangan dengan nilai rata-ratanya adalah 60% (pretest) menjadi 90% (posttest). Kesimpulan dalam pengabdian ini yaitu terjadi peningkatan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat.Kata kunci : Puskesma, penetapan BLUD, syarat BLUDABSTRACTUPT Puskesmas Kuta II as a regional implementing unit has the authority and responsibility for the maintenance of community health in its working area. Therefore, as the frontline in basic health services, it becomes a necessity for the Community Health Center (Puskesmas) to improve the health service system, one of which is through the program to make Puskesmas as a BLUD. The problems faced by the partners were: the lack of similar understanding for Puskesmas staff about the importance of BLUDs as previously described, that by making Puskesmas a BLUD, there are many benefits, especially in the flexibility of puskesmas financial management so that it can run services by prioritizing efficiency and productivity. The team offered training approaches in preparation for the implementation of BLUD at the Puskesmas, which was carried out for two days by providing material and assistance on: 1) basic Provisions and Objectives of BLUD Application / SJ; 2) overview of Preparation of Minimum Service Standard Documents; 3) general overview of Preparation of Governance Pattern Documents; 4) general overview of Preparation of Business Strategic Plan Documents and relationships with Minimum Service Standards; 5) general overview of Preparation of Basic Financial Statements; and 6) simulation of BLUD Administrative Requirement Document Evaluation. The results of the activity included an increase in knowledge by 90%, an increase in knowledge of BLUD material the average value was 53% (pretest) to 90% (posttest) and with RKA material and financial statements with an average value of 60% (pretest) to 90% (posttest). The conclusion in this service had a significant increase before and after community service activities.Key words: Puskesmas, BLUD determination, BLUD requirements