p-Index From 2021 - 2026
3.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Agus Suprihanto
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

STUDI KARAKTERISTIK MATERIAL KOMPOSIT KERTAS DAN THERMOPLASTIC RESIN DENGAN VARIASI UKURAN KERTAS 1,2 × 2,4 MM, 2,4 × 4,8 MM, 3,6 × 7,2 MM Muhammad Daffa Zainuddin; Susilo Adi Widyanto; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses daur ulang kertas saat ini masih menggunakan metode konvensional dengan menggunakan air sebagai media pelarutan dan pemecahan serat. Kegiatan daur ulang kertas atau industri pulp dan kertas  merupakan salah satu sektor industri yang paling banyak berhubungan dengan air serta salah satu yang paling banyak mengonsumsi energi. Pengembangan Dry Paper Recycle Technology menjadi metode daur ulang kertas alternatif yang menarik dibandingkan dengan metode daur ulang konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat kertas daur ulang dari campuran potongan kertas dan thermoplastic resin dengan proses hot pressing, serta untuk mengetahui pengaruh ukuran potongan kertas dan variasi presentase Fraksi massa kertas yang digunakan terhadap kekuatan tarik dan makrostruktur. Variasi ukuran potongan kertas yang digunakan adalah 1,2 x 2,4 mm, 2,4 x 4,8 mm, dan 3,6 x 7,2 mm. Variasi fraksi berat kertas yang digunakan adalah 33,33%, 37,50%, 40%, 50%, 60%, dan 66,67%. Hasil perhitungan statistik dari pengujian makrostruktur untuk ukuran kertas 1,2 x 2,4 mm menghasilkan uji normalitas sebesar 0,225, uji homogenitas sebesar 0,504, dan uji anova 0,04, sedangkan ukuran kertas 2,4 x 4,8 mm menghasilkan uji normalitas sebesar 0,968, uji homogenitas sebesar 0,072, dan uji anova 0,00, sedangkan ukuran kertas 3,6 x 7,2 mm menghasilkan uji normalitas sebesar 0,339, uji homogenitas sebesar 0,495, dan uji anova 0,00, Pada hasil statisitk dari pengujian makrostruktur menunjukkan bahwa ketiga jenis ukuran potongan kertas yang digunakan belum bisa menghasilkan distribusi serat kertas yang homogen dalam campuran kertas dan thermoplastic resin, di mana serat kertas yang tersebar hanya berkumpul pada daerah tertentu. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor seperti proses pencampuran dan pengepresan masih dilakukan secara manual, ukuran potongan kertas, ketidakcocokan kepadatan kertas dan thermoplastic, dan viskositas resin.
ANALISIS PENGARUH JENIS AIR RADIATOR DAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLIEFERA) SEBAGAI INHIBITOR ALAMI TERHADAP LAJU KOROSI STAINLESS STEEL 304 Farid Prasetyo; Agus Suprihanto; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendingin kendaraan beroperasi pada lingkungan yang korosif, sehingga menuntut penggunaan inhibitor untuk melindungi komponen berbahan Stainless Steel 304 (SS 304). Penggunaan bahan kimia sintetis yang berpotensi mencemari lingkungan mendorong perlunya transisi menuju green inhibitor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) sebagai inhibitor korosi organik pada SS 304 dan membandingkan kinerjanya secara komparatif dengan air radiator komersial. Pengujian korosi dilakukan melalui metode polarisasi potentiodinamik menggunakan variasi media uji berupa aquades, air radiator komersial, serta penambahan larutan ekstrak kelor pada konsentrasi 10% hingga 50%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan penurunan laju korosi. Laju korosi terendah dicapai pada konsentrasi 50% sebesar 0,000102 mmpy, turun secara signifikan dibandingkan media aquades murni tanpa inhibitor (0,000839 mmpy). Nilai ini juga terbukti setara dengan performa tiga jenis air radiator komersial yang diuji (0,0001–0,00011 mmpy). Analisis kurva Tafel membuktikan bahwa ekstrak daun kelor bertindak secara dominan sebagai inhibitor anodik, dengan efisiensi perlindungan maksimum mencapai 87,84%. Keberhasilan pembentukan lapisan pasif ini didukung oleh pengamatan mikrografi optik yang memperlihatkan absennya indikasi korosi sumuran (pitting corrosion) pada permukaan material. Secara keseluruhan, ekstrak Moringa oleifera terbukti efektif dan prospektif untuk diaplikasikan sebagai alternatif pelindung korosi yang ramah lingkungan pada sistem pendingin otomotif.
STUDI PENGARUH JENIS COOLANT RADIATOR DAN PENAMBAHAN EKSTRAK DARI DAUN KELOR TERHADAP LAJU KOROSI PADA BESI COR KELABU FC200 Fergi Yudha Pratama; Agus Suprihanto; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan salah satu permasalahan utama pada material logam, khususnya besi cor kelabu FC200 yang banyak digunakan sebagai bahan blok mesin. Dalam sistem pendingin, jenis coolant radiator dapat mempengaruhi laju korosi material. Selain itu, ekstrak daun kelor sering diteliti sebagai inhibitor alami untuk menghambat korosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi pada berbagai jenis coolant radiator, mengevaluasi efektivitas ekstrak daun kelor sebagai inhibitor alami dalam media aquades, serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap laju korosi besi cor kelabu FC200. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan dua kelompok pengujian, yaitu lima jenis coolant radiator serta media aquades tanpa ekstrak sebagai kontrol dan aquades dengan penambahan ekstrak daun kelor pada konsentrasi 15 mL, 20 mL, dan 25 mL. Setiap pengujian dilakukan sebanyak tiga kali. Pengujian laju korosi menggunakan metode elektrokimia dengan potensiostat (CorrTest) untuk memperoleh parameter Icorr dan Ecorr, yang kemudian dikonversikan menjadi laju korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi berbeda pada setiap jenis coolant radiator. Pada media aquades, penambahan ekstrak daun kelor menyebabkan peningkatan laju korosi dibandingkan tanpa ekstrak, dan peningkatan tersebut semakin besar seiring bertambahnya konsentrasi ekstrak. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor tidak efektif sebagai inhibitor alami dan cenderung mempercepat korosi pada besi cor kelabu FC200.
ANALISIS LAJU DEGRADASI POLYLACTIC ACID (PLA) PADA VARIASI VOLUME KLOROFORM MENGGUNAKAN METODE SOLVENT CASTING Ahmad Fachri Ash-Shiddiqi; Agus Suprihanto; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 14, No 2 (2026): VOLUME 14, NOMOR 2, APRIL 2026
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polylactic Acid (PLA) merupakan material biodegradable yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif bone plate karena mampu terdegradasi secara alami di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi volume kloroform terhadap laju degradasi spesimen PLA yang dibuat menggunakan metode solvent casting. Pembuatan spesimen dilakukan menggunakan 6 gram PLA dengan variasi volume kloroform sebesar 10 mL, 15 mL, 20 mL, dan 25 mL. Proses pencampuran dilakukan pada suhu 30°C dengan kecepatan pengadukan 300 rpm selama 15 menit. Pengujian degradasi dilakukan melalui pengamatan perubahan massa (weight loss), perubahan volume, serta pengamatan makrografi dan mikrografi setelah proses perendaman dalam larutan NaCl selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai weight loss dan persentase perubahan volume meningkat seiring bertambahnya waktu perendaman pada seluruh variasi spesimen. Variasi 25 mL menunjukkan tingkat degradasi tertinggi, sedangkan variasi 10 mL menunjukkan tingkat degradasi terendah. Hasil pengamatan permukaan menunjukkan bahwa peningkatan volume kloroform menyebabkan struktur spesimen menjadi lebih kasar, berpori, dan tidak merata akibat proses penguapan pelarut. Kondisi tersebut mempercepat penyerapan larutan dan proses degradasi spesimen PLA. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi volume kloroform berpengaruh terhadap karakteristik permukaan dan laju degradasi spesimen PLA hasil metode solvent casting.