Andy Prabowo
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Jl. Let. Jend. S. Parman No. 1 - Jakarta 11440.

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

KINERJA SEISMIK SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN BEBAN GRAVITASI DENGAN SCWB DAN WCSB PADA GEDUNG BAJA 5 LANTAI Setiawan, Aji; Prabowo, Andy; Leman, Sunarjo
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.35932

Abstract

This study reviews the performance of the special moment resisting frame (SMRF) structure of steel structure buildings using highly ductile member (HDM) steel profiles in high seismic areas against gravity loads as a 'baseline' before further seismic analysis is carried out aimed at evaluating the performance level, how many performance points, collapse patterns, and capacity curves. This study conducted structural modeling into 4 models, model 1 was designed using joint placement and strong column weak beam (SCWB) steel profiles. Model 2 was designed using clamped placement and SCWB steel profiles. Model 3 was designed using joint placement and weak column strong beam (WCSB) steel profiles. Model 4 was designed using clamped placement and WCSB steel profiles. Then from the four models, a pushover analysis was carried out to compare the performance of the building structure which model is better. Through the performance evaluation method, namely the capacity spectrum method (CSM), the results of the study show that model 2 shows the best balance between stiffness and the highest capacity and maintains high elastic and strength performance, making it the most efficient and safe design choice. Abstrak Penelitian ini meninjau kinerja struktur sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) bangunan struktur baja menggunakan profil baja highly ductile member (HDM) di wilayah seismik tinggi terhadap beban gravitasi sebagai 'baseline' sebelum dilakukan analisis seismik lebih lanjut bertujuan untuk evaluasi level kinerja, berapa performance point, pola runtuh, dan kurva kapasitas. Penelitian ini dilakukan pemodelan struktur menjadi 4 model, model 1 dirancang menggunakan perletakan sendi serta profil baja strong column weak beam (SCWB). Model 2 dirancang menggunakan perletakan jepit serta profil baja SCWB. Model 3 dirancang menggunakan perletakan sendi serta profil baja weak column strong beam (WCSB). Model 4 dirancang menggunakan perletakan jepit serta profil baja WCSB. Kemudian dari keempat model tersebut dilakukan analisis pushover untuk membandingkan kinerja struktur bangunan model mana yang lebih baik. Melalui metode evaluasi kinerja yaitu capacity spectrum method (CSM), hasil penelitian bahwa pada model 2 menunjukkan keseimbangan terbaik antara kekakuan dan kapasitas tertinggi serta mempertahankan kinerja elastis dan kekuatan yang tinggi sehingga menjadikannya pilihan desain yang paling efisien dan aman.
STUDI DAMPAK SEMI-RIGID DIAPHRAGM TERHADAP GAYA TARIK PADA REENTRANT CORNER Hendrawan, Ricardo; Soegiarso, Roesdiman; Prabowo, Andy
Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jts.v18i2.9102

Abstract

Struktur bangunan idealnya memiliki bentuk yang beraturan (regular). Namun, sering kali bangunan didesain dengan bentuk yang tidak beraturan (irregular). Terdapat banyak bangunan dengan peruntukan sebagai hotel dan apartemen yang memiliki denah berbentuk huruf L. Pada bangunan yang memiliki denah berbentuk huruf L akan cenderung terdapat daerah reentrant corner. Lokasi reentrant corner merupakan indikasi adanya tegangan yang terkonstrasi pada pelat lantai struktur tersebut. Dalam pemodelan analisis struktur, diafragma dapat diasumsikan sebagai diafragma kaku (rigid diaphragm), dan diafragma semi-kaku (semi-rigid diaphragm). Pada pemodelan semi-rigid diaphragm, pelat lantai dapat berdeformasi kearah bidangnya. Oleh karena itu, pemodelan dengan semi-rigid diaphragm akan memberikan nilai tegangan pada pelat lantai. Nilai tegangan pada daerah reentrant corner berkaitan langsung dengan resutan gaya tarik yang terjadi. Kenaikan gaya tarik dapat menyebabkan kerusakan lokal pada daerah reentrant corner, sehingga diperlukan tulangan tarik tambahan. Konsentrasi tegangan pada reentrant corner juga dipengaruhi penempatan posisi dinding geser dan perbandingan panjang sayap atas dan sayap bawah. Dari hasil analisis, terjadi kenaikan resultan gaya tarik pada daerah reentrant corner seiring bertambahnya perbandingan panjang sayap dan penambahan shear wall pada bagian sayap bawah. Kenaikan tegangan menyebabkan kebutuhan tulangan tarik tambahan pada pelat di daerah reentrant corner. Tegangan dan gaya pada pelat lantai bernilai nol pada model dengan klasifikasi diafragma kaku (rigid).
KINERJA SISTEM STRUKTUR RANGKA BAJA DENGAN BRESING TAHAN TEKUK HINGGA BATASAN KETINGGIAN 80 METER Sungkana, Kennard Evan; Prabowo, Andy
Dimensi Utama Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Program Studi Magister Teknik Sipil - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/duts.13.1.17-35

Abstract

Sistem struktur rangka baja dengan Bresing Tahan Tekuk (BTT) menjadi alternatif untuk meningkatkan kinerja seismik struktur gedung baja bertingkat. Berdasarkan SNI 1726:2019, penggunaan sistem BTT dibatasi hingga ketinggian gedung 48 m. Apabila dilewati, maka perlu dilakukan evaluasi kinerja struktur untuk membuktikan kinerjanya. Penelitian ini mengevaluasi kinerja Struktur Rangka Baja Ter-breis Tahan Tekuk (SRBBTT) dengan variasi ketinggian 48 m, 64 m, dan 80 m menggunakan analisis pushover. Penentuan kinerja menggunakan metode Displacement Coefficient Method (DCM) dan Capacity Spectrum Method (CSM), masing-masing sesuai ASCE 41-17 dan FEMA 440. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh model memenuhi level kinerja Life Safety (LS) untuk tingkat gempa DBE dan level Collapse Prevention (CP) untuk tingkat MCE. Hasil perhitungan ulang menunjukkan nilai parameter daktlitas struktur M12 dan M16 melebihi nilai yang ditetapkan SNI 1726:2019, sedangkan M20 sedikit di bawah nilai SNI. Secara umum, SRBBTT menunjukkan kinerja yang ditetapkan oleh ASCE 41-17 hingga ketinggian 80 m