Musbar Musbar, Musbar
Program Doktor Bidang Keahlian Rekayasa Struktur, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No.10 Bandung.

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI SOFTWARE PTC MATHCAD PRIME UNTUK LULUSAN JURUSAN TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Musbar, Musbar; Miswar, Khairul; Muhyi, Abdul; Riyadhsyah, Riyadhsyah; Bahri, Syamsul
Jurnal Vokasi Vol 6, No 3 (2022): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v6i3.3300

Abstract

Kemampuan lulusan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe  (JTS PNL) dalam menggunakan aplikasi perhitungan analisis rekayasa secara cepat dan tepat masih dirasakan kurang. Sebagian besar Perhitungan masih menggunakan aplikasi MS Excell yang mempunyai keterbatasan untuk memasukkan formula – formula yang komplek. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengatasi permasalahan mitra dalam bidang perhitungan rekayasa berbasis neumerik dengan menggunakan aplikasi PTC Mathcad Prime. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari penuh yang bertempat di Laboratorium Struktur Jurusan Teknik Sipil PNL dengan jumlah peserta sebanyak 5 orang. Materi pelatihan secara umum terbagi dalam 6 modul latihan, yaitu: mempelajari bagaimana menggunakan ribbon dan help, memasukkan dan mengedit persamaan matematika, menentukan dan evaluasi variabel dan fungsi, menyisipkan dan kerjakan dengan vektor dan matriks, membuat dan format plot dan menyesuaikan dan format lembar kerja. Peserta belum pernah menggunakan aplikasi tersebut sebelumnya, sehingga kemampuan dasar peserta sangat kurang. Setelah pelatihan peserta sudah mampu menggunakan aplikasi dan mengembangkannya dalam berbagai analisis matematika dan rekayasa secara mandiri
PENGGUNAAN AGREGAT KARAKTERISTIK DUA LOKASI BERBEDA PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Zuryati, Zuryati; Ar, Sulaiman; Musbar, Musbar
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 4, No 01 (2021): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSetiap agregat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dari satu wilayah dengan wilayah yanglain, bahkan dari satu lokasi dengan lokasi lain dalam wilayah yang sama. Kebanyakan konstruksi jalan di wilayah Aceh Utara menggunakan material yang bersumber dari agregat Mbang dan Alue Luhop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui material lokal yang ada di Aceh Utara yang memiliki kinerja paling baik atau kualitas agregat dibandingkan dengan sumber material agregat lainnya. Metode penelitian campuran aspal beton AC-WC menggunakan Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018. Nilai berat jenis dan penyerapan agregat Mbang lebih tinggi dari pada agregat Alue Luhop, tetapi nilai keausan agregat Alue Luhop lebih rendah dari pada agregat Mbang. Kadar aspal optimum (KAO) agregat Mbang adalah 5,9%, sedangkan kadar aspal optimum (KAO) agregat Alue Luhop adalah 6,2%. Pengujian pada campuran aspal dengan subtitusi material agregat Mbang dengan Alue Luhop di dapat Kadar Aspal Optimum (KAO)6,1%. Hasil pengujian Marshall di dapat nilai parameter campuran subtitusi agregat Mbang dengan Alue Luhop yang paling bagus terdapat pada variasi 25% : 75%, Stabilitas 2943 kg, Density 2,30, flow 4,03 mm, VIM 3,89%, VMA 15,92%, VFB 80,19%, MQ 2943,04 kN/mm. Kata Kunci: Agregat Mbang, Agregat Alue Luhop, Karakteristik Agregat, Variabel MarshallAC-WC 
STUDI KOMPARASI ANALISIS STRUKTUR JEMBATAN GANTUNG SIMETRIS, ASIMETRIS DAN ASIMETRIS GANDA Romizah, Romizah; Musbar, Musbar; Rizal, Faisal
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 5, No 01 (2022): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJembatan  gantung  merupakan salah satu  pilihan yang efektif digunakan untuk wilayah dengan kondisi geografis seperti yang terdapat di Indonesia. Dibandingkan dengan jembatanlainnya jembatan gantung memiliki bentang yang relatif panjang untuk mencapai luas atau kejauhan dari sungai, lembah dan lainnya. Dalam penelitian ini terdapat tiga tipe jembatangantung yaitu simetris, asimetris dan asimetris ganda, dimana yang ditinjau berupa nilai lendutan, tegangan, dan Demand Capacity Ratio (DCR). Dengan tujuan untuk mendapatkan hasil nilai lendutan, tegangan, maupun DCR yang memenuhi persyaratan terbaik terhadap ketiga tipe jembatan. Adapun setiap jembatan gantung memiliki panjang bentang 60 m dengan rasio kelengkungan kabel 1/10 L . Pemodelan dan perencanaan jembatan gantung menggunakan SAP2000 v14 dan sistem pemodelan mengacu pada Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum No. 02/SE/M/2010. Dari hasil pemodelan dan pengecekan , didapatkan nilai lendutan yang memenuhi kriteria desain pada jembatan gantung tipe simetris yaitu0,20236 m  L/200 m (0,3 m). Adapun untuk setiap tipe jembatan gantung memenuhi nilai tegangan aksial tarik maksimum dan gaya tegangan aksial tekan hanya terjadi pada jembatan gantung tipe asimetris dengan asimetris ganda. Nilai Demand Capacity Ratio (DCR) menunjukkan   bahwa menara sudah cukup kaku untuk semua tipe jembatan karena tidak melebihi batas maksimum DCR yaitu harus lebih kecil dari 1,00, namun keamanan pada gelagar hanya jembatan gantung tipe simetris yang memenuhi syarat DCR. Berdasarkan hasil keseluruhan setiap jembatan gantung, tipe simetris merupakan jembatan gantung yang memenuhi persyaratan terhadap lendutan, tegangan dan DCR. Kata kunci : Lendutan, tegangan, DCR
PERENCANAAN GELAGAR BETON PRATEGANG JEMBATAN TANJONG BAROH KECAMATAN SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA Mauliza, Agustina; Syukri, Syukri; Musbar, Musbar
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 6, No 02 (2023): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJembatan Tanjong Baroh terletak di Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara,Aceh. Perencanaaan ini bertujuan mendesain gelagar jembatan dari jenis jembatan gantung menjadi jembatan prategang. Jembatan dirancang dengan panjang bentang keseluruhan 60 m, dengan struktur sederhana memiliki 3 bentang, masing-masing sepanjang 20 m dan lebar7 m dengan menggunakan beton prategang metode pasca tarik (post tension). Perencanaanini merancang gelagar yang terdiri dari ukuran, jumlah strands dan tendon. Jembatan ini dikategorikan sebagai kelas B dengan lebar lalu lintas 6 m dan lebar trotoar 2 x 0,5 m. Beban dianalisa dengan standar SNI 1725:2016 dan mutu beton yang digunakan adalah fc’= 41,5Mpa.  Perencanaan  ini  meliputi  pendimensian  gelagar,  analisa  beban,  jumlah  tendon,kehilangan gaya prategang, kontrol lendutan dan penggambaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelagar adalah 0.9 m dengan 2 tendon dan 36 strands. Tendon pertama dan kedua memiliki 18 strands, tendon yang digunakan berjenis seven wire strands berdiameter 9,3 mm. tegangan tendon (fpu) = 1860 Mpa dan mutu tulangan baja adalah (fy)=320 MPa. Kehilangan gaya prategang yang terjadi pada gelagar sebesar 19,27 % lebih kecil dari pada kehilangan izin sebesar 30 % dan lendutan maksimum terjadi akibat pembebanan sebesar 0,071 m lebih kecil dari lendutan yang diizinkan sebesar 0.08 m. Dari semua data yang diperoleh dalam perencanaan ini dinyatakan aman untuk digunakan. Kata kunci: gelagar, prategang, strands, tendon.
Pengaruh Faktor Umur Dan Lingkungan Terhadap Organisasi Terhadap Durabilitas Beton Dengan Substitusi Parsial Serbuk Kayu Salsabila, Nisrina; Musbar, Musbar; Ruhana, Ruhana
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.251

Abstract

AbstractConcrete is one of the most widely used construction materials owing to its excellent compressive strength. Nevertheless, its long-term performance remains susceptible to environmental factors. Fluctuations in temperature, humidity, and solar radiation can significantly impair concrete durability and structural integrity. This study explores the potential of utilizing sawdust waste as a partial replacement (2% by weight of fine aggregate) to improve environmental sustainability while evaluating its effects on mechanical properties. The research investigates the compressive strength of concrete incorporating 2% sawdust at curing ages of 28, 45, and 60 days under two distinct exposure conditions: indoor (controlled) and outdoor (natural) environments. An experimental laboratory approach was adopted using the Department of the Environment (DoE) mix design method. Cube specimens (150 × 150 × 150 mm) were prepared in two variants: normal concrete and concrete with 2% sawdust substitution. Results reveal that the incorporation of sawdust reduces compressive strength compared to control specimens, although strength continues to increase with curing age in both groups. Specimens cured indoors exhibited more consistent strength gain, whereas those exposed outdoors experienced a noticeable strength decline at 60 days. While the use of sawdust as a partial fine aggregate replacement offers an environmentally sound waste valorization strategy, it adversely affects mechanical performance and long-term durability. Further research is recommended prior to its practical implementation in structural applications.Keywords:Concrete; sawdust; compressive strengthAbstrakBeton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi. Namun, beton tetap rentan terhadap pengaruh lingkungan dalam jangka panjang. Variasi suhu, kelembaban, dan radiasi matahari dapat menurunkan durabilitas serta kinerja struktural beton secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi agregat halus dengan limbah serbuk gergaji sebesar 2 % (berdasarkan berat pasir) terhadap kuat tekan beton pada umur 28, 45, dan 60 hari, serta menganalisis pengaruh kondisi paparan lingkungan yang berbeda (dalam ruangan dan luar ruangan) terhadap perkembangan kuat tekan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan desain campuran berdasarkan pendekatan Department of the Environment (DoE). Spesimen berbentuk kubus berukuran 150 × 150 × 150 mm dibuat dalam dua variasi, yaitu beton normal (kontrol) dan beton dengan substitusi serbuk gergaji 2 %. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk gergaji menyebabkan penurunan kuat tekan dibandingkan beton kontrol, meskipun kuat tekan kedua variasi tetap meningkat seiring bertambahnya umur perawatan. Spesimen yang disimpan di dalam ruangan menunjukkan perkembangan kuat tekan yang lebih stabil, sedangkan spesimen yang dipaparkan di luar ruangan mengalami penurunan kuat tekan pada umur 60 hari. Penggunaan serbuk gergaji sebagai pengganti sebagian agregat halus memberikan manfaat lingkungan melalui pemanfaatan limbah, tetapi berpotensi menurunkan kinerja mekanis dan durabilitas beton dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum material ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural secara luas.  Kata Kunci:Beton; serbuk kayu; kuat tekan