Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGGUNAAN AGREGAT KARAKTERISTIK DUA LOKASI BERBEDA PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC Zuryati, Zuryati; Ar, Sulaiman; Musbar, Musbar
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 4, No 01 (2021): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSetiap agregat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dari satu wilayah dengan wilayah yanglain, bahkan dari satu lokasi dengan lokasi lain dalam wilayah yang sama. Kebanyakan konstruksi jalan di wilayah Aceh Utara menggunakan material yang bersumber dari agregat Mbang dan Alue Luhop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui material lokal yang ada di Aceh Utara yang memiliki kinerja paling baik atau kualitas agregat dibandingkan dengan sumber material agregat lainnya. Metode penelitian campuran aspal beton AC-WC menggunakan Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018. Nilai berat jenis dan penyerapan agregat Mbang lebih tinggi dari pada agregat Alue Luhop, tetapi nilai keausan agregat Alue Luhop lebih rendah dari pada agregat Mbang. Kadar aspal optimum (KAO) agregat Mbang adalah 5,9%, sedangkan kadar aspal optimum (KAO) agregat Alue Luhop adalah 6,2%. Pengujian pada campuran aspal dengan subtitusi material agregat Mbang dengan Alue Luhop di dapat Kadar Aspal Optimum (KAO)6,1%. Hasil pengujian Marshall di dapat nilai parameter campuran subtitusi agregat Mbang dengan Alue Luhop yang paling bagus terdapat pada variasi 25% : 75%, Stabilitas 2943 kg, Density 2,30, flow 4,03 mm, VIM 3,89%, VMA 15,92%, VFB 80,19%, MQ 2943,04 kN/mm. Kata Kunci: Agregat Mbang, Agregat Alue Luhop, Karakteristik Agregat, Variabel MarshallAC-WC 
KINERJA BETON ASPAL AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS ENDAPAN ABU VULKANIK BURNI TELONG BENER MERIAH DENGAN BAHAN PENGIKAT ASPAL IRAN Aini, Suci Qurratul; AR, Sulaiman; Mulizar, Mulizar
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 1, No 02 (2018): Jurnal Sipil Sains Terapan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton aspal sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Dalam Penelitian ini diuji pengaruh agregat halus terhadap campuran beraspal pada lapisan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Concrete) dengan menggunakan abu vulkanik sebagai bahan pengganti agregat halus kemudian melihat seberapa besar persentase kadar endapan abu vulkanik yang sesuai untuk digunakan dalam campuran aspal beton dan dibandingkan dengan dust normal abu batu. Campuran didesain berdasarkan metode Marshall yang mengacu pada Bina Marga. Bahan yang dipakai dalam penelitian ini adalah material produksi stone crusher PT. Krueng Meuh. Stabilitas campuran aspal beton ditinjau dengan alat Marshall terhadap benda uji normal 2x75 tumbukan. Dari uji Marshall menggunakan dust abu batu diperoleh kadar aspal optimum sebesar 5,25% yang menghasilkan density 2,228 gr/cm3, VIM sebesar 8,1%, VMA sebesar 18,5%, VFB sebesar 73,4%, stabilitas 1138 kg, flow sebesar 4,5 mm dan Marshall Quotient sebesar 252,7 kN/mm. Dari uji Marshall menggunakan endapan vulkanik sebagai agregat halus diperoleh kadar aspal optimum sebesar 4,95% yang menghasilkan density 2,240 gr/cm3, VIM sebesar 9,2%, VMA sebesar 17,9%, VFB sebesar 72,8%, stabilitas 1456 kg, flow sebesar 4,0 mm dan Marshall Quotient sebesar 373,5 kN/mm. Secara umum penggunaan endapan vulkanik dapat digunakan sebagai pengganti agregat halus, karena memiliki nilai parameter marshall yang memenuhi persyaratan.
KARAKTERISTIK PENGGUNAAN ABU SEKAM PADI (ASP) SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN LASTON ASPHALT CONCRATE – BINDER COURSE (AC–BC) Jannah, Miftahul; AR, Sulaiman; Riyadhsyah, Teuku
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 7, No 02 (2024): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAbu sekam padi (ASP) merupakan hasil pembakaran limbah sekam padi     mengandung senyawa  kimia  bersifat  pozzolan,  yaitu  silica  (SiO2),  potassium  (K),  calcium  (Ca),magnesium (Mg), phosphorus (P). Tujuan penelitian menganalisis pengaruh variasi kadar Abu  sekam padi (ASP)  terhadap  karakteristik  campuran aspal panas (Laston)  AC-BC, Meliputi nilai Stabilitas, Flow, Void in mineral (VIM), Void in mineral Aggregate (VMA), Void  Filled  With  Asphalt  (VFA),  Marshall  Quotient  (MQ),  dan  Kepadatan  (Density). Metode digunakan berdasarkan Spesifikasi yang berlaku dengan variasi kadar Abu Sekam Padi (ASP) sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan Abu sekam padi (ASP) sebagai filler memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap peningkatan Stabilitas campuran. Pada kadar ASP 100%, Stabilitas tertinggi mencapai dengan nilai 1858 kg, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan penggunaan filler konvensional. Juga , nilai flow meningkat hingga batas yang masih dapat diterima   sesuai   spesifikasi,   dan   parameter   VIM,   VMA,   serta   VFA   menunjukkan peningkatan yang optimal pada kadar ASP 75%, yang memberikan keseimbangan antara kepadatan dan fleksibilitas campuran. Kata kunci: Asphalt Concrete - Binder Course , Filler, Abu sekam padi. 
PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM TERHADAP MATERIAL RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC–BC) Ambia, Irsandi Al; Syarwan, Syarwan; Ar, Sulaiman
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 5, No 02 (2022): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKReclaimed Asphalt Pavement (RAP) merupakan limbah pengerukan perkerasan jalan lama mengalami kerusakan akibat habis umur rencana berasal dari jalan Elak – Krueng Mane Km. 24-26, Jeuleukat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Alternatif penanganan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dilakukan dengan metode daur ulang (recycling). Penilitian akan menggunakan aspal modifikasi dengan penambahan Styrofoam sebagai penambahan aspal untuk mengetahui nilai parameter Marshall dan durabilitas pada bahan bongkaran lapisan perkerasan aspal beton sebagai daur ulang campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC – BC). Metode penelitian mengikuti standar yang berlaku untuk campuran AC – BC. Hasil ekstraksi diperoleh gradasi agregat memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018 dengan kadar aspal sebesar 6.16%. Penambahan Styrofoam sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, didapatkan sebesar 3,696 gr, 7,392 gr, 11,088 gr dan 14,784 gr. Nilai parameter Marshall optimum didapatkan pada penambahan Styrofoam sebesar 10% dengan nilai stabilitas 2853 kg, flow 6,82 mm, VMA 15,8%, VIM 3.3%, VFB 81,0%, MQ 419,3 kN/mm, dan  density 2,23 gr/cm3. Nilai durabilitas atau stabilitas sisa pada persentase campuran limbah plastik styrofoam 0% memenuhi persyaratan spesifikasi, sedangkan pada persentase campuran limbah plastik styrofoam 5%, 10%, 15%, 20% tidak memenuhi persyaratan spesifikasi, yaitu Min. 85%. Kata Kunci: Reclaimed Asphalt Pavement, Styrofoam, Marshall, Durabilitas.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI DAN AGREGAT HALUS ENDAPAN ABU VULKANIK BURNI TELONGPADA CAMPURAN LASTON AC-WC Sulistianti, Sulistianti; Ar, Sulaiman; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 3, No 02 (2020): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksijalanraya di wilayah KabupatenBenerMeriah dan Aceh Tengah umumnyamenggunakanagregat yang berasaldaridaerah lain. Material lokalsepertiendapanabuvulkanikGunungBurniTelong dan limbahkulit kopi diharapkandapatdimanfaatkansecaramaksimal, salah satunyasebagaiagregat pada perkerasanjalan. PenelitianinidilakukanuntukmengetahuipersentasekomposisicampuranagregathalusendapanabuvulkanikGunungBurniTelong dan fillerlimbahkulit kopi pada laston AC-WC dan nilai parameter Marshall pada campurantersebut. Metodepenelitianmengikutistandar yang berlakuuntukcampuran AC-WC. Agregat batu pecah yang dipakaidalampenelitian material produksistone crusher PT. Kutaraja. Pemadatanbenda uji dilakukandengantumbukan 2 x 75 tiappermukaanuntuklalulintasberat. Tahapawalpenelitianiniadalahmencarinilaikadaraspal optimum (KAO). Pada penelitian, digunakanendapanabuvulkanikBurniTelongsebagaiagregathalusdengankomposisi 50% dari total campurandenganvariasikadaraspal ideal Pb 5,1%, 5,6%, 6,1%, 6,6%, dan 7,1% dan diperolehnilai KAO sebesar 6,2%. Selanjutnyadibuatbenda uji dengansubstitusifillerlimbahkulit kopi dengankomposisi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil pengujian, disimpulkanbahwadenganPenggunaanagregathalusendapanabuvulkaniknilaistabililitasmeningkatdibandingkandenganmenggunakanagregathalus batu pecah. Nilai stabilitasmenurunpada  pertambahanpersentasepenggunaanfillerlimbahkulit kopi. Penurunan, nilaistabilitas pada semuapersentasefillerlimbahkulit kopi memenuhipersyaratanspesifikasiyaitu 800 kg. Kombinasicampuranterbaikberada pada 25% fillerkulit kopi dari total fillerdengannilaistabilitas2272 kg, flow3,43 mm, VMA 21,4%, VIM 3,9%, VFB 74,7%, MQ 664,4 kg/mm, dan density 2,20 gr/cm3. Kata Kunci:Campuran AC-WC, agregathalus, endapanabuvulkanik, kulit kopi, Marshall 
PENGARUH LATEK TERHADAP PARAMETER MARSHALL CAMPURAN ASPAL POROUS MENGGUNAKAN RETONA BLEND 55 Rizki, Anisa; Mulizar, Mulizar; AR, Sulaiman
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 1, No 03 (2018): Jurnal Sipil Sains Terapan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspalporusmerupakantipeperkerasanlentur bergradasi terbukadenganporositastinggiuntukmeloloskan air. Dengangradasiterbukamenyebabkancampuranmemilikinilai VIM yang lebihtinggidanmenghasilkanstabilitasnyalebihrendah. Untukmeningkatkanstabilitaspadaaspalporus, dilakukankajiandengantambahanlateksehinggadapatmeningkatkandayarekatpadaagregat. Penelitiandilakukanuntukmengetahuinilaicampuranaspalretona blend55 danpengaruhtambahanlatek. Metodepenelitianini menggunakanstandartgradasiaspalporusspesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Nilaikarakteristikcampuranaspalporusyaitu, stability, flow, VIM, VMA, VFB, MQ, dan density, denganmenggunakanvariasikadaraspal 5,0%; 5,5%; 6%; 6,5%; 7,0% danjugadigunakanvariasikadarlatek 3%; 5%; dan 7%. Penggunaanaspalmodifikasiretonamampumemenuhiseluruhpersyaratan yang ditetapkan Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Nilaistabilitasmaksimumsebesar 974 kg dicapaipadapenggunaan Kadar Aspal Optimum (KAO) 6% (memenuhistandarnilaistabilitas minimum yaitu 500 kg). Nilaistabilitasberdasarkanpenambahanlateksebanyak 3%, 5%, dan 7%, masing-masingadalah 842 kg, 869 kg, dan 873 kg. Penggunaanlatektidakmemilikibanyakpengaruhterhadap parameter marshall.Kata kunci:AspalPorus, latek, Marshall, Retona Blend55 
STABILISASI TANAH LEMPUNG EKSPANSIF MENGGUNAKAN FLY ASH DAN ABU BATA TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO Sabardiansyah, Rajab; Gusrizal, Gusrizal; Ar, Sulaiman
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 5, No 01 (2022): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTanah lempung ekspansif salah satu jenis tanah bermasalah akibat tekanan beban yangtimbul diatas tanah tersebut. Tanah akan mengalami perubahan volume terhadap pengembangan akibat fluktuasi kadar air, perilakunya mengembang ketika kondisi tanah basah  dan  akan  menyusut  ketika kondisi  tanah  kering.  perbaikan  dilakukan  stabilisasi dengan bahan tambah pada tanah tersebut terhadap tanah yang kurang baik menjadi lebih baik. Stabilisasi tanah lempung ekspansif pada quary jalan Elak, Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, dengan penambahan Fly Ash dan Abu Bata yang memiliki sifat silika SiO2 terhadap kedua bahan tambah tersebut dengan campuran Abu Bata 8% dan variasi Fly Ash 5%, 10% dan 15%, dilakukan pengujian pada Laboratorium Mekanika Tanah untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah menggunakan metode pengujian standar SNI. Tanah lempung ekspansif diklasifikasikan dengan metode AASHTO nilai PI 23,17% dan LL  48,62%  tanah  tersebut  kelompok  A-7-6  (15)  tanah  berlempung  dan  tidak  bagus. Dengan adanya penambahan Fly Ash dan Abu Bata terhadap tanah lempung ekspansif dapat meningkatkan nilai daya dukung tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan pada penambahan variasi Fly Ash 5%, 10% sampai 15% dan masing-masing persentase Abu Bata 8%, meningkat nilai CBR tanpa rendaman (Unsoaked) dan rendaman (Soaked). Nilai CBR tanah asli tanpa rendaman (Unsoaked) 7,3% dan rendaman (Soaked)4,9% meningkat menjadi 11% dan 7,7%, pada pecampuran Fly Ash 5% dan Abu Bata 8%, demikian pula pada pencampuran persentase Fly Ash 10% dan Abu Bata 8% terjadi meningkat nilai CBR tanpa rendaman (Unsoaked) 11,3% dan tanpa rendaman (Soaked)9,9%, meningkat menjadi 12.7% dan 10.4%. Pengunaan bahan aditif Fly Ash dan Abu Batadapat meningkatkan daya dukung tanah seiring bertambahnya persentase campuran. Kata Kunci: Tanah Lempung Ekspansif, Fly Ash Dan Abu Bata, CBR, Stabilisasi.
EVALUASI KINERJA ALINYEMEN HORIZONTAL PADA JALAN BIREUEN–PANTON LABU (Studi Kasus Km 321+700 – Km 322+100) Mastura, Meila; Gusrizal, Gusrizal; AR, Sulaiman
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 1, No 02 (2018): Jurnal Sipil Sains Terapan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikungan bersimpang mempunyai resiko tinggi bagi pengendara kendaraan, karena jarak pandang terbatas, titik konflik yang lebih banyak dibandingkan pada jalan lurus. Kondisi dijumpai pada jalan Bireuen–Panton Labu (Km 321+700 – Km 322+100). Berdasarkan keadaan tersebut maka dilakukan penelitian pada persimpangan jalan tersebut, tujuan untuk mengetahui kondisi geometrik jalan pada tikungan dan jenis tikungan. Pengukuran menggunakan alat thedolit dan water pass, Evaluasi berpedoman pada metode Bina Marga tahun 1997. Kecepatan kendaraan dengan pengamatan secara langsung di lapangan. Hasil pengamatan data diperoleh geometrik pada tikungan 1 (PI1) jenis tikungan SCS, emak = 3% kecepatan = 35 km/jam, nilai Lc = 6,941 m20 m, jarak pandang henti = 36,754 m dan jarak pandang minimum = 183,278 m pada tikungan 2 (PI2) jenis tikungan SCS, emak = 6% kecepatan = 36 km/jam, nilai Lc = 8,517 m20 m, jarak pandang henti = 38,273 m dan jarak pandang minimum = 188,944 m. Hasil tersebut dapat diketahui bahwa Lc tidak memenuhi syarat Lc20 m.