Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Online Journal

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKOPADA AREA PRODUKSI CV MEBEL INTERNASIONAL, SEMARANG DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS Putri, Jeihan Iftahlana; Ulkhaq, Muhammad Mujiya
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.23 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya bahaya di area produksi serta melakukan perhitungan skorterhadap risiko yang mungkin terjadi. Setelah mendapatkan skor, dapat dilihat tingkatrisikotersebut apakah dapat diterima, rendah, medium, tinggi, atau sangat tinggi. Hal ini dilakukan karena kecelakaan kerja yang terjadi di CV Mebel Internasional berdampak buruk bagi karyawan dan perusahaan itu sendiri. Oleh sebab itu, perlu diadakan perhitungan tingkat risiko yang diharapkan perusahaan dapat lebih waspada dan kedepannyaserta kecelakaan dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Sebagai perusahaan yang masih memiliki pekerjaan manual dan melibatkan banyak pekerja, CV Mebel Internasional kurang tegas dalammenangani Kesehatan dan Keselamatan Kerja.Kurang tegas dalam hal ini adalah pemakaian alat pelindung diri yang terkadang dilanggar oleh pekerja kurang ditindaklanjuti.Salah satu metode yang dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecelakaan kerja adalah dengan job safety analysis (JSA). Dengan menggunakan JSA maka potensi bahaya dapat diminimalisir bahkan dihilangkan. Identifikasi bahaya dan risiko tersebut dikelola melalui sebuah formulir yang berisi uraian pekerjaan dan bahaya yang mungkin timbul. Dilakukan dengan sistem penilaian yang mengacu pada matriks tingkat keparahan dan tingkat risiko. Matriks tersebut adalah matriks  yang digunakan untuk menganalisis risiko dengan teknik semikuantitatif. Dengan demikian maka potensi bahaya dan risiko tersebut dapat dicegah dan dikelola dengan baik.  ABSTRACT [Title: Identification of Hazard and Risk in CV Mebel International Production Area, Semarang using Job Safety Analysis Method]. This study aimed to analyze the hazards in the production area as well as perform calculations score against risks that may occur. After getting a score, it can be seen that whether the level of risk is acceptable, low, medium, high, or very high. This is done because the accidents that occurred at the CV Mebel Internasional is bad for the employees and the company itself. Therefore, there should be the calculation of the level of risk that the company expected to be more vigilant and future as well as accidents can be minimized or even eliminated. As a company that still has the manual work and involves many workersCV Mebel Internasional less assertive in dealing with Health and Safety. Less assertive in this regard is the use of personal protective equipment that is sometimes violated by workers less acted upon. One method is to anticipate the existence of workplace accidents is to job safety analysis (JSA). By using the JSA, the potential hazards can be minimized or even eliminated. Hazard identification and risk is managed through a form containing the job description and the dangers that may arise. Performed by a scoring system which refers to the matrix of severity and the degree of risk. The matrix is a matrix that is used to analyze risk with a semiquantitative technique. Thus, the potential hazards and risks can be prevented and managed properly.
ANALISIS TINGKAT EFEKTIVITAS MESIN DELPHI DI PT. DJARUM KUDUS DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS DAN CAUSE-EFFECT DIAGRAM Hurisandi, Viky; Ulkhaq, Muhammad Mujiya
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.013 KB)

Abstract

Permintaan konsumen yang tinggi merupakan suatu tantangan bagi perusahaan apakah mampu memenuhi permintaan tersebut atau tidak. Penggunaan mesin merupakan suatu cara menjaga atau meningkatkan produktivitas sehingga mampu menghadapi tantangan tersebut. SKM OASIS ialah salah satu pabrik PT. Djarum Kudus yang memproduksi rokok menggunakan mesin dengan tingkat produktivitas tinggi. Namun ada beberapa mesin yang memiliki tingkat produktivitas rendah. Salah satunya ialah mesin Delphi. Mesin Delphi ialah mesin pengupas rokok reject untuk memisahkan tembakau dari kertas dan filter. Secara teori mesin ini mampu menghasilkan tembakau 400kg/jam, sedangkan kenyataannya hanya mampu menghasilkan rata-rata 150kg/jam. Hal tersebut menunjukkan tingkat efektivitas mesin yang rendah sehingga merugikan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif mesin Delphi dengan menggunakan metode overall equipment effectiveness (OEE). Data yang digunakan ialah data operasi mesin Delphi periode 1 Oktober 2016 sampai 13 Januari 2017 pada Shift 1. Hasil perhitungan OEE secara keseluruhan yaitu 39,447%. Angka tersebut jauh di bawah standar internasional Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM)  yaitu 85%. Selanjutnya dilakukan identifikasi penyebab-penyebab rendahnya nilai OEE dengan menggunakan cause-effect diagram. Hasil analisis menunjukkan penyebab rendahnya nilai OEE terdiri dari tiga faktor yaitu mesin, material dan metode. Lalu, berdasarkan penyebab tersebut, diberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan nilai OEE sehingga produktivitas mesin dapat meningkat.ABSTRACTEFFECTIVENESS ANALYSIS OF DELPHI MACHINE IN PT. DJARUM KUDUS WITH OVERALL EQUIPMENT EFECTIVENESS METHOD AND CAUSE-EFFECT DIAGRAM. High consumer demand is a challenge for companies to fulfill the demand or not. The use of machines is a way to maintain or increase productivity so as be able to face these challenges. SKM OASIS is one of PT. Djarum Kudus which produces cigarettes using machines with high productivity levels. However there are some machines which have low productivity levels. One of them is the Delphi machine. Delphi machine is a reject cigarette peeler to separate tobacco from paper and filter. In theory, this machine has a capability to produce tobacco 400kg / hour, whereas in fact it is only produce an average of 150kg / hour. It shows a low level of machine effectiveness so it can detrimental to the company. This study aims to find out how effective Delphi machine using the method of overall equipment effectiveness (OEE). The data used is the Delphi machine operating data's period from October 1st, 2016 to January 13th, 2017 on Shift 1. The overall OEE calculation result is 39.447%. This result is far below the international standard of Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) that is 85%. Further identification of causes of low value of OEE by using cause-effect diagram. The results of the analysis show that the causes of low OEE values consist of three factors: machine, material and method. Based on the cause, the company should make an improvements to increase the value of OEE so that machine productivity can increase. 
PENGUKURAN DAN ANALISIS PRODUKTIVITAS DI PT. TIGA MANUNGGAL SYNTHETIC INDUSTRIES DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) Tania, Fani; Ulkhaq, Mujiya
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.969 KB)

Abstract

PT. Tiga Manunggal Synthetic Industries merupakan industri yang bergerak di bidang industri tekstil yang memproduksi kain polyester yang diekspor ke Timur Tengah, Jepang, Afrika, dan Vietnam. Banyaknya industry lain yang bergerak di bidang yang sama mengharuskan perusahaan ini untuk terus memperbaiki semua aspek yang ada di perusahaan, baik yang berasal dari luar maupun dalam. Salah satu upaya perbaikan yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan produktivitas dari perusahaan tersebut. Pengukuran dan analisis produktivitas penting dilakukan guna mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya. Dengan produktivitas yang tinggi diharapkan perusahaan dapat terus kompetitif dan berdaya saing. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran produktivitas. Dengan melakukan pengukuran produktivitas perusahaan dapat melihat capaian yang telah diraih sebagai landasan untuk  perencanaan masa depan perusahaan. Pengukuran produktivitas ini dilakukan dengan menggunakan metode Objective Matrix (OMAX). Di perusahaan ini produktivitas sudah baik, namun masih ada di beberapa periode yang produktivitasnya mengalami penurunan dari periode sebelumnya. Kenaikan produktivitas terjadi pada periode Desember 2014, Mei 2015, Juni 2015, Agustus 2015, dan Oktober 2015; sedang penurunan terjadi pada periode Januari 2015, Februari 2015, Maret 2015, April 2015, Juli 2015, dan September 2015. Peningkatan tertinggi berada pada periode Desember 2014, yaitu 0.501, dan penurunan produktivitas terendah terjadi pada periode September 2015 yaitu sebesar 0,496.Dan kriteria yang perlu ditingkatkan adalah produktivitas jumlah pekerja, jam kerja mesin, dan penggunaan energi listrik.  Abstract Productivity measurement was conducted at PT. Tiga Manunggal Synthetic Industries.  PT. Tiga Manunggal Synthetic Industries is a textile industry which produces polyester fabrics that are exported to the Middle East, Japan, Africa, and Vietnam. Because many other industries engaged in the same field requires companies to continuously improve every aspect of the company, both from outside and inside. One improvement efforts that can be done is to increase the productivity of the company. Measurement and analysis of important productivity conducted to determine the level of efficiency and effectiveness of resource use. With high productivity, company expected to continue competitive. It is necessary to measure productivity. By measuring the productivity, the company can see the achievements that have been achieved as the basis for planning the company's future. Productivity measurement is done by using Objective Matrix (OMAX). In this company’s productivity has been good, but still exists in some period whose productivity has decreased from the previous period. The increase in productivity occurred in the period of December 2014, May 2015, June 2015, August 2015 and October 2015; moderate decrease occurred in the period January 2015, February 2015, March 2015, April 2015, July 2015 and September 2015. The highest increase was in December 2014 period, ie 0.501, and the lowest productivity decline occurred in the period September 2015 is equal to 0.496. And criteria that need to be improved is the productivity of workers, the working hours of the machine, and use of electrical energy.
APLIKASI METODE SEVEN TOOLS DAN ANALISIS 5W+1H UNTUK MENGURANGI PRODUK CACAT PADA PT. BERLINA, TBK. Dyah Rachmawati Rasyida; Muhammad Mujiya Ulkhaq
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.743 KB)

Abstract

PT. Berlina, Tbk adalah salah satu perusahaan pembuat kemasan plastik terbesar di Indonesia. Persaingan antara perusahaan memaksa manajemen PT. Berlina, Tbk untuk membuat konsep rencana dan menggunakan metodepengendalian kualitas yang tepat untuk menghadapinya. Penelitian ini dilakukan pada proses produksi pembuatan Gallon AQUA. Persentase cacat tertinggi yang didapat pada produksi Gallon AQUA yang terjadi di PT. Berlina, Tbk adapada bulan Agustus 2015, yaitu sebesar 15,85%. Hal ini merupakan salah satu penyebab kurangnya kualitas dan keuntungan PT. Berlina, Tbk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalkan cacat menggunakan metode Seven Tools.Seven tools merupakan metode yang berkesinambungan dari mulai check sheet, stratifikasi, diagram pareto, histogram diagram, diagram pencar, peta kendali dan diagram tulang ikan. Berdasarkan pengolahan data menggunakan Seven Tools ini didapat 6 jenis cacat. Cacat yang paling dominan dalam produk Gallon AQUA adalah cacat bintik hitam. Metode yang digunakan untuk menganalisis diagram tulang ikan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan ini adalah metode 5H + 1H.   ABSTRACTApplication of Seven Tools Method and 5W1H Analysis of Quality Control to Reduce Product Defect in PT. Berlina, Tbk. PT. Berlina, Tbk is one of the biggest plastic packaging companies in Indonesia. The competition among companies forced the management of PT. Berlina, Tbk to make a concept plan and use appropriate selection of quality tools to deal with it.This research was conducted on the process of making the Gallon AQUA. Percentage of defects happened at PT. Berlina, Tbk, which production in August 2015 for Gallon AQUA obtained the highest disability percentage of 15.85%. It is one of the causes of the lack of quality and decrease the profit of PT. Berlina, Tbk. The purpose of this research is to minimize the defect based on the analysis using Seven Tools method. Seven Tools are doing a continuous way starting from the check sheets, stratification, pareto diagram, histogram diagram, scatter diagrams, control chart and fishbone diagram. Based on the data processing using Seven Tools there are 6 types of defect. The most dominant defect in Gallon AQUA product is black  dot defect. The method that could be used to analyze the fishbone diagram and give recommendation for improvement is 5H+1H method.
PENILAIAN RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA PROSES PEMBUATAN BALOK JEMBATAN DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) Della Mustika Putri; Muhammad Mujiya Ulkhaq
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.279 KB)

Abstract

[Penilaian Risiko Keselamatan Kerja Pada Proses Pembuatan Balok Jembatan dengan Metode Job Safety Analysis (JSA)] Sebagai negara berkembang, Indonesia adalah salah satu tempat yang strategis untuk berinvestasi. Namun, sebelum berinvestasi tentunya terdapat beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh investor. Salah satunya adalah sarana dan infrastruktur yang baik. PT Wijaya Karya Beton adalah salah satu badan usaha millik negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri beton pracetak, seperti tiang pancang, tiang listrik, balok jembatan, bantalan jalan rel, dan lain-lain. Perusahaan ini sudah menggunakan mesin dan peralatan yang modern sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang professional dan berpengalaman dalam mengoperasikan mesin-mesin tersebut. Oleh karena itu, keselamatan kerja merupakan hal yang harus diperhatikan oleh semua pihak yang berada di lingkungan pabrik. Kecelakaan kerja merupakan hal yang tidak dapat diprediksi namun dapat dilakukan tindakan preventif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Di perusahaan ini pernah terjadi kecelakaan kerja, baik kategori ringan dan sedang. Pada Tahun 2015 tercatat sebanyak 31 kecelakaan. Kecelakaan tersebut berupa terkena atau tergores, tertimpa, dan terjepit alat/benda kerja, tersengat aliran listrik tegangan tinggi, terpeleset saat melakukan aktivitas kerja, pingsan, terkena serpihan las, dan terperosok saluran air. Untuk menghindari hal tersebut terulang kembali maka diperlukan identifikasi potensi timbulnya kecelakaan kerja, salah satunya dengan metode JSA. Keuntungan menerapkan JSA adalah memberikan rekomendasi metode kerja terbaik sehingga keamanan, kesehatan, dan keselamatan pekerja terjamin. Abstract [Assessment of Work Safety Risk in the Process of Making Bridge Beam Using Job Safety Analysis Method] As a developing country, Indonesia is one of the strategic places to invest. However, before investing, of course, there are several considerations made by investors. One of them is good facilities and infrastructure. PT Wijaya Karya Beton is one of Badan Usaha Milik Negara (BUMN) engaged in precast concrete industry, such as piles, power poles, bridge beams, railway bearings, and others. The company is already using modern machinery and equipment so that it takes a professional human resources and experienced in operating the machines. Therefore, work safety is a matter that must be considered by all parties who are in the factory environment. Work accidents are unpredictable but preventive measures can be taken in preventing workplace accidents. In this company had happened work accident, both light and medium category. In 2015, it is recorded 31 accidents. Such accidents are exposed or scratched, crushed, and pinched with tools/ workpieces, stung by high voltage, slip during work, fainting, exposure to welds, and mudslides. To avoid this happening again it is necessary to identify the potential for the occurrence of work accident, one of them with JSA method. The advantage of implementing JSA is to recommend the best working methods so that the security, health, and safety of workers is guaranteed.
MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI PADA PLANT 4 REFINERY PT WILMAR NABATI INDONESIA) Elsa Idolla Ginting; Muhammad Mujiya Ulkhaq
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.359 KB)

Abstract

Salah satu perusahaan yang memproduksi minyak kelapa sawit di Indonesia adalah PT. Wilmar Nabati Indonesia. Plant 4 PT. Wilmar Nabati Indonesia memproduksi RBDPO sebesar 1600 MT/Hari. Unit refinery mengolah minyak CPO (Crude Palm Oil ) dan CPKO (Crude Palm Karnel Oil) menjadi minyak RBDPO (Refinery Bleaching Deodorizing Palm Oil) dan RBDPKO (Refinery Bleaching Deodorizing Palm Karnel Oil). Minyak yang tidak sesuai spesifikasi diproses kembali sehingga menyebabkan target produksi tidak tercapai. Banyaknya produk defect dapat meningkatkan biaya dan waktu produksi yang lebih besar. Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan kualitas agar dapat meminimasi produk defect. Pengendalian kualitas dilakukan dengan memakai metode Six Sigma yang bertujuan untuk meminimasi cacat dan digunakan sebagai tolak ukur pengendalian kualitas.  Hasil nilai sigma yang diperoleh pada perhitungan plant 4 berada diantara nilai 3 sampai 4 pada periode Oktober 2015 - Januari 2016. Nilai sigma tersebut menyatakan bahwa perusahaan berada pada kondisi rata-rata perusahaan. Dengan diterapkannya metode six sigma ini diharapkan pengendalian kualitas pada perusahaan tersebut dapat menjadi lebih baik dan target 3,4 DPMO dapat tercapai. ABSTRACT[PRODUCTION QUALITY CONTROL ANALYSIS USING SIX SIGMA METHOD]. One of the companies that produce palm oil in Indonesia is PT. Wilmar Nabati Indonesia. Plant 4 PT. Wilmar Nabati Indonesia produce 1600 MT / Day RBDPO. Unit refinery process oil CPO and CPKO into RBDPO and RBDPKO. Non-specific oils are reprocessed, causing production targets is not reached. The number of product defect may increase the cost and production time. Thus it is necessaryto improve quality in order to minimize defect product. Quality control is done using the Six Sigma method that aims to minimize defects and is used as a measure of quality control. Sigma value results obtained in the calculation of the value of plant 4 is between 3 to 4 in the period October 2015 - January 2016. The sigma value states that the company is in average condition of the company. With the implementation of six sigma method is expected of quality control in the companies will be better and the target of 3.4 DPMO can be achieved.
USULAN PERBAIKAN SISTEM PERSEDIAAN UNTUK MEMINIMASI BIAYA TOTAL PERSEDIAAN MENGGUNAKAN METODE OPTIONAL REPLENISHMENT PADA PT SANTOMIC MITRA BERSAMA Farah Azaria Kirana; Muhammad Mujiya Ulkhaq
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.142 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan menganalisis sistem persediaan bahan baku sticker yang digunakan PT Santomic Mitra Bersama. Sistem persediaan yang digunakan perusahaan saat ini yaitu setiap 2 bulan sekali dan ketika stock bahan baku sticker habis baru pemesanan dilakukan tanpa adanya pengecekan persediaan bahan baku yang berkala sehingga menghambat proses produksi sticker. Usulan perbaikan ini dilakukan karena pada laporan tahunan perusahaan di tahun 2015 diketahui bahwa terdapat konsumen yang membatalkan pesanan sticker dikarenakan stock bahan baku sticker tidak ada atau habis. Oleh sebab itu, perlu diadakan perbaikan pada sistem persediaan perusahaan saat ini dengan memperhitungkan minimasi biaya total persediaan yang diharapkan perusahaan dapat mengetahui sistem persediaan bahan baku sticker yang lebih baik. Salah satu metode yang dilakukan untuk memperbaiki sistem persediaan adalah dengan optional replenishment. Dengan menggunakan optional replenishment maka perusahaan dapat mengetahui titik pemesanan kembali, kuantitas pemesaan, periode pengecekan inventori, persediaan pengaman dan total biaya inventori.ABSTRACT Improvement For Inventory System To Minimize Total Costs Of Supplies Using Optional Replenishment Method In PT Santomic Partner Bersama. This research aims to improve and analyze the inventory system of sticker raw materials used by PT Santomic Mitra Bersama. The inventory system used by the company today is every 2 months and when the stock of raw materials sticker out a new order is made without checking the supply of raw materials that periodically hamper the production process sticker. Proposed improvement is done because the company's annual report in 2015 known that there are consumers who cancel the order sticker because the stock of sticker raw material does not exist or run out. Therefore, it is necessary to make improvements to the company's inventory system at this time by taking into account the minimization of total inventory costs that companies are expected to know the better provision of sticker raw materials. One of the methods done to improve the inventory system is by optional replenishment. By using optional replenishment, the company can know the point of reorder, rural quantity, inventory checking period, safety stock and total inventory cost.
Perencanaan Kebutuhan Persediaan Material Bahan Baku Pada CV Endhigra Prima dengan Metode Min-Max Cynara Kezia Yedida; Muhammad Mujiya Ulkhaq
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.698 KB)

Abstract

Perkembangan dunia industri yang berlangsung pesat menyebabkan terjadinya persaingan yang meningkat antara perusahan–perusahaan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang atau jasa perbaikan memerlukan persediaan. Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu. Persediaan dapat berupa bahan mentah (raw materials), bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi, ataupun suku cadang. Untuk menjaga kelangsungan beroperasinya suatu pabrik atau fasilitas lain, diperlukan bahwa beberapa jenis material tertentu dalam jumlah minimum tersedia di gudang, supaya sewaktu-waktu ada yang rusak, dapat langsung diganti. Tetapi material yang disimpan dalam persediaan juga jangan terlalu banyak, ada maksimumnya, agar biayanya tidak menjadi terlalu mahal.  CV Endhigra Prima merupakan perusahaan home industry yang bergerak dalam pembuatan peralatan-peralatan untuk keperluan suatu acara tertentu dengan berbagai produk yang ditawarkan diantaranya piring plastik emas, topi ulang tahun, dll. Pada jurnal kali ini akan dilakukan perhitungan mengenai jumlah inventori pada CV Endhigra Prima agar perusahaan agar dapat menentukan persediaan dengan tepat dan berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode min-max perusahaan tidak akan mengalami out of stock dengan besar tingkat pemesanan untuk plastik emas 2108 ton, lem 913 ton, dan kertas aval 21084 ton. Selain itu dengan menggunakan metode min-max, CV Endhigra Prima dapat melakukan penghematan terhadap biaya pengeluaran yaitu dari 78.181.000 rupiah menjadi 55.318.000 rupiah. ABSTRACT [Title: Material Requirements Planning Supplies Raw Materials In CV Endhigra Prima with Min-Max method]. The development of the industry that took place rapidly led to increased competition between companies to meeting the needs of consumers. Every company engaged in the procurement of goods or services requiring repair supplies. Inventories are materials or goods stored to be used to fulfill a specific purpose. Inventories can be raw material,, auxiliary materials, goods in process, finished goods, or parts. To maintain the continuity of the operation of a plant or other facility, it is necessary that some kind of specific material in a minimum amount available in the warehouse, so that at any time there are damaged, can be replaced. But the material is stored in inventory is also not too much, there is a maximum, so that cost does not become too expensive. CV Endhigra Prima is a home industry company engaged in the manufacture of equipment for the purposes of a specific event with a range of products offered include plastic plates of gold, birthday hats, etc. In the journal this time will be calculated on the amount of inventory on the CV Endhigra Prima order company in order to determine supply with accurate and based on calculations using the min-max company will not experience out of stock with greater levels of bookings for plastic gold 2108 tons, glue 913 tons, and paper aval 21 084 tonnes. Besides using the min-max, CV Prima Endhigra can make savings on the cost of expenses, from 78.181 million rupiah to 55.318 million rupiah.
PERANCANGAN MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN LABORATORIUM TERINTEGRASI FAKULTAS TEKNIK UNDIP Hera, Silvia Helvi; Purwanggono, Bambang; Ulkhaq, M. Mujiya
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam melaksanakan proyek konstruksi dibutuhkan manajemen risiko untuk menghindari risiko-risiko yangterjadi dan mungkin terjadi yang menyebabkan kerugian diantaranya waktu (terjadi keterlambatan), biaya(pembengkakan biaya), dan mutu (tidak sesuai spesifikasi). Pembangunan Laboratorium Terintegrasi FTUndip merupakan proyek yang kompleks dan memiliki risiko-risiko potensial yang dapat mempengaruhikeberhasilan proyek. Pada keberjalanan proyek tersebut terdapat beberapa kendala sehingga terpengaruhpada pelaksanaannya, yakni beberapa perubahan desain, terdapat kesalahan pada gambar desain, danterjadi keterlambatan pasokan material. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan identifikasi danpenilaian risiko menggunakan Relative Importance Index (RII), alokasi risiko dan memberikan strategiuntuk melakukan pengendalian terhadap tingkat risiko significant dan high. Identifikasi risiko yang akandigunakan dilakukan dengan studi literatur dan validasi lapangan yang diperoleh 30 faktor risiko dalam 5tahapan konstruksi pada proyek tersebut. Hasil penilaian RII diperoleh 4 faktor risiko significant terhadapdampak waktu, terdapat 1 risiko yang termasuk pada kategori high risk, 3 faktor risiko significantberdampak terhadap biaya, dan 2 faktor risiko significant berdampak terhadap kualitas. Mayoritas risikodialokasikan kepada kontraktor yaitu sebanyak 16 faktor risiko.Kata kunci: Manajemen Risiko; Proyek Konstruksi; Risiko; RII, Alokasi Risiko Abstract[Risk Management Design in Integrated Laboratory Construction Project Faculty of Engineering Undip]In executing construction projects, risk management is essential to avoid and mitigate risks that can lead tolosses, including delays, cost overruns, and quality issues. The construction of the Integrated Laboratory atFT Undip is a complex project with potential risks that could affect the project's success. During the courseof the project, several challenges impacted its execution, including design changes, errors in the designdrawings, and delays in material supply. Therefore, this research identifies and assesses risks using theRelative Importance Index (RII), risk allocation, and provides strategies to control significant and highlevelrisks.Riskidentificationwasconductedthroughliteraturereviewandfieldvalidation,resultingin30riskfactorsacrossfiveconstructionstagesoftheproject.TheRIIassessmentidentified4significantriskfactorsaffectingtime,1ofthemcategorizedashighrisk,3significantriskfactorsaffectingcost,and2significantrisk factors affecting quality. The majority of the risks, totaling 16, were allocated to thecontractor.Keywords:Risk Management;Construction Project;Risk; RII; Risk Allocation
PERANCANGAN LANGKAH PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI DALAM UPAYA MENGURANGI JUMLAH DEFECT DENGAN MENGGUNAKAN METODE FMEA DAN NEW SEVEN TOOLS PADA PRODUK BOTTOM PT INTI SUKSES GARMINDO Rochmatullah, Putra Dluha; Pramono, Susatyo Nugroho Widyo; Ulkhaq, M. Mujiya
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Inti Sukses Garmindo adalah perusahaan garmen yang memproduksi apparel bagi klien yang mayoritasberasal dari luar negeri. Perusahaan ini mengedepankan kualitas dan telah memiliki sistem pengecekankualitas yang baik sehingga produk yang sampai ke tangan konsumen memuaskan. Akan tetapi, cacat masihterus terjadi dan tingkatnya, yaitu 11%. Masih di bawah ekspektasi klien sebesar 5%. Hal inimengindikasikan bahwa proses produksi kurang efisien. Pengendalian kualitas tidak berhenti padamenangkap barang yang tidak sesuai dengan standardisasi tetapi juga mencari tahu sebabnya danmeminimalisasi kemungkinan kejadian yang sama untuk terjadi kembali. Penelitian ini bertujuan untukmencari tahu sebab dari tingginya angka cacat pada proses produksi bottom dan cara untuk mengeliminasiakarnya. Metode yang digunakan adalah New Seven tools yang meliputi Affinity diagram daninterrelationship diagram untuk mencari moda kegagalan yang ada, FMEA untuk menentukan prioritasmoda kegagalan, dan tree diagram juga process decision program chart untuk menyusun action plan yangdigunakan untuk mnegeliminasi moda kegagalan. Penyebab kegagalan yang menjadi masalah utama padaproses produksi bottom adalah lingkungan kerja panas, kendala komunikasi antar personil, pekerjakelelahan, lingkungan kerja bising, dan bilah logam ikut terbawa produk.Kata kunci: Pengendalian kualitas; cacat prroduk; new seven tools; FMEA; garmen. Abstract[The Designing of Quality Control Steps to Reduce Defects Using FMEA and New Seven Tools onBottom Products at PT Inti Sukses Garmindo ] PT Inti Sukses Garmindo is a garment company thatproduces apparel for mostly overseas clients. This company puts quality at first and foremost and alreadyhaving a robust quality checking system, ensuring the products that came into the clients hand aresatisfactory. However, defects still happening and its rate is still 11%. More than clients’ expectation, whichis 5%, indicating that the production process is not efficient enough. Quality control do not end on catchingbad products shipped, but also to seek what causing the problems and minimalizing the chance for it tohappen again in the future. This research aims at finding the root cause of high defect rate on bottomproduction process and ways to eliminate it. Methods that are being used are New Seven Tools, includingaffinity diagram and interrelationship diagram to find fault modes that are causing defects, FMEA to decidethe priority of the fault modes, and tree diagram along with process decision program chart to brew actionplans capable of eliminating the fault modes. The fault modes that are suspected to be the main issue onbottom production are high temperature working enviroment, communication issues between personels,workers get tired, noisy working enviroment, and sharp metal blade got carried away with the products.Keywords: Quality Control; Defect on products; New Seven Tools; FMEA; garments.