Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Orientation of Islamic Religious Education in the Era of Globalization and Social Change Hilma Suryani; Rulitawati Rulitawati; Yahya Yahya
IJER (Indonesian Journal of Educational Research) Vol. 6 No. 1 (2021): IJER Vol 6 No 1 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.988 KB) | DOI: 10.30631/ijer.v6i1.188

Abstract

The purpose of this study is to reveal how the orientation of Islamic education is in the midst of globalization and social change, because one way is to reveal that the current of globalization demands fundamental changes for every individual. , in looking at the flow of globalization demands a necessity not as a threat. To answer the challenges of globalization, it is necessary to have human resources who are reliable and highly competitive. To realize this, all the roles of Islamic education must present themselves as part of the challenges of globalization. Islamic education is challenged to be able to educate and produce graduates who are highly competitive (qualified). To answer all of this, an appropriate management model for Islamic religious education is needed. Characteristics management morgue-based can answer these challenges.
REACTUALIZATION OF THE ISLAMIC EDUCATION SYSTEM IN RESPONDING TO THE CHALLENGES OF THE WORLD OF EDUCATION Yahya; Winsidi
Roqooba Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 1 (2022): JIR: Roqooba Journal of Islamic Education Management
Publisher : IAI AGUS SALIM METRO LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.178 KB) | DOI: 10.47902/roqoba.v1i1.371

Abstract

Islamic education is a system that involves all components of education that are interrelated in an integrated manner to achieve the goals of Islamic education. As a system, Islamic education consists of components that are functionally interrelated. If there is good cooperation between the components, the system will run or work optimally. For this reason, the preparation of planning and development of Islamic education needs to use a systems approach. The Islamic education system must be based on three main foundations, namely: a religious basis, a philosophical basis, and a scientific basis. The third base should be the main basis for the formulation of various components of education, including the formulation and development of the curriculum, as well as the management of institutions and the future of Islamic education.
GENEALOGI DINASTI CINDE WALANG: LEGITIMASI KEKUASAAN SULTAN PALEMBANG M. Zamzam; Yahya
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2025): Fokus Tematik: Sejarah dan Warisan Peradaban Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.38

Abstract

Penelitian ini mengkaji genealogi Dinasti Cinde Walang dalam konstruksi legitimasi kekuasaan Sultan Palembang pada masa Islamisasi Sumatera Selatan. Dinasti ini memainkan peran penting dalam pembentukan identitas politik dan spiritual Kesultanan Palembang melalui narasi silsilah, mitologi, dan naskah tradisional. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka terhadap manuskrip lokal serta jurnal SINTA, penelitian ini menguraikan bagaimana legitimasi kekuasaan tidak hanya dibangun secara struktural, tetapi juga melalui simbolisme kekeramatan, asal-usul keturunan suci, serta integrasi nilai-nilai Islam dan adat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Cinde Walang berfungsi sebagai alat politis dan kultural untuk mempertahankan otoritas Sultan, sekaligus menjadi medium Islamisasi masyarakat. Legitimasi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dibentuk melalui interaksi antara unsur historis, budaya, dan religius. Dengan demikian, Dinasti Cinde Walang tidak hanya mencerminkan garis keturunan kerajaan, tetapi juga menjadi fondasi simbolik bagi konstruksi kekuasaan Islam lokal. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika kekuasaan Islam di Nusantara serta peran sentral tradisi lokal dalam melegitimasi struktur pemerintahan.
Analisis Penerapan Prinsip Syariah dalam Transaksi Jual Beli Di Butik Sakkebaya Palembang Lisa Lisa; M. Jauhari; Yahya Yahya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7317

Abstract

Perkembangan industri fashion muslimah di Indonesia mendorong meningkatnya persaingan usaha yang menuntut pelaku bisnis tidak hanya menyediakan produk berkualitas, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam setiap transaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip syariah dalam transaksi jual beli pada Butik Sakkebaya Palembang, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menilai dampaknya terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pemilik butik, karyawan, dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butik telah berupaya menerapkan prinsip kerelaan para pihak, kejujuran, keadilan harga, serta transparansi informasi produk. Pelanggan memperoleh penjelasan mengenai bahan, ukuran, model, harga, dan estimasi penyelesaian pesanan sebelum akad terjadi. Penetapan harga dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan dan tingkat kerumitan produksi sehingga dinilai wajar. Penerapan nilai-nilai tersebut berdampak positif terhadap kepercayaan, kenyamanan, dan loyalitas pelanggan. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan pemahaman sebagian konsumen mengenai transaksi syariah, keterbatasan waktu pelayanan saat butik ramai, serta persaingan usaha yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip syariah mampu menjadi nilai tambah kompetitif bagi usaha fashion muslimah apabila dijalankan secara konsisten. Karena itu, pelaku usaha perlu meningkatkan edukasi konsumen, standar pelayanan, dan pengawasan internal agar praktik transaksi tetap sesuai dengan etika bisnis Islam.
Abdul Hamid Hakim: An Important Figure in the Transmission of the Ushul Fiqh in Indonesia Yahya Yahya; Romli SA; Muhajirin Muhajirin; Arwansyah bin Kirin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5166

Abstract

This study explores the pivotal role of Abdul Hamid Hakim in the transmission and development of ushul fiqh in Indonesia during the first half of the 20th century. As a prominent scholar, Abdul Hamid Hakim made significant contributions through his works, such as Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, and Al Bayan, which introduced a systematic and structured methodology in ushul fiqh and enriched the discourse with innovative legal principles. The research aims to analyze Abdul Hamid Hakim’s intellectual contributions and their impact within the socio-cultural context of Indonesia. Using a qualitative approach with historical-biographical methods and content analysis, the study examines his works and their role in shaping Islamic legal education and scholarship. The findings reveal that Abdul Hamid Hakim’s works remain foundational references in academic and religious institutions, bridging classical Islamic scholarship with contemporary needs. This research highlights his enduring influence in developing Islamic law in Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting Abdul Hamid Hakim dalam transmisi dan pengembangan ushul fiqh di Indonesia selama paruh pertama abad ke-20. Sebagai seorang ulama terkemuka, Abdul Hamid Hakim memberikan kontribusi signifikan melalui karya-karyanya, seperti Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, dan Al Bayan, yang memperkenalkan metodologi sistematis dan terstruktur dalam ushul fiqh dan memperkaya wacana dengan prinsip-prinsip hukum yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi intelektual Abdul Hamid Hakim dan dampaknya dalam konteks sosial budaya Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-biografis dan analisis konten, penelitian ini mengkaji karya-karyanya dan perannya dalam membentuk pendidikan dan beasiswa hukum Islam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa karya-karya Abdul Hamid Hakim tetap menjadi referensi mendasar dalam lembaga akademik dan keagamaan, menjembatani beasiswa Islam klasik dengan kebutuhan kontemporer. Penelitian ini menyoroti pengaruhnya yang abadi dalam pengembangan hukum Islam di Indonesia.
Pelatihan Tata Cara Wudhu dan Tayamum Menurut Tarjih Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah 3 Palembang Sayid Habiburrahman; Suroso PR; Hoirul Amri; Yahya; Achmad Tasmi; Titin Yeni
Suluh Abdi Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2278

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman dan pelaksanaan tata cara wudhu dan tayamum yang sesuai dengan tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah di lingkungan pendidikan Muhammadiyah, khususnya di SMK Muhammadiyah 3 Palembang. Pokok permasalahan dalam pengabdian ini adalah bagaimana tata cara wudhu dan tayamum menurut Tarjih Muhammadiyah serta bagaimana penerapannya dalam pembelajaran dan praktik ibadah siswa di sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata cara wudhu dan tayamum menurut Tarjih Muhammadiyah serta mengetahui implementasinya di SMK Muhammadiyah 3 Palembang. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pemahaman dan pelaksanaan wudhu serta tayamum berdasarkan pedoman Tarjih Muhammadiyah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tata cara wudhu dan tayamum yang diajarkan di SMK Muhammadiyah 3 Palembang telah mengacu pada Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Wudhu dilaksanakan sesuai urutan yang meliputi niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan hingga siku, mengusap kepala, membersihkan telinga, dan membasuh kedua kaki hingga mata kaki secara tertib. Tayamum dilakukan dengan menggunakan debu yang suci sebagai pengganti wudhu ketika tidak tersedia air atau terdapat halangan syar'i untuk menggunakan air, yaitu dengan mengusap wajah dan kedua tangan. Pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung sehingga siswa dapat memahami dan menerapkan tata cara bersuci dengan baik.
Pernikahan Ulang Terhadap Pasangan Suami Istri Nikah Dini Di Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Anggun Sapitri; Antoni; Adi Wijaya; Yahya
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i2.1757

Abstract

Praktik pernikahan dini masih menjadi fenomena yang cukup umum, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Gumai, Kecamatan Gelumbang. Pernikahan dini sering kali dipicu oleh berbagai faktor, termasuk norma sosial, tekanan ekonomi, dan kurangnya pendidikan. Meskipun diatur oleh perundang-undangan, banyak pasangan yang terjebak dalam ikatan pernikahan pada usia yang sangat muda, yang sering kali mengakibatkan berbagai tantangan dalam hubungan mereka. Dengan rumusan masalah sebagai berikut: 1). Apa Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Ulang Pasangan Suami Istri Nikah Dini di Desa Gumai. 2). Bagaiman Pandangan Hukum Islam Dan Hukum Positif Terhadap Pernikahan Ulang di Masyarakat Desa Gumai. 3). Bagaimana Status Anak Hasil Pernikahan Usia Dini Menurut Hukum Islam dan Positif? Berdasarkan penelitian ini penulis bertujuan untuk mengetahu: Untuk Mengetahui Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Ulang, Pasangan Suami Istri Nikah Dini. Untuk Mengetahui Pandangan Hukum Islam Dan Hukum Positif Terhadap Pernikahan Ulang dan untuk Mengetahui Status Anak Hasil Pernikahan Usia Dini Menurut Hukum Islam dan Positif. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1). Faktor Yang Menyebabkan Pernikahan Ulang Pasangan Suami Istri Nikah Dini di Desa Gumai dipengaruhi oleh Dari hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bawahfaktor-faktor yang yang Menyebabkan Pernikahan Ulang Pasangan Suami Istri Nikah Dini di Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim adalah faktor pendidikan, faktor keluarga atau orang tua, faktor lingkungan, dan faktor ekonomi. 2). Pandangan Hukum Islam terhadap pernikahan ulang di perbolehkan asal memenuhi syarat ketentuan syariah dan Pandangan Hukum Positif Terhadap Pernikahan Ulang di Masyarakat Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, tetap sah jika memenuhi tentang perkawinan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan “Perkawinan hanya diijinkan jika pihak pria sudah berusia 19 tahun dan pihak wanita sudah berusia 16 tahun” (Pasal 7 ayat 1). 3). Status Anak Hasil Pernikahan Usia Dini Menurut Hukum Islam dan Positif, Pernikahan usia dini berdampak besar pada pasangan dan anak yang lahir. Anak yang lahir dari pernikahan sah, meskipun dilakukan di usia dini, diakui dalam hukum Islam sebagai anak sah dengan hak waris. surah Alfurqan [25]: 54 Dari penafsiran di atas dapat dipahami bahwa hubungan nasab dan penisbatan anak kepada ayah hanya bisa terjadi dengan sebab pernikahan. Artinya, anak yang lahir sebelum adanya pernikahan tidak bisa dinisbatkan kepada garis keturunan si ayah, meskipun secara medis anak tersebut merupakan ayah biologisnya. Dengan demikian, anak yang dilahirkan dari hubungan luar pernikahan atau zina hanya bisa dinisbatkan kepada jalur ibu. Namun, menurut hukum positif Indonesia, status anak tetap sah meski orang tau mernikahan di bawah umur. Namun Orang tua perlu mengajukan isbath nikah agar status anak diakui oleh negara dan undang-undang.
Pandangan Ekonomi Syari’ah dalam Melihat Perilaku Konsumtif Mahasiswa (Studi Mahasiswa/i Fakultas Agama Islam UM Palembang) Ahmad Zulfikar; Rulitawati Rulitawati; Yahya Yahya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13108

Abstract

Permasalahan yang menjadi kajian dalam skripsi ini adalah bagaimana pola perilaku Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang menurut pandangan Syariat Islam, bagaimana pandangan Ekonomi Syariah dilihat dari perilaku konsumtif mahasiswa, dan bagaimana perilaku konsumtif mempengaruhi ekonomi mahasiswa. Ketiga permasalahan tersebut saling berkaitan sehingga perlu dikaji mendalam agar diperoleh pemahaman utuh mengenai fenomena konsumsi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran nyata mengenai implementasi nilai-nilai ekonomi Islam yang dihayati dan diamalkan mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang, serta memberikan masukan bagi institusi pendidikan Islam agar dapat merumuskan pendekatan pendidikan yang lebih efektif dalam menanamkan kesadaran etis terhadap pola konsumsi, sehingga terbentuk generasi Muslim yang cerdas akademis, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan ekonomi pribadi maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal secara jelas dan tegas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang digunakan bersamaan agar data lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa telah mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta mulai mengelola pengeluaran secara lebih bijak. Namun, kesadaran tersebut belum merata sehingga masih diperlukan peningkatan pemahaman dan pembiasaan pengelolaan keuangan sesuai nilai-nilai ekonomi syariah. Dalam pandangan ekonomi syariah, perilaku konsumtif tidak sejalan dengan prinsip konsumsi Islam yang menekankan kebutuhan, kemanfaatan, dan larangan berlebih-lebihan. Perilaku konsumtif juga berdampak pada kondisi ekonomi mahasiswa, seperti pengeluaran tidak terkontrol, cepat habisnya uang bulanan, kesulitan mengatur keuangan, dan menurunnya kemampuan menabung. Mahasiswa perlu memiliki perencanaan keuangan yang baik serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan agar terhindar dari perilaku konsumtif berlebihan.