Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Orientation of Islamic Religious Education in the Era of Globalization and Social Change Hilma Suryani; Rulitawati Rulitawati; Yahya Yahya
IJER (Indonesian Journal of Educational Research) Vol. 6 No. 1 (2021): IJER Vol 6 No 1 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.988 KB) | DOI: 10.30631/ijer.v6i1.188

Abstract

The purpose of this study is to reveal how the orientation of Islamic education is in the midst of globalization and social change, because one way is to reveal that the current of globalization demands fundamental changes for every individual. , in looking at the flow of globalization demands a necessity not as a threat. To answer the challenges of globalization, it is necessary to have human resources who are reliable and highly competitive. To realize this, all the roles of Islamic education must present themselves as part of the challenges of globalization. Islamic education is challenged to be able to educate and produce graduates who are highly competitive (qualified). To answer all of this, an appropriate management model for Islamic religious education is needed. Characteristics management morgue-based can answer these challenges.
REACTUALIZATION OF THE ISLAMIC EDUCATION SYSTEM IN RESPONDING TO THE CHALLENGES OF THE WORLD OF EDUCATION Yahya; Winsidi
Roqooba Journal of Islamic Education Management Vol 1 No 1 (2022): JIR: Roqooba Journal of Islamic Education Management
Publisher : IAI AGUS SALIM METRO LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.178 KB) | DOI: 10.47902/roqoba.v1i1.371

Abstract

Islamic education is a system that involves all components of education that are interrelated in an integrated manner to achieve the goals of Islamic education. As a system, Islamic education consists of components that are functionally interrelated. If there is good cooperation between the components, the system will run or work optimally. For this reason, the preparation of planning and development of Islamic education needs to use a systems approach. The Islamic education system must be based on three main foundations, namely: a religious basis, a philosophical basis, and a scientific basis. The third base should be the main basis for the formulation of various components of education, including the formulation and development of the curriculum, as well as the management of institutions and the future of Islamic education.
GENEALOGI DINASTI CINDE WALANG: LEGITIMASI KEKUASAAN SULTAN PALEMBANG M. Zamzam; Yahya
Jurnal Adab dan Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2025): Fokus Tematik: Sejarah dan Warisan Peradaban Islam
Publisher : CV JK Riset Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55982/adab.2025.38

Abstract

Penelitian ini mengkaji genealogi Dinasti Cinde Walang dalam konstruksi legitimasi kekuasaan Sultan Palembang pada masa Islamisasi Sumatera Selatan. Dinasti ini memainkan peran penting dalam pembentukan identitas politik dan spiritual Kesultanan Palembang melalui narasi silsilah, mitologi, dan naskah tradisional. Dengan pendekatan kualitatif dan studi pustaka terhadap manuskrip lokal serta jurnal SINTA, penelitian ini menguraikan bagaimana legitimasi kekuasaan tidak hanya dibangun secara struktural, tetapi juga melalui simbolisme kekeramatan, asal-usul keturunan suci, serta integrasi nilai-nilai Islam dan adat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Cinde Walang berfungsi sebagai alat politis dan kultural untuk mempertahankan otoritas Sultan, sekaligus menjadi medium Islamisasi masyarakat. Legitimasi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan dibentuk melalui interaksi antara unsur historis, budaya, dan religius. Dengan demikian, Dinasti Cinde Walang tidak hanya mencerminkan garis keturunan kerajaan, tetapi juga menjadi fondasi simbolik bagi konstruksi kekuasaan Islam lokal. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika kekuasaan Islam di Nusantara serta peran sentral tradisi lokal dalam melegitimasi struktur pemerintahan.
Analisis Penerapan Prinsip Syariah dalam Transaksi Jual Beli Di Butik Sakkebaya Palembang Lisa Lisa; M. Jauhari; Yahya Yahya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7317

Abstract

Perkembangan industri fashion muslimah di Indonesia mendorong meningkatnya persaingan usaha yang menuntut pelaku bisnis tidak hanya menyediakan produk berkualitas, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam setiap transaksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip syariah dalam transaksi jual beli pada Butik Sakkebaya Palembang, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menilai dampaknya terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pemilik butik, karyawan, dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butik telah berupaya menerapkan prinsip kerelaan para pihak, kejujuran, keadilan harga, serta transparansi informasi produk. Pelanggan memperoleh penjelasan mengenai bahan, ukuran, model, harga, dan estimasi penyelesaian pesanan sebelum akad terjadi. Penetapan harga dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas bahan dan tingkat kerumitan produksi sehingga dinilai wajar. Penerapan nilai-nilai tersebut berdampak positif terhadap kepercayaan, kenyamanan, dan loyalitas pelanggan. Namun, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan pemahaman sebagian konsumen mengenai transaksi syariah, keterbatasan waktu pelayanan saat butik ramai, serta persaingan usaha yang ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip syariah mampu menjadi nilai tambah kompetitif bagi usaha fashion muslimah apabila dijalankan secara konsisten. Karena itu, pelaku usaha perlu meningkatkan edukasi konsumen, standar pelayanan, dan pengawasan internal agar praktik transaksi tetap sesuai dengan etika bisnis Islam.
Abdul Hamid Hakim: An Important Figure in the Transmission of the Ushul Fiqh in Indonesia Yahya Yahya; Romli SA; Muhajirin Muhajirin; Arwansyah bin Kirin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5166

Abstract

This study explores the pivotal role of Abdul Hamid Hakim in the transmission and development of ushul fiqh in Indonesia during the first half of the 20th century. As a prominent scholar, Abdul Hamid Hakim made significant contributions through his works, such as Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, and Al Bayan, which introduced a systematic and structured methodology in ushul fiqh and enriched the discourse with innovative legal principles. The research aims to analyze Abdul Hamid Hakim’s intellectual contributions and their impact within the socio-cultural context of Indonesia. Using a qualitative approach with historical-biographical methods and content analysis, the study examines his works and their role in shaping Islamic legal education and scholarship. The findings reveal that Abdul Hamid Hakim’s works remain foundational references in academic and religious institutions, bridging classical Islamic scholarship with contemporary needs. This research highlights his enduring influence in developing Islamic law in Indonesia. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting Abdul Hamid Hakim dalam transmisi dan pengembangan ushul fiqh di Indonesia selama paruh pertama abad ke-20. Sebagai seorang ulama terkemuka, Abdul Hamid Hakim memberikan kontribusi signifikan melalui karya-karyanya, seperti Mabadi Awwaliyyah, As Sullam, dan Al Bayan, yang memperkenalkan metodologi sistematis dan terstruktur dalam ushul fiqh dan memperkaya wacana dengan prinsip-prinsip hukum yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi intelektual Abdul Hamid Hakim dan dampaknya dalam konteks sosial budaya Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis-biografis dan analisis konten, penelitian ini mengkaji karya-karyanya dan perannya dalam membentuk pendidikan dan beasiswa hukum Islam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa karya-karya Abdul Hamid Hakim tetap menjadi referensi mendasar dalam lembaga akademik dan keagamaan, menjembatani beasiswa Islam klasik dengan kebutuhan kontemporer. Penelitian ini menyoroti pengaruhnya yang abadi dalam pengembangan hukum Islam di Indonesia.