Hayadin Hayadin, Hayadin
Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI.

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EDUKASI

ORIENTASI PILIHAN STUDI DAN PROFESI SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI INSAN CENDEKIA (MAN-IC) SERPONG, BANTEN Hayadin, Hayadin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 1 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v17i1.564

Abstract

AbstractThis study aims to determine the orientation of education of students of Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN-IC) Serpong, after graduation. As it refers to the national education system, students who graduate from secondary education have a chance to go to higher education, whether academic, profession or vocational path. This was a case study toward student future orientation. Data sources came from head school, tachers, psychologists, counselors, school committee, documents, and students. Data and information were collected by observation, interview, discussion and questionaire. The results showed that students prefer academic path rather than professional and vocational paths. The majority of learners choose domestic high schools, and some choose overseas, and few choose Islamic high schools and Ma'ahad Aly. The majority (85%) of them felt confident with the choice of study, and 75% were already convinced by their choice of profession. Those who were still in doubt, was caused by economic variable as they doubt whether they can fund the study finance or not, ,and also by the awareness of the dynamic changing environment. From the side of profession, majority of them tent to become academics, lecturers, researchers, and inventors; and some choose to be merchants or entrepreneurs.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui orientasi dan motivasi pendidikan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN-IC) Serpong, setelah tamat. Sebagaimana merujuk pada sistem pendidikan nasional, bahwa peserta didik yang tamat jenjang pendidikan menengah, berkesempatan untuk lanjut pada jenjang pendidikan tinggi, baik yang bersifat akademik, profesi ataupun vokasi. Ini adalah penelitian studi kasus yang fokus kepada peserta didik. Sumber data berasal dari pimpinan, ustaz, psikolog, konselor, pembina asrama, dokumen, serta para peserta didik. Data dan informasi dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, dan diskusi serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa para siswa lebih memilih jalur akademik ketimbang jalur profesi dan vokasi. Mayoritas peserta didik memilih Perguruan Tinggi Umum (PTU) dalam negeri, dan beberapa memiilih PT luar negeri, serta sedikit yang memilih Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Ma’had Aly. Mayoritas (85%) mereka merasa yakin dengan pilihan studi, dan 75% yang sudah yakin dengan pilihan profesinya. Mereka yang masih ragu, disebabkan oleh variabel dana pendidikan yang belum pasti sumbernya, dan adanya kesadaran terhadap lingkungan yang dinamis dan berubah cepat. Dari sisi pilihan profesi, mayoritas (tapi kurang dari setengahnya) cenderung memilih menjadi akademisi, dosen, peneliti, dan inventor; sebagian kecil memilih untuk menjadi pedagang atau entrepreneur.
Struktur Kesucian, Hijrah dan Ruang Queer: Analisa Terhadap Perilaku Mahasiswa Bercadar Ahmad, Munawar; Hamzah, Ustadi; Basuki, Singgih; Masruri, Siswanto; Hayadin, Hayadin
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 17 No. 3 (2019): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v17i3.576

Abstract

AbstractThis article aims to explain the case of female college students who use the veil in the college campus area, and deal with the prohibition of the college leadership. The study uses qualitative methods, conducted in 2018 at several state Islamic universities (UIN) in the regions of Java, Sumatra, Kalimantan and Sulawesi. The data source comes from observations and interviews with female veil users. Data collection uses in-depth interview techniques, and snow-ball. Triangulation is carried out to strengthen the validity of the data and information obtained. Analysis of data and facts in the field was developed based on the theory of chastity structure developed from the structure of feeling structure (structure of feeling). The results showed that the female student's veil dressing behavior was driven by a changing spirit or moving to be or feel holy. They cannot compromise with campus rules, because they cannot separate private and public spaces. They have a unique logic of space, which is all space as a place of sharia enforcement. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan kasus mahasiswi yang menggunakan cadar di wilayah kampus perguruan tinggi, dan berhadapan dengan larangan Pimpinan perguruan tinggi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dilakukan pada tahun 2018 pada beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sumber data berasal dari observasi dan wawancara pada mahasiswi pengguna cadar. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, dan snow-ball. Triangulasi dilakukan untuk memperkuat keabsahan data dan informasi yang diperoleh. Analisa terhadap data dan fakta di lapangan dikembangkan berdasarkan teori struktur kesucian yang dikembangkan dari teori struktur perasaan (structure of feeling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku berpakaian cadar mahasiswi didorong oleh semangat berubah atau hijrah untuk menjadi atau merasa suci. Mereka tidak dapat berkompromi dengan aturan kampus, karena tidak dapat memilah antara ruang privat dan ruang publik. Mereka memiliki logika ruang yang unik, yakni semua ruang sebagai tempat penegakan syariah.