Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penggunaan Rate Limiting Untuk Mengurangi Dampak Serangan Icmp Flood Pada Software-Defined Network Mochamad Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin; Rafif Rasalhague
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Software-Defined Network (SDN) memberikan fleksibilitas tinggi dalam pengelolaan lalu lintas data melalui kontrol terpusat, namun juga memunculkan tantangan keamanan baru, seperti serangan Internet Control Message Protocol (ICMP) Flood. Penelitian ini menganalisis penerapan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk mendeteksi lalu lintas anomali, serta teknik rate limiting sebagai mitigasi terhadap serangan ICMP Flood pada SDN berbasis POX Controller. Simulasi dilakukan di Mininet dengan lima skenario (dua penyerang tanpa mitigasi, tiga hingga lima penyerang dengan mitigasi), mengirim hingga 100.000 paket ICMP berukuran 5.000 byte dengan interval 1–2,5 ms. Parameter yang diuji mencakup packet length, ICMP count, packet loss, dan round-trip time (RTT). Tanpa mitigasi, durasi gangguan mencapai 1.323 detik dan false positive (FP) sebanyak 23.134, menunjukkan kegagalan dalam membedakan traffic sah dari flood. Dengan mitigasi, lonjakan delay berkurang menjadi 45–94 detik dan FP turun ke kisaran 1.396–2.589. Selain itu, packet loss tetap di bawah 72%, dan akurasi deteksi SVM mencapai 93,48%–95,82%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi SVM dan rate limiting efektif menekan dampak serangan tanpa mengganggu lalu lintas normal, menjaga kestabilan jalur komunikasi meskipun berada di bawah tekanan flood. Kata kunci— Software-Defined Network, ICMP Flood, DDoS, POX Controller, Rate Limiting, Keamanan Jaringan
Implementasi dan Analisis Mitigasi serangan DDoS UDP Flood pada Software Defined Network dengan Ryu Controller menggunakan Rate Limiting Muhammad Farhan Guslim; Mochamad Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangan DDoS jenis UDP Flood merupakan ancaman serius bagi arsitektur Software Defined Networking (SDN) karena sifat pengelolaannya yang terpusat, menjadikannya rentan terhadap serangan. Penelitian ini mengembangkan sistem mitigasi serangan UDP Flood dengan menggabungkan metode Rate Limiting pada Ryu Controller dan deteksi berbasis Support Vector Machine (SVM). Simulasi dilakukan pada topologi tree di Mininet. Hasil evaluasi menggunakan confusion matrix menunjukkan akurasi deteksi rata-rata sebesar 87,62% dengan 0% false positive. Akurasi mencapai 90% pada dua penyerang dan menurun menjadi 82% pada tujuh penyerang. Pada sisi pemulihan, ditemukan pola koneksi normal → unreachable → normal yang berulang, akibat aktivasi mitigasi. Rata-rata waktu pemulihan koneksi normal adalah 5,19 menit (2 penyerang), 2,30 menit (3 penyerang), 2,00 menit (5 penyerang), dan 1,48 menit (7 penyerang), namun dapat melebihi 15 menit pada kondisi ekstrem. Trafik normal baru pulih sepenuhnya setelah seluruh serangan dimatikan dan tidak ada lalu lintas mencurigakan. Sistem juga dilengkapi dashboard visual untuk pemantauan serangan dan mitigasi secara real-time. Kata kunci— SDN, DDoS, UDP Flood, Ryu Controller, Rate Limiting, SVM
Implementasi dan Analisis Mitigasi Serangan Distributed Denial of Service SYN Flood pada Software Defined Network Menggunakan Rate Limiting Mochamad Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin; Evandani Giantino Rafif
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Software Defined Network (SDN) memisahkan control plane dan data plane, menjadikan kontroler sebagai pusat pengendali sekaligus titik rawan serangan. Serangan DDoS jenis SYN Flood dapat membanjiri kontroler dengan koneksi palsu, menguras sumber daya, dan menghentikan pemrosesan paket normal. Penelitian ini mengembangkan sistem deteksi dan mitigasi berbasis Support Vector Machine (SVM) dan rate limiting dengan algoritma token bucket. Model SVM dilatih menggunakan dataset publik dengan skema train-validation-test dan optimasi hyperparameter menggunakan Optuna, menghasilkan akurasi 96,64%. Sistem diuji pada 23 skenario serangan, masing-masing 4 kali, mencakup IP statis, acak, dan kombinasi. Rata-rata false negative tercatat hanya 1,2–1,5 paket per trial, dengan mitigasi serangan mencapai 98–99%. Paket normal berhasil dikirim tanpa kehilangan pada 83 dari 92 trial, dan sisanya hanya mencatat packet loss sebesar 0,83%. Sistem dilengkapi Prometheus, Grafana, dan notifikasi Telegram, memungkinkan pemantauan kontroler secara pasif. Hasil menunjukkan sistem mampu menjaga layanan SDN secara otomatis, efisien, dan tangguh saat menghadapi serangan SYN Flood Kata kunci— Software Defined Network, SYN Flood, Rate Limiting, Support Vector Machine
Pengujian Keamanan Situs Web Praktikum Fakultas Rekayasa Industri Pada Telkom University Dengan Pendekatan Vulnerability dan Penetration Testing Dio Alif Ananda; Muhammad Fathinuddin; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Web telah menjadi sarana penting dalam penyampaian informasi bagi organisasi, termasuk institusi pendidikan. Namun, kemudahan akses ini disertai dengan risiko kerentanan keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan pada website praktikum Fakultas Rekayasa Industri Telkom University dengan pendekatan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT). Metode ini terdiri dari tahap information gathering, vulnerability detection, penetration testing, dan remediation. Pengujian dilakukan menggunakan beberapa tools keamanan seperti NMAP, Nessus, OWASP ZAP, dan Nikto. Hasil pengujian menunjukkan sejumlah kerentanan pada sistem, seperti tidak adanya header keamanan, konfigurasi cookie yang tidak aman, dan potensi serangan clickjacking. Rekomendasi mitigasi kemudian diterapkan untuk menutup celah-celah tersebut, diikuti dengan pengujian ulang mengvaluasi efektifitas perbaikan. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi peningkatan sistem keamanan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan keamanan website berbasis akademik dan institusional Kata kunci— Keamanan, Web, VAPT, Vulnerability Assessment, Penetration Testing, Mitigasi
Pengujian Kerentanan Pada website X perusahaan layanan teknologi informasi dengan Pendekatan Vulnerability Assessment dan Penetration Testing Untuk Mengindentifikasi dan Mengatasi Celah Kemanan Malvin Jeconia Setiawan; Muhammad Fathinuddin; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital yang semakin maju, keamanan aplikasi web menjadi isu krusial bagi perusahaan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kerentanan pada website X milik perusahaan layanan teknologi informasi menggunakan pendekatan Vulnerability Assessment dan Penetration Testing (VAPT). Metodologi yang digunakan mencakup tahap information gathering, vulnerability detection dengan alat bantu seperti OWASP ZAP dan Acunetix, serta pengujian eksploitasi menggunakan Burp Suite. Hasil pengujian menunjukkan terdapat 13 jenis kerentanan dengan tingkat keparahan berbeda, di antaranya SQL Injection, Cross-Site Scripting (XSS), dan pengiriman kredensial tanpa enkripsi. Beberapa kerentanan seperti file .htaccess terbuka dan header keamanan yang hilang berhasil dimitigasi, sementara kerentanan lain seperti pengiriman data melalui HTTP tidak dapat ditangani sepenuhnya karena keterbatasan lingkungan pengujian. Evaluasi pasca mitigasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keamanan sistem. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola sistem dan pengembang web dalam meningkatkan ketahanan terhadap serangan siber. Kata kunci— Keamanan, Web, VAPT, Vulnerability Assessment, Penetration Testing, Mitigasi
Perancangan Dan Analisis Infrastruktur Visual Monitoring Berbasis Penempatan Cctv Pada Gedung Telkom University Landmark Tower Dengan Metode Network Development Lifecycle (Ndlc) Muhammad Beldan Dzifi Hals; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem visual monitoring berbasis penempatan CCTV memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan kampus, terutama di area dengan mobilitas tinggi. Penelitian ini dilakukan di Gedung Telkom University Landmark Tower (TULT) dengan tujuan menganalisis kondisi sistem CCTV yang ada, mengidentifikasi area blind spot, serta merancang usulan penempatan kamera yang lebih optimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Network Development Life Cycle (NDLC), meliputi tahapan analisis kebutuhan hingga simulasi prototyping. Proses dimulai dengan site survey untuk mengetahui cakupan aktual, dilanjutkan simulasi visual menggunakan SketchUp guna memetakan area yang belum terpantau. Hasil analisis menunjukkan beberapa titik seperti ruang kelas, laboratorium, ruang dosen, kantor, dan layanan akademik masih memiliki blind spot signifikan. Dengan melakukan reposisi dan penambahan kamera pada area strategis, cakupan pemantauan meningkat secara signifikan dan blind spot dapat diminimalkan. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengawasan di lingkungan kampus, sehingga mampu mendukung terciptanya suasana akademik yang aman dan terpantau secara efektif. Kata kunci— CCTV, visual monitoring, blind spot, NDLC, SketchUp
Perancangan dan Analisis Infrastruktur Visual Monitoring pada Gedung Mangudu Telkom University Hanif Afifuddin; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital, kebutuhan sistem keamanan yang andal menjadi semakin penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan terpantau optimal. Penelitian ini berfokus pada Gedung Mangudu, salah satu gedung di Fakultas Rekayasa Industri Telkom University yang memiliki banyak laboratorium dan aset berharga. Namun, infrastruktur keamanan visual di gedung ini belum optimal karena keterbatasan jumlah CCTV, kondisi perangkat yang tidak aktif, dan area blind spot yang luas. Dengan menggunakan pendekatan Network Development Life Cycle (NDLC), penelitian ini merancang dan menganalisis infrastruktur visual monitoring yang lebih efektif. Fokus penelitian berada pada tiga tahap awal NDLC: analisis, desain, dan simulation prototype. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari delapan area yang ditinjau, hanya sebagian kecil area yang terpantau optimal. Desain ulang dilakukan menggunakan SketchUp untuk memetakan penempatan CCTV baru dengan spesifikasi yang lebih mutakhir. Hasil simulasi membuktikan bahwa rancangan baru mampu mengurangi area blind spot secara signifikan dan meningkatkan efektivitas pengawasan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal dalam pengembangan sistem keamanan berbasis teknologi visual di lingkungan kampus. Kata kunci— Visual Monitoring, CCTV, NDLC, SketchUp, Telkom University
Perancangan dan Analisis Infrastruktur Visual Monitoring Pada Gedung Graha Cacuk Sudarijanto-B dan Gedung Tokong Nanas Universitas Telkom Difki Wahyudi; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan infrastruktur bangunan modern, khususnya di lingkungan pendidikan dengan aktivitas tinggi, aspek keamanan berbasis Visual Monitoring menjadi sangat krusial. Gedung Graha Cacuk Sudarijanto-B dan Gedung Tokong Nanas Universitas Telkom merupakan area operasional kampus yang membutuhkan sistem pengawasan visual yang andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi terkini sistem Visual Monitoring di kedua gedung tersebut serta menyusun rancangan usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang berfokus pada tiga tahap awal, yaitu Analisis, Perancangan, dan Pembuatan Prototipe Simulasi. Pengamatan lapangan dan kajian literatur dilakukan untuk mendukung identifikasi kebutuhan serta penyusunan solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak ruangan dan area yang belum dilengkapi perangkat CCTV atau memiliki titik blind spot, sehingga coverage area pemantauan belum optimal. Usulan perbaikan mencakup penambahan unit CCTV dengan spesifikasi teknis yang sesuai dan strategi penempatan yang lebih efektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola kampus dalam mengembangkan sistem keamanan visual yang berkelanjutan dan menyeluruh. Kata kunci - Visual Monitoring, Blind Spot, Network Development Life Cycle, Closed Circuit Television, Coverage Area.
Akselerasi Kewirausahaan Digital bagi Ibu Rumah Tangga melalui Mompreneur Starter Kit: Perspektif Difusi Inovasi Kurniawan, M Teguh; Fathinuddin, Muhammad; Fadhilah, Samia
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Transformasi Digital dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dalam P
Publisher : IndoCompt Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Telkom pada 14 November 2025 dengan tujuan memberdayakan ibu rumah tangga pemula dalam mengembangkan kewirausahaan digital. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan lanjutan, penyediaan Mompreneur Starter Kit, serta akses ke platform DigiLink dan Lynk.id. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital, kurangnya panduan terstruktur, terbatasnya akses mentorship, dan minimnya wadah pemasaran yang aman bagi ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan selama dua jam, workshop praktik pemasaran digital, demonstrasi penggunaan platform, serta pembentukan grup WhatsApp untuk pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan indikator keberhasilan mengacu pada Teori Difusi Inovasi, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 80–100% peserta mampu memahami konsep inti kewirausahaan digital. Peserta juga mengalami peningkatan literasi digital, kemampuan teknis, serta kesiapan dalam mengadopsi bisnis digital. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dalam mempromosikan dan menjual produk melalui media sosial dan sistem afiliasi. Respons peserta terhadap program sangat positif, didukung oleh interaksi aktif dengan mahasiswa dan praktisi. Beberapa peserta bahkan berhasil melakukan penjualan produk digital sebagai bukti awal adopsi inovasi. Kesimpulannya, pendekatan terintegrasi antara pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan platform digital efektif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Ke depan, disarankan untuk memperluas cakupan peserta, memperpanjang durasi pendampingan, serta memperkuat monitoring dampak ekonomi jangka panjang agar keberlanjutan program semakin optimal.