Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Dan Analisis Infrastruktur Visual Monitoring Berbasis Penempatan Cctv Pada Gedung Telkom University Landmark Tower Dengan Metode Network Development Lifecycle (Ndlc) Muhammad Beldan Dzifi Hals; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem visual monitoring berbasis penempatan CCTV memiliki peran penting dalam menjaga keamanan lingkungan kampus, terutama di area dengan mobilitas tinggi. Penelitian ini dilakukan di Gedung Telkom University Landmark Tower (TULT) dengan tujuan menganalisis kondisi sistem CCTV yang ada, mengidentifikasi area blind spot, serta merancang usulan penempatan kamera yang lebih optimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Network Development Life Cycle (NDLC), meliputi tahapan analisis kebutuhan hingga simulasi prototyping. Proses dimulai dengan site survey untuk mengetahui cakupan aktual, dilanjutkan simulasi visual menggunakan SketchUp guna memetakan area yang belum terpantau. Hasil analisis menunjukkan beberapa titik seperti ruang kelas, laboratorium, ruang dosen, kantor, dan layanan akademik masih memiliki blind spot signifikan. Dengan melakukan reposisi dan penambahan kamera pada area strategis, cakupan pemantauan meningkat secara signifikan dan blind spot dapat diminimalkan. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pengawasan di lingkungan kampus, sehingga mampu mendukung terciptanya suasana akademik yang aman dan terpantau secara efektif. Kata kunci— CCTV, visual monitoring, blind spot, NDLC, SketchUp
Perancangan dan Analisis Infrastruktur Visual Monitoring pada Gedung Mangudu Telkom University Hanif Afifuddin; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital, kebutuhan sistem keamanan yang andal menjadi semakin penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan terpantau optimal. Penelitian ini berfokus pada Gedung Mangudu, salah satu gedung di Fakultas Rekayasa Industri Telkom University yang memiliki banyak laboratorium dan aset berharga. Namun, infrastruktur keamanan visual di gedung ini belum optimal karena keterbatasan jumlah CCTV, kondisi perangkat yang tidak aktif, dan area blind spot yang luas. Dengan menggunakan pendekatan Network Development Life Cycle (NDLC), penelitian ini merancang dan menganalisis infrastruktur visual monitoring yang lebih efektif. Fokus penelitian berada pada tiga tahap awal NDLC: analisis, desain, dan simulation prototype. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari delapan area yang ditinjau, hanya sebagian kecil area yang terpantau optimal. Desain ulang dilakukan menggunakan SketchUp untuk memetakan penempatan CCTV baru dengan spesifikasi yang lebih mutakhir. Hasil simulasi membuktikan bahwa rancangan baru mampu mengurangi area blind spot secara signifikan dan meningkatkan efektivitas pengawasan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi awal dalam pengembangan sistem keamanan berbasis teknologi visual di lingkungan kampus. Kata kunci— Visual Monitoring, CCTV, NDLC, SketchUp, Telkom University
Perancangan dan Analisis Infrastruktur Visual Monitoring Pada Gedung Graha Cacuk Sudarijanto-B dan Gedung Tokong Nanas Universitas Telkom Difki Wahyudi; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Muhammad Fathinuddin
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan infrastruktur bangunan modern, khususnya di lingkungan pendidikan dengan aktivitas tinggi, aspek keamanan berbasis Visual Monitoring menjadi sangat krusial. Gedung Graha Cacuk Sudarijanto-B dan Gedung Tokong Nanas Universitas Telkom merupakan area operasional kampus yang membutuhkan sistem pengawasan visual yang andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi terkini sistem Visual Monitoring di kedua gedung tersebut serta menyusun rancangan usulan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang berfokus pada tiga tahap awal, yaitu Analisis, Perancangan, dan Pembuatan Prototipe Simulasi. Pengamatan lapangan dan kajian literatur dilakukan untuk mendukung identifikasi kebutuhan serta penyusunan solusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak ruangan dan area yang belum dilengkapi perangkat CCTV atau memiliki titik blind spot, sehingga coverage area pemantauan belum optimal. Usulan perbaikan mencakup penambahan unit CCTV dengan spesifikasi teknis yang sesuai dan strategi penempatan yang lebih efektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola kampus dalam mengembangkan sistem keamanan visual yang berkelanjutan dan menyeluruh. Kata kunci - Visual Monitoring, Blind Spot, Network Development Life Cycle, Closed Circuit Television, Coverage Area.
ANALYSIS OF CABLE NETWORK READINESS FOR THE IMPLEMENTATION OF ENTERPRISE RESOURCE PLANNING INFORMATION SYSTEMS AT THE FACULTY OF INDUSTRIAL ENGINEERING Akbar febriyanto; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto; Muhammad Fathinuddin
JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jiko.v7i3.8624

Abstract

With the rapid advancement of information and communication technology, organizations increasingly adopt integrated systems to enhance efficiency and productivity. One widely adopted technology is Enterprise Resource Planning (ERP), a comprehensive management system that integrates various business functions, including finance, manufacturing, inventory, and human resources. Implementing an ERP system requires a robust network infrastructure, particularly in terms of quality of service (quality of service). This study aims to evaluate the readiness of the cable network infrastructure across three buildings at the Faculty of Industrial Engineering, Telkom University, to implement an Odoo-based ERP system. The research employs the Network Development Life Cycle (NDLC) methodology, focusing on crucial quality of service parameters such as throughput, delay, jitter, and packet loss. Data were collected through observations, interviews, and network analysis using Wireshark, with tests conducted at different times (low, peak, and intermediate). The results show that the TULT Building, Mangudu Building, and Building B Cacuk networks are generally prepared for ERP implementation. For instance, in the TULT Building, the average throughput without filters at low, peak, and intermediate times was 45.296 Kbps, 50.923 Kbps, and 61.399 Kbps, respectively. Packet loss averaged 0.56%, 0.50%, and 0.65% without filters. Despite jitter values ranging from 103.73 ms to 582.40 ms, below the TIPHON standard, the ERP system remains functional as it is not highly sensitive. The study concludes that the existing network infrastructure is sufficient mainly for the Odoo-based ERP implementation, with recommendations for further improvements to address jitter issues.
Akselerasi Kewirausahaan Digital bagi Ibu Rumah Tangga melalui Mompreneur Starter Kit: Perspektif Difusi Inovasi M Teguh Kurniawan; Muhammad Fathinuddin; Samia Fadhilah
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Transformasi Digital dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal dalam P
Publisher : IndoCompt Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Telkom pada 14 November 2025 dengan tujuan memberdayakan ibu rumah tangga pemula dalam mengembangkan kewirausahaan digital. Program ini mencakup pelatihan, pendampingan lanjutan, penyediaan Mompreneur Starter Kit, serta akses ke platform DigiLink dan Lynk.id. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi digital, kurangnya panduan terstruktur, terbatasnya akses mentorship, dan minimnya wadah pemasaran yang aman bagi ibu rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan selama dua jam, workshop praktik pemasaran digital, demonstrasi penggunaan platform, serta pembentukan grup WhatsApp untuk pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan indikator keberhasilan mengacu pada Teori Difusi Inovasi, yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 80–100% peserta mampu memahami konsep inti kewirausahaan digital. Peserta juga mengalami peningkatan literasi digital, kemampuan teknis, serta kesiapan dalam mengadopsi bisnis digital. Selain itu, terjadi peningkatan kepercayaan diri dalam mempromosikan dan menjual produk melalui media sosial dan sistem afiliasi. Respons peserta terhadap program sangat positif, didukung oleh interaksi aktif dengan mahasiswa dan praktisi. Beberapa peserta bahkan berhasil melakukan penjualan produk digital sebagai bukti awal adopsi inovasi. Kesimpulannya, pendekatan terintegrasi antara pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan platform digital efektif dalam mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga. Ke depan, disarankan untuk memperluas cakupan peserta, memperpanjang durasi pendampingan, serta memperkuat monitoring dampak ekonomi jangka panjang agar keberlanjutan program semakin optimal.