Komang Menik Sri Krisnawati
Universitas Udayana

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Mengenai Teknik Komunikasi SBAR pada Perawat dalam Handover Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Putu Emy Darma Yanti
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.554 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i1.590

Abstract

Kejadian tidak diinginkan (KTD) di rumah sakit berisiko tinggi menimbulkan kecacatan dan kerugian bagi pasien. Sebesar 70% kejadian tidak diinginkan di Rumah Sakit terjadi akibat kegagalan komunikasi dan 75% diantaranya mengakibatkan kematian. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko KTD akibat kegagalan komunikasi adalah melalui peningkatan komunikasi yang efektif, oleh tenaga kesehatan melalui teknik komunikasi SBAR. Penelitian kuantitatif deskriptif analitik ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat mengenai komunikasi SBAR pada saat timbang terima di RSUD Bali Mandara. Penelitian dilakukan pada 130 responden dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan melalui google form. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki pengetahuan yang baik dalam penerapan komunikasi SBAR. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah komunikasi SBAR sangat penting di implementasikan pada tatanan klinis, sebab dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PERAWATAN PALIATIF PADA PASIEN KANKER Ni Putu Dwi Ratna Dewi; Putu Oka Yuli Nurhesti; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Putu Emy Darma Yanti
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p03

Abstract

Sel-sel tubuh yang berkembang biak secara abnormal merupakan sumber dari penyakit kanker. Kondisi kanker dapat menimbulkan berbagai gejala yang kompleks, sehingga meningkatkan kebutuhan pasien kanker terhadap perawatan paliatif. Dalam memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker, peran perawat sangatlah penting. Akan tetapi pada kenyataannya, perawat tidak siap memberikan perawatan paliatif. Salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan perawat untuk memberikan perawatan paliatif adalah tingkat pengetahuan mereka tentang praktik perawatan paliatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat dan kesiapan memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan desain cross-sectional. Proses pengumpulan data dilakukan selama bulan Januari 2025. Berdasarkan teknik pengambilan sampel secara total sampling, 50 sampel perawat digunakan dalam penelitian ini. Dua kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, yaitu kuesioner Kesiapan Perawat dan kuesioner Palliative Care Quiz for Nursing-Indonesian Version (PCQN-I) digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan nilai p=0,049 dan nilai r=0,280, hasil uji Spearman Rank penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara pengetahuan perawat dengan kesiapan mereka dalam memberikan perawatan paliatif kepada pasien kanker. Kekuatan hubungan ini lemah ke arah hubungan positif, sehingga semakin berpengetahuan perawat, semakin siap mereka melakukan perawatan paliatif. Berdasarkan hal tersebut, perawat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang perawatan paliatif agar dapat lebih siap dalam melakukan perawatan paliatif pada pasien kanker.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU CARING PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI Putu Rapita Dewi; Made Oka Ari Kamayani; I Gusti Ngurah Juniartha; Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p12

Abstract

Perilaku caring merupakan hal yang diharapkan pasien untuk dapat diberikan oleh perawat dalam proses perawatan. Adanya aduan masyarakat melalui website resmi Rumah Sakit Umum Daerah Bangli mengenai ketidakpuasan pada pelayanan perawat di ruang rawat inap mengindikasikan adanya perilaku yang kurang sesuai dengan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di RSUD Bangli. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di empat ruangan rawat inap, ICU, dan ICCU selama dua minggu dengan jumlah sampel 75 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat pada kedua variabel menyatakan nilai tengah skor kecerdasan emosional responden adalah 56,00 dan sebagian besar berada pada kategori tinggi yaitu 52 orang (69,3%). Rata-rata skor perilaku caring responden adalah 74,39, sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 72 orang (96,0%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank diketahui nilai r = 0,536 dan nilai p = 0,000, artinya terdapat hubungan cukup kuat dengan arah positif antara kecerdasan emosional dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap RSUD Bangli. Tingkat kecerdasan emosional dan perilaku caring perawat yang sudah baik perlu dipertahankan dan untuk perawat dengan kategori kurang baik dapat ditingkatkan dengan cara mengadakan pelatihan agar kualitas pelayanan kesehatan juga meningkat.
HUBUNGAN CULTURAL COMPETENCE DENGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PERAWAT DI RSUD BALI MANDARA Komang Chintya Trisna Devi; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati; Ni Made Dian Sulistiowati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p12

Abstract

Komunikasi terapeutik perawat di wilayah medical tourism menjadi kompetensi yang wajib dimiliki. Adanya pasien yang berasal dari berbagai latar belakang budaya menyebabkan komunikasi terapeutik ini dapat dipengaruhi oleh cultural competence perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik pada perawat di RSUD Bali Mandara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari-Juni 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Sampel berjumlah 62 perawat yang diperoleh melalui teknik proportionate stratified random sampling. Cultural competence dan komunikasi terapeutik diukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar perawat berjenis kelamin perempuan, berpendidikan diploma keperawatan, beragama Hindu, bersuku Bali, berbahasa Bali, Indonesia, dan Inggris, pernah merawat pasien dari berbagai budaya hampir setiap hari, dan memiliki cultural competence serta komunikasi terapeutik yang cukup baik. Rata-rata perawat berusia 30,71 tahun dan lama kerja 7,82 tahun. Nilai tengah dari lama mengikuti pelatihan/seminar perawatan kompeten secara budaya adalah 2 jam. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang kuat dan bernilai positif antara cultural competence dengan komunikasi terapeutik perawat (nilai p = 0,000; r = 0,592; α = 0,05). Hubungan positif tersebut memiliki arti bahwa semakin baik cultural competence perawat maka semakin baik pula kemampuan komunikasi terapeutiknya, begitu sebaliknya. Perawat yang memahami budaya pasien dapat memberikan perawatan yang lebih optimal dan mampu menghindari terjadinya kesalahpahaman komunikasi dengan pasien dan keluarganya.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT DI RUANG PERAWATAN INTENSIF RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI Ida Ayu Putu Puspa Lestari; Meril Valentine Manangkot; Komang Menik Sri Krisnawati; Made Oka Ari Kamayani
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p05

Abstract

Efikasi diri adalah keyakinan bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dalam mengatasi masalah dan melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu. Perawat dengan tingkat efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki keyakinan terhadap kemampuannya, dapat mengantisipasi kemungkinan burnout, menemukan solusi terbaik, melaksanakan tugas dengan efektif, dan mendukung orientasi mereka untuk mencapai kesuksesan. Sebaliknya, perawat dengan tingkat efikasi diri rendah cenderung menghindari tugas dan masalah untuk mengurangi tekanan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan burnout pada perawat di Ruang Perawatan Intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasi dan pendekatan cross-sectional. Teknik yang digunakan yaitu total populasi, didapatkan 35 perawat di ruang perawatan intensif RSUD Bangli. Penelitian ini menggunakan uji uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan negatif yang sangat kuat antara efikasi diri dengan burnout perawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Umum Daerah Bangli (p-value=0,000 ; r = -0,868). Saran yang dapat diberikan peneliti adalah bagi perawat untuk meningkatkan efikasi diri melalui pelatihan pengembangan diri, menetapkan tujuan realistis, dan mencari dukungan sosial dari rekan kerja.  
HUBUNGAN DIGITAL HEALTH LITERACY PERAWAT DENGAN PENERAPAN DOKUMENTASI METODE ELECTRONIC MEDICAL RECORD (EMR) DI RUANG RAWAT INAP RSUP PROF. DR. I.G.N.G. NGOERAH Serena Kartikasari; Indah Mei Rahajeng; Ni Putu Emy Darma Yanti; Komang Menik Sri Krisnawati
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p04

Abstract

Literasi Kesehatan Digital (DHL) mengacu pada kemampuan seseorang untuk mencari, menilai, dan menggunakan informasi kesehatan bersama dengan menggunakan teknologi digital. DHL bagi perawat sangat penting dalam penerapan EMR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara DHL perawat dengan penerapan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Metode penelitian analitik korelasional diterapkan. Pada bulan Mei 2023, penelitian ini dilakukan pada perawat ruang rawat inap. Kuesioner penilaian mandiri skala kompetensi informatika keperawatan (SANICS) dan kuesioner literasi e-kesehatan Cina (C-eHLS) digunakan untuk DHL. Kuesioner evaluasi rekam medis elektronik digunakan dalam kuesioner EMR dari sudut pandang pengguna. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan SANICS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai kuat (R = 0,622), serta hubungan yang signifikan antara DHL berdasarkan C-eHLS dan implementasi dokumentasi metode EMR dengan nilai p-value<0,001 dan hubungan yang digambarkan sebagai moderat (R = 0,407). Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara Digital Health Literacy perawat dengan penggunaan dokumentasi metode EMR di ruang rawat inap. Rumah sakit diharapkan dapat membuat Kebijakan Kesehatan Digital untuk membantu pengembangan literasi kesehatan digital perawat dan pengembangan sistem EMR.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MASALAH KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI SMP NEGERI 9 DENPASAR Ni Kadek Ayu Putriyani; Ni Komang Ari Sawitri; Komang Menik Sri Krisnawati; Putu Ayu Sani Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p02

Abstract

Pola asuh merujuk pada cara orang tua terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka, dengan tujuan mempromosikan kesejahteraan emosional dan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan masalah kesehatan mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Denpasar. Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner pola asuh orang tua yang disusun oleh Najibah tahun 2017 dan kuesioner masalah kesehatan mental emosional (Strength and Difficulties Questionnaire). Penentuan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling dari siswa dan siswi kelas VII, VIII dan IX (A sampai I) di SMP Negeri 9 Denpasar sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yaitu berjumlah 91 orang. Hasil uji spearman rank didapatkan nilai p=0,040 yang berarti (p-value < 0,05) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan masalah kesehatan mental emosional remaja di SMP Negeri 9 Denpasar. Hasil ini menguatkan hipotesis bahwa pengasuhan orang tua memiliki dampak pada kesehatan mental remaja. Dalam konteks ini, penting bagi anak-anak untuk dapat mencari dukungan dan membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua mereka untuk meningkatkan serta menjaga kesejahteraan emosional remaja dengan cara yang lebih positif.