Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Celana Cingkrang dan Jenggot vs Ideologi sebagai Tolak Ukur Radikalisme Weriana, Weriana; Cholifah, Miftahul; Astuti, Noni Juli; Oviyanti, Fitri; Maryamah, Maryamah
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.537 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v6i3.1792

Abstract

Celana cingkrang dan jenggot vs ideologi menjadi tolak ukur radikalisme. Celana cingkrang dan jenggot telah terkontruksi pada sebagian masyarakat sebagai ciri-ciri radikalisme. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan penelitian ini untuk memetakan sebenarnya apa yang menjadi tolak ukur radikalisme. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa celana cingkrang dan jenggot tidak bisa menjadi tolak ukur radikalisme. Radikalisme terukur dari ideologi bukan penampilan. Selanjutnya bom bunuh diri bukan merupakan jihad agama.
PEMBINAAN PERILAKU KEAGAMAAN SISWA DI SMP PATRA MANDIRI 01 PALEMBANG Weriana, Weriana; Erlina, Dian; Afriantoni, Afriantoni; Suryana, Ermis; Handayani, Tutut
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.5353

Abstract

Dewasa ini, dunia pendidikan dihadapkan pada permasalahan perilaku peserta didik. Guru dihadapkan pada problematika siswa merokok di sekolah serta menonton bahkan menyebarkan video porno, dan berbicara kasar di depan guru. Bahkan siswa berperilaku tidak menghormati guru. Padahal guru ialah pewaris Nabi Muhammad yang kontinu mengajarkan kebaikan dan kebenaran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis tentang perilaku keagamaan siswa, strategi guru PAI dalam membina perilaku keagamaan siswa, dan faktor pendukung dan penghambat dalam membina perilaku keagamaan siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Dalam penentuan informan, jenis teknik pemilihan informan yaitu criterion sampling, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Analisis data meliputi pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. selanjutnya reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat siswa yang belum memiliki kesadaran untuk melaksanakan shalat dzuhur berjamaah, BTA, dan setoran hafalan Al-Quran (tahfidz). Beberapa siswa belum memiliki adab yang benar didepan guru, siswa berani berbicara kasar didepan guru, menolak taat terhadap guru, dan kurang menghormati guru. Strategi guru PAI dalam membina perilaku keagaman siswa melalui pembiasaan shalat dzuhur berjamaah, BTA, dan setoran hafalan Al-Quran (tahfidz) dengan metode talaqqi. Faktor pendukung pembinaan keagamaan yaitu adanya support dari kepala sekolah dan keaktifan guru dalam kegiatan pembinaan. Faktor penghambat pembinaan keagamaan yaitu: pertama faktor keluarga. Orang tua mengkonsumsi narkoba, broken home, pola asuh diserahkan kepada orang lain, kurang perhatian dan pengawasan dari keluarga. Kedua faktor sekolah. Lingkungan pertemanan di sekolah dan membentuk kelompok serta ketidakkonsistenan kedisiplinan guru pengawas.
Pengaruh suhu dan lama pemanggangan terhadap sifat sensoris snack bar ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dengan penambahan yoghurt buah sirsak (Annona muricata L.) Weriana, Weriana; Emmawati, Aswita; Marwati, Marwati
Journal of Tropical AgriFood Volume 4, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Department of Agricultural Products Technology, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.4.1.2022.7867.16-22

Abstract

Snack bar didefinisikan sebagai produk makanan ringan campuran berbagai bahan seperti sereal, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Pada penelitian ini, snack bar dibuat dari bahan baku lokal yaitu ubi jalar ungu sebagai sumber karbohidrat, dan kacang mete sebagai sumber protein. Snack bar ini juga dilapisi yoghurt buah untuk menambah kandungan serat dengan tujuan untuk membantu pencernaan manusia dan untuk program diet. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua ulangan. Faktor pertama adalah suhu pemanggangan dengan lima taraf perlakuan (120, 130, 140, 150, dan 160℃), sedangkan faktor kedua adalah lama pemanggangan dengan tiga taraf perlakuan (50, 70, dan 90 menit). Parameter yang diamati adalah sifat sensoris snack bar. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa suhu dan lama pemanggangan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap sifat sensoris hedonik warna, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap sifat sensoris hedonik aroma, rasa, dan tekstur. Snack bar yang dihasilkan memiliki tingkat kesukaan pada warna rata-rata berkisar antara 3,70 (suka), aroma 3,62 (suka), rasa 3,30 (agak suka), dan tekstur 3,24 (agak suka). Sifat mutu hedonik pada warna rata-rata 3,82 (ungu), aroma 3,38 (agak beraroma ubi jalar ungu), rasa 3,34 (agak manis), dan tekstur 3,30 (agak lembut).