Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Business Architecture Untukfungsi Akademik Pada Institutpemerintahan Dalam Negeri (ipdn)menggunakan Framework Togaf Adm Studikasus Sistem Informasi Akademik (siakad) Rahayu Manolita; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Institut XYZ merupakan institusi kepamongprajaan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang membantu menteri dalam melaksanakan program pendidikan vokasi, akademik, dan profesi di bidang kepamongprajaan. Dalam menunjang kegiatan organisasi untuk fungsional akademik digunakanlah Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Sistem informasi harus dirancang dengan baik sesuai dengan perencanaan sistem agar tidak terjadi kegagalan dan masalah dalam sistem yang disebabkan karena tidak adanya perencanaan sistem yang jelas. Oleh karena itu, untuk menciptakan keselarasan antara strategi bisnis dan teknologi informasi organisasi dirancang sebuah enterprise architecture. Perancangan enterprise architecture untuk SIAKAD di institut XYZ menggunakan framework TOGAF ADM. TOGAF ADM bersifat fleksibel, iteratif dan detail serta cocok diimplementasikan untuk organisasi yang belum memiliki EA. Business Architecure merupakan fase ke tiga dalam TOGAF ADM yang berfungsi untuk mendefinisikan arsitektur baseline, menentukan model bisnis dan merancang arsitektur target yang nantinya akan menghasilkan sebuah blueprint arsitektur sebagai dasar pembangunan dan pengembangan sistem informasi akademik (SIAKAD) di institut XYZ. Kata kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Business Architecture, SIAKAD, Institut XYZ, Sistem Informasi Akademik.
Analisis Dan Perancangan Itsm Domain Service Transition Pada Layanan Akademik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (ipdn) Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Charlie Sugiarto; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak IPDN yang merupakan lembaga pendidikan diharapkan dapat membangun sumber daya manusia yang berkualitas serta mensinergikan kekuatan sivitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Namun berdasarkan analisis kecukupan komponen tata kelola teknologi informasi yang berada di dalam IT blueprint IPDN tahun 2015 – 2019, IPDN belum memiliki manajemen teknologi informasi yang memadai. Hal ini semakin ditunjukkan nilai tingkat kematangan yang masih berada pada fase initial. Berdasarkan permasalahan tersebut, kemudian dilakukan analisis risiko dan analisis prioritas, sehingga dilakukan perancangan tata kelola terhadap dua proses dalam service transition, yaitu change management (manajemen perubahan) dan service asset and configuration management (manajemen aset dan konfigurasi layanan) serta pengusulan penggunaan IT service management application, khususnya yang terkait dengan change management dan service asset and configuration management. Hasil perancangan dari service transition ini adalah standard operating procedur (SOP) untuk manajemen perubahan dan manajemen aset dan konfigurasi layanan serta penggunaan IT service management application khususnya yang terkait dengan change management dan service asset and configuration management. Kata kunci : ITSM, ITIL versi 3, service transition
Perancangan Service Operation Pada Layanan It Pusair Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Fransiska Fransiska; Murahartawaty Murahartawaty; Ade Karma
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Teknologi infomasi merupakan hal yang penting dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan perusahaannya. PT. XYZ instansi pemerintahan yang mengimplementasikan IT untuk kegiatan operasional perusahaan. Peningkatan kualitas layanan menjadi sasaran PT. XYZ agar memberikan pelayanan yang baik terhadap layanan IT yang sediakan. Berdasarkan hasil assessment system networking dan infrastruktur PT. XYZ pada tahun 2013, layanan IT pada PT. XYZ banyak yang tidak beroperasi dengan semestinya, yang menyebabkan penurunan kualitas layanan. Pada daftar keluhan user PT. XYZ juga menunjukan terjadinya incident dan problem terhadap layanan IT. Gangguan operasional tersebut seringkali terjadi secara berulang, dikarenakan belum adanya pedoman dan dokuementasi yang jelas terhadap pelaksanaan penyampaian layanan dan penanganan gangguan layanan IT pada PT. XYZ. Maka dibutuhkannya perancangan IT Governance yang memberikan panduan dalam mengelola dan melakukan perbaikan kualitas layanan IT. Framework yang dapat digunakan untuk merancang tata kelola yang baik yaitu ITIL Versi 3, dikarenakan ITIL merupakan best practice yang dapat meningkatkan efisiensi operasional IT perusahaan. Dalam meningkatkan kualitas layanan dan mengatasi gangguan operasional layanan IT, PT. XYZ melakukan peracangan service operation untuk incident management dan problem management. Perancangan akan merekomendasikan Standard Operational Procedure (SOP) untuk Incident Management dan Problem Management, laporan akhir penanganan untuk incident dan problem berdasarkan standard PT. XYZ. Kata kunci: IT Governance; ITIL Versi 3; Service Operation, Incident Management, Problem Management
Perancangan Service Transition Pada Layanan It Pusair Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Vera Ananda; Murahartawaty Murahartawaty; Ade Karma
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Teknologi Informasi (IT) dalam instansi harus memiliki tata kelola IT yang terencana sehingga dapat memastikan penggunaan IT memenuhi kebutuhan bisnis guna mendukung tercapainya tujuan instansi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PT. XYZ) merupakan intstansi pemerintah non-profit yang berfokus pada penyedia layanan penelitan. Penyampaian kualitas layanan merupakan fokus utama bagi PT. XYZ. Infrastruktur IT merupakan aset PT. XYZ yang dapat menunjang kegiatan operasional. Berdasarkan daftar keluhan user diketahui terdapat gangguan terhadap layanan IT pada PT. XYZ yang disebabkan oleh kerusakan maupun penurunan fungsi kerja infrastruktur IT. Berdasarkan buku output pengelolaan jaringan Local Area Network (LAN) dan internet 2014 ditemukan kendala PT. XYZ dalam hal pengelolaan infrastruktur IT yakni kondisi dan data infrastruktur IT tidak terdokumentasi dengan baik. Berdasarkan kebutuhan PT. XYZ dilakukan perancangan IT governance berbasis IT Service Management (ITSM) yang menyediakan standar untuk mengoptimalkan kualitas layanan IT. Information Technology Infrastructure Library (ITIL) merupakan framework berbasis layanan yang dapat dijadikan panduan dalam perancangan IT governance PT. XYZ. Maka dari itu, perancangan change management dan service asset and configuration management ITIL versi 3 (2011) dilakukan. Penelitian ini menghasilkan standard operational procedure (SOP) serta template laporan akhir change management, template request for change, dan standard operational procedure (SOP) serta template laporan akhir service asset and configuration management. Kata Kunci : IT governance, ITIL, ITSM, service transition, change management, service asset and configuration management.
Perancangan Service Design Pada Layanan Angkutan Barang Pt. Kereta Api Indonesia (persero) Menggunakan Framework Itil Versi 3 Mifta Aziz; Murahartawaty Murahartawaty; Eko Kusbang Umar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara yang menyediakan, mengatur, dan mengurus jasa angkutan kereta api di Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengembangkan struktur dan sistem tata kelola teknologi informasi pada tahun 2012. Penerapan Good Corporate Governace (GCG) atau Tata Kelola Perusahaan yang baik di PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus ditingkatkan dengan berpedoman pada peraturan Menteri Negara BUMN Nomor. PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik pada BUMN. Berdasarkan hasil assessment yang dilakukan, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) masih memiliki kekurangan dalam hal penyampaian layanan TI oleh Unit Sistem Informasi kepada Unit Bisnis Layanan Angkutan Barang, yaitu tidak adanya dokumentasi yang dapat membangun layanan TI agar selaras dengan tujuan bisnis dan memberikan kepuasan kepada pelanggan (Unit Bisnis Layanan Angkutan Barang). Untuk itu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berusaha mengimplementasikan ITIL versi 3 dalam hal perancangan service design untuk meningkatkan kualitas layanan melalui penerapan layanan. Perancangan service design yang dilakukan pada penelitian ini akan berfokus pada perancangan domain service catalogue management dan service level management. Perancangan service design yang dilakukan pada penelitian ini akan menghasilkan dokumen service catalogue, service portofolio, service level agreement, operational level agreement dan service level requirement. Hasil Perancangan service design yang dihasilkan akan menjadi rekomendasi bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meningkatkan kualitas layanan TI yang mereka miliki. Kata kunci: Good Corporate Governace, IT Governance, ITIL, Service Design, Service Catalogue Management, Service Level Management.
Perancangan Tata Kelola Manajemen Layanan Teknologi Informasi Menggunakan Itil V3 Domain Service Transition Dan Service Operation Di Pemerintah Kota Bandung Luki Aisha Kusuma Wardani; Murahartawaty Murahartawaty; Luthfi Ramadani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi Informasi saat ini menjadi sudah menjadi kebutuhan inti suatu organisasi dan bukan hanya sebagai alat pendukung. Pemerintah Kota Bandung, sebagai instansi pemerintahan, menjadikan Teknologi Informasi merupakan salah satu visi yang perlu dicapai. Dalam rangka mencapai good government, dibutuhkan suatu tata kelola TI untuk memastikan bahwa investasi TI menambah value dan selaras dengan tujuan instansi. Pemerintah Kota Bandung saat ini belum memiliki prosedur dan kebijakan yang mengatur tentang pengelolaan layanan TI. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat sebuah prosedur dan kebijakan agar layanan yang diberikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung selalu maksimal. Penelitian dilakukan menggunakan ITIL v3 pada domain Service Operation dan Service Transition. ITIL v3 digunakan karena layanan TI juga merupakan salah satu business core di Pemerintahan Kota Bandung sehingga lebih baik diimplementasikan manajemen layanan TI. ITIL juga merupakan best practice yang dapat meningkatkan efisiensi operasional IT instansi. Assesment yang dilakukan sebagai pengukuran Capability Level adalah dengan menggunakan ISO 15504. Karena kurangnya data primer, data sekunder digunakan untuk mencari proses prioritas yang akan dipilih, dengan memetakan tujuan instansi dengan ketiadaan proses ITIL. Disamping itu, juga dilakukan studi penelitian ITIL pada sektor publik lain, untuk melihat proses ITIL yang sering menjadi prioritas. Hasil dari perancangan tata kelola ini adalah kebijakan dan prosedur terkait proses-proses di ITIL yang menjadi prioritas. Kata Kunci : Tata Kelola, ITSM, ITIL v3, Service Operation, Service Transition, Sektor Publik
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasidi Pt. Industri Telekomunikasi Indonesia (inti)menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domainalign, Plan, And Organize (apo) I Ketut Adi Putra Prananta; Murahartawaty Murahartawaty; Soni Fajar Surya Gumilang
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki beberapa anak perusahaan dengan jumlah tenaga kerjanya terdiri dari kurang lebih 600 orang. Pengelolaan Teknologi Informasi terkait aspek layanan organisasi dan SDM pada PT.Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) belum optimal dalam mendukung jalannnya proses bisnis dan tujuan perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya kepuasan pelanggan yang diakibatkan oleh tidak adanya mekanisme internal dalam mengidentifikasi dan mengukur persyaratan dan harapan pelanggan serta kepuasan pelanggan. Disamping itu, tidak ada pula mekanisme secara sistematis untuk membangun loyalty pelanggan dalam rangka customer retention. Maka dari itu diperlukan perancangan tata kelola teknologi informasi di PT.INTI untuk pengelolaan mutu dan kinerja teknologi inform asi yang mengelola SDM yang dimiliki agar tujuan dari perusahaan dapat tercapai. Penelitian ini menggunkaan framework COBIT 5 yang difokuskan pada domain APO (Align, Plan, and Organize). Proses penelitian ini dimulai dengan melakukan studi literatur dan studi lapangan terkait tata kelola teknologi informasi di PT.INTI. Selanjutnya dilakukan penilaian dan analisis terhadap tingkat kapabilitas PT.INTI saat ini berdasarkan COBIT 5. Hasil penilaian dan analisis kemudian dituangkan kedalam perancangan proses tata kelola TI dan perancangan dokumen untuk melengkapi hasil penilaian kapabilitas yang kurang berdasarkan COBIT 5. Kata kunci : Teknologi Informasi, Tata Kelola, COBIT 5, APO, PT.INTI
Perancangan Dan Analisis Desain Jaringan Wire Dan Wireless Dengan Pendekatan Green Network Di Gedung Karang Fakultas Rekayasa Industr Iuniversitas Telkom Aries Putra Pratama; Murahartawaty Murahartawaty; M. Teguh Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain jaringan usulan dirancang berdasarkan konsep Cisco Three-Layer Hierarchial Model yaitu membagi fungsi dari setiap perangkat jaringan sesuai dengan lapisan perangkat tersebut berada. Dengan menerapkan konsep tersebut, dapat mengurangi biaya dan penggunaan perangkat jaringan pada Gedung Karang. Gedung Karang mendapatkan layanan koneksi dari SISFO Universitas Telkom yang merupakan provider pusat Universitas Telkom. Adapun analisis dampak lingkungan diukur dengan menggunakan kWh pada setiap perangkat untuk menghasilkan dampak lingkungan dengan parameter- parameter tertentu. Hal ini dilakukan guna mendukung konsep Green network. Pengujian dengan menggunakan wireshark dan GNS3 dengan throughput, delay dan packet loss sebagai parameternya. Hasil penelitian berdampak positif pada lingkungan sekitar dengan menggunakan metode green network. Kata Kunci : Media transmisi kabel dan nirkabel, Cisco Three-Layer Hierarchial Model, QoS, Green network
Perancangan Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Core Processes Edm03 Dan Key Supporting Processes Edm01, Edm02, Dan Edm05 Di Dinas Komunikasi Dan Informatika (diskominfo) Pemerintah Kota Bandung Menggunakan Framework Cobit 5 Rissa Puspita; Murahartawaty Murahartawaty; Eko Kusbang Umar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) merupakan salah satu lembaga teknis daerah yang melaksanakan sebagian urusan Pemerintah Daerah di bidang komunikasi, informatika, dan hubungan masyarakat berdasarkan azas otonomi dan pembantuan. Dalam melaksanakan program kegiatan atau program kerja sebagai proses bisnis yang dilakukan berkaitan dengan Teknologi Informasi (TI), DISKOMINFO belum menerapkan manajemen risiko pada TI secara optimal, ditunjukkan dengan belum adanya inisiasi mekanisme dalam melakukan pengelolaan risiko yang terjadi di DISKOMINFO. Maka diperlukan perancangan manajemen risiko TI di DISKOMINFO dalam memastikan pengelolaan tata kelola TI, penyampaian nilai atau manfaat, optimasi risiko, dan transparansi terhadap stakeholder dalam melakukan pengelolaan risiko TI yang ada di DISKOMINFO serta dapat mencapai tujuannya. Penelitian ini menggunakan framework COBIT 5 yang berfokus pada domain Evaluate, Direct, Monitor (EDM). Penelitian diawali dengan melakukan studi literatur dan studi lapangan terkait manajemen risiko TI di DISKOMINFO. Kemudian akan dilakukan penilaian dan analisis terhadap kondisi eksisting terkait manajemen risiko dan tingkat kapabilitas DISKOMINFO saat ini yang mengacu pada COBIT 5 for Risk. Hasil dari penilaian dan analisis pada penelitian perancangan manajemen risiko TI akan dituangkan kedalam perancangan kebijakan manajemen risiko TI dan proses manajemen risiko TI untuk mendukung penerapan manajemen risiko TI berdasarkan framework COBIT 5. Kata kunci: Teknologi Informasi, Manajemen Risiko, COBIT 5, EDM, DISKOMINFO
Perancangan Arsitektur Teknologi Pada Pt. Telehouse Engineering Menggunakan Framework Togaf Adm Galih Fathoni; Murahartawaty Murahartawaty; DK Diadnyana Raija
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Telehouse Engineering (TE) adalah salah satu perusahaan yang menggunakan teknologi informasi dalam pengembangan perusahaannya. TE bergerak di bidang memproduksi mekanik, listrik, dan infrastruktur [1]. Saat ini TE telah menerapkan teknologi informasi dalam kinerja pada proses bisnis yang ada, akan tetapi penggunaan teknologi informasi tersebut belum digunakan secara semaksimal mungkin. Untuk dapat menggunakan teknologi informasi secara maksimal tanpa menghiraukan elemen yang terdapat pada perusahaan maka perlu dibangun sebuah Enterprise Architecture yang bertujuan untuk menyelaraskan kinerja bisnis yang ada dengan teknologi informasi. Framework yang digunakan dalam merancang enterprise architecture adalah TOGAF ADM karena yang dapat mendiskripsikan secara detail langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membangun enterprise architecture. Dalam TOGAF ADM terdapat 4 komponen yaitu : arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur a plikasi, dan arsitektur teknologi. Dengan adanya penelitian diharapkan dapat membangun blueprint arsitektur teknologi pada PT. TE, blueprint tersebut yang kemudian menjadi dasar dalam pengembangan arsitektur teknologi yang ada pada TE. Kata kunci : arsitektur teknologi, blueprint, Enterpri9se Architecture, TOGAF ADM