Claim Missing Document
Check
Articles

Developing Monitoring System Dashboard Module Using Iterative Incremental Method For Monitoring Ziswaf Productive Reporting Performance Reicka Sofi Azura Ridhallah; Murahartawaty Murahartawaty; Ari Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the problems that faced by Indonesia is the disparity (inequality) income distribution and poverty. In 2014 poor people in Indonesia reached 27.727,78 souls or 10,96%. The data is accompanied by an increase of unemployment in Indonesia. The concept of Zakat, Infak, Sodaqoh, and Waqf (ZISWAF) should be recognized by the government and all the people of Indonesia as one of the media in the realization of poverty reduction. Form of equitable distribution of income that can be one is to distribute the income of people who can afford to can not afford. One of the Islamic Financial institutions are tasked to collect the public fund and distribute them is Lembaga Amil Zakat (LAZ) or Badan Amil Zakat (BAZ). The existence of this institution aims at collecting funds from people who are afforded. ZISWAF potential in Indonesia in 2005 is estimated to reach Rp 19.3 trillion. Due percentage ZISWAF is an obligation for all Muslims able to or have reached ‘nisab’ in his property. Model portfolio ZISWAF by institutions there are two ways, namely consumtive and productive ways. In a productive way, with ZISWAF Fund processing includes planning, implementation, and coordination in the collection, distribution, and utilization of ZISWAF funds, Committed by both BAZ or LAZ. Other obstacles experienced by LAZ and BAZ in the distribution of funds to the poor is not very effective because the target is repeated or similar, is due to the absence of control within the data collection and reporting after the distribution of productive enterprise funds. The existence of the poor majority of the work on the micro business sector, the establishment of policies in providing funding productive activities is very influential with the hope to create new jobs and increase revenues. Based on the problem and to develop the Monitoring System that can help ZISWAF institutions in transparency to the public including the relevant parties. One of them is the Dashboard Micro Monitoring System, an application which is intended to establish Communications and interaction between the funders and built several Business sectors in an effort to increase its capacity in which the system functions to evaluate the distribution of fu nds reporting performance. Keywords: the poor in Indonesia, ZISWAF productive, LAZ and BAZ Institutes, Monitoring System.
Perancangan Service Design Pada Layanan It Pusair Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Diana Meiriana Selvianti; Murahartawaty Murahartawaty; Wildan Herwindo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PT. XYZ) merupakan Puslitbang yang berada di bawah Kementrian Pekerjaan Umum, Republik Indonesia. PT. XYZ merupakan instansi pemerintahan non profit yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan sumber daya air. Saat ini PT. XYZ telah mengimplementasikan teknologi informasi pada kegiatan operasionalnya. Penyampaian layanan teknologi informasi PT. XYZ masih belum memiliki standar yang jelas mengenai penanggung jawab layanan dan penanganan masalah yang terjadi. PT. XYZ mencanangkan dalam visinya ingin menjadi lembaga terkemuka dalam menyediakan jasa keahlian teknologi untuk mendukung tersedianya infrastruktur sumber daya air yang handal. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan IT Governance yang baik agar keberlangsungan teknologi informasi selaras dengan kebutuhan bisnis PT. XYZ. IT Governance telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tahun 2010 yaitu UU N0.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. PT. XYZ menerapkan IT Governance menggunakan framework ITIL Versi 3 dalam hal perancangan service design. Perancangan service design yang dilakukan yakni pada domain service catalogue management dan service level management. Hasil perancangan service design pada layanan IT PT. XYZ ini menghasilkan dokumen service catalogue, service portofolio, service level agreement, operational level agreement dan service level requirement. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari perancangan service design ini diharapkan akan menjadi rekomendasi dan diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan IT dan performansi bisnis PT. XYZ dalam hal IT Service Management. Kata kunci: ITIL, Service Design, Service Catalogue Management, Service Level Management, IT Governance
Analisis Dan Perancangan Itsm Domain Service Operation Pada Layanan Akademik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (ipdn) Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Aridha Meitya Arifin; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak IPDN sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat mengikuti perkembangan teknologi informasi (TI) untukmembangun sumber daya manusia yang berkualitas serta mensinergikan kekuatan sivitas akademika IPDN. Berdasarkan IT blueprint IPDN tahun 2015 – 2019, IPDN belum memisahkan antara tata kelola TI dari manajemen TI serta IPDN belum memiliki tata kelola TI dan manajemen TI yang memadai, hal tersebut semakin ditunjukkan nilai maturity level yang masih berada pada level 1-initial. Berdasarkan permasalahan tersebut, kemudian dilakukan analisis risiko dan analisis prioritas sehingga dilakukan perancangan manajemen terhadap dua proses dalam ITIL Versi 3 service operation yaitu manajemen insiden dan manajemen masalah. Hasil perancangan manajemen service operation ini adalah Standard OperatingProcedure (SOP) untuk manajemen insiden dan manajemen masalah. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu IPDN dalam meningkatkan kapabilitas layanannya serta meningkatkan maturity level setidaknya menjadi level 3-defined. Kata Kunci : ITIL Versi 3, service operation, maturity level, manajemen insiden, manajemen masalah, standard operating procedure.
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Di Pt.inti (industri Telekomunikasi Indonesia) Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domain Build, Acquire And Implement (bai) Komang Indah Desinthya Wati; Murahartawaty Murahartawaty; Soni Fajar Surya Gumilang
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bisnis telekomunikasi yang semula berbasis pure manufacture menjadi sebuah industri yang berbasis solusi kesisteman, khususnya dalam bidang sistem informasi komunikasi dan integrasi teknologi. Berdasarkan hasil perhitungan tingkat kapabilitas yang dilakukan PT. INTI menggunakan COBIT 5 pada domain BAI, yakni diperoleh tingkat kapabilitas berada pada level 1, sehingga dapat diartikan bahwa tidak ada komunikasi yang jelas terhadap implementasi TI di PT. INTI. Hal tersebut dibuktikan dengan belum adanya kesepakatan yang mendeskripsikan secara jelas mengenai deskripsi pelayanan TI dan tidak adanya prosedur yang jelas dalam penanganan insiden. Sehingga diperlukan perancangan tata kelola TI dengan menggunakan framework COBIT 5 pada domain BAI. Pada penelitian tugas akhir ini framework yang akan digunakan dalam penelitian adalah COBIT 5 karena bersifat komprehensif dan holistik sehingga sesuai dengan PT.INTI yang berskala enterprise dan memiliki banyak proses bisnis. Perancangan tata kelola TI dilakukan melalui 5 tahap, yaitu tahap inisiasi, tahap pengumpulan dan analisis data, tahap perancangan, tahap pelaporan dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah dilakukan perancangan model tata kelola TI dan perancangan dokumen terkait domain BAI, khususnya proses Manage Programmes and Projects dan Manage Availability and Capacity. Kata kunci : tata kelola TI, COBIT 5, domain Build Acquire and Implement
Analisis Dan Perancangan Business Architecture Menggunakan The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method (togaf Adm) Pada Pt. Shafco Multi Trading Famila Faradiba; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-- Era teknologi saat ini, persaingan bisnis di bidang fashion meningkat pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi PT. Shafco Multi Trading yang bergerak pada bidang tersebut harus memiliki kapabilitas teknologi informasi yang kuat untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Saat ini, perusahaan belum memiliki gambaran yang lengkap berkenaan dengan penggunaan teknologi informasi untuk menunjang bisnisnya. Permasalahan utama adalah perusahaan belum memiliki business architecture sebagai acuan perancangan arsitektur lainnya untuk digunakan sebagai acuan pengembangan sistem informasi perusahaan. Perancangan business architecture bertujuan untuk merancang strategi agar proses bisnis dapat berjalan dengan baik. Dalam merancang enterprise architecture dibutuhkan kerangka kerja (framework) sebagai acuan dalam pengelolaannya. Berdasarkan kebutuhan bisnis dan teknologi informasi yang ada, TOGAF ADM digunakan sebagai framework dalam penelitian ini karena telah sesuai untuk digunakan dalam perancangan enterprise architecture. Dalam melakukan perancangan business architecture, digunakan MEGA Suite untuk menghasilkan deliverable berupa katalog, matriks, dan diagram. Keluaran (output) yang dihasilkan dari perancangan arsitektur bisnis yang yaitu berupa dokumen blueprint. Berdasarkan perancangan business architecture yang dilakukan, fungsi bisnis eksisting belum dapat memenuhi keseluruhan requirement perusahaaan. Untuk dapat memenuhi requirement tersebut perlu dilakukan perbaikan dan pengembangan terhadap fungsi bisnis eksisting. Business architecture dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam pengembangan bisnis di PT. Shafco Multi Trading. Kata kunci: Enterprise architecture, TOGAF ADM, business architecture, blueprint, teknologi informasi. I
Perancangan Application Architecture Untuk Fungsiakademik Pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri(ipdn) Menggunakan Framework Togaf Adm Studi Kasussistem Informasi Akademik (siakad) Satria Janaka; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Institut XYZ sebagai salah satu dari Perguruan Tinggi dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia, dalam melaksanakan proses akademik, XYZ telah melibatkan teknologi informasi untuk membantu berjalannya proses akademik. Implementasi XYZ adalah langkah XYZ untuk meningkatkan kualitas kegiatan akademik di XYZ. Dalam penerapannya, keselarasan antara teknologi informasi dan strategi bisnis menjadi tantangan dalam implementasi SIAKAD. Enterprise Architecture bertujuan untuk mewujudkan keselarasan antara TI dan proses bisnis, serta perencanaan dan analisis kapabilitas sistem informasi dalam rangka mencapai tujuan strategis organisasi dengan merancang arsitektur sesuai dengan kebutuhan proses bisnis. Sebagai sebuah kerangka kerja, TOGAF ADM memberikan metode dan fase – fase yang secara mendetail bagaimana merancang, membangun, dan mengelola sebuah arsitektur enterprise dan sistem informasi. TOGAF ADM memiliki 4 fase utama yaitu Business Architecture, Data Architecture, Application Architecture, Technology Architecture. Perancangan Application Architecture pada penelitian ini menghasilkan Blueprint arsitektur aplikasi target dan komponen roadmap yang kedepannya bisa menjadi pedoman dalam pembangunan dan pengembangan SIAKAD dan aplikasi – aplikasi dalam untuk meningkatkan kualitas proses akademik di XYZ. Kata kunci : Enterprise Architecture, SIAKAD, TOGAF ADM, Application Architecture, XYZ
Perancangan Linear Permanent Magnet Generator Untuk Menghasilkan Energi Skala Kecil Rexy Septian Arafat; Murahartawaty Murahartawaty; Eko Kusbang Umar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Kereta Api Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara di bidang transportasi kereta api yang memiliki tiga kegiatan bisnis utama yaitu layanan angkutan penumpang, layanan angkutan barang, dan pengelolaan aset. Berdasarkan keputusan menteri BUMN Nomor 1 Tahun 2011 (PER-01/MBU/2011) mengenai tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di BUMN, PT Kereta Api Indonesia telah menerapkan prinsip GCG dalam bentuk IT Governance. Framework IT Governance yang digunakan adalah COBIT 4.1 dengan maturity level sebesar 3.2 (define). Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada Manager IT Operation, proses Incident dan Problem Management masih belum efektif dan mengakibatkan adanya insiden yang kembali terulang. Hal ini menunjukan belum tersampaikannya nilai utama dari layanan layanan milik perusahaan kepada pengguna layanan IT karena adanya insiden yang menghambat kinerja layanan atau masalah yang besar hingga jalannya layanan benar benar berhenti. Untuk meningkatkan kualitas layanan dengan cara penanganan insiden dan pencegahan masalah secara tepat, PT Kereta api dapat menerapkan ITIL Versi 3 domain Service Operation.Perancangan Service Operation meliputi proses incident management, Problem management, dan perancangan fungsi Service Desk sebagai single point of contact layanan TI. Proses perancangan sendiri dilakukan di layanan angkutan penumpang, khususnya di layanan Rail Ticketing System (RTS) .Hasil perancangan Service Operation dengan framework ITIL Versi 3 pada layanan angkutan penumpang PT Kereta Api Indonesia berupa dokumentasi prosedur untuk Incident Management, Problem Management, dan rancangan arsitekur teknologi untuk Service Desk yang merupakan bentuk rekomendasi bagi PT Kereta Api Indonesia. Kata kunci: ITIL Versi 3, IT Governance, Service Operation, Incident Management, Problem Management, Service Desk
Perancangan Arsitektur Data Dan Aplikasi Pada Pt. Telehouse Engineering Menggunakan Framework Togaf Adm Ashof Yudhistira Maheltra Pujiyono; Murahartawaty Murahartawaty; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Telehouse Engineering adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufacture. Dalam melaksanakan bisnisnya, PT. Telehouse Engineering melibatkan teknologi informasi sebagai bagian dari strategi organisasi serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membantu proses kinerja perusahaan yang dijalankan walau dalam penggunaannya masih belum dapat secara maksimal. Untuk membuat penggunaan teknologi informasi bisa secara maksimal perlu adanya perancangan terhadap arsitektur perusahaan atau yang bisa disebut dengan enterprise architecture. Perancangan enterprise architecture bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara bisnis dengan teknologi informasi yang dirancang sesuai dengan kebutuhan proses bisnis utama. Dalam melakukan perancangan enterprise architecture digunakan TOGAF ADM sebagai metodologi yang tepat karena dapat menjelaskan secara detail dalam membangun dan mengelolah enterprise archicture. Pada TOGAF ADM memiliki empat komponen utama yaitu business architecture, data architecture, application architecture dan technology architecture. Dalam penelitian ini berfokus dalam perancangan mengenai data architecture dan application architecture. Hasil dari perancangan ini adalah berupa blueprint mengenai arsitektur data dan aplikasi yang siap untuk digunakan sebagai arsitektur untuk menyelaraskan penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan proses bisnis. Kata kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Data Architecture, Application Architecture, Blueprint.
Analisis Dan Perancangan Technology Architecture Menggunakan The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method (togaf Adm) Pada Pt. Shafco Multi Trading Renantia Indriani; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Perkembangan bisnis disertai dengan implementasi teknologi informasi merupakan hal yang penting bagi bisnis perusahaan. PT. Shafco Multi Trading merupakan salah satu brand market leader fashion hijab di Indonesia yang menerapkan teknologi informasi untuk menjalankan bisnisnya. Berdasarkan kebutuhan bisnis yang semakin berkembang di masa mendatang dan perusahaan yang belum memiliki enterprise architecture untuk mengelola teknologi informasi dalam menjalankan bisnis, PT. Shafco Multi Trading memerlukan perancangan technology architecture untuk meningkatkan keselarasan antara penggunaan teknologi dan bisnis perusahaan. Analisis dan perancangan enterprise architecture pada PT. Shafco Multi Trading menggunakan framework TOGAF ADM. TOGAF ADM digunakan sebagai framework dalam penelitian ini karena telah sesuai dengan pengembangan arsitektur pada level enterprise. Dalam melakukan perancangan technology architecture, digunakan MEGA Suite untuk menghasilkan deliverable berupa katalog, matriks, dan diagram. Penelitian ini menghasilkan dokumen blueprint technology architecture. Blueprint tersebut dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam pengembangan teknologi di PT. Shafco Multi Trading sesuai dengan kebutuhan bisnis. Dengan adanya perancangan technology architecture diharapkan setiap store yang tersebar di banyak wilayah di Indonesia dapat terkoneksi langsung dengan data center pada perusahaan. Sehingga data transaksi penjualan dapat terbaharui dengan cepat dan lebih akurat. Technology architecture juga dapat memberikan masukan kepada perusahaan sebagai salah satu alasan pengembangan teknologi informasi. Kata kunci—Enterprise Architecture, TOGAF ADM, blueprint, Technology Architecture.
Perancangan Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Key Supporting Process Apo02, Apo06 Dan Apo08 Di Dinas Komunikasi Dan Informatika (diskominfo) Pemerintah Kota Bandung Menggunakan Framework Cobit 5 Dyah Wahyuningtias Iswari; Murahartawaty Murahartawaty; Eko Kusbang Umar
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Pemerintah Kota Bandung merupakan suatu instansi pemerintahan, yang menjadikan Teknologi Informasi (TI) yang sebagai penggerak dalam keberlangsungan kinerja strategi pemerintah. Disamping kesuksesan dalam merancang pengelolaan TI dibutuhkan juga pengelolaan manajemen risiko TI sebagai penunjang keberhasilan penggunaan TI pada DISKOMINFO Pemerintah Kota Bandung. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, diketahui bahwa DISKOMINFO Pemerintah Kota Bandung belum menerapkan pengelolaan risiko TI. Maka dari itu dilakukan penelitian untuk dapat melakukan perancangan Manajemen Risiko TI pada DISKOMINFO Pemerintah Kota Bandung menggunakan COBIT 5. COBIT 5 yang merupakan singkatan dari Control Objective for Information and Related Technology 5 merupakan panduan yang digunakan dalam melakukan perancangan Manajemen Risiko bagi DISKOMINFO Pemerintah Kota Bandung. Fokus penelitian ini dilakukan pada proses domain Align, Plan and Organise (APO) dengan proses APO02 Manage Strategy, APO06 Manage Budget and Cost dan APO08 Manage Relationship. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data untuk memeriksa dokumen terkait penelitian. Serta melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang berkepentingan bagi penelitian. Hasil akhir dari penelitian berupa Kebijakan Manajemen Risiko TI dan Standard Operational Procedure (SOP). Sehingga diharapkan hasil perancangan manajemen risiko TI terhadap proses APO02 Manage Strategy, APO06 Manage Budget and Cost dan APO08 Manage Relationship dapat diterapkan pada DISKOMINFO Pemerintah Kota Bandung dalam meningkatkan pengelolaan risiko terhadap layanan TI. Kata Kunci : COBIT 5, Manajemen Risiko TI, APO02 Manage Strategy, APO06 Manage Budget and Cost, APO08 Manage Relationship