Claim Missing Document
Check
Articles

Developing Web Application For Islamic Banking Module Using Iterative Incremental Method And Laravel Framework For Distribution Ziswaf Fund To Sme’s Elzar Esen; Murahartawaty Murahartawaty; Ari Pratiwi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank syariah menawarkan dana untuk usaha kecil dan menengah. Ini membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kemewahan bangsa. Sayangnya, beberapa bisnis tidak dapat mencapai pendanaan karena kurangnya pengetahuan dan karena ada kekurangan sistem yang dapat memberikan informasi yang relevan bagi bank dan UKM. Set sistem yang disediakan oleh proyek akhir ini seperti: sistem crowdfunding, sistem pelaporan, sistem monitoring mikro, dan mendukung keputusan sistem bantuan UKM dan lembaga keuangan mendapatkan koneksi dan berkolaborasi secara efektif. Penelitian ini adalah tentang sistem pengambilan keputusan pendukung yang bertujuan untuk membantu bank-bank Islam untuk lebih memahami proyek yang UKM yang dana senilai dan membuat keputusan pendanaan berdasarkan informasi yang diberikan. Kata kunci : Islamic Banking, Decision Support, SMEs
Analisis Dan Perancangan Itsm Domain Service Design Pada Layanan Akademik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (ipdn) Dengan Menggunakan Framework Itil Versi 3 Thessa Silviana Uli Manurung; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan lembaga kedinasan tertinggi di bawah Kementeriaan Dalam Negeri RI merencanakan dan mengembangkan penggunaan TI khususnya di bidang layanan akademik demi menunjang kinerja antar civitas akademika. Berdasarkan IT Blueprint IPDN tahun 2015-2019 menyatakan analisis kecukupan komponen tata kelola TI belum memadai. Hal ini dapat dilihat dari penilaian maturity level yang telah dilakukan di IPDN diperoleh level 1 atau initial. Dari analisis masalah tersebut maka dilakukan analisis prioritas dan analisis risiko sehingga diusulkan sebuah rancangan ITSM khusus domain service design pada framework ITIL Versi 3. Perancangan terfokus pada 2 proses dalam service design yaitu service catalogue management dan service level management. Hasil perancangan berupa Standard Operating Procedure (SOP) untuk kedua proses tersebut dan dokumen SLR, SLA, OLA dan Service Catalog. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi awal bagi IPDN demi perbaikan dan peningkatan kapabilitas IT Service Management. Kata kunci : ITIL Versi 3, ITSM, Service Level Management, Service Catalogue Management, Standard Operating Procedure.
Perancangan Arsitektur Bisnis Pada Pt. Telehouse Engineering Menggunakan Framework Togaf Adm Aditya Pradana Putra; Murahartawaty Murahartawaty; Umar Yunan
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Telehouse Engineering adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufacture [1]. Dalam melaksanakan bisnisnya, PT. Telehouse Engineering melibatkan teknologi informasi sebagai bagian dari strategi organisasi serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membantu proses kinerja perusahaan yang dijalankan. Walaupun demikian teknologi informasi juga berkontribusi besar bagi pengrusakan lingkungan. Hal ini perlu disiasati oleh PT. Telehouse Engineering, salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah Green IT. Green IT adalah praktik menerapkan kebijakan dan prosedur yang meningkatkan efisiensi sumber daya komputasi sedemikian rupa untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan dari pemanfaatannya, Sehingga dapat menghasilkan teknologi informasi yang ramah lingkungan. Untuk mencapai keselarasan teknologi informasi dan bisnis dilakukan dengan cara menerapkan enterprise architecture. Enterprise architecture merupakan kegiatan pengorganisasian data yang dihasilkan oleh organisasi yang kemudian dipergunakan untuk mencapai tujuan proses bisnis dari organisasi tersebut. Dalam merancang enterprise architecture perlu adanya sebuah framework sebagai acuan dalam pengelolaannya, TOGAF ADM adalah salah satu framework yang dapat dijadikan acuan dalam membangun enterprise architecture. TOGAF ADM memiliki empat komponen utama, yaitu business architecture, data architecture, application architecture, dan technology architecture. Output dari penelitian ini adalah blueprint business architecture yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan bisnis di PT. Telehouse Engineering. Kata kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Green IT, blueprint, business architecture
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Pt. Industri Telekomunikasi Indonesia (inti) Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domain Deliver, Service, And Support Ida Bagus Krisna Wedanta Prasada; Murahartawaty Murahartawaty; Soni Fajar Surya Gumilang
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Untuk mengoptimalkan dukungan teknologi informasi terhadap proses bisnis dan tujuan perusahaan, PT.Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) sebagai salah satu perusahaan besar yang bergerak dibidang penyedia solusi kesisteman, khususnya dibidang infokom dan integrasi teknologi memerlukan adanya tata kelola teknologi informasi. Disamping itu pengelolaan tata kelola yang telah ada sebelumnya belum berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari tidak dijalankannnya seluruh prosedur yang ada. Hal tersebut juga terlihat dari ketidaktersediaan beberapa dokumen yang berkaitan dengan proses tata kelola teknologi informasi berdasarkan COBIT 5. Maka dari itu diperlukan perancangan tata kelola teknologi informasi di PT.INTI untuk melengkapi dokumen tata kelola teknologi informasi sekaligus untuk meningkatkan tingkat kapalbilitas perusahaan dalam menjalankan tata kelola teknologi informasi. Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data dan observasi lapangan dengan cara wawancara dan memeriksa dokumen terkait tata kelola teknologi informasi di PT.INTI. Selanjutnya dilakukan penilaian dan analisis terhadap tingkat kapabilitas PT.INTI saat ini berdassarkan COBIT 5. Hasil penilaian dan analisis kemudian dituangkan kedalam perancangan prosedur tata kelola teknologi informasi dan perancangan dokumen untuk melengkapi hasil penilaian kapabilitas yang kurang berdasarkan COBIT 5. Dokumen yang dibuat kemudian diverifikasi untuk mendapatkan persetujuan dari pihak PT.INTI. Kata kunci : Teknologi Informasi, Tata Kelola, COBIT 5
Perancangan Technology Architectureuntuk Fungsi Akademik Pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (ipdn) Menggunakan Framework Togaf Adm Studi Kasus Sistem Informasi Akademik (siakad) Fadly Muhammad; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem Informasi dan Teknologi Informasi (SI/TI) dalam sebuah perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan bisnis. Dalam merancang sistem, sebaiknya dilihat dari berbagai sudut pandang terutama sudut pandang pengembang sistem, yang dimulai dari mendefinisikan arsitektur bisnis, arsitektur data, asrsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi yang akan dibangun. Institut XYZ telah menggunakan sistem informasi sebagai penunjang kegiatan organisasi, yaitu Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang digunakan sebagai sarana penunjang dalam meningkatkan pelayanan akademik. Sistem informasi yang diharapkan adalah sebuah sistem yang memiliki kesesuaian dengan kebutuhan organisasi dan dapat menyelaraskan strategi bisnis dan TI pada Institut XYZ. Khususnya dalam bidang teknologi, permasalahan yang ada ialah kurangnya pengontrolan keamanan terhadap jaringan, tidak adanya pemisahan server, serta tidak adanya back-up jaringan. Sesuai dengan permasalahan yang terjadi maka Institut XYZ seharusnya memiliki Enterprise Architecture. Analisis dan perancangan enterprise architecture menggunakan framework TOGAF ADM. Penggunaan TOGAF ADM dalam melakukan analisis dan perancangan ini karena ADM bersifat fleksibel, iteratif, dan detail. Perancangan Technology Architecture di Institut XYZ ini menghasilkan blueprint technology architecture yang dapat digunakan sebagai acuan atau dasar dalam pengembangan teknologi sesuai dengan kebutuhan bisnis. Diharapkan juga dapat mengantisipasi permasalahan yang terjadi dan menjadi solusi dari seluruh masalah yang terjadi. Kata Kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Technology Architecture, SIAKAD
Analisis Dan Perancangan Data Architecture Dan Application Architecture Menggunakan The Open Group Architecture Framework Architecture Development Method (togaf Adm) Pada Pt. Shafco Multi Trading I Gede Mindrayasa; Murahartawaty Murahartawaty; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak--PT. Shafco Multi Trading  menyadari semakin pentingnya pengelolaan data dan aplikasi pada perusahaan sehingga perlunya meningkatkan kualitas dan efektivitas penerapan sistem informasi yang ada dalam menjalankan kegiatan proses bisnis perusahaan. Arsitektur enterprise diperlukan dalam upaya mendukung daya saing dan transformasi bisnis. Arsitektur enterprise ini bertujuan untuk membentuk keselarasan    antara    penerapan    teknologi    informasi terhadap bisnis bagi kebutuhan perusahaan. Analisis dan perancangan pada arsitektur enterprise bersifat menyeluruh dalam skala perusahaan sehingga membantu keberhasilan  pengembangan  dan  pelaksanaan  strategi pada perusahaan. Metodologi yang tepat dibutuhkan untuk melakukan perancangan arsitektur enterprise yaitu dalam hal ini adalah TOGAF ADM. Framework ini fokus pada implementasi dan proses. TOGAF ADM memiliki empat komponen utama adalah business architetcure, data architetcure, application architecture, serta technology architecture. Perancangan enterprise architecture menghasilkan blueprint yang berguna dalam mengembangkan perusahaan. Kata Kunci : Arsitektur Enterprise, TOGAF ADM, Arsitektur Data, Arsitektur Aplikasi, PT. Shafco Multi Trading.
Perancangan Tata Kelola Manajemen Layanan Teknologi Informasi Berdasarkan Itil V3 Domain Service Design Di Pemerintah Kota Bandung Fikrotun Nadiyya; Murahartawaty Murahartawaty; Luthfi Ramadani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika bertanggung jawab mengelola layanan TI yang disediakan Pemerintah Kota Bandung. Namun penyelenggaran layanan TI tersebut belum diimbangin oleh penerapan tata kelola manejemen layanan TI. Sehingga, belum dapat dipastikan pemanfaatan TI tersebut benar -benar memberi nilai tambah dan selaras dengan tujuan strategis dari pemerintahan. Selain itu, keputusan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.41/PER/MEN.KOMINFO/11/2007 tentang Panduan Umum Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional semakin mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk mulai menerapkan tata kelola layanan TI. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan rancangan rekomendasi manajemen layanan TI di Pemerintah Kota Bandung. Perancangan ini menggunakan framework ITIL Versi 3 pada domain service design dengan sub- domain service catalogue management, service level management, information security management dan supplier management. Hasil perancangan service design ini menghasilkan dokumen kebijakan, standar prosedur dan dokumen pendukung proses. Diharapkan hasil dari perancangan service design ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi dan diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas manajemen layanan TI Pemerintah Kota Bandung. Kata kunci : Tata Kelola, ITIL, Service Design, Manajemen Layanan TI
ANALISIS DAN PERANCANGAN TATA KELOLA TI MENGGUNAKAN COBIT 4.1 DOMAIN DELIVER AND SUPPORT (DS) PT XYZ Inayatul Maghfiroh; Murahartawaty Murahartawaty; Rahmat Mulyana
Jurnal Sistem Informasi Vol. 12 No. 1 (2016): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.322 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v12i1.467

Abstract

Tata Kelola TI melengkapi keberadaan TI itu sendiri dengan tujuan agar implementasi TI dapat mem-berikan kontribusi nilai bagi bisnis dan mengurangi risiko TI. Tata Kelola TI merupakan sebuah lan-dasan kerja yang dapat mengukur bagaimana penggunaan dan pemanfaatan TI dengan melihat bagai-mana tujuan dan sasaran bisnis perusahaan. Penelitian ini menggunakan COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) dalam melakukan analisis dan perancangannya. Tahap perta-ma pada penelitian ini yaitu dengan melakukan assessment maturity level untuk mengetahui tingkat kematangan TI PT XYZ Domain Deliver and Support (DS). Kemudian dilakukan analisis prioritas dengan memetakan sasaran perusahaan dengan business goals, IT goals, dan IT Process pada COBIT 4.1. Proses yang dihasilkan dari analisis prioritas kemudian dilakukan analisis kondisi saat ini yang mencangkup analisis gap dan analisis risiko. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa proses kritikal yang harus dilakukan perancangan yaitu proses DS1, DS4, DS6 dan DS13. Perancangan yang dihasilkan berupa kebijakan dan prosedur atas proses-proses yang kritikal.
ANALISIS DAN PERANCANGAN TATA KELOLA TI MENGGUNAKAN COBIT 4.1 DOMAIN PLAN AND ORGANIZE DAN ACQUIRE AND IMPLEMENT: STUDI KASUS PT XYZ Amanda Yunia Zafarina; Murahartawaty Arief; Rahmat Mulyana
Jurnal Sistem Informasi Vol. 12 No. 2 (2016): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.564 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v12i2.468

Abstract

Companies that implement information technology should have the ability to manage the governance and the implementation of the Information Technology Governance (ITG). Application of IT Governance may support the organization in building a framework to direct and decide the utilization of IT according to the organization needs aligned with its vision, mission, values, strategy, and culture. Keputusan Minister of BUMN is the reference on good IT governance through its implementations in state-owned enterprises. According to the IT governance framework mentioned in PER-02/MBU/ 2013, COBIT 4.1 is a framework that focuses on the relationship between IT and enterprise business. Hence, in this research, COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) 4.1 framework is used to analyze and design the IT governance. In the first phase, the maturity level is measured to analyze the maturity and gap level of the IT governance in PT. XYZ, i.e. using Plan and Organise (PO) and Acquire and Implement (AI) domains. In the next phase, the priority analysis is conducted. The result of the analysis is considered as essential and critical process take the next analysis, i.e. gap and risk analysis. Afterwards, the IT governance map is designed. The design includes policy, procedure, organization structure, technology recommendation, and processes priority related document template.
Penerapan Sentimen Analisis Melalui Data Komentar Pada Kanal Youtube Untuk Mengetahui Wisata Kuliner Pada Kota Bandung Menggunakan Metode Klasifikasi Naive Bayes Lubis, Rizki Aulia Akbar; Murahartawaty, Murahartawaty; Hamami , Faqih
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Analisis data sentimen dilakukan untukmendapatkan hasil berupa opini atau pendapat masyarakattentang suatu hal. di penelitian ini peneliti menggunakanmetode Naive Bayes dalam menganalisa data sentimen kulinerdi kota bandung, yang bertujuan untuk membantu pemerintahdapat mengetahui reputasi kuliner dan merekomendasikannyapada wisatawan yang ada di kota Bandung. Data yangdigunakan dalam penelitian ini berupa komentar - komentarterkait kuliner kota Bandung yang ada di kanal youtubetanboykun. pengambilan media sosial youtube dikarenakanyoutube merupakan salah satu media sosial yang seringdigunakan oleh masyarakat untuk penyebaran informasiterutama rekomendasi rekomendasi kuliner. Dalam penelitianini demi menunjang algoritma Naive Bayes adapun prosesproses yang dijalankan sebelum ke tahap klasifikasi,diantaranya yaitu Case folding, Tokenizing, StopwordRemoval, dan TF IDF. setelah dilakukannya pengoptimalanmenggunakan K Fold, namun hasil dari K Fold sendiri dapatdikatakan kurang bagus dikarenakan hasil akurasi yangdidapatkan lebih kecil dibandingkan dengan hasil model NaiveBayes sendiri. Hasil yang didapatkan dari model Naive Bayessendiri dengan menggunakan partisi dataset pertama denganrasio 70 data training dan 30 data testing didapatkan hasilakurasi sebesar 89,74% dan rata-rata classification reportdataset pertama sebesar 95% precision, 56% recall, dan F1-score 57%. Kata kunci— Naive Bayes, Analisis Sentimen, K Fold, TFIDF, Klasifikasi kuliner bandung, Youtube