Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan Literasi Keuangan kepada UMKM, melalui Mudahnya Berinvestasi Saham untuk Menunjang Keberlangsungan Bisnis Firdaus, Iwan; Saragih, Lisnatiawati; Karyatun, Subur; Anjani, Meri; Frinsisca, Frinsisca
KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat
Publisher : Neolectura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37010/kangmas.v5i2.1566

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan literasi keuangan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, melalui pelatihan berinvestasi saham. Pelatihan ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya investasi saham sebagai salah satu cara untuk menunjang keberlangsungan bisnis mereka. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi sosialisasi, workshop, dan pendampingan intensif. Peserta pelatihan adalah para pelaku UMKM yang memiliki minat untuk belajar tentang investasi saham. Selama pelatihan, peserta diberikan materi tentang dasar-dasar investasi saham, penggunaan aplikasi fintech untuk transaksi saham, serta strategi mengelola keuangan usaha. Hasil dari pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi keuangan dan kemampuan peserta dalam berinvestasi saham. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka lebih percaya diri untuk memulai investasi saham setelah mengikuti pelatihan ini. Program ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM dan diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis mereka di masa depan. Keberhasilan program ini juga ditunjukkan oleh tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap materi dan metode yang digunakan.
STRATEGI INFORMASI TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA BISNIS YANG BERKELANJUTAN Saragih, Lisnatiawati; Firdaus, Iwan
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/12e2g613

Abstract

Pada era informasi saat ini, strategi informasi yang efektif menjadi aset penting bagi pelaku bisnis, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Strategi ini membantu mendukung keputusan bisnis yang berkelanjutan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Dampak dari kondisi ekonomi ini meluas, termasuk penurunan daya beli konsumen akibat kurangnya informasi yang relevan baik bagi pengusaha maupun konsumen. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan yang jelas dan terstruktur dalam menyampaikan strategi informasi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan internal organisasi tetapi juga meningkatkan keterlibatan dan kepuasan konsumen. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang strategi informasi yang efektif dalam meningkatkan kinerja bisnis secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM mengenai strategi informasi yang efektif dalam meningkatkan kinerja bisnis.
Empowering MSMEs Through Digital Enablement: The Direct Effects of Internet Training, Capacity Development, and Motivation on Business Performance Lisnatiawati Saragih; Iwan Firdaus
Jurnal Doktor Manajemen (JDM) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jdm.v9i1.35453

Abstract

The acceleration of digital transformation among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is essential for improving competitiveness and economic resilience in the digital era. This study examines the effects of Internet Learning, Digital Capacity Development, and Internet Motivation on MSME Digital Readiness in the Indonesian context. Using a quantitative approach with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), the findings indicate that all three predictors significantly and positively influence digital readiness, with Internet Motivation emerging as the most dominant factor. These results highlight the importance of combining technical knowledge, supportive infrastructure, and psychological engagement to foster a digitally ready MSME sector. The study offers a multidimensional framework of digital readiness by integrating cognitive, structural, and behavioural elements. It also provides practical implications for policymakers and development institutions to implement integrated digital literacy, capacity building, and motivation-driven strategies. Future studies are encouraged to explore contextual variations and adopt longitudinal or mixed-method designs to deepen understanding of digital transformation in diverse MSME environments.
Bridging Digital Readiness in MSMEs: The Mediating Effect of Internet Motivation Between Training and Capacity Building Lisnatiawati Saragih; Rona Tumiur Mauli Carolin Simorangkir; Djamarel Hermanto
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 4 (2026): JIMKES Edisi Juli 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i4.4734

Abstract

Accelerating digital transformation among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) is crucial for enhancing competitiveness and resilience in Indonesia’s rapidly growing digital economy. This study investigates how internet learning and digital capacity building influence MSMEs’ digital readiness, with internet motivation positioned as the key mediating variable. Using a quantitative approach and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), data were collected from MSMEs. The findings show that internet learning and digital capacity development significantly improve MSME digital readiness and internet motivation, with internet motivation emerging as the most dominant predictor. Internet motivation also plays an important mediating role in strengthening the relationship between internet learning, digital capacity development, and MSME digital readiness. These results underscore the importance of integrating structural capacity, behavioral engagement, and psychological readiness to foster meaningful digital adoption among MSMEs. This study advances the Technology Acceptance Model by combining antecedents related to motivation and capability, offering theoretical and practical insights for policymakers, digital literacy trainers, and community-based development programs.
Logistics Management in Indonesia’s Free Nutritious Meals Program: A Qualitative Case Study of Last-Mile Distribution Challenges Djamarel Hermanto; Lisnatiawati Saragih
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 4 (2026): JIMKES Edisi Juli 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i4.5322

Abstract

The Free Nutritious Meals (Makan Bergizi Gratis/MBG) program is one of Indonesia’s most ambitious social logistics undertakings, requiring government agencies to deliver perishable meals daily to millions of beneficiaries across a fragmented archipelago. While existing studies have examined the program’s budgetary design and nutritional outcomes, comparatively little research has explored how logistics unfolds from the perspective of the people who operate it. This study employed a descriptive qualitative case study design focused on a Regional Implementing Unit in West Java, drawing on in-depth interviews with program coordinators, kitchen managers, couriers, and school-level beneficiary representatives, complemented by field observation and document review. Data were analyzed thematically following an established qualitative coding approach. Four interrelated themes emerged: fragmentation of last-mile distribution, vulnerability of the micro-cold chain, inaccuracy in demand signals, and variability among local suppliers. These themes converge on a shared condition, namely the absence of coordination and monitoring mechanisms linking kitchens, couriers, and beneficiaries. The findings suggest that simple, locally grounded route-planning and cold chain monitoring practices offer a more sustainable path toward efficiency than cost-cutting measures alone. As a single-site qualitative study, the findings are context-bound and point to the need for comparative research across Indonesia’s diverse regional settings.