Moch. Isra Hajiri
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

BUSANA PERNIKAHAN ADAT BANJAR: WARISAN BUDAYA DALAM BINGKAI ISLAM Laily Rahmah; Nur Adhia Fithria, Salma Saidah, Shaufiyah, Moch. Isra Hajiri
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 2 No. 11 (2025): HUMANITIS : Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the traditional wedding attire of the Banjar ethnic group in South Kalimantan as a representation of local culture rich in aesthetic, philosophical, and Islamic values. There are three main types of Banjar traditional bridal wear: Bagajah Gamuling Baular Lulut, Ba’amar Galung Pancar Matahari, and Babajukun Galung, each of which carries historical significance, symbolic meaning, and has undergone stylistic developments over time. Using a qualitative descriptive approach, this research employs literature studies and documentation, grounded in cultural theory and Islamic principles. The findings reveal that while early forms of these attires were influenced by Hindu-Buddhist elements, the process of Islamization has led to modifications that align with Islamic teachings, particularly in terms of modesty and covering the body (aurat). In addition to preserving traditional elements, contemporary Banjar society has adapted these outfits to accommodate hijab- wearing brides. This study highlights the importance of preserving traditional bridal attire as a cultural heritage that harmonizes with both religious values and modern sensibilities
Pola Pembentukan Akhlak pada Pesantren Di Kalimantan Selatan Muhammad Tambrin; Moch. Isra Hajiri; Fiska Ilyasir
Literasi: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 13 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/literasi.2022.13(2).133-140

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya berupaya untuk mentransmisikan ilmu dan pengetahuan, akan tetapi juga mendidik dan membentuk akhlak santrinya. Penelitian ini mengambil lokasi pada pesantren yang berada di dua kota pusat pendidikan Islam Kalimantan Selatan: Pesantren Darussalam di Martapura dan Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah di Amuntai. Pendekatan yang digunakan adalah fenomenologi dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumen. Kedua pesantren membentuk akhlak santrinya melalui pendidikan dan pengajaran (kurikulum), dan membuat lingkungan yang mendukung proses tersebut. Pesantren Darussalam merupakan pesantren salafiyah dengan corak tradisional tidak mengikat terlalu ketat santrinya dengan aturan-aturan. Tujuannya adalah akhlak itu terbentuk secara alami dan melekat pada diri santri. Adapun Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah yang bercorak modern menerapkan aturan-aturan  ketat yang dimaksudkan untuk membentuk kebiasaan baik bagi santrinya.