Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEKAL: Digital Creative Comics as an Innovative Media in Dance Learning to Enhance Students' Creativity in Elementary School Fathia Rosyida Wijaya; Deasylina da Ary
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i12025p12-23

Abstract

Abstract: The purpose of this development is to develop KEKAL media: Digital Creative Comic through the folklore “The Dragon Snake has many friends” to improve students' creativity by knowing its feasibility and effectiveness. This research uses a type of R&D (Research & Development) research with the ADDIE development model: Analysis, Design, Develop, Implement, & Evaluation. This study used a small scale with 6 students and a large scale with 20 students in class III SDN Sadeng 02. The data collected were observation, interview, questionnaire, posttest-pretest, and documentation. Based on the results of expert validation, this media is considered effective and feasible, with a score of 92 percent from material experts, 86 percent from media experts, 96 percent from teachers, and 94 percent from students. The results of this study indicate that KEKAL learning media Digital Creative Comic Media is proven to be effective and feasible to use in learning Dance Art in class III SDN Sadeng 02 Semarang City, with the results of Normality Test greater than 0.05, T-test smaller than 0.05 and N-Gain Test of 0.74 which shows high effectiveness in improving student creativity.Abstrak: Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media KEKAL: Komik Kreatif Digital melalui folklore "Naga Memiliki Banyak Teman" untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan mengetahui kelayakan dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian R&D (Research & Development) dengan model pengembangan ADDIE: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, & Evaluasi. Penelitian ini menggunakan skala kecil dengan 6 siswa dan skala besar dengan 20 siswa di kelas III SDN Sadeng 02. Data yang dikumpulkan adalah observasi, wawancara, kuesioner, posttest-pretest, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil validasi ahli, media ini dianggap efektif dan layak, dengan skor 92 persen dari ahli materi, 86 persen dari ahli media, 96 persen dari guru, dan 94 persen dari siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran KEKAL: Komik Kreatif Digital terbukti efektif dan layak digunakan dalam pembelajaran Seni Tari di kelas III SDN Sadeng 02 Kota Semarang, dengan hasil Uji Normalitas lebih besar dari 0,05, Uji T lebih kecil dari 0,05 dan Uji N-Gain sebesar 0,74 yang menunjukkan efektivitas tinggi dalam meningkatkan kreativitas siswa.
Analysis of Students’ Creativity Level through Upcycling Crafts from Used Plastic in Class IV Elementary School Ari Nurendah Lasma Wati; Deasylina da Ary
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i12025p113-128

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the level of creativity of fourth-grade students of SDN Tidar 4 Magelang City through upcycling crafts from used plastic in fine arts learning. The research method used in this research activity is descriptive qualitative, focusing on three problem formulations: 1) the environment of SD Negeri Tidar 4, 2) the process of learning fine arts crafts from used plastic, and 3) the level of student creativity in producing upcycle crafts. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data validity was tested using triangulation of sources and techniques. The subjects in this study were all students and teachers of grade IV SDN Tidar 4, totaling 24 students. The results of this study revealed that the majority of students at SDN Tidar 4 showed sufficient creativity in learning fine arts through making upcycled crafts from used plastic. However, there is still a small number of students who need more motivation in order to express their creativity in creating works from used plastic cups. This is due to their fear of trying something new and lack of experience in interacting with art. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kreativitas siswa kelas IV SDN Tidar 4 Kota Magelang melalui kerajinan daur ulang dari plastik bekas dalam pembelajaran seni rupa. Metode penelitian yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus pada tiga rumusan masalah: 1) lingkungan SD Negeri Tidar 4, 2) proses pembelajaran kerajinan seni rupa dari plastik bekas, dan 3) tingkat kreativitas siswa dalam menghasilkan kerajinan daur ulang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan guru kelas IV SDN Tidar 4 yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa di SDN Tidar 4 menunjukkan kreativitas yang cukup dalam pembelajaran seni rupa melalui pembuatan kerajinan daur ulang dari plastik bekas. Namun, masih ada sebagian kecil siswa yang memerlukan lebih banyak motivasi untuk dapat mengekspresikan kreativitasnya dalam menciptakan karya dari gelas plastik bekas. Hal ini disebabkan oleh rasa takut mencoba hal baru dan kurangnya pengalaman dalam berinteraksi dengan seni.
Analysis of Factors Causing the Non-Implementation of Dance Education in Elementary Schools and Its Impact on Students' Multiple Intelligences Fatma Nur Rahayu; Deasylina Da Ary
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p250-260

Abstract

Abstract: Dance learning in elementary schools has many obstacles in the application of learning in the classroom. In reality, there are elementary schools that have not implemented dance learning as a subject that is taught, so students do not get the opportunity to develop their knowledge in the field of dance. This study aims to analyze the factors that cause the non-implementation of dance learning in elementary schools and its impact on students' multiple intelligences. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The research instruments used include observation guidelines, interview guidelines, documentation sheets, and field notes. Data validity uses triangulation of sources and techniques, then proceeds with data analysis using the Miles and Huberman model. Data analysis used includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that the factors that cause the non-implementation of dance learning consist of various aspects, including, among others, teachers, school policies, tight lesson time, and facilities and infrastructure. The impact of this condition is the inhibition of the development of students' multiple intelligences, especially kinesthetic, interpersonal, and intrapersonal intelligence, which should be honed through dance. Abstrak: Pembelajaran tari di sekolah dasar menghadapi banyak hambatan dalam penerapan pembelajaran di kelas. Faktanya, ada sekolah dasar yang belum menerapkan pembelajaran tari sebagai mata pelajaran yang diajarkan, sehingga siswa tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan mereka di bidang tari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan tidak diterapkannya pembelajaran tari di sekolah dasar dan dampaknya terhadap kecerdasan majemuk siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, lembar dokumentasi, dan catatan lapangan. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik, kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan tidak dilaksanakannya pembelajaran tari terdiri dari berbagai aspek, antara lain guru, kebijakan sekolah, waktu pelajaran yang ketat, serta fasilitas dan infrastruktur. Dampak dari kondisi ini adalah penghambatan perkembangan kecerdasan majemuk siswa, terutama kecerdasan kinestetik, interpersonal, dan intrapersonal, yang seharusnya dikembangkan melalui tari.