Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Manajemen Sarana dan Prasarana Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Negeri 1 Lebak Torismayanti Torismayanti; Anis Zohriah; Abdul Muin
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.3962

Abstract

This study aims to: Describe, constraints, and solutions from the Implementation of Facilities and Infrastructure Management in Improving the Quality of Education at MTs Negeri 1 Lebak. This research was conducted using a qualitative approach. Data collection techniques in this study used observation, interviews and documentation. The data obtained was then analyzed using qualitative data analysis consisting of: (a) data reduction, (b) data presentation, and (c) drawing conclusions. The research results show that: 1) Planning for facilities and infrastructure at MTs Negeri 1 Lebak, namely coordination meetings, determining the madrasah program, and determining needs. 2) Procurement of facilities and infrastructure at MTs Negeri 1 Lebak, namely carried out by the facilities and infrastructure, then proceed to the Head of TU and known by the Head of Madrasah to submit a proposal to the government 3) Arrangement of facilities and infrastructure at MTs Negeri 1 Lebak, namely proper maintenance by all residents of the madrasa accompanied by a list of persons in charge. 4) The use of facilities and infrastructure at MTs Negeri 1 Lebak, namely scheduling, but the obstacle faced is that the madrasa has 2 separate buildings, making it difficult for the learning process 5) Removal of facilities and infrastructure at MTs Negeri 1 Lebak, which is carried out by means of auctions and grants
Pengaruh Strategi Pemasaran Pendidikan Terhadap Citra Lembaga Pendidikan Islam di MTs Sepatan Diniyati Hasanah; Anis Zohriah; Machdum Bahtiar; Anis Fauzi
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The positive image of educational institutions requires marketing. If an educational institution has a positive image in the eyes of the public, it will be more competent than other schools. Management with a good strategy is the main emphasis for the implementation of the entire existing education system, especially in the education sector. The purpose of this study is to determine the effect of marketing strategy. the influence of educational marketing strategies on the image of Islamic education institutions at MTs Sepatan. The method used is descriptive with quantitative analysis using data analysis techniques in the form of simple linear regression. Based on the results of the study, it shows that the marketing strategy is explained by 97% by the image of the institution, while 3% is explained by other factors not examined in this study. The marketing strategy partially has a significant effect on the image of the MTs Sepatan institution. The direction of influence of the marketing strategy on the image of the institution is positive, which means that the higher the marketing strategy, the higher the image of the institution, and vice versa. If the marketing strategy is lower then the image of the institution will decrease.
MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM MEMPROMISIKAN DAN MENINGKATKAN DAYA SAING LEMBAGA(STUDI DI SMK BISMILLAH PADARINCANG DAN SMK DARUNNAJAH PABUARAN) Erah Juraerah; Anis Zohriah; Machdum Bachtiar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20066

Abstract

Dalam era globalisasi pendidikan yang kompetitif, persaingan antara lembaga pendidikan menjadi semakin ketat. Berbagai fenomena menarik terjadi dalam dunia pendidikan, terutama dalam hal penerimaan peserta didik baru di sekolah-sekolah negeri dan swasta. Dengan munculnya sekolah unggulan yang menerapkan kurikulum merdeka belajar dan berdirinya sekolah baru dengan berbagai keunggulan fasilitas, serta beberapa yang menggratiskan pendidikan, persaingan pendidikan semakin berkembang. Penelitian ini dilakukan di SMK Bismillah dan SMK Darunnajah, dua sekolah yang telah sukses dalam mencapai prestasi pendidikan tinggi dan menerapkan strategi manajemen pemasaran yang positif. Metode penelitian menggunakan pengumpulan data kualitatif, dan analisis data dilakukan dengan pendekatan induktif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua sekolah ini memiliki langkah-langkah perencanaan manajemen pemasaran yang berbeda. SMK Bismillah menekankan pada visi, misi, analisis ancaman dan peluang, serta beragam media promosi. Sementara SMK Darunnajah fokus pada analisis pasar pendidikan, identifikasi target pasar, dan rapat-rapat internal dan eksternal untuk meningkatkan visibilitas sekolah. Selain itu, keduanya menghadapi tantangan unik dalam mempromosikan dan meningkatkan daya saing lembaga. Berdasarkan hasil penelitian, strategi pemasaran jasa pendidikan yang efektif dapat memberikan dampak positif pada kualitas promosi dan daya saing lembaga. Rekomendasi termasuk peningkatan profesionalisme, penyesuaian strategi pemasaran dengan perubahan masyarakat, dan optimalisasi manajemen pemasaran jasa pendidikan. Penelitian lebih lanjut dengan pendekatan berbeda dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang topik ini.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN Rezka Suci Ramadhanti; Encep Syarifudin; Anis Zohriah; Agus Gunawan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/scp.v1i1.308

Abstract

Pengembangan Sumber Dayaa Manusiaa dilakukann melaluii pendidikann dann pelatihan,, baik secaraa formal maupun informall yangg dilaksanakann secara berkelanjutan. Terdapatt limaa hal SDMMdianggap penting dalam pengembanganSsSDM dalam bidang pendidikan. Kelima hal tersebut yaitu: profesionalitas,dddayakkkompetitif, kompetensiiiffffungsional, keunggulna partisipatiff dann kerjaa samaa namunn demikiann perngemabangan terhadap_lima hal tersebut Sumber daya manusia diperlukann total quality qontrol (TQC) dann programm diklatt terpadu agarr tercapaii efektivitasnya.a Pengmbangann SDMm pendidikan adalahh prosess penggunaann sumberr dayaa manusiaa yang kompetenn muali darii rekrutmenn seleksi,, pengangkatan,, pengembangan,, sampaii dengan penghargaann sertaa kegiatan-kegiatana terkaitt lainnyaa untukk mencapaii tujuann llembaga pendidikan. Tujuan dari sumberr dayaa tersebutt adalahh untuk meningkatkan ppengetahuan, keterampilan,, dan komitmenn tenagaa kerjaa (pendidikk dann tenagaa kependidikan), sehingga visii dann misii lembagaa pendidikan dapatt tercapai dengan efektif dan efisien.n
MUTU PERAN PENGAJAR DALAM INOVASI PENDIDIKAN DI ERA 5.0 Ishlah Farah Diba; Anis Zohriah; Rijal Firdaos
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 8, No 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13995

Abstract

Perkembangan teknologi dan masyarakat yang semakin kompleks telah mengubah tuntutan pendidikan secara signifikan. Dalam era pendidikan yang berkembang ini, inovasi dalam peran pengajar menjadi krusial dalam memastikan keefektifan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini, 1. Untuk mengetahui bagaimana peran pengajar yang bermutu. 2. Untuk mengetahui apa saja inovasi pendidikan di era 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur untuk menggali pemahaman tentang bagaimana peran guru yang bermutu yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengajaran melalui inovasi-inovasi dalam mempersiapkan pendidikan di era 5.0. Melalui analisis literatur yang mendalam, artikel ini mengungkapkan hasil penelitian 1. Peran guru sebagai pengajar telah berkembang dari posisi yang hanya menyampaikan pengetahuan menjadi seorang fasilitator pembelajaran. Guru kini berfokus pada pembangunan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah siswa melalui pendekatan pembelajaran aktif. 2. Inovasi peran guru di era 5.0 ialah mampu mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif ke dalam kurikulum, serta memfasilitasi kerja kelompok dan keterlibatan siswa dalam proyek-proyek pembelajaran. Kemudian pentingnya kolaborasi antara guru dan industri dalam mempersiapkan siswa untuk dunia kerja yang berubah. Guru dapat membawa pengalaman dunia nyata ke dalam kelas dan memperkaya pembelajaran siswa melalui kolaborasi dengan industri. Dengan menggabungkan inovasi-inovasi ini dalam peran pengajar, diharapkan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan. Keywords : Mutu, Peran Pengajar, Inovasi, Pendidikan, Era 5.0
Peranan Manajemen Pedidikan Pondok Pesantren Dalam Menumbuhkan Budaya Disiplin Santri (Studi di pondok Pesantren Al-Wasilah Sigenjah Waringinkurung) Hikmah faujiah; Anis Zohriah; Anis Fauzi
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7239

Abstract

This study explores the role of education management in Al-Wasilah Sigenjah Waringinkurung Islamic Boarding School in fostering student discipline. The management of Islamic boarding school education plays an important role in shaping the attitude and behavior of student discipline by implementing policies, learning programs, and structured daily activities. This study uses a qualitative approach with a case study method, which involves direct observation, in-depth interviews with Islamic boarding school caregivers, teaching staff, and students, as well as analysis of related documents. The study results show that student discipline can be formed through effective management, where factors such as pesantren leaders, continuous supervision, and the provision of appropriate sanctions and rewards contribute significantly to the successful implementation of discipline. This study provides important insights for the development of a more optimal education management system in Islamic boarding schools to support the formation of disciplined and responsible student character.
Relational Marketing Model of Education Services Service Marketing Triangle (SMT) in Improving Education Services Euis Asyiah; Anis Zohriah; Anis Fauzi
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 (2024): DIDAKTIKA Agustus 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.835

Abstract

Education as an increasingly competitive sector encourages educational institutions to build positive relationships with students, parents, education staff, and donors. This article aims to describe the Relational Marketing Model of the Service Marketing Triangle (SMT) at SMPIT Madinah Al-Hijrah and analyze its contribution to improving educational services. Within the framework of SMT, this article explores how interactions between schools, frontline employees, and education service customers can impact the educational experience and customer satisfaction. Through qualitative research with interviews and surveys with various stakeholders at SMPIT Madinah Al-Hijrah, this article highlights whether the Relational Marketing Model of SMT Education Services at SMPIT Madinah Al-Hijrah can improve education services. The results showed that this model effectively strengthens communication, service quality, and interpersonal interaction in building strong relationships between educational institutions and educational service customers The application of the concept of friend-raising beyond fundraising has also proven successful in attracting new donors through the support of existing donors. In conclusion, this model not only increases the satisfaction of students, parents, and donors but also strengthens loyalty to educational institutions.