Dyan Kunthi Nugrahaeni
Universitas Jenderal Achmad Yani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Buku Saku dan Video Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan Tentang Cara Pengukuran Antropometri pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Melong Tengah Kota Cimahi Tahun 2025 Nur Khothijah; Novie E. Maulliku; Dyan Kunthi Nugrahaeni; Budiman Budiman; Agus Riyanto
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v11i2.667

Abstract

Pengukuran antropometri yang akurat merupakan komponen penting dalam pemantauan status gizi balita. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pengukuran antropometri di tingkat masyarakat, namun masih ditemukan keterbatasan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian media video dan buku saku terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader tentang cara pengukuran antropometri di wilayah kerja Puskesmas Melong Tengah Kota Cimahi tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan pendekatan pretest posttest dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel sebanyak 54 kader, yang terbagi menjadi kelompok intervensi (27 orang) dan kelompok kontrol (27 orang). Intervensi diberikan berupa edukasi menggunakan media video dan buku saku. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired t-test, Wilcoxon Signed Rank Test, Independent t-test, dan Mann–Whitney dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 November sampai 1 Desember 2025. Penelitian ini juga telah memperoleh surat keterangan layak etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi (Unjani) dengan Nomor: 07/KEPK/FITKes-Unjani/X/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader pada kelompok intervensi dari 54,33 menjadi 79,89 dengan nilai (p = 0,0001), peningkatan sikap dari 61,93 menjadi 72,67 dengan nilai (p = 0,000), serta peningkatan keterampilan dari 8,30 menjadi 17,48 dengan nilai (p = 0,000). Setelah intervensi, pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Media ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai bagian dari program pembinaan kader di Puskesmas guna mendukung pemantauan status gizi balita secara optimal.  
Analisis Faktor Risiko Kejadian Dengue Shock Syndrome pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Bandung Kiwari Tahun 2020–2024 Rizka Panji Hidayaty; Novie E. Mauliku; Dyan Kunthi Nugrahaeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.750

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes Aegypty dan Aedes Albopictus yang terinfeksi virus dengue. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DSS di RSUD Bandung Kiwari tahun 2020-2024. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol dengan perbandingan sampel 1:1 jumlah sampel kasus sebanyak 189 dan sampel kontrol sebanyak 189 pasien. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia, jenis kelamin, status gizi, proses rujukan, lama sakit sebelum dirawat di RS tidak memiliki hubungan dengan kejadian DSS. Berdasarkan hasi pemodelan multivariat ditemukan variable yang berhubungan dengan kejadian DSS adalah lama dirawat di RS (p < 0,001; OR = 2,155; 95% CI: 1,046 – 4,440), penurunan trombosit (p < 0,001; OR = 22,877; 95% CI: 5,012–104,419), penurunan leukosit (p < 0,05; OR = 0,35; 95% CI: 0.177–0.692). Kesimpulan pada penelitian ini adalah faktor utama yang berhubungan terhadap kejadian DSS adalah lama dirawat, penurunan trombosit, dan penurunan leukosit. Upaya peningkatan tatalaksana pada pasien dengue perlu memperhatikan pemeriksaan trombosit dan leukosit secara berulang agar DSS dapat diketahui secara dini dan tertangani dengan baik.