Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Kejadian Dengue Shock Syndrome pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSUD Bandung Kiwari Tahun 2020–2024 Rizka Panji Hidayaty; Novie E. Mauliku; Dyan Kunthi Nugrahaeni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.750

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit tular vektor yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes Aegypty dan Aedes Albopictus yang terinfeksi virus dengue. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian DSS di RSUD Bandung Kiwari tahun 2020-2024. Desain penelitian menggunakan kasus kontrol dengan perbandingan sampel 1:1 jumlah sampel kasus sebanyak 189 dan sampel kontrol sebanyak 189 pasien. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa usia, jenis kelamin, status gizi, proses rujukan, lama sakit sebelum dirawat di RS tidak memiliki hubungan dengan kejadian DSS. Berdasarkan hasi pemodelan multivariat ditemukan variable yang berhubungan dengan kejadian DSS adalah lama dirawat di RS (p < 0,001; OR = 2,155; 95% CI: 1,046 – 4,440), penurunan trombosit (p < 0,001; OR = 22,877; 95% CI: 5,012–104,419), penurunan leukosit (p < 0,05; OR = 0,35; 95% CI: 0.177–0.692). Kesimpulan pada penelitian ini adalah faktor utama yang berhubungan terhadap kejadian DSS adalah lama dirawat, penurunan trombosit, dan penurunan leukosit. Upaya peningkatan tatalaksana pada pasien dengue perlu memperhatikan pemeriksaan trombosit dan leukosit secara berulang agar DSS dapat diketahui secara dini dan tertangani dengan baik.
Efektivitas Edukasi Kspr Dengan Permainan Tradisional Ular Tangga Untuk Meningkatkan Pengetahuan, Sikap Dan Minat Kader Tentang Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi Di Desa Cipancar Kabupaten Subang Silvia Hardiyanti; Budiman; Agus Riyanto; Dyan Kunthi N; Novie E. Mauliku
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.803

Abstract

Kehamilan risiko tinggi masih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya angka kesakitan dan kematianibu. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi dimasyarakat, namun keterbatasan pengetahuan, sikap, dan minat kader dapat menghambat pelaksanaannya. Salahsatu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peran kader adalah melalui pemanfaatan Kartu SkorPoedji Rochjati (KSPR) sebagai alat bantu skrining kehamilan risiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas pemberian KSPR terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan minat kader dalamdeteksi dini kehamilan risiko tinggi di wilayah Desa Cipancar. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimendengan pendekatan pretest posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 56 kader kesehatan yangdibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 28 responden dengan tekniktotal sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dan minat. Analisis data dilakukansecara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sebelum intervensi seluruh kader pada kedua kelompok memiliki pengetahuan kurang dan minat negatif.Setelah pemberian KSPR, kelompok intervensi mengalami peningkatan yang signifikan pada pengetahuan,sikap, dan minat dengan nilai p = 0,0001. Hasil uji perbandingan antar kelompok menunjukkan bahwapeningkatan pada kelompok intervensi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p =0,0001). Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian KSPR efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, danminat kader dalam melakukan deteksi dini kehamilan risiko tinggi, sehingga direkomendasikan sebagai mediapendukung pemberdayaan kader kesehatan di masyarakat.
Psychological and Sensory Determinants of Fall Risk among Older Adults: A Cross-Sectional Analysis in Indonesian Long-Term Care Facilities Lina Safarina; Dafariza Arkhabi; Novie E. Mauliku; Tria Firza Kumala
Journal of Public Health Sciences Vol. 5 No. 02 (2026): In Press - Journal of Public Health Sciences
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jphs.001078

Abstract

Falls represent a significant health issue among the elderly worldwide, particularly those residing in long-term care institutions. Although physical and environmental causes have been widely examined, there is limited research within Indonesian settings that investigates how psychological and sensory factors contribute to fall risk in institutionalized older adults. This study explores the association between psychological and sensory factors with the risk of falls among elderly individuals living in Indonesian care facilities. A cross-sectional analytical study was carried out involving 100 individuals aged 60 years and older in various long-term care homes across Indonesia. Data were obtained through structured interviews using standardized tools. Bivariate analyses were then analyzed using multivariable logistic regression to determine independent predictors. Out of all participants, 46% were found to have a heightened risk of falling. Multivariate analysis showed that higher levels of fear of falling (OR = 1.15; 95% CI: 1.04–1.28; p = 0.006), anxiety (OR = 2.97; p = 0.005), depression (OR = 2.85; p = 0.008), poor sleep quality (OR = 3.81; p = 0.001), visual problems (OR = 2.14; p = 0.038), hearing challenges (OR = 2.50; p = 0.022), and advancing age (OR = 1.04; p = 0.049) were all significantly linked to fall risk. This study highlights that psychological and sensory health significantly impact fall vulnerability among elderly residents in care institutions. Incorporating these often-overlooked dimensions into routine fall risk assessments may enhance preventative care approaches.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja Melda Ria Tarihoran; Dyan Kunthi Nugrahaeni; Suhat Suhat; Novie E. Mauliku; Siti Nur Endah Hendayani
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5135

Abstract

Risky sexual behavior among adolescents is a public health issue influenced by various factors. This study was motivated by the serious consequences of such behavior on adolescents' physical, mental, and social health, including unintended pregnancies and sexually transmitted infections. The aim of this study was to analyze the relationship between knowledge, attitudes, exposure to reproductive health information, social life, and parenting style with risky sexual behavior among adolescents. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample was selected using proportional random sampling from junior and senior high school students in Sukanagara Subdistrict, Cianjur Regency, totaling 334 respondents based on the Slovin formula. Data were collected using a questionnaire and analyzed through univariate analysis, bivariate analysis using the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. Multivariate analysis revealed significant relationships between knowledge (p=0.019), attitudes (p=0.031), and gender (p=0.021) and risky sexual behavior. However, no significant associations were found with exposure to reproductive health information, parenting style, or social life. Knowledge was identified as the most dominant factor influencing risky sexual behavior among adolescents. It is recommended that reproductive health education for adolescents be enhanced through approaches that involve schools, families, and communities in order to reduce risky sexual behavior.
Analisis Perilaku Asuh Makan Usia 24-59 Bulan terhadap Kejadian Stunting di Puskesmas Tanjungrejo Kabupaten Kudus Naila Ainun Nisa; Novie E. Mauliku; Budiman Budiman; Ayu Laili Rahmiati; Suhat Suhat
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i4.5802

Abstract

Stunted toddlers at Tanjungrejo Health Center increased 2024 to 259 toddlers, 79 stunted 24-59 months. Study aims analyze relationship parenting patterns and stunting 24-59 months at Tanjungrejo Health Center. Study design used case-control. Sample 50 mothers stunted as cases and 100 mothers healthy children as controls. Ratio 1:2 using simple random sampling. Data collection used questionnaire with univariate, bivariate, and multivariate analysis. Results is significant relationship maternal BMI (p=0.009), maternal anemia history (p=0.018), exclusive breastfeeding (p=0.001), meal frequency (p=0.000), meal duration (p=0.000), personal hygiene (p=0.000), maternal parenting (p=0.030) and toddler eating behavior (p=0.000) with incidence stunting. There no significant relationship maternal nutritional status (p=0.839), birth weight (p=0.756), history infection (p=0.839), and type food (p=0.089) with incidence stunting. Largest proportion stunted male aged 24-41 months and respondents aged <27 years with elementary/junior high school and unemployed compared proportion healthy toddlers. The most dominant factor was meal frequency, while food type and personal hygiene were confounding variables. It is recommended to hold healthy cooking demonstrations to implement meal schedules and develop further research on healthy eating behaviors.