Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Keterlibatan Ayah dalam Membentuk Kemandirian Belajar: Perspektif Siswa Sekolah Menengah Ai Siti Nurmiati; Eneng Tia Yulyarianti Jamil
Jurnal Perspektif Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Perspektif: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v6i2.178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana keterlibatan ayah dalam membentuk kemandirian belajar dalam perspektif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah penelitian survey yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam dalam penelitian ini adalah angket. Keterlibatan ayah dilakukan dengan pendekatan pedagogi yang inklusif melalui komunikasi yang ramah, responsif dan eksplisit. Indikator yang menjadi ukuran kerterlibatan ayah ditunjukan dengan komunikasi interpersonal ayah dengan anak; perhatian dan kepedulian ayah terhadap proses belajar anak di sekolah maupun di rumah; bantuan ayah jika anak mengalami kesulitan belajar; memotivasi anak untuk suskses di masa depan. Kemandirian belajar ditunjukan dengan empat indikator, yaitu:  tanggung jawab belajar; cinta ilmu; percaya diri; dan sikap kerja keras. Membangun sistem berfikir; dan membangun profesionalitas serta kemandirian dalam kehidupan anak cenderung ditanamkan oleh peran dan keterlibatan seorang ayah. Keterlibatan ayah dalam membentuk kemandiarian belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti struktur keluarga, tingkat pendidikan, ketersediaan waktu, etnis, jenis kelamin anak, atau status sosial ekonomi dan faktor lainnya.
Fenomena Penggunaan Cadar di Kalangan Mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta di Sukabumi (Studi Living Hadis) Ai Siti Nurmiati; Nandi Rustandi; Wawan Ridwan
Rayah Al-Islam Vol 4 No 02 (2020): Rayah Al-Islam Oktober 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v4i02.713

Abstract

Fenomena mahasiswi bercadar di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta di Sukabumi, terdapat peningkatan jumlah mahasiswi yang memakai cadar. Beberapa di antaranya adalah mahasiswi yang sebelumnya tidak memakai cadar. Fenomena ini dapat dipahami bahwa kecenderungan menutup aurat pada bagian kepala lebih dari sekedar jilbab semakin meningkat. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode living hadis dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini yaitu 26 orang mahasiswi bercadar yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi mahasiswi dalam memakai cadar di STAI di Sukabumi menghasilkan tujuh motivasi yaitu: 1) perlindungan diri dalam menjaga pandangan dan membatasi diri dari non mahram; 2) mendekatkan diri kepada Allah; 3) menutup aurat; 4) tiba-tiba ingin memakai cadar; 5) bergaul dengan yang memakai cadar; 6) menutupi kekurangan; dan 7) ingin menjadi anak yang shalihah yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Dari ketujuh motivasi tersebut, yang lebih dominan adalah sebagai perlindungan diri sebanyak 42%. Adapun tantangan yang dihadapi mereka bersifat internal (diri sendiri) dan eksternal (keluarga dan lingkungan). Sedangkan dalil yang menguatkan mereka untuk memakai cadar adalah pendapat madzhab Syafi’i tentang aurat wanita di depan lelaki ajnabi (bukan mahram) adalah seluruh tubuh, sehingga mereka mewajibkan wanita memakai cadar di hadapan lelaki ajnabi. Inilah pendapat mu’tamad madzhab Syafi’i. The phenomenon of veiled female students in the Private Islamic High School in Sukabumi, there is an increase in the number of female students who wear the veil. Some of them are female students who previously did not wear a veil. This phenomenon can be understood that the tendency to cover the genitals on the head more than just a headscarf is increasing. The research used in this study is a qualitative research using the living hadith method and using a phenomenological approach. The respondents in this study were 26 veiled female students who were selected using the purposive sampling method. The method of data collection was done by interview technique. The results showed that the motivation of female students in wearing the veil at STAI in Sukabumi resulted in seven motivations, namely: 1) self-protection in maintaining views and limiting themselves from non-mahrams; 2) draw closer to Allah; 3) cover the genitals; 4) suddenly want to wear a veil; 5) associate with those who wear the veil; 6) cover deficiencies; and 7) want to be a pious child who can make his parents happy. Of the seven motivations, the more dominant is as self-protection as much as 42%. The challenges they face are internal (self) and external (family and environment). Meanwhile, the argument that strengthens them to wear the veil is the opinion of the Shafi'i school of thought about a woman's genitalia in front of an ajnabi man (not a mahram) is the whole body, so they oblige women to wear a veil in front of an ajnabi man. This is the opinion of the mu'tamad of the Shafi'i madhhab.
Hubungan Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Sebagai Evaluator Dengan Motivasi Belajar Mereka Dalam Mengikuti Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Penelitian di SMP PGRI 2 Cikidang Sukabumi) Ridwan Fauzi; Ai Siti Nurmiati; Nandi Rustandi
Rayah Al-Islam Vol 4 No 01 (2020): Rayah Al-Islam April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v4i01.715

Abstract

Membatasi kajian pada fenomena yang terjadi yang melibatkan siswa kelas VIII SMP PGRI 2 Cikidang, fokus permasalahan yang diteliti adalah terletak bagaimana persepsi siswa tentang kompetensi guru sebagai evaluator, di lain pihak bagaimana motivasi belajar mereka dalam bidang studi PAI, serta bagaimana hubungan antara keduanya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui realitas persepsi siswa tentang kornpetensi guru agama sebagai evaluator dan motivasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran PAI, serta hubungan antara keduanya.Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa motivasi belajar siswa dalam bidang studi PAI sebagian dipengaruhi oleh baik tidaknya persepsi mereka terhadap kompetensi guru sebagai evaluator. Karena tinggi rendahnya keberhasilan belajar siswa ditentukan oleh tinggi rendahnya persepsi siswa terhadap guru, positif/negatif. Dari asumsi tersebut dapat ditarik hipotesis, yaitu semakin tinggi tingkat kompetensi guru agama sebagai evaluator, maka akan semakin tinggi motivasi belajar mereka pada mata pelajaran PAI dan sebaliknya semakin rendah tingkat persepsi siswa tentang kompetensi guru agama sebagai evaluator, maka akan semakin rendah pula motivasi belajar mereka dalam Bidang Studi PAI.Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap 50 siswa SMP PGRI 2 Cikidang Sukabumi, serta dianalisis dengan pendekatan statistik korelasioner.Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa realitas persepsi siswa tentang kompetensi guru sebagai evaluator berkualifikasi sedang dengan rata-rata 3,18. Angka tersebut berada pada interval 2,5-3,5. Motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran PAI berkualifikasi sedang dengan nilai rata-rata 3,27. Angka tersebut berada pada interval 7,5-3,5. Hubungan diantara keduanya diperoleh angka koefisien korelasi sebesar 0,48 dengan kategori sedang. Begitu pula hasil analisis signifikansi korelasi menunjukkan t hitung lebih besar dari t iabel (T,67 > 3,83). Adapun derajat pengaruh yang ada sebesar i3% hal ini berarti masih terdapat faktor lain yang dapat mempengaruiri motivasi belajar siswa dalam pelajaran PAI, baik yang berasal dari dalam diri siswa maupun dari luar dirinya, yaitu sekitar 87%. Limiting the study to phenomena that occur involving class VIII students of SMP PGRI 2 Cikidang, the focus of the problem under study lies in how students perceive teacher competence as evaluators, on the other hand how their learning motivation is in the field of PAI studies, and what is the relationship between the two. This research is to find out the reality of students' perceptions about the competence of religious teachers as evaluators and students' learning motivation in attending Islamic education lessons, as well as the relationship between the two. teacher as evaluator. Because the high and low success of student learning is determined by the high and low perceptions of students towards teachers, positive/negative. From these assumptions a hypothesis can be drawn, namely the higher the level of competence of religious teachers as evaluators, the higher their learning motivation in PAI subjects and conversely the lower the level of students' perceptions of the competence of religious teachers as evaluators, the lower their learning motivation will be. in the PAI Study Field. The method used is descriptive method. While the data collection technique was through observation, interviews and distributing questionnaires to 50 students of SMP PGRI 2 Cikidang Sukabumi, and analyzed using a correlational statistical approach. Based on the results of the analysis, it showed that the reality of students' perceptions of teacher competency as evaluators with moderate qualifications was 3.18. The figure is in the interval 2.5-3.5. Students' motivation in taking PAI lessons is moderately qualified with an average value of 3.27. The figure is in the interval 7.5-3.5. The relationship between the two obtained a correlation coefficient of 0.48 in the moderate category. Likewise, the results of the correlation significance analysis showed that the t count was greater than the t table (T.67 > 3.83). The degree of influence that exists is i3%, this means that there are still other factors that can influence student learning motivation in PAI lessons, both from within the student and from outside himself, which is around 87%.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI KONFERENSI VIRTUAL UNTUK MEMBUAT KOLABORASI ANTARPROVINSI DALAM PENYUSUNAN MATERI AJAR Ali Ramatni; Irsan Rahman; Isfauzi Hadi Nugroho; Imam Prawiranegara Gani; Ai Siti Nurmiati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15993

Abstract

Kolaborasi antarprovinsi dalam penyusunan materi ajar merupakan suatu upaya yang penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan aksesibilitas bagi masyarakat. Dalam era digital saat ini, teknologi konferensi virtual menjadi alat yang kuat untuk menciptakan kolaborasi yang efisien di antara para mitra pendidikan dari berbagai provinsi. Artikel ini membahas tentang pemanfaatan teknologi konferensi virtual dalam konteks kolaborasi antarprovinsi dalam penyusunan materi ajar. Artikel ini juga menyarankan beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul, seperti peningkatan infrastruktur internet, pelatihan dan dukungan teknis, penjadwalan yang disesuaikan dengan zona waktu, meningkatkan keterlibatan peserta, dan komunikasi yang efektif. Selain itu, metode pelaksanaan juga disajikan, termasuk memilih platform konferensi virtual yang tepat, mengorganisir pertemuan rutin, menetapkan agenda pertemuan, memfasilitasi kolaborasi dan diskusi, mendokumentasikan hasil pertemuan, menyediakan dukungan teknis, dan melakukan evaluasi dan refleksi. Kesimpulannya, pemanfaatan teknologi konferensi virtual dalam kolaborasi antarprovinsi dalam penyusunan materi ajar memberikan peluang baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan aksesibilitas bagi masyarakat. Meskipun tantangan mungkin timbul, dengan menerapkan solusi yang tepat dan metode pelaksanaan yang efektif, kolaborasi antarprovinsi dapat terwujud secara efisien dan produktif. Teknologi konferensi virtual menjadi alat yang efektif dalam mewujudkan kolaborasi lintas provinsi yang bermanfaat dan relevan dalam penyusunan materi ajar.
Trends in Digitalization and Cultural Identity: A Bibliometric Study on Local Traditions in the Digital Era Loso Judijanto; Ni Putu Suda Nurjani; Ai Siti Nurmiati; Arief Fahmi Lubis
West Science Social and Humanities Studies Vol. 2 No. 12 (2024): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v2i12.1486

Abstract

This study explores the interplay between digitalization and cultural identity with a focus on local traditions in the digital era, using a bibliometric approach. By analyzing academic publications from key databases, the research identifies trends, thematic clusters, and emerging areas of interest in this interdisciplinary field. Results indicate that "digitalization" and "digital transformation" serve as central themes, connecting topics such as cultural heritage, social media, and industry 4.0. The study reveals an evolving research focus, transitioning from foundational efforts in cultural preservation to contemporary issues like digital leadership, innovation, and sustainability. Network analyses highlight significant global collaborations, with dominant contributions from countries like the United States, China, and the United Kingdom. However, disparities in representation suggest a need for more inclusive research that incorporates perspectives from underrepresented regions. Emerging technologies such as AI and VR offer promising directions for future exploration, while the tension between globalization and localization underscores the importance of balancing cultural authenticity with modern adaptations. This study provides a comprehensive overview of the research landscape and offers practical implications for policymakers, cultural practitioners, and technologists in fostering sustainable cultural preservation in the digital era.
DISKUSI DARING: PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK DI ERA DIGITAL Yanti Novita; Ai Siti Nurmiati; Rina Hartuti; Nur Annisyaa; Hendri Mulyadi; Nurfitri Nurfitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.48319

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak di era digital. Program ini dilaksanakan secara daring selama satu bulan (1–30 Juni 2025) melalui platform Zoom Cloud Meeting dan diikuti oleh 20 peserta dari masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas kampus yang melibatkan dosen dari UIN Imam Bonjol Padang, STAI Kharisma Sukabumi, IAIN Kerinci, Universitas Rokania Riau, dan STIA Nusantara Sakti. Metode yang digunakan adalah diskusi partisipatif dengan pendekatan reflektif. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai risiko dan peluang digital, keterampilan komunikasi dengan anak, dan kemampuan memfilter konten daring. Kegiatan ini terbukti efektif dalam memperkuat peran orang tua sebagai pendidik utama di rumah serta memperluas kesadaran literasi digital dalam keluarga.
Pelatihan Sitasi dan Daftar Pustaka Format Turabian Style dengan Mendeley Desktop untuk Mahasiswa Baru Zulvia Trinova; Sri Mulyono; Ai Siti Nurmiati; Jimmy Malintang; Yuanita Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1890

Abstract

This This training aimed to improve the understanding and skills of new students in writing citations and bibliographies using the Turabian style with Mendeley Desktop, using practical training methods and intensive mentoring. The training results demonstrated a significant improvement in participants' technical competency. Prior to the training, all new students reported difficulty distinguishing between Turabian footnote and bibliography formats and had never used a reference manager. After participating in an introductory session on Turabian style and a Mendeley installation practice, participants were able to input references manually and via PDF import. They also successfully used the Mendeley plugin in Microsoft Word to insert citations (footnotes) and automatically generate a bibliography. Evaluations showed that 95% of participants successfully compiled a bibliography correctly formatted according to Turabian guidelines, without errors in name order or punctuation. Participants reported increased confidence and efficiency in completing academic assignments that require rigorous source citations. This success confirms that the combination of technical training and practical mentoring is effective in equipping new students with essential information literacy and reference management skills throughout their studies.
Prophetic Leadership and Akhlak-Based School Culture Transformation in an Indonesian Islamic Senior High School Kun Nurachadijat; Muh. Hasan Marwiji; Ai Siti Nurmiati; Samsiah; Mamdukh Budiman
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This qualitative case study examines how prophetic leadership characterized by siddiq (honesty), amanah (trustworthiness), tabligh (transparency), and fathanah (wisdom) transforms school culture at an Islamic senior high school in Sukabumi, Indonesia. Data were collected through interviews with 15 participants, 12 days of observation, and document analysis over four months. The principal manifested prophetic characteristics through role modeling, participatory policy-making (shura), value-based assessment, and moral rewards. Findings reveal a four-stage transformation process: initiation, internalization, strengthening, and institutionalization. Measurable outcomes associated with the leadership approach include accreditation improvement from B to A (character component 78%→92%), teacher attendance rising from 89% to 95%, a 40% reduction in disciplinary cases, and a 20% enrollment increase. This study offers an empirically grounded model integrating Islamic values into sustainable quality management. As a single-case study, findings require cautious transferability. Future multi-case research across madrasah types and validated prophetic leadership assessment instruments are recommended.