Articles
Identifikasi Bakteri pada Citra Dahak Penderita Tubercolusis (TBC) Menggunakan Metode Watershed
Juliando, Dirvi Eko;
Setiarini, Asih
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 2, No 1 (2017): Journal of Electrical, Electronic, Control, and Automotive Engineering (JEECAE)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (863.789 KB)
Penyakit tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru, penyakit ini disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis. Miko bakteria adalah bakteri aerob, berbentuk batang, yang tidak membentuk spora. Pemeriksaan diagnosis pada penyakit TB-paru dapat dilakukan dengan melihat keluhan/gejala klinis, pemeriksaan biakan, pemeriksaan mikroskopis, radiologik dan tuberculin test. Pada pemeriksaan biakan hasilnya akan didapat lebih baik, namun waktu pemeriksaannya biasanya memakan waktu yang terlalu lama. Sehingga pada saat ini pemeriksaan dahak secara mikroskopis lebih banyak dilakukan karena sensitivitas dan spesivitasnya tinggi disamping biayanya rendah.Dalam makalah ini, diusulkan sebuah metode segmentasi bakteri TB dari pemeriksaan dahak menggunakan metode watershed untuk merepresentasikan citra dengan pendekatan bukit dan lembah. Dimana bakteri TBC yang merupakan objek diasumsikan sebagai bukit yang memiliki ketinggian yang sama, sedangkan jalur yang menghubungkan antar bukit diasumsikan lembah. Sehingga bila ada objek yang saling terhubung dengan alur lembah diasumsikan sebagai bakteri TBC.
Implementasi Kontroller Adaptive Fuzzy Pada Pengaturan Level Coupled Tank
Echsony, Mohammad Erik;
Sudirman, Dirvi Eko Juliando
JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering) Vol 2, No 1 (2017): Journal of Electrical, Electronic, Control, and Automotive Engineering (JEECAE)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.219 KB)
|
DOI: 10.32486/jeecae.v2i1.65
Permasalahan pada Coupled Tank adalah munculnya ganguan pada flow yang menyuplai tangki akan membuat respon tidak stabil, sehingga interaksi silang antar masing-masing input dan outputnya. Fuzzy Logic Control (FLC) memiliki keunggulan tersendiri yaitu efektif dalam menghadapi sistem non-linier yang kompleks. Kontrol Artificial Intelligence (AI) berbasis dirancang untuk kombinasi dari PI dan FL. Kontrol Fuzzy PI Auto tuning memiliki kemampuan untuk mempertahankan nilai respon steady state dari ganguan.Metodologi Fuzzy PI adalah pilihan yang menarik ketika formulasi dalam metode yang diusulkan untuk proses Coupled tank. kontrol Fuzzy PI memiliki kemampuan untuk mempertahankan nilai respon steady state dari ganguan. Pada penelitian ini menggunakan decoupling pada proses interaksi silang pada masing-masing tanki. Coupled Tank pada sistem TITO dapat mengubah fungsi transfer menjadi SISO, sehingga dapat meminimalkan pengaruh berinteraksi. Cara merancang pemodelan yang tepat ialah dengan memperhatikan state yang ada pada plant tersebut, sehingga model kontrol yang diingkinkan dapat mengatasi non linearity dari sistem TITO. Metode Fuzzy PI dengan Decoupling di harapkan memiliki nilai percent overshoot dan settling time lebih baik.
Implementation of Brushless DC Motor control system with Six Step Commutation Fuzzy Logic Controller
Dirvi Eko Juliando Sudirman;
Wahyu Pribadi
VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Teacher Training and Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30870/volt.v4i1.4056
Motor DC brushless (BLDCM) memiliki karakteristik kecepatan / torsi yang baik, efisiensi dan re-spon dinamis tinggi dan banyak diaplikasikan di industri dan propulsi kendaraan. BLDCM umumnya dikontrol menggunakan jembatan semikonduktor daya tiga fase. Pendeteksian posisi rotor menggunakan 3 sensor hall effect. Berdasarkan posisi rotor komponen switching secara berurutan aktif setiap 60 derajat yang disebut six step commutation. Untuk mencapai performa yang baik, BLDCM membutuhkan pengendali kecepatan yang sesuai. Dalam kasus motor magnet permanen, biasanya kontrol kecepatan menggunakan kontroler proporsional-integral (PI). Pen-gendali ini menimbulkan kesulitan di mana ada beberapa kompleksitas kontrol seperti non-linear dan gangguan beban dan variasi parametrik. Selain itu pengendali PI membutuhkan model ma-tematika linear yang tepat. Penelitian ini membahas Fuzzy Logic Controller (FLC) untuk kontrol kecepatan dari BLDCM. FLC didesain untuk memperbaiki respon dinamis dari sistem penggerak motor dan meminimlisir error steady state. Hasil pengujian menunjukkan fuzzy logic controller berhasil memperbaiki performa BLDC dengan error steady state=0,66 rpm, RMSE= 6,33 rpm dan riak arus 0,899A.
TRAFFIC MONITORING : SISTEM PENGHITUNG JUMLAH DAN PENGUKUR LAJU KECEPATAN KENDARAN BERMOTOR PADA JALAN TIGA LAJUR BERBASIS OPTICAL FLOW
Dirvi Eko Juliando
VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Teacher Training and Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1063.6 KB)
|
DOI: 10.30870/volt.v1i1.812
Pembangunan jalan sering kali tidak sejalan dengan jumlah kendaraan yang ada, jalan sudah tidak mampu untuk menampung laju kendaan. Selain itu perilaku dalam berkendara masyarakat mengambil andil yang besar dalam kemacetan. Pihak polisi jalan raya mengalamai kesulitan dalam menghitung kecepatan kendaraan dan pihak DLLAJ kesulitan dalam menghitung jumlah kendaraan yang melaju pada jalan tersebut. Dengan menggabungkan kamera pengawas jalan dan metode optical flow maka akan diperoleh suatu sistem yang dapat mengghitung jumlah dan kecepatan laju kendaraan. Pada kasus ini diujikan pada jalan raya dengan lajur jalan sebanyak 3
Desain dan Aplikasi Internet of Thing (IoT) untuk Smart Grid Power Sistem
Nur Asyik Hidayatullah;
Dirvi Eko Juliando
VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Teacher Training and Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1033.075 KB)
|
DOI: 10.30870/volt.v2i1.1347
Jaringan listrik cerdas atau yang lebih dikenal dengan istilah Smart Grid merupakan salah satu bentuk transformasi dan reformasi teknologi di industri ketenagalistrikan. Smart Grid adalah jaringan energi listrik modern yang secara cerdas dapat mengintegrasikan jaringan listrik dengan perangkat komunikasi yang mendukung pembangkit dan jaringan transmisi distribusi listrik menjadi lebih atraktif, komunikatif dan berkualitas. Smart Grid juga mampu untuk mencegah dan mengisolasi gangguan dengan cepat serta menyajikan informasi data kelistrikan secara real time. Sedangkan Internet of Thing (IoT) adalah sebuah metode yang bertujuan untuk memaksimalkan manfaat dari konektivitas internet untuk melakukan transfer dan pemrosesan data-data atau informasi melalui sebuah jaringan internet secara nirkabel, virtual dan otonom. IoT secara teknis dapat mendorong dalam mengembangkan jaringan smart grid dengan mengintegrasikan insfrastruktur utama power sistem mulai dari sisi pembangkit sampai dengan konsumen akhir melalui wireless sensor network secara otomatis. Dengan pemanfaatan IoT diharapkan dapat meningkatkan keandalan sistem informasi dari jaringan listrik serta meningkatkan efisiensi terhadap insfrastruktur listrik yang sudah tersedia. Artikel ini akan menyajikan konsep teknologi smart grid, internet of thing dan membahas model desain dan aplikasi IoT di jaringan smart grid.
Pembekalan Keterampilan Mekanik Dasar Bagi Mantan Napi untuk Meningkatkan Taraf Hidup
Dirvi Eko Juliando sudirman;
Farid Majedi;
Raden Jasa Kusumo Haryo
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 1. Pengembangan Pendidikan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (252.377 KB)
|
DOI: 10.18196/ppm.21.515
Keberhasilan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau yang lebih dikenal dengansebutan narapidana (Napi) selama menjalani masa pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)ditentukan setelah WBP tersebut terjun kembali ke masyarakat. Mantan Napi (klien) diharapkan dapatbermanfaat dan berguna bagi masyarakat, dengan demikian perlu adanya pembekalan keterampilanyang beragam agar klien dapat lebih siap saat kembali ke lingkungan masyarakat. Tujuan kegiatan iniyaitu memberikan pembekalan keterampilan mekanik dasar bagi klien dewasa agar memiliki kompetensikeahlian mekanik pemula guna meningkatkan kesejahteraan dalam menghidupi keluarganya dan dapatbermanfaat bagi masyarakat di sekitar lokasi tempat tinggal klien dewasa tersebut. Lama waktu yangdibutuhkan untuk menyelesaikan program pembekalan ini adalah 30 jam pelajaran dengan mengacukepada metode pelatihan berbasis kompetensi perbengkelan mekanik dasar dengan memberikan ujikompetensi pada akhir kegiatan. Hasil pembekalan keterampilan mekanik dasar ini yaitu klien dewasamemiliki pengetahuan faktual, kemampuan kerja serta hak dan tanggung jawab dalam merawat sepedamotor berikut sistem-sistemnya. Program Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dalam bentukpembekalan keterampilan mekanik dasar bagi mantan Napi yang disebut klien dewasa Bapas Klas IIMadiun ini bermanfaat bagi klien dewasa, lembaga pengguna (bengkel) dan institusi penyelenggara(PNM).
Studi Jarak Jangkauan X-Bee Pro S3b 900 untuk Aplikasi Node Wireless Sensor Network pada Daerah Gunung Api Berbasis Received Signal Strength Indicator (RSSI)
Rakhmad Gusta Putra;
Dirvi Eko Juliando Sudirman;
Hanifah Nur Kumala Ningrum;
Nur Asyik Hidayatullah
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 5, No 2 (2019): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1457.166 KB)
|
DOI: 10.15575/telka.v5n2.93-102
Indonesia saat ini memiliki 129 gunung berapi yang aktif dan hanya 69 diantaranya yang baru bisa termonitoring dengan baik. Bencana gunung api dapat dihindari dengan melakukan monitoring yang baik terhadap kondisi gunung api secara menyeluruh sebagai mekanisme peringatan dini bencana. Monitoring area gunung api yang cukup luas menjadi kendala tersendiri dikarenakan titik pemantauan yang banyak. Wireless Sensor Network (WSN) merupakan salah satu sistem yang sesuai untuk melakukan pemantauan dengan jumlah titik sensor yang terdistribusi, fleksibel dan terintegrasi. Secara garis besar, sistem WSN terdiri dari receiver dan node sebagai transmiter. Komunikasi dari node menuju receiver dapat dilakukan langsung ataupun melalui node yang lainnya. Standar komunikasi nirkabel dari WSN untuk desain dan aplikasi mengacu pada IEEE 802.15.4. Perangkat yang mendukung standar ini salah satunya adalah X-Bee. X-Bee memiliki keunggulan dalam hal kemudahan penggunaan, relatif murah dan berdaya rendah. Salah satu hal yang menjadi poin penting dalam aplikasi WSN pada gunung api adalah jarak jangkauan. Dalam penelitian ini akan dilakukan studi jarak jangkauan Xbee Pro S3 900 pada area gunung api Kelud menggunakan RSSI. Dalam penelitian ini digunakan tiga buah node dan satu receiver sebagai perangkat pengambilan data. Tiga node transmitter tersebut di tempatkan pada tempat yang sesuai untuk mengamati kondisi gunung api Kelud. Jarak jangkauan XBee Pro S3B 900 LoS dengan konfigurasi yang dilakukan, didapatkan jarak jangkauan 79,2 m, sedangkan pada eksperimen mencapai 3,78 km pada nilai RSSI -60dBm. Jarak jangkauan rata-rata tiga node kondisi non LoS berdasarkan nilai RSSI -80 dBm adalah 50 m sedangkan dalam eksperimen didapatkan 441 m. Nilai RSSI hasil eksperimen didapatkan hasil lebih baik daripada hasil simulasi.
MESIN KABUT (HEAVY DUTY HUMIDIFIER) SEBAGAI SISTEM KENDALI KELEMBABAN PORTABEL UNTUK RUMAH WALET DAN JAMUR TIRAM
Dirvi Eko Juliando S;
Lutfiyah Dwi Setia;
R. Jasa Kusomo Haryo
Civitas Ministerium Vol 3, No 01 (2019): Civitas Ministerium
Publisher : Civitas Ministerium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jamur tiram merupakan salah satu jamur konsumsi yang sangat populer dan memiliki kandungan gizi tinggi yang diminati oleh banyak orang baik di Indonesia maupun di mancanegara. Saat ini, jamur tiram belum menjadi komoditas unggulan di Madiun. Namun dengan keberadaan beberapa komunitas petani jamur tiram menunjukkan bahwa Madiun berpotensi untuk mengembangkan budidaya jamur tiram. Kondisi geografis Madiun yang terletak didataran rendah, mengakibatkan tingkat suhu yang relatif tinggi dan tingkat kelembapan yang rendah khususnya di musim kemarau. Selain itu, keterbatasan alat dan teknologi pendukung mengakibatkan proses budidaya jamur tiram menjadi tidak efisisen dan relatif menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Untuk memecahkan masalah tersebut, maka dibuatlah “Mesin Kabut (Heavy Duty Humidifier) Pengatur Kelembapan Portabel untuk Rumah Walet dan Budidaya Jamur Tiram. Heavy Duty Humidifier ini dapat merubah air menjadi uap kabut untuk mengatur kelembapan pada rumah jamur tiram. Terdapat beberapa pada Heavy Duty Humidifier ini seperti sistem automasi, wireless sensor, dan smart monitoring, dan lain-lain, memudahkan para petani untuk memantau kondisi suhu dan kelembapan rumah pembudidayaan jamur tiram dimana saja melalui smartphone. Hal ini memungkinkan para petani jamur tiram untuk tidak harus melakukan manual spraying dan pemantauan langsung saat proses inkubasi jamur tiram sehingga petani dapat menghemat waktu dan tenaga yang digunakan, kualitas hasil panen terjaga, dan produksi meningkat
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM BER WIRAUSAHA MELALUI PEMASARAN ELEKTRONIK BERBASIS TOKO ON-LINE DI DESA PARON KEC BAGOR KAB NGANJUK
Dirvi Eko Juliando S;
Sukamto Sukamto
Civitas Ministerium Vol 3, No 01 (2019): Civitas Ministerium
Publisher : Civitas Ministerium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemandirian ekonomi skala kecil di pedesaan bisa di lalui melalui skema micro-enterpreneurship atau kewirausahaan skala kecil. Kegiatan tersebut telah terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa paron nganjuk khususnya ibu-ibu PKK. Kreatifitas dalam mengubah berbagai produk mentah menjadi produk yang mempunyai nilai jual merupakan salah satu output dari kemandirian berwirausaha melalui pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga yang terhimpun dalam kelompok PKK di desa Paron. Produk-produk yang dihasilkan antara lain bawang goreng merah kemasan. Secara ekonomis produk-produk hasil kreatifitas ibu-ibu PKK tersebut diatas mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar atau pelaku usaha di desa Paron. Namun keterbatasan pengetahuan dan SDM terkait teknik pemasaran yang tepat menyebabkan proses distribusi hasil kreatifitas ibu-ibu PKK mengalami siklus penjualan yang stagnan. Sejauh ini proses pemasaran yang dilakukan yaitu door to door atau di titipkan di kios-kios terdekat. Dengan metode yang konvensional ini maka bisa dipastikan proses penjualan tidak akan banyak mengalami perkembangan. Dengan berkembangnya era digital dan akses internet yang mudah dimasyarakat maka e-marketting merupakan jawaban atau solusi yang tepat untuk mengatasi masalah pemasaran diatas agar produk ibu-ibu PKK bisa diakses oleh khalayak luas. Politeknik Negeri Madiun akan memberikan pelatihan e-marketting melalui Ol-Shop kepada masyarakat Desa Paron Kab Nganjuk agar memudahkan dalam memasarkan dan memudahkan transaksi penjualan produk-produk kreatifitasnya. Penguasaan masyarakat Desa Paron dalam penggunaan e-marketting melalaui Ol-Shop untuk memasarkan produk kerajinan mereka diharapkan mampu meningkatkan produk yang terjual dan secara otomatis penghasilan mereka akan meningkat.
PEMBUATAN PEMBANGKIT LISTRIK MANDIRI DENGAN HYBRID SYSTEM DI DESA PRINGKUKU, PACITAN
Yuda Widya Samudera;
Dirvi Eko Juliando S;
Johan Pamungkas
Civitas Ministerium Vol 3, No 01 (2019): Civitas Ministerium
Publisher : Civitas Ministerium
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Saat ini kebutuhan akan energi listrik semakin meningkat. Peningkatan akan kebutuhan energi listrik beriringan dengan banyaknya orang yang mulai peduli dengan masalah lingkungan yang disebabkan oleh polusi serta terkait dengan ketersediaan bahan bakar fosil yang makin menipis. Sinar matahari menjadi salah satu sumber energi yang dilirik oleh banyak orang karena ketersediaannya yang melimpah. Salah satu alat untuk memanfaatkan sinar matahari agar berfungsi sebagai sumber energi listrik adalah panel surya. Panel surya saat ini masih bayak dipakai sebagai sumber energi listrik alternatif seperti pengairan kolam, stasiun pemancar radiu di dataran tinggi , penerangan jalan umum dan sebagian untuk rumah tangga. Agar penyerapan cahaya matahari menjadi optimal diperlukan solar tracking system untuk melakukan tracking terhadap sinar matahari. Solar tracking system pada umumnya hanya 1 axis, sehingga penyerapan energi kurang optimal oleh gerak semu matahari tahunan. Maka dari itu penulis merancang solar tracking system dual axis agar penyerapan cahaya matahari menjadi optimal. Panel surya yang dipakai 50 WP mampu menghasilkan tegangan 17,4 Volt dan arus maksimal 3,14 Ampere sehingga daya puncak yang dihasilkan sebesar 50 Watt. Dengan mengikuti arah datangnya sinar matahari solar tracking system dual axis mampu menghasilkan daya rata-rata harian sebesar 62 % dari daya puncak yakni sebesar 31 Watt. Pringkuku yang terletak di Kabupaten Pacitan adalah salahsatu desa yang masih minim yang dapat dilayani sambungan listrik karena letak topologoginya yang berbukit sedangkan memiliki potensi pembangkit tenga sel surya.