Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Pembelajaran Virtual dengan Aplikasi Book Creator Pada Mata Kuliah Tafsir Perjanjian Lama Jojor Silalahi; Imelda Butarbutar; Romulus Sirait; Tamara Y. Gultom
Jurnal Shanan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/shanan.v7i2.4624

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai jawaban terhadap permasalahan rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia dengan melaksanakan pengembangan pembelajaran yang lebih melibatkan keaktifan dan kemandirian peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media dengan mengikuti langkah-langkah model ADDIE. Pengembangan media pembelajaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi internet merupakan pembelajaran yang berkualitas karena proses pembelajaran memotivasi siswa untuk terlibat secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Setelah capaian hasil validasi ahli materi sebesar 94 % dan ahli media sebesar 96 %, media dan materi pembelajaran diujicoba dalam kelompok kecil mahasiswa untuk mendapatkan respon tentang materi dan media pembelajaran. Setelah respon positif kelompok kecil mahasiswa terhadap media yang mencapai persentasi 92% diperoleh maka media pembelajaran diimplementasikan ke dalam kelompok besar atau ke seluruh mahasiswa pengontrak mata kuliah Tafsir Perjanjian Lama. Evaluasi terhadap efektifitas media setelah implementasi diperoleh dengan keberhasilan seluruh mahasiswa mengerjakan tugas yang diberikan dosen secara mandiri, aktif dan kreatif. Seluruh tugas yang telah dikerjakan dalam bentuk E-Book dikumpulkan dalam satu perpustakaan yang ada dalam media aplikasi Book Creator. Dengan capaian pembelajaran di atas maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran virtual dengan aplikasi Book Creator pada mata kuliah Tafsir Perjanjian Lama merupakan media pembelajaran yang valid, praktis dan efektif.
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Kelas VIII SMP Swasta Free Methodist-1 Medan Etty Tity Simanjuntak; Nurliani Siregar; Imelda Butar Butar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4528

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat sejauhmana keterkaitan antara pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa SMP Free Methodist-1 Medan dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, sedangkan analisis data yang dilakukan penelitian hipotesis adalah korelasi product moment person dengan alat pengumpulan data adalah angket untuk variabel X (Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning) dan variabel Y (Hasil Belajar Siswa). Untuk mengetahui sejauhmana Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Meningkatkan Hasil Belajar Siswa, maka digunakan Uji Statistik Korelasi Product Moment Pearson. Dari hasil pengujian diperoleh pengujian korelasi (r) 0,75 dengan uji determinasi sebesar 56,25% dan untuk mengetahui signifikan tidaknya koefisien korelasi pada taraf nyata (α) = 0,05 maka diadakan uji “t” dengan kriteria pengujian jika t_hitung yang didapat dari perhitungan lebih besar (>) dari t_tabel pada taraf signifikan 1-0.05 dengan dk= n – 2 maka hipotesis diterima dan dalam hal lain ditolak. Dari hasil pengujian diperoleh t_hitung > t_tabel (2,76 > 1,69), maka hipotesis diterima. Dengan demikian dapat ditemukan keterkaitan yang berarti antara pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Free Methodist-1 Medan.
IMPLEMENTASI METODE BRAINSTORMING DENGAN TEKNIK RAPID IDEATION DALAM MENINGKATKAN KREATIFITAS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Sara Meylan Purba; Imelda Butarbutar; Jojor Silalahi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana Implementasi metode pembelajaran Brainstorming dapat meningkatkan kreatifitas peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas IX di SMP Swasta Nasional Gultom.  Penelitian ini pada indikator kemampuan berfikir kreatif. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan melalui penerapan metode pembelajaran Brainstorming, hasil analisis data kemampuan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori kreatif yaitu dengan skor rata-rata 83,1% pada kelas dengan menggunakan metode Brainstorming dan pada kelas menggunakan metode ceramah analisis data kemampuan berpikir kreatif peserta didik berada pada kategori cukup kreatif yaitu dengan skor rata-rata 71,00%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran Brainstorming terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
HUBUNGAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS VII SMP SWASTA NASRANI BELAWAN Marnisa Tiurma Tampubolon; Imelda Butarbutar; Bangun Munthe
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keterkaitan antara Hubungan Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Siswa di Kelas VII SMP Swasta Nasrani Belawan II dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan analisis data yang dilakukan penelitian hipotesis adalah korelasi Product moment person dengan alat pengumpulan data adalah angket untuk variabel X (Hubungan Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Kristen) dan variabel Y (Pembentukan Karakter Siswa). Untuk mengetahui sejauhmana Hubungan Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Siswa. Maka yang digunakan Uji Statistika korelasi produvt moment person dari hasil Pengujian diperolah pengujian Korelasi (r) 0,312 dengan uji determinasi sebesar 90% dan untuk mengetahui signifikan tidaknya koefisien korelasi pada taraf nyata (?) = 0,05 maka diadakan Uji t dengan kreteria pengujian jika t_hitung yang didapat dari perhitungan lebih besar (>) dari t_tabel pada taraf signifikan 1-0,05 dengan dk= n-2 maka hipotesis diterima dan dalam hal lain ditolak. Dari hasil pengujian diperolah t_hitung > t_tabel (2.251 > 1.683), maka hipotesis diterima dengan demikian dapat ditemukan keterkaitan yang berarti antara hubungan kompetensi kepribadian guru pendidikan agama Kristen terhadap pembentuk karakter siswa di kelas VII SMP Swasta Nasrani Belawan II.
IMPLEMENTASI MEDIA SOSIAL TIK TOK DALAM PEMBELAJARAN PAK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 1 GALANG Hana Greaty Purba; Imelda Butarbutar; Jojor Silalahi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19617

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat implementasi media sosial Tik Tok dalam pembelajaran PAK untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Galang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualititatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan kuesioner (angket). Teknik wawancara dilakukan dengan terstruktur dengan menggunakan metode wawancara. Teknik kuesioner dilakukan dengan menyebarkan angket kepada siswa untuk melihat apakah minat belajar nya meningkat atau tidak. Analisis data penelitian bersikap deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini adalah guru dan siswa pendidikan agama kristen di SMP Negeri 1 Galang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi media sosial Tik Tok dalam pembelajaran PAK sangat berperan untuk meningkatkan minat belajar pada siswa, terutama kepada siswa yang memiliki minat belajar minim. Subjek mampu memberikan perasaan senang dan ketertarikan dalam meningkatkan minat belajar pada siswa melalui implementasi media sosial Tik Tok. Siswa yang memiliki minat belajar kurang dalam pembelajaran, dapat dibantu melalui implementasi media sosial Tik Tok. Keberhasilan implementasi media sosial Tik Tok dalam pembelajaran PAK dilihat dari perasaan senang, perhatian siswa, ketertarikan dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
The Role of Katekisasi Sidi in Building Faith to Form the Character of Sidi Participants at HKBP Sukadame Pematang Siantar Bangun Munthe; Imelda Butarbutar; Rini Tiara Ginting
Bulletin of Science Education Vol 3 No 3 (2023): Bulletin of Science Education
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bse.v3i3.818

Abstract

The aim of this research is to find out the extent of the role of Sidi Catechism in building faith to shape the character of Sidi participants at HKBP Sukadame. The research population was Sidi participants at HKBP Sukadame with a total of 46 people. This research uses a descriptive method while the data analysis used in hypothesis testing is Pearson Product Moment correlation and the data collection tool is a closed questionnaire for variables Pearson Product Moment correlation statistics, and from the correlation results obtained r = 0.372 with a determination test of 13.69% and to determine whether the correlation coefficient is significant at the real level (α) = 0.05. Then a t test is carried out with the testing criterion if tcountgreater than ttable(2.67) > (1.67) at the significance level of 1-0.05 with dk = n-2 then the hypothesis is accepted. In this way, it can be stated that there is a significant relationship between the role of Sidi Catechism in building faith and forming the character of Sidi participants at HKBP Sukadame. Keywords: Role of Katekisasi Sidi, Building Faith, Building Faith Sidi
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU BAIK REMAJA DI HKBP SIMPANG PENARA RESORT SIMPANG PENARA Richad Rikky Harry Manullang; Jojor Silalahi; Imelda Butarbutar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peranan pendidikan agama Kristen dalam keluarga terhadap perkembangan perilaku baik remaja di HKBP Simpang Penara Ressort Simpang Penara dengan responden berjumlah 50 orang. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif . Dimana penelitian ini menyebarkan angket atau kuisioner dengan dua variabel yaitu variabel X (pendidikan agama Kristen dalam keluarga) dan variabel Y (perkembangan perilaku baik Remaja). Dilihat dari uji validitas angket dinyatakan valid dengan angka sebesar 0,279 kemudian dilihat dari uji reliabilitas angket dinyatakan reliable dengan hasil sebesar 0,279 dan uji normalitas variabel X dengan hasil D(0. 126975)<K(0.188) dinyatakan variabel X berdistribusi Normal dan uji normalitas variabel Y dengan hasil D(0.1342912)<K(0.188) dinyatakan variabel Y berdistribusi Normal. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Kristen dalam keluarga berpengaruh terhadap perkembangan perilaku baik remaja. Kata Kunci: Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga, Perkembangan Perilaku Baik Remaja. This research aims to determine the extent to which Christian religious education in the family plays a role in the development of good behavior among teenagers at HKBP Simpang Penara Resort Simpang Penara with 50 respondents. This research uses quantitative research. Where this research distributes questionnaires or questionnaires with two variables, namely variable X (Christian religious education in the family) and variable Y (development of good behavior in adolescents). Judging from the validity test, the questionnaire is declared valid with a figure of 0.279, then seen from the reliability test, the questionnaire is declared reliable with a result of 0.279 and the normality test for variable Y with the result D(0.1342912)<K(0.188) is stated as variable Y having a Normal distribution. So from these results it can be concluded that Christian religious education in the family influences the development of good behavior in adolescents.
Application of Giving Question and Getting Answer Learning Model to Student Learning Outcomes at Class VII Christian Religious Education Lessons of SMP Pembangunan Galang Tami Sitanggang; Bangun Munthe; Imelda Butarbutar
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 7 No 3 (2024): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v7i3.570

Abstract

The purpose of this research is to see how the Giving Question and Getting Answer Learning Model is applied to student learning outcomes in Class VII Christian Religious Education Lessons at Pembangunan Galang Middle School. This type of research is classroom action research with the research population being all class VII students at Galang Development Middle School. Where in this research used cycle I and cycle II. Based on the results of research and observations carried out by researchers, it can be concluded that the application of the GQGA learning model in improving student learning outcomes in class VII religion lessons at SMP Pembangunan Galang is said to be successful. The results of the research stated that the application of the GQGA learning model showed an increase in student activity from the learning outcome value data in cycle I. The number of students who completed their studies was 11 people (45.8%) while in cycle II the number of students who completed their studies was 19 students (88 .33%) increased learning outcomes from cycles I and II by 41.6%. Keywords: Learning Model, Giving Questions and Getting Answers, Student Learning Outcomes
PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL BAHASA INDONESIA DI KELAS 4-6 GEREJA HKBP SEI AGUL Imelda Butarbutar; Jenni Pakpahan; Dermawanto Gultom
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57014

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola belajar dan interaksi anak-anak pada era modern. Literasi digital menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki sejak usia dini agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program pembinaan anak sekolah minggu melalui literasi digital Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca digital, menulis kreatif, serta kesadaran etika bermedia pada anak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan metode deskriptif kualitatif. Program dilaksanakan melalui tiga tahapan utama yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pembinaan meliputi pelatihan membaca teks digital berbahasa Indonesia, penulisan konten kreatif berbasis nilai rohani, edukasi penggunaan media digital yang aman, serta presentasi karya digital peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program literasi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca digital, keterampilan menulis kreatif, kreativitas dalam produksi konten digital, serta kesadaran etika penggunaan teknologi. Selain itu, program ini juga mendorong keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan media digital secara bijak. Dengan demikian, pembinaan literasi digital Bahasa Indonesia di lingkungan sekolah minggu dapat menjadi strategi edukatif yang efektif dalam mengintegrasikan pengembangan literasi, karakter, dan nilai spiritual pada anak di era digital.
PERAN PENDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN KESADARAN SERTA BERTANGGUNG JAWAB KEPADA ANAK REMAJA KELAS SIDI GREJA HKBP SEIAGUL Imelda Butarbutar; Gabriel Octaviano Larantukan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57314

Abstract

Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kesadaran berbangsa, serta sikap tanggung jawab warga negara. Pendidikan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan mengenai negara, hukum, dan konstitusi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan sikap demokratis dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pendidikan kewarganegaraan berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, dan dokumen terkait pendidikan karakter dan kewarganegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan mampu menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, toleransi, serta kepedulian sosial. Melalui proses pembelajaran yang menekankan pada pemahaman nilai, sikap kritis, dan partisipasi aktif, peserta didik diharapkan dapat menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter, memiliki kesadaran berbangsa, serta mampu bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.