Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pandangan Yusuf Al-Qardhawi Terhadap Penggunaan Pil Penunda Haid Budiman, Ahmad
USRATY : Journal of Islamic Family Law Vol. 1 No. 2 (2023): Editions July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/usraty.v1i2.7567

Abstract

Ketika seorang wanita telah memasuki masa haid, maka dilarang melakukan ibadah-ibadah yang juga diharamkan kepada  orang yang sedang junub, seperti  shalat, puasa, haji / umrah, menyentuh Alquran dan berhubungan suami isteri. Hal tersebut menjadikan kurangnya waktu bagi kaum wanita untuk mendapatkan amalan kebaikan dari ibadah-ibadah tersebut. Karena alasan tersebut, maka sebagian wanita ingin menunda waktu haid mereka khususnya ketika menjalankan ibadah puasa Ramadhan , ibadah haji dan berhubungan di malam pertama dengan mengkonsumsi pil penunda haid. Terkait hukum penggunaan pil penunda haid ini, ulama mempunyai beberapa pendapat atau pandangan hukum dan salah satunya adalah Yusuf al-Qardhawi sebagai salah seorang sosok ulama kontemporer. Peneliti menggunakan metode  penelitian pustaka (library research) dengan teknik analisis deskriptif dengan sumber data berasal dari  berbagai sumber yang relevan dan terkait dengan penelitian yang peneliti lakukan. Hasil dari penelitian ini bahwa Yusuf Qardhawi membolehkan  wanita muslimah  menggunakan pil penunda haid pada bulan Ramadhan dan saat menunaikan haji (thawaf ifadhah) serta untuk malam pertama. Kebolehan tersebut atas dasar pertimbangan penggunaan  pil tersebut dapat dipertanggungjawabkan tidak akan menimbulkan mudharat. When a woman has entered her menstrual period, she is prohibited from carrying out acts of worship that are also prohibited for people who are junub, such as praying, fasting, Hajj/Umrah, touching the Koran and having sex with husband and wife. This results in a lack of time for women to get good deeds from these worship services. For this reason, some women want to delay their menstruation, especially when fasting during Ramadan, performing the Hajj and having sex on the first night by taking menstrual delay pills. Regarding the law on the use of menstrual delay pills, scholars have several opinions or legal views and one of them is Yusuf al-Qardhawi as a contemporary ulama figure. Researchers use library research methods with descriptive analysis techniques with data sources coming from various sources that are relevant and related to the research that the researcher is conducting. The results of this research are that Yusuf Qardhawi allows Muslim women to use menstruation delay pills in the month of Ramadan and when performing the Hajj (thawaf ifadhah) as well as for the first night. This ability is based on considerations that the use of the pill can be accounted for and will not cause harm.
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Blue Economy Menggunakan Teknologi Desvaporasi Air Laut Lesmana, Sri Jaya; Khairani, Aulian; Ahmad, Ahmad; Saputri, Dwi Azizah; Mardiyya, Nurul Inda; Budiman, Ahmad
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.527

Abstract

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Tanjung Pasir melalui penerapan konsep blue economy. Melalui teknologi Desvaporator, alat desalinasi yang beroperasi berdasarkan prinsip dew-vaporation, air laut diubah menjadi air tawar atau air bersih, sekaligus menghasilkan garam sebagai produk nilai tambah. Pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dimulai dari sosialisasi, pelatihan, penerpan teknologi dan pendampingan yang melibatkan warga sebagai mitra aktif dalam seluruh proses. Hasil awal menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat secara signifikan, tercermin dari perolehan rata-rata skor post-test (82 %) dibanding pre-test (29 %). Dampak yang dicapai meliputi akses air bersih yang lebih andal, perolehan produk garam residu dengan potensi ekonomi, serta peningkatan kapasitas lokal yang meningkatkan rasa kepemilikan terhadap inovasi teknologi. Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) dan SDGs 14 (Ekosistem Laut), serta mendemonstrasikan model keberlanjutan pemberdayaan dan pembangunan pesisir berbasis teknologi ramah lingkungan dan ekonomi lokal. Dengan karakteristik teknologi yang sederhana, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat, Desvaporator memiliki potensi besar untuk direplikasi di desa-desa pesisir lain yang menghadapi permasalahan serupa dalam akses air bersih dan penguatan ekonomi lokal.
Nexus of Market Reaction and Persistence of Islamic Bank Profitability in Asia Putranti, Eti; Budiman, Ahmad; Kusuma, Marhaendra
TEMA Vol. 26 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This study aims to investigate the reaction of the Islamic stock market to the ability of banks to maintain profitability stability and the moderating role of profit-sharing income in the influence of profitability persistence on Islamic stock prices. Financial report and stock price data from 10 countries in Southeast Asia, South Asia, and the Middle East, with a sample of 67 Islamic banks from 2017 - 2023, with observation data of 469 firm-years, and tested with Moderated Regression Analysis. The test results show that profitability persistence has a positive effect on Islamic stock prices, and profit-sharing income strengthens this effect. The Islamic stock market reacts positively to the ability of bank management to maintain profitability stability over a longer period, and profit-sharing income strengthens the effect of financial performance persistence on the stock prices of Islamic entities. The originality lies in measuring financial performance and testing the moderating role of profit-sharing income. Financial performance is not only measured in a single period but also assessed using profitability persistence as a measure of the bank's ability to maintain financial performance over a long period.